Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
Salah faham


__ADS_3

Hatiku merasa sepi di tengah keramaian. Merasa sedih di kala senyum ku. Rasa takut pun selalu datang menyerang diri . Semua itu selalu aku rasakan jika tak ada kamu di sisi ku.


...***...


Malam kian larut namun tak membuat mata kedua muda mudi memejamkan mata nya.


Meski mereka berada di tempat berbeda namun ikatan cinta kedua nya seakan membuat kedua nya sama-sama ber angan akan kehidupan mereka kelak.


Di kamar nya Nuari terus bergerak gelisah,ingin ia menghubungi pria yang selalu membuat hati nya berdesir ,namun ia sadar jika malam sudah sangat larut bahkan jam di layar ponsel nya pun menunjukan angka 00:00 , sudah dipastikan jika Yoga sudah tidur.


Tanpa ia tahu rupanya Yoga pun sama,apa yang terjadi pada nya terjadi pula dengan Yoga. Saat ini Yoga tengah dilema antara menghubungi Nuari atau tidak,mengingat waktu sudah sangat malam.


"huuuuh...." ia menghembuskan nafas secara kasar


"kenapa aku sangat merindukan nya,bahkan tadi kita sudah bertemu,bagaimana perasaan nya ketika merindukan ku sela ini " lirih nya


Ia pun kembali merasa bersalah,sebab ia sendiri merasakan bagaimana rasa rindu nya kala mereka tak bertemu bahkan hanya berselang beberapa jam saja,bagaimana dengan Nuari yang harus memendam rindu selama tujuh tahun lama nya.


Hati nya seakan tertimpa batu besar,hingga ia merasa sesak di d*da. Tak terbayangkan bagaimana jika ia berada di posisi Nuari.


"maafkan aku Ari,aku janji tak akan membuat mu sedih lagi " lirih nya


Yoga pun menatap sendu layar ponsel nya yang berwalpaper foto Nuari,iseng ia menggulir layar ponsel nya dan menekan apk hijau.


Ia mengernyit ketika melihat kontak Nuari yang masih online.


"dia masih online,apa dia belum tidur ?" batin nya


"apa aku hubungi saja ya " lanjut nya


Yoga pun akhirnya menekan tombol hijau untuk menghubungi kekasih nya. Di saat bersamaan Nuari juga terkejut melihat kontak Yoga yang rupanya tengah online,dan tanpa menunggu lama gadis itu pun menghubungi Yoga.


"ck,kenapa gak tersambung sih,seperti nya sibuk " decak Nuari


"kok sibuk sih,dia sedang telponan dengan siapa malam-malam begini "keluh Yoga


"aku coba lagi deh " gumam Nuari


Namun hal yang sama juga pada Yoga ,keduanya sama-sama saling menghubungi di saat yang bersamaan.


Lagi-lagi keduanya mengeluh kesal.


"ih....nyebelin , dia online tapi gak hubungi aku,malah sibuk terus" Nuari merasa kesal hingga ia menonaktifkan ponsel nya


Di tempat lain Yoga hanya berdecak pasrah, mendapati nomor Nuari tak dapat di hubungi


"tadi masih online sekarang malah sudah tak aktif sama sekali " keluh Yoga


Ia pun memilih untuk merebahkan diri nya di tempat tidur dan memaksa mata nya untuk segera tidur,ia tak ingin berburuk sangka ,siapa tahu ponsel nya lowbat ,begitu fikir nya ,namun berbeda dengan Nuari yang langsung berfikiran kemana-mana.


"jika ketahuan dia telponan dengan cewek lain,awas saja dia " geram nya


Keesokan hari nya


Dengan mata enggan terbuka,Nuari melangkah gontai menuju kamar mandi saat suara adzan subuh membangun kan nya.


Perlahan Nuari masuk dan meraba dinding untuk sampai di wastafel kemudian ia memutar keran dan mulai membasuh wajah nya.


Setelah itu tangan nya terulur meraih sikat gigi dan pasta gigi,setelah itu ia mulai menggosok gigi nya.


Sudah menjadi kebiasaan nya sebelum berwudhu ia terlebih dahulu membersikan tubuh nya.


Air hangat yang keluar dari shower tak membuat nya kedinginan.


Beberapa saat kemudian gadis itu sudah selesai dan segera berpakaian setelah nya ia mengambil air wudhu.


Saat matahari sudah mulai merangkak naik,Nuari keluar dari kamar dengan kondisi yang sudah sangat fresh,ia bahkan menenteng jas kedokteran nya dan tak lupa tas kerja nya.


Berjalan menuruni tangga,gadis itu menghentikan langkah ketika melihat sosok pria yang semalam membuat nya uring-uringan sudah duduk manis di kursi ruang tengah.


