
Di rumah sakit
Nuari yang baru kembali dari ruang periksa nya menghempas tubuh nya di atas sofa di ruangan nya.
Pekerjaan nya kali ini cukup melelahkan bagi nya,sebab ada beberapa binatang yang berada di ruang isolasi tiba-tiba mengamuk di perkirakan semua binatang itu merasa stress karena berada di dalam ruangan tertutup selama beberapa hari.
Binatang yang terdiri dari kucing,anjing ,dan monyet itu terjangkit virus yang dapat menular pada manusia,meski efek nya tak terlalu bahaya.
Kandang nya pun di buat terpisah dengan ruangan yang juga terpisah. Itu di lakukan agar virus yang berada di tubuh binatang-binatang tersebut tak semakin parah.
Nuari menghembuskan nafas nya. Rasa lelah membuat nya haus dan ia segera meraih air minum dalam kemasan botol di meja.
gluk'
gluk'
gluk'
"ah.... Alhamdulillah....." lirih nya setelah menghabiskan sebagian air minum nya
"lelah sekali " Nuari pun meregangkan otot-otot di tubuh nya setelah ia melepas jas kedokteran nya
Sesaat kemudian pintu pun di ketuk
"masuk saja " ucap nya
ckleek'
"hari ini cukup merepotkan ya " ucap Evan dengan membawa dua minuman dalam kemasan kaleng dan memberikan nya satu pada Nuari
"makasih " ucap Nuari seraya menerima minuman itu
"iya lumayanlah,lagian jangan kan hewan kita saja manusia pasti akan merasa bosan jika harus dikurung terus " ucap Nuari sambil mencoba membuka penutup kaleng tersebut
"tapi itu juga kan untuk kebaikan mereka,untuk kita para manusia juga , toh setelah hewan-hewan itu sembuh kita bisa mengembalikan mereka ke tempat nya masing-masing" ujar Evan
"iya sih... huuuuuffftt....."
"ah iya bagaimana perkembangan hubungan mu dengan Yoga?" tanya Evan
"baik-baik saja semakin baik malah " sahut Nuari
"syukur lah .... aku ikut senang dengar nya,ah iya untuk beberapa hari mungkin aku izin masuk kerja dulu deh " ucap Evan tiba-tiba
"memang nya kamu mau kemana ?" tanya Nuari
"sepupu ku di kampung mau nikah,jadi aku diminta datang menghadiri acara nya " jawab nya
"kirain kamu yang nikah " celetuk Nuari sambil meminum minuman nya
"hm....aku sih nanti saja,nunggu waktu yang pas saja " sahut Evan asal
"seandainya kamu bisa melupakan cinta mu dan mau menerima ku pasti aku juga akan menikahi mu ,tapi aku tak mau memaksa,kau cukup jadi adik ku saja " lanjut Evan dalam hati
"hey....kenapa malah bengong,memang nya kapan waktu yang pas,kamu sudah menemukan gadis yang kamu cinta?" tanya Nuari dengan menepuk pelan lengan Evan
"hm....belum " jawab nya
Gadis itu pun tiba-tiba terdiam,ia merasa tak enak pada Evan,sebab ia pernah menolak perasaan Evan.
"duh...aku salah bicara " batin nya
"jodoh sudah ada yang ngatur,mungkin aku akan bertemu dengan jodoh ku di kampung " ucap Evan dengan asal
"Evan....maaf ya " lirih Nuari
"loh kenapa minta maaf ?" Evan nampak mengerutkan kening nya menatap gadis yang kini sudah menundukkan wajah nya
"karena aku sudah membuat mu kecewa "
"ya ampun Nuari kirain apa,aku sama sekali tak mempermasalahkan nya,aku juga sudah janji untuk menganggap mu sebagai adik ku,sudah jangan fikirkan itu,aku bukan tipe orang yang suka memaksakan kehendak,aku hanya berfikir realistis saja ,jika kamu menolak ku berati itu tanda nya kita bukan jodoh,jadi sekarang doakan saja,supaya aku bisa secepat nya menemukan tambatan hati" tutur Evan membuat Nuari yang menunduk sontak mengangkat kepala nya
"kamu memang pria baik,aku beruntung mengenal mu,semoga kamu bisa menemukan gadis yang beribu-ribu lebih baik dari ku " ucap Nuari
"amiiin....."
Di lain tempat
__ADS_1
Aranta yang tengah berjalan menuju ruang kerja Gibran sambil membawa rantang makanan untuk makan siang ia dan suami nya tak sengaja berpapasan dengan seorang pria yang sudah lama tak berjumpa dengan nya.
