Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
S2 episode 13


__ADS_3

"apanya yang banyak?" tanya Nuari


"itu mah ,banyak banget kuburan nya , bagus-bagus semua nya berwarna-warni,kaya pelangi "jawab Raffa ,Nuari mengerut kan kening ,pasal nya pemakaman nya nampak biasa saja seperti pemakaman pada umumnya,memang ada beberapa yang di cat selebihnya biasa saja


Padahal yang kata Raffa warna-warni itu adalah banyak nya penampakan dengan warna baju nya warna-warni.


"hantu di sini keren-keren " gumam nya pelan ,memang apa yang di dilihat Raffa semua hantu di sini semua nya mengenakan pakaian berwarna ,dari biru,merah,kuning ,hijau ,ungu,orange ,merah muda,dan masih banyak warna lain nya


"apa yang keren ?" tanya Chika ketika tak sengaja telinga nya menangkap gumaman nya


"itu bunga Kamboja nya keren warna putih " sahut Raffa sambil tersenyum menujuk pohon bunga Kamboja yang bunga nya lebat bermekaran


"oh "sahut Chika sambil memperhatikan pohon bunga Kamboja yang ditunjuk Raffa


"mari sebelah sini" ucap Arjun yang menuntun tangan Chika


Nuari dan Raffa mengikuti Arjun


Beberapa saat kemudian mereka pun sampai disalah satu makam yang bernisan Melawati binti Zulkarnain dengan tanggal lahir dan wafat juga tertera di sana.


"assalamualaikum mah,...mama apa kabar?ini aku dan papah datang jenguk mama ,oya mah aku juga datang bersama teman aku nama nya Raffa dan mama nya " ucap anak perempuan itu sambil mengusap nisan mama nya


Tiba-tiba saja muncul sosok wanita cantik dengan pakaian putih dengan rambut panjang terurai ,sosok wanita itu membelai kepala Chika.


Raffa dapat melihat nya namun pura-pura tak dapat melihat ketika wanita itu menatap nya ,Raffa memalingkan wajah nya melihat ke arah lain.


Nuari terenyuh melihat gadis kecil itu berbicara seolah berbicara langsung dengan mama nya.


"sayang,maaf ya aku baru bisa datang jenguk kamu,aku sibuk banget kerjaan ku lagi banyak,moga kamu gak marah ya " ucap Arjun kemudian


"Ya Allah...jika seandainya aku meninggal,apa anak dan suami ku akan seperti itu juga,kasihan mereka " lirih Nuari membatin


"berilah hamba umur panjang agar bisa terus bersama mereka ,amin "


Seolah tahu apa yang sedang dirasakan mama nya itu ,Raffa pun mendongak melihat wajah mama nya lalu menggenggam tangan nya.


Setelah puas bercerita,Chika pun memberi Raffa kesempatan untuk berbicara.


"ayo ! katanya mau minta maaf " ujar Chika


"hai Tante ,aku Raffa teman nya Chika ,aku datang mau minta maaf ,karena sudah merusak boneka Chika ,tapi aku benar-benar tak sengaja lho,dan ini aku bawakan banyak boneka Barbie sebagai ganti nya tapi Chika gak mau menerima sebelum aku meminta maaf langsung pada Tante " ucap Raffa lantang ,ia tak sengaja melihat mama nya Chika,tatapan mereka pun beradu

__ADS_1


"kamu bisa melihat ku?" tanya nya


"haduh gawat " batin nya ,Raffa pun kembali bersikap seolah tak melihat nya


"Chika aku udah minta maaf ,katanya mama kamu memaafkan ,ini terima boneka nya ya" Raffa pun meraih tangan Chika lalu meletakan memberikan paper bag nya ke tangan Chika


"darimana kamu tahu kalau mama ku sudah memaafkan mu ?" tanya Chika


"Allah saja Maha Pemaaf,masa mama mu tidak,iya kan Tante ?" lagi-lagi Raffa tak sengaja bertatapan dengan nama nya Chika


"aduh...mati aku " ucap nya sambil menepuk kening


Sementara itu


Atha dan Lia sudah sampai di rumah, kedua nya hendak pergi ke minimarket dengan Oma mereka, yaitu Dewi.