"kau datang pagi sekali ?" tanya Nuari


"tentu saja ,aku ingin mengantar mu berangkat kerja " sahut Yoga seraya memamerkan senyuman nya


"memang nya kamu tak ada kerjaan,eh maksud ku aku gak merepotkan mu?" tanya Nuari meralat ucapan nya


"kalau di desa biasa nya pagi-pagi begini aku ke kandang mengecek semua sapi dan memandikan sapi-sapi itu, berlanjut menggembala kan nya,sebab kalau di diam kan di kandang terus akan membuat sapi stress,dan nafsu makan nya pun jadi berkurang jika sapi-sapi ku tak mau makan nanti kurus dan sakit ,dan akhirnya tak akan ada orang yang berminat membeli sapi-sapi ku " tutur Yoga panjang lebar

__ADS_1


"mengembalakan sapi ?" tatapan Nuari tiba-tiba berbinar ,ia sangat tertarik untuk melakukan hal itu,hal yang belum pernah ia lakukan


"iya , kenapa?" tanya Yoga heran


"nanti kalau kita ke desa ,aku mau ikut mengembalakan sapi-sapi mu,boleh kan ?" tanya Nuari dengan tatapan memohon


"tentu saja boleh, tapi kamu ini aneh di saat gadis lain menolak melakukan hal itu kamu justru malah sebaliknya" ucap Yoga


"maka dari itu aku tak mau terlihat sama dengan wanita lain,eh tapi....memang nya berapa gadis yang kau ajak mengembalakan sapi ?" tanya Nuari menelisik


"enggak ada " sahut Yoga gugup


"kenapa gugup ,kamu bohong " tuduh Nuari


"enggak aku gak bohong " sahut Yoga cepat


Nuari menyipit kan mata melihat pada Yoga,namun tiba-tiba suara seseorang menginterupsi pendengaran nya hingga gadis itu menoleh.


"kalian malah masih di sini,ayo yang lain sudah menunggu di meja makan " ucap Gibran


"kakak...." lirih Nuari menatap Gibran dengan tatapan ingin menangis


Gibran mengerutkan kening


"kamu kenapa dek ,sudah ah masih pagi jangan ada drama,malu sama ayam tetangga "


"Yoga nakal " cetus Nuari tiba-tiba membuat Yoga terkesiap


eh'


"maksud nya ?" Gibran menatap tajam adik nya,lalu ia beralih menatap pada Yoga , ia mencari kebenaran dari ucapan sang adik menggunakan kemampuan nya


Namun tiba-tiba Gibran tersenyum miring lalu berkata


"sudah lah ,ayo kita sarapan " ajak Gibran menarik lengan Nuari juga Yoga


"tapi kak aku sudah sarapan " tolak Yoga,ia merasa tak enak jika harus kembali numpang makan


Gibran terkekeh mendengar nya


Tiga puluh menit kemudian mereka sudah selesai sarapan , Nuari lalu berpamitan,begitu pula dengan Rifki dan Gibran tentunya.


Dengan perasaan yang masih dongkol Nuari hanya diam selama di perjalanan.Yoga yang tak nyaman berada di situasi seperti saat ini mulai buka suara.


"kamu kenapa,ada masalah ,bisa cerita pada ku,siapa tahu aku bisa bantu cari solusi"


"kamu masalah nya " sahut Nuari pelan


Yoga mengerut kan kening tak faham


"kenapa aku ?" tanya Yoga


"ya kamu ,semalam kenapa kamu tak menghubungi ku padahal semalam kamu online,tapi sibuk terus,telponan sama siapa ?" tanya Nuari akhirnya mengeluarkan uneg-uneg nya semalam


"oh itu,semalam aku nelpon seorang gadis tapi...."


"tuh kan bener,siapa ,orang mana ?" tanya Nuari menyela


"yang pasti gadis itu sangat spesial " sahut Yoga tersenyum


"jawab aku , siapa perempuan itu ?" tanya Nuari dengan sorot mata tajam ,namun sudah mulai berembun


"ya siapa lagi kalau bukan kamu " ujar Yoga apa ada nya


"bohong ,kalau semalam kamu menghubungi ku, kenapa kita tak berbicara ,justru nomor mu sibuk terus pas aku hubungi" sahut Nuari sambil menunduk


"hm.... seperti nya terjadi kesalah fahaman di sini " lirih Yoga


"maksud mu ?" tanya Nuari sontak mengangkat wajah nya melihat pada Yoga


"ini kamu periksa ponsel ku ,lihat riwayat panggilan keluar terakhir " tanpa ingin menjelaskan Yoga memberikan ponsel nya dengan tangan kiri nya sementara tangan kanan nya ia gunakan untuk memegang kemudi mobil


"untuk?"


"buka saja dan lihat lah siapa yang aku hubungi semalam" ucap Yoga seraya mengedip kan sebelah mata nya membuat Nuari sedikit salah tingkah


Nuari pun menerima ponsel nya,ia mengerut kan kening saat melihat layar ponsel nya terkunci.

__ADS_1


"berapa kata sandi nya ?" tanya Nuari


"tanggal lahir mu " jawab Yoga ,membuat jantung Nuari berdentum kencang


Dengan perasaan tak menentu Nuari pun menekan beberapa angka yang merupakan tanggal lahir nya,dan benar saja layar ponsel nya sudah terbuka.