"hey.... Aranta...."tegur nya
"hah....Riswan " seru Aranta menatap pria itu
"bagaimana kabar mu ,lama sekali ya tak jumpa " tanya pria bernama Riswan
"kabar ku baik,kamu habis bertemu Gibran ?" tanya Aranta
"iya,kangen banget aku tuh sama kalian,habis dari sini aku juga bakal kerumah,gimana kabar mama Uli dan nenek?" tanya Riswan
(mama Uli adalah panggilan nya untuk Nuri,Riswan merupakan anak dari mantan kekasih nya Nuri,bagi yang belum tahu bisa baca cerita ku yang sebelum nya 'Teror Guna-guna,dan The Indigo ya ,...karena cerita ini terusan dari kedua cerita tersebut)
"kabar mereka juga baik ,Merlin mana,gak ikut ?" tanya Aranta
"Merlin di Jepang, kondisi nya yang tengah hamil trisemester tiga membuat nya tak bisa bepergian jauh, aku juga gak bisa lama-lama di Jakarta,besok aku kembali ke Jepang " jawab nya
Mendengar jika Merlin tengah hamil membuat hati Aranta kembali sesak,apalagi ketika ia mengingat jika perempuan bernama Merlin sudah pernah melahirkan sebelumnya,namun dirinya sampai sekarang pun belum ada tanda-tanda kehamilan.
"wah ...berarti Diva akan punya adik dong , selamat ya " ucap Aranta berusaha terlihat biasa saja
"ya ,makasih ,kamu juga gak boleh patah semangat, aku yakin suatu saat nanti cepat atau lambat kalian juga akan diberikan momongan " ucap Riswan yang mengerti dengan perasaan istri dari saudara angkat nya itu
"hm...iya makasih " sahut Aranta memaksakan tersenyum
"baiklah , aku harus buru-buru ,maaf ya next time kita pasti akan berkumpul kembali,aku pergi , assalamualaikum" ucap Riswan lalu berlalu meninggalkan Aranta
"waalaikum salam..."
"huuuuuffftt....Ya Allah... kapan Kau memberikan ku seorang anak ?" lirih nya
Ari mata yang tadi ia tahan pun akhirnya jatuh juga,namun cepat-cepat ia hapus sebab ia tak ingin suami nya melihat ia yang habis menangis.
Aranta pun segera memencet tombol lift,lalu masuk setelah pintu lift terbuka.
Riswan memutuskan pergi ke Jepang bersama istrinya Merlin tiga tahun yang lalu ,untuk menjalankan bisnis keluarga Merlin di sana.
Kembali ke Aranta
Perempuan yang kini perasaan nya tengah tak baik itu beberapa kali menghirup udara lalu menghembuskan nya pelan sebelum mengetuk pintu ruangan suami nya.
tok tok tok
"masuk "
Terdengar dari dalam meminta nya masuk Aranta pun segera menarik handle pintu lalu mendorong pintu tersebut.
"assalamualaikum suami ku " ucap Aranta dengan menampilkan senyum manis nya
"waalaikum salam sayang ,sini...." Gibran pun berdiri dari duduk nya dan merentangkan tangan nya lalu kemudian Aranta pun berlari menghambur ke pelukan suami nya
Dengan menahan diri agar tak sampai mengeluarkan air mata nya,Aranta memeluk erat dan menenggelamkan wajah nya pada d*da bidang suami nya.
Terasa ada yang aneh dengan istri nya,Gibran pun hendak mengurai pelukan nya,namun Aranta mencegah nya.
"jangan ,biarkan seperti ini dulu ,aku nyaman " lirih nya
Namun dari nada bicara nya membuat Gibran tahu jika istri nya tak sedang baik-baik saja.
"kamu tadi bertemu Riswan kan ?" tanya Gibran sambil mengusap punggung istri nya
Aranta mengangguk
"jangan bersedih,kita serahkan pada Allah, Allah tahu apa yang terbaik untuk kita " ucap Gibran dengan tak melepaskan pelukan nya
"kenapa ....kenapa aku tak juga mengandung , padahal Merlin saja sudah dua kali mengandung ,apa memang aku ini perempuan mandul ,jika benar maka aku ikhlas jika kamu mau menikah lagi " suara Aranta terdengar bergetar karena menahan tangis
"hey....apa yang kamu bicarakan,tidak ...kamu tidak mandul ,kita sudah periksa ke dokter dan hasil nya kita berdua sama-sama sehat dan normal kan,sekarang kita hanya bisa bersabar dan berusaha,dan satu hal lagi...jangan lagi kamu katakan agar aku menikah lagi karena sampai kapan pun hanya kamu istri ku yang aku cintai dan hanya kamu satu-satunya di hati ku" Gibran semakin mengeratkan pelukan nya dengan memejamkan mata nya ,jujur ia pun sama sedih nya dengan Aranta,namun sebagai laki-laki ia harus bisa terlihat kuat dan tegar agar bisa menguatkan istri nya dikala rapuh seperti saat ini
Setelah merasa tenang barulah Aranta mengurai pelukan nya
"sudah saat nya makan siang, aku harus mengantarkan makanan untuk papa dulu" ucap Aranta dengan mata sedikit sembab,bahkan sisa-sisa air mata nya pun masih membekas
"dan kamu akan keluar dengan keadaan seperti ini ?" tanya Gibran
"biar aku suruh asisten papa yang datang membawakan nya " Gibran menarik lengan Aranta menuju sofa di sudut ruangan itu
__ADS_1
Gibran pun kembali menuju meja kerja nya dan menghubungi asisten papa nya.
