
Pagi hari yang cerah sepasang suami istri tengah berjalan santai di jalanan komplek.
Keduanya nya terus bergandengan tangan. Sesekali suaminya mengelus perut buncit istri nya.
"Anak papa, sehat-sehat ya di dalam perut mama,nanti kita jalan-jalan bertiga ya " Ucap Evan sambil terus mengelus perut Ayu
"Iya papa,makasih karena selalu menjaga ku dan mama" Ucap Ayu dengan menirukan suara anak kecil
Evan kemudian merangkul Ayu lalu mengecup pucuk kepala nya.
"Aku sayang kalian ,akan aku lakukan apapun untuk kebahagiaan kalian " Lirih Evan
"Sayang,aku mau itu " Ucap Ayu tiba-tiba
"Apa hem? Kamu mau apa ?" Tanya Evan yang siap mengabulkan setiap keinginan istrinya itu
"Jambu air itu " Tunjuk nya pada sebuah pohon jambu air yang nampak berbuah lebat juga rindang
"Iya udah yuk kita datangi yang punya rumah nya " Ucap Evan. Ayu nampak antusias
Evan pun segera meminta nya pada pemilik
pohon jambu air tersebut. Beruntung yang punya sedang menyapu lantai depan rumah nya hingga Evan bisa langsung mengutarakan maksud nya.
"Permisi Bu,selamat pagi " Ucap Evan
"Iya selamat pagi juga. Eh pak Evan ,ada apa ya pak ?" Tanya ibu itu
"Begini bu ,jadi istri saya mau jambu air nya. Saya mau beli " Ucap Evan
"Oalah ,gak usah lah ,kalau mau tinggal petik saja , mbak Ayu mungkin sedang ngidam "Tolak ibu itu
Ia memang tak pernah menjual jambu air nya,ia juga bukan orang yang pelit. Siapa saja yang mau jambu air nya pasti dikasih gratis asal harus minta izin terlebih dahulu ,biar berkah dan sama-sama enak katanya.
"Waduh jadi tak enak dong" Ucap Evan
"Makasih Bu ,aku mau nya gak banyak kok ,hanya satu atau dua biji " Ucap Ayu
"Iya mau berapapun silahkan " Ucap si ibu itu lagi
"Ya sudah kala gitu saya petik ya bu " Ucap Evan
"Iya silahkan "
Saat Evan hendak memetik jambu air tersebut ,Ayu mendahului nya
__ADS_1
"Biar aku saja,aku gemes banget pengen metik jambu air nya " Ucap nya
"Oh ya sudah " Evan pun hanya memperhatikan Ayu memetik nya. Karena memang pohon nya yang rindang membuat siapa saja mudah menjangkau buah yang masak ,termasuk anak-anak
"Udah nih " Ayu memberikan jambu air sebanyak dua buah sesuai yang di katakan sebelum nya
"Loh kok dikasih ke aku ?" Tanya Evan
"Kan aku cuman mau metik,bukan makan jadi kamu saja yang makan ya " Ucap Ayu tanpa dosa
Evan melongo dibuat nya ,sementara ibu pemilik pohon jambu nya nampak tersenyum.
"Ya sudah ,sini. Jadi sudah cukup segini saja ?" tanya Evan pada Ayu
"Iya ,aku hanya gemas saja kok " sahut Ayu lagi
"Hehehe....gak apa-apa pak ,namanya juga sedang ngidam pasti mau nya aneh-aneh " Ucap ibu itu
Setelah itu Evan dan Ayu pun berpamitan,namun sebelum pergi ibu itu memberikan satu kresek kecil jambu air yang sengaja ia petikan.
"Baru pulang kalian ,itu apa ?" Tanya dokter Satria
"Jambu air ayah ,dikasih "Ucap Ayu
"Pasti Bu Sadikin " Gumam dokter Satria. Bu Sadikin memang terkenal dengan kedermawanan nya ,pekerjaan suami nya yang hanya pegawai toko tak membuat nya berfikir untuk memberi ,apalagi hanya sekedar jambu air. Makanya pohon jambu itu selalu berbuah dengan lebat
"Tapi yah " Sergah Evan
"Udah ,jangan banyak protes , kita kan sudah menunggu kehamilan Ayu sejak lama,ayah tak ingin kejadian yang sudah-sudah kembali terjadi. Kebetulan ada sesuatu yang ingin ayah kerjakan di rumah sakit " Ucap dokter Satria yang tak ingin dibantah
Pria yang sudah semakin lanjut usia itu selalu merasa was-was akan kehamilan Ayu. Sebab setiap Ayu hamil selalu saja ada kejadian yang membuat putri nya keguguran. Makanya ia tak ingin putri nya sendirian.
"Ya sudah kalau begitu ,aku di rumah saja" Sahut Evan
"Maaf, karena aku yang tak hati-hati dan ceroboh.Kalian jadi ikut susah " lirih Ayu
"Tidak nak,ini bukan kesalahan mu , semua yang sudah terjadi adalah takdir,jadi jangan berfikir jika itu kesalahan mu" Ucap dokter Satria
"Jelas ini perbuatan orang tak bertanggung jawab.Berani nya dia mengirim teluh pada putri ku ,sampai aku