Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
S2 episode 26


__ADS_3

Karena hari ini sekolah libur anak-anak pun hanya berdiam di rumah. Lia yang merasa bosan mengajak salah satu makhluk astral di rumah nya untuk pergi ke alam ghaib.


"Ayo nek,kita main petak umpet di dunia nenek " ajak nya pada Wewe


"Ehehehe.....gak mau ah nanti nenek dimarahin lagi sama papa mu,kita main di sini saja ya "tolak Wewe


"Yah nenek , ya udah aku ajak Wowo saja " ucap nya


"Wowo....ooohh.... Wowo...." teriak Lia


"Hm.....kamu tuh,papa mu saja manggil aku kak Wowo kamu malah manggil aku Wowo" ucap Wowo protes


"Hihihihi " Lia malah cekikikan mendengar genderuwo itu protes


"Maaf tapi aku sedang sibuk , anak aku Wiwi sedang rewel ,aku pulang dulu " Wowo pun langsung pergi


"Sama Nagin saja kali ya ,pasti Nagin mau " gumam anak perempuan itu lalu pergi mencari siluman ular yang kalau siang suka berdiam di loteng rumah nya


Lia menatap penutup loteng yang tertutup ,ia bingung karena ia tak sampai untuk meraih nya.


"Gimana cara nya ya " gumam nya


Lia pun pergi ke gudang untuk mencari benda yang bisa membantu nya membuka penutup loteng. Saat itu ada Dewi yang tengah melintas tak sengaja melihat cucu nya berjalan ke arah gudang.


"Itu kan Lia,mau kemana anak itu " gumam nya


Maka Dewi pun mengikuti cicit nya.


"Kok ke gudang "


Tak lama Lia pun keluar dengan membawa sapu gagang panjang yang sering digunakan untuk membersihkan langit-langit rumah.


"Duh berat banget " dengan susah payah Lia membawa sapu tersebut dengan cara menyeret nya


"Lia , sapu itu buat apa ?" tanya Dewi


"Eh Oma,aku mau gunain buat buka penutup loteng " jawab nya polos


"Memang nya mau ngapain pake mau buka penutup loteng segala hem?" tanya Dewi lagi


"Aku bosan Oma,aku mau ngajak Nagin buat main di dunia ghaib " jawab nya jujur


"Astaghfirullah....."


Sementara itu Nuari,Yoga ,juga Raffa tengah bermain ular tangga di ruang keluarga. Raffa yang selalu kalah karena bidaknya selalu berhenti di kepala ular membuat bidak nya harus terus meluncur ke bawah dan tertinggal jauh dari kedua orang tua nya.


Akan tetapi hampir saja Yoga sampai ke kotak terakhir tiba-tiba ia pun harus turun karena bidaknya berhenti di kepala ular. Sontak saja hal itu menjadi gelak tawa bagi Raffa juga Nuari.


Setelah puas bermain ular tangga ,perut mereka terasa keroncongan.


"Mah ,kok aku lapar ya " ucap Raffa

__ADS_1


"Sama ,papa juga " sambung Yoga


"Ya sudah kalau gitu kalian tunggu sebentar mama mau bikin makanan yang enak buat kalian " ucap Nuari seraya beranjak


"Mama mau buat apa ?" tanya Raffa


"Ada deh ,kalian beres kan dulu ular tangga nya lalu simpan lagi di tempat nya,ok "


"Siap laksanakan "seru Yoga dan Raffa


Sementara Nuari membuat kan makanan,Raffa dan Yoga membereskan mainan nya ,setelah itu Raffa menyimpan nya di ruang bermain,sedangkan Yoga langsung mengecek ponselnya yang terus berbunyi.


Rupanya ada beberapa pesan email yang masuk. Yoga pun langsung fokus ke ponsel nya. Selain email dari perusahaan rupanya masih ada pesan lainnya yang berasal dari restoran milik nya yang sekarang sudah semakin besar.


Di dapur Nuari sudah hampir selesai memasak,Raffa yang tak sabar pun menghampiri nya.


"Hm....bau nya wangi,aku jadi makin lapar " ucap nya


"Sabar ya sayang sebentar lagi" ucap Nuari


"Iya mah,aku sabar kok " sahut anak kecil itu sambil duduk manis di meja makan. Nuari tersenyum melihat nya


Yoga yang tengah sibuk pun menghirup aroma masakan yang membuat perut nya keroncongan. Yoga lantas menyimpan ponsel nya dan menghampiri istri nya di dapur.