Gegas ia menekan apk hijau dan betapa malu nya ia ketika melihat nama kontak nya lah yang terakhir di hubungi , apalagi ketika melihat waktu yang tertera di sana ,sama persis saat ia menghubungi Yoga semalam.


"jadi.....kita saling menghubungi satu sama lain di waktu yang bersamaan "tanya Nuari pelan, bahkan kedua pipi nya sudah semerah tomat


"ya ... tepat sekali " Yoga terkekeh


"maaf " lirih Nuari


"kenapa minta maaf ?" tanya Yoga melirik sekilas


"karena aku sudah berfikiran yang bukan-bukan ,aku fikir kamu telponan dengan cewek lain " lirih nya malu


"hm...kamu mikir nya kejauhan sayang,mana ada aku menghubungi perempuan lain, kecuali jika perempuan itu memang ada masalah pekerjaan dengan ku yang harus di bahas "tutur Yoga seraya meraih tangan Nuari dan menggenggam nya erat


"memang nya kamu ada kenalan atau teman perempuan yang berurusan dengan pekerjaan?" tanya Nuari menjadi penasaran


"ada, nanti aku kenal kan " sahut Yoga


"tapi kalian tidak ada hubungan apa-apa kan ,hanya sebatas teman kerja ?" tanya Nuari lagi


"ya ,hanya teman kerja "


"memang nya pekerjaan kamu apa selain mengurusi peternakan ?" tanya Nuari lagi


"hm....tadinya aku mau ngasih tahu kamu kalau kita sudah sampai di Pontianak,tapi aku gak mau kamu merasa penasaran jadi aku bilang saja deh "


"iya apa ?" tanya Nuari tak sabar sebab Yoga malah menggantung kata-kata nya


"jadi ... sebenarnya aku tuh punya usaha kecil-kecilan,sebuah restoran sederhana,dan yang mengelola teman ku bersama keluarga nya" tutur Yoga


"teman kamu perempuan?" tanya Nuari


"iya kenapa ,kamu cemburu ?" goda Yoga mengerling kan mata


"entahlah " sahut Nuari lirih


"kamu tenang saja,kita hanya berteman itupun sebenarnya aku lebih mengenal ayah nya ketimbang Silvi "


"Silvi" cicit Nuari


"hm... nama nya Silvi" ucap Yoga membenarkan


"kenapa bisa begitu?" tanya Nuari lagi


"apanya ?"


"itu kamu lebih mengenal ayah nya ketimbang anak nya si Silvi itu ?" tanya Nuari melengkapinya pertanyaan nya


"oh ...itu karena dulu tak sengaja aku hampir tertabrak truk kebetulan ada penjual makanan tak jauh dari lokasi,nah kebetulan ayahnya Silvi itu yang berjualan,dia nolongin aku,tapi rupanya truk itu rem nya blong ,aku selamat tapi warung milik ayah nya Silvi yang malah tertabrak dan hancur , beruntung kejadian itu tak memakan korban jiwa ,hanya segelintir orang yang luka-luka lecet begitu pun dengan ku ,nah karena merasa berhutang budi juga miris karena si supir truk kabur begitu saja tidak ada yang menanggung kerugian nya akhirnya aku memberi mereka modal dan mencarikan tempat untuk membuka usaha baru,tapi rupanya mereka tak mau menerima begitu saja,terutama ayahnya Silvi,ia mau dan bersedia menerima modal itu asalkan aku tak memberikan nya secara sepenuhnya , mereka malah menginginkan bekerja untuk ku,jadi aku mengambil jalan tengah dengan membagi hasil nya setengah-setengah sisa dari modal " jelas Yoga tak ada yang kurang dan lebih


"jadi seperti itu,kamu baik banget ternyata,jadi makin cinta aku nya " ucap Nuari dengan pipi memerah


"baru tahu ya kalau kekasih mu ini sangat baik " ucap Yoga seraya menyentuh pipi kanan Nuari,maka semakin merah lah pipi gadis itu


"sudah ,sana kamu tak mau keluar,ini sudah sampai loh " ucap Yoga membuyarkan lamunan Nuari


Gadis itu mengerjap dan melihat ke luar


"hah...sejak kapan kita sampai ?" tanya Nuari nya rupanya tak sadar


"sejak kamu melihat ku tanpa kedip " kekeh Yoga merasa lucu melihat reaksi gadis nya


"ih...kamu mah ,ya udah aku ke dalam dulu ya ,kamu nanti jemput lagi kan?" tanya nya sebelumnya keluar dari mobil


"tentu aku jemput ,sudah sana sebelum aku khilaf kecup kamu lagi"


Mendengar hal itu Nuari pun lekas membuka pintu mobil lalu keluar dan menutup pintu nya.


Nuari melambaikan tangan seiring kepergian mobil Yoga.


...***...

__ADS_1


__ADS_2