"Oma, nanti aku mau naik odong-odong ya " rengek Lia


"odong-odong? dimana sayang ?" tanya Dewi


"itu lih Oma ,mobil odong-odong yang suka lewat , kan biasa nya lewat jam segini " tutur Atha


"boleh , tapi nanti Oma juga ikut ya ,kalian kan masih kecil ,gak bisa Oma lepas kalian begitu saja di titip sama kan odong-odong nya " ucap Dewi


Singkat cerita kini Atha dan Lia sudah berada di minimarket, kedua nya membantu Oma mereka mengambil barang yang akan dibeli.


"terus apa lagi Oma ?" tanya Lia yang duduk di atas troli sementara Atha berjalan bersama Oma nya sambil membantu mendorong troli tersebut


"tinggal buah-buahan ,yuk kita ke sana !" Dewi pun membawa cucu-cucu nya menuju buah-buahan


"aku mau anggur " ucap Lia


"aku mau melon " ucap Atha


"boleh-boleh ,segini cukup?" tanya Dewi


"cukup Oma " sahut kedua nya kompak


Selesai membayar di kasir mereka pun pulang,namun di jalan mereka bertemu dengan mobil odong-odong yang dimaksud anak-anak.


"Oma...itu odong-odong nya !" seru Lia

__ADS_1


"baiklah ,sebentar Oma panggil dulu mamang nya " Dewi oun melambaikan tangan agar odong-odong itu menghampiri nya


"pak ,bawa pulang belanjaan nya ya ,saya mau nganter anak-anak dulu naik odong-odong" ucap Dewi pada supir


"baik Bu ,terus nanti ibu pulang nya gimana?" tanya supir itu setelah memasukan barang-barang belanjaan Dewi


"gampang ,nanti tibggak suruh berhenti depan rumah saja odong-odong nya ,kan suka lewat depan rumah " sahut Dewi


"baiklah kalau begitu Bu,kalau gitu saya permisi "


Setelah itu Dewi membantu anak-anak menaiki mobil odong-odong , beruntung masih ada bangku kosong hingga Dewi bisa turut naik. Di dalam odong-odong itu juga terdapat beberapa ibu-ibu yang juga ikut bersama anak-anak nya.


Saat mobil odong-odong sudah siap melaju ,mamang odong-odong memutar lagu anak-anak ,sontak saja semua anak-anak itu bersorak-sorai sambil bertepuk tangan ,tak lupa mereka juga ikut menyanyikan lagu yang sedang diputar.


"di sini senang di sana senang dimana-mana hatiku senang...lalalala...lalala...."


Tapi giliran lagu menanam jagung hanya Lia saja yang lirik nya berbeda ,sontak anak-anak lain menoleh padanya


"cangkul...cangkul...cangkul yang dalam...menanam jagung di kebun orang "


"kok kebun orang ?" tanya Atha berbisik


"kan kita gak punya kebun bang,jadi gak apa-apa kan nanam di kebun orang,yang punya kebun juga pasti senang kebun nya ditanami jangung,kan nanti yang punya kebun juga kebagian jagung nya " jawab Lia dengan polos nya


"itu kan cuman lagu masa mau di kaitkan dengan kenyataan sih ?" bingung Atha


"ya suka-suka aku dong ,wleeek...." Lia menjulur kan lidah nya


Dewi dan ibu-ibu lain nampak gemas dengan Lia,mereka pun hanya menggelengkan kepala mendengar celetukan gadis kecil itu.


Mobil odong-odong terus melaju memutari beberapa kluster perumahan ,tiap tikungan selalu ada saja anak-anak yang ingin naik ,namun mereka harus sabar menunggu giliran sebab muatan sudah penuh.


Saat mobil odong-odong melintasi bangunan kosong,mata Lia tertuju pada sosok wanita yang tengah nemplok tembok.


"bang...itu...."



"ssstthh....udah biarin saja ,cuekin " bisik Atha


"tapi ....

__ADS_1


"udah gak usah kepo" ucap Atha lagi


bersambung...


__ADS_2