"Hm...wangi nya enak banget " ucap Yoga lalu menghampiri Nuari dan bersiri di samping nya


"Sini,aku bantu sayang " Yoga mengambil alih spatula yang di pegang Nuari


Perlahan ibu satu anak itu menuangkan makanan nya pada piring.


"Taraaa..... spaghetti bolognese ala chef Nuari sudah selesai,selamat menikmati "ucap Nuari seraya menyajikan spaghetti buatan nya di meja makan


"Wah.... spaghetti....aku suka aku suka " seru Raffa sangat antusias melihat makanan yang dibuat kan mama nya itu


"Hm..." gumam Yoga dengan mulut nya yang penuh


"Gimana ,enak gak?" tanya Nuari


"Sangat lezat ,kamu memang selalu bisa memanjakan lidah ku sayang"


Mendapatkan pujian dari suami nya membuat Nuari sangat senang,meski setiap hari Yoga selalu memuji nya tak membuat nya bosan apalagi haus akan pujian. Karena menurut nya pujian yang berasal dari suami nya sendiri jauh lebih berharga daripada pujian dari orang lain.


"Alhamdulillah kalau rasanya enak ,makan yang banyak ya kalian, kalau kurang masih ada tuh ,mama buat banyak " ucap Nuari


"Ah mama, segini juga udah kenyang banget kok ,mana bisa nambah lagi "sahut Raffa


"Kamu kok bikin nya banyak banget sayang ,kan sayang kalau sampai gak habis" tanya Yoga


"Kan di rumah ini gak hanya kita,masih ada para bibi mereka juga pasti mau ,masa kita makan enak mereka gak ikut makan juga " jawab Nuari ,ia memang selalu memikirkan para art nya,karena menurut nya mereka tak sekedar membantu mengurus rumah namun lebih dari itu,Nuari pun selalu memastikan kesejahteraan para art nya agar betah dan nyaman bekerja dengan nya


"Kamu memang istriku yang paling dan sangat solehot " puji Yoga lagi

__ADS_1


"Kok solehot ? Bukan nya solehah ya?" protes Raffa


"Oh iya ya,duh lidah papa kepeleset ,jadi salah bicara "sahut Yoga cengengesan. Nuari pun mengulum senyum mendengar ucapan Yoga.


Di tempat lain


Aranta tengah mengawasi kedua anak nya yang tengah berenang sambil membaca majalah,cuaca pun sudah tak lagi hujan ,meski mendung masih mewarnai langit.


"Mah...ayo dong berenang ,ajari kami menahan nafas " seru Lia sambil mencipratkan air ke arah nya


"Sayang , jangan begitu basah semua nanti " larang nya


"Makanya mama ajari kami dong ,gimana caranya bisa menahan nafas selama-lamanya "ucap Lia lagi


"Hus...kamu tuh jangan begitu "ucap Atha


"Kenapa ?" tanya nya polos


"Kalau nahan nafas nya selama-lamanya mati dong "


"Eh iya ya , hehehe....."


Aranta menggeleng kan kepala sambil tersenyum lalu berkata


"Ya sudah ,mama ganti pakaian dulu ya " ucap Aranta berlalu menuju kamar nya untuk mengganti pakaian nya dengan pakaian renang khusus untuk yang berhijab.


Beberapa saat kemudian Aranta sudah kembali dengan mengenakan bathrobe yang di dalam nya sudah mengenakan pakaian renang.


"Yeee....mama udah datang,ayo mah " seru Lia yang tak sabar


"Iya iya " Aranta lalu membuka bathrobe nya dan meletakan nya pada kursi tempat ia duduk tadi ,lalu ia pun masuk ke kolam renang


Byuuurrr'


Saat itu Gibran yang baru keluar dari ruang kerja mendengar suara air dan ketawa dari anak-anak,ia pun berjalan ke arah kolam.


"Wah wah.... kalian sedang senang-senang rupanya , kenapa gak anak-anak " ucao Gibran dengan memasukan kedua lengan nya pada saku celana


"Ayo pah,papa juga berenang ,kita lomba renang yang kalah harus pakai jepitan jemuran selama satu jam "ucap Atha


"Ok ,siapa takut !" ucap Gibran seraya membuka kaos oblong nya


"Siapa yang mau jadi tim nya papa ?" tanya Gibran


"Aku...." seru Lia


"Berarti Atha tim nya mama ya " ucap Gibran lagi


"ok "


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2