Tak lama sang asisten itu datang dan kembali pergi untuk mengantarkan makanan kepada Rifki.
"melihat mu seperti ini rasanya aku semakin lapar " Gibran menatap Aranta dengan tatapan tak biasa namun Aranta yang terus fokus membuka rantang makanan itu tak menyadari tatapan nya
"ya sudah ayo kita makan "ucap Aranta
"tapi aku mau nya makan kamu"
Aranta sontak mendongak,tanpa sempat berkata-kata ,Gibran segera menyerang Aranta dan menggendong nya ke kamar pribadi di belakang meja kerja nya.
"aww....sayang ....kau nakal " pekik Aranta
Suara perempuan itu pun hilang seiring menutup nya pintu.
Di waktu yang sama
Nuari yang tengah berada di kafe sebrang rumah sakit pun hanya mengaduk-aduk minuman nya degan sedotan.
Gadis itu tengah badmood sebab Yoga yang tadinya sempat mengajak nya makan siang bareng tiba-tiba membatalkan nya begitu saja, akhir nya ia memutuskan untuk pergi makan siang di kafe depan rumah sakit.
"tahu gitu aku iya in aja tadi ajakan Evan dan Yudi makan siang bareng,..." gerutu nya
"memang nya sibuk apa sih ,so sibuk banget "
"iiih...sebel...sebel...sebel...." dengan terus menggerutu Nuari melampiaskan kan kekesalan nya pada minuman yang sedari tadi dimainkan nya
Shhhrrooootttt'
Dalam satu kali sedotan minuman itu pun tandas
"huuuuh......" gadis itu membuang nafas nya kasar ,namun tiba-tiba seorang pelayan kafe menghampiri nya dan memberikan nya setangkai bunga mawar putih
"dari siapa ?" tanya nya mengerutkan kening
Namun pelayan itu hanya tersenyum dan berlalu begitu saja
"siapa yang ngasih bunga ini" ucap nya pelan
Kening nya kembali mengkerut saat kembali ada pelayan yang memberikan bunga yang sama.
"maaf mbak bunga ini dari siapa ya?" tanya Nuari lagi. Namun lagi-lagi tak ada jawaban , pelayan itu langsung pergi
Di saat Nuari tengah bingung tiba-tiba seorang pria sudah bersimpuh dengan membawa buket bunga mawar putih di samping nya tanpa ia sadari kedatangan nya.
"wahai permata hati ku Nuari Alara " ucap pria itu
Sontak Nuari menoleh dan terkejut hingga ia bangun dari duduk nya dengan menutup mulut dengan telapak tangan nya
"Yoga..." lirih nya
"sudi kah engkau menerima ku sebagai pangeran di hati mu ,menemani hari-hari ku di kala senang maupun duka "
Yoga pun mengangkat kepalanya menatap Nuari yang sudah berkaca-kaca
"maukah kau menikah dengan ku ?" lanjut nya
Hening untuk sesaat, hingga suara dari para pengunjung lain membuat gadis itu mengerjapkan mata nya.
"terima....terima....terima...."
Dengan cepat Nuari pun mengangguk dengan air mata yang sudah lolos.
"iya....aku mau " jawab nya
Yoga tersenyum lalu menyerahkan buket bunga yang langsung di terima dengan senang hati oleh Nuari.
Sebelum beranjak berdiri Yoga pun meraih sesuatu dari saku kemeja nya,sebuah cincin emas putih dengan berlian yang nampak berkilau menyilaukan mata,langsung di sematkan di jari manis Nuari.
Perasaan haru menyelimuti hati setiap orang yang menyaksikan, tak sedikit pula mereka yang tak mengabadikan nya dengan ponsel masing-masing.
Setelah cincin terpasang cantik ,kedua nya berdiri berhadapan dengan senyuman bahagia kedua nya.
"I love you "
"I love you more "
__ADS_1
Keduanya pun berpelukan di saksikan semua orang yang berada di kafe itu hingga suara tepukan tangan menggema memenuhi seluruh kafe.
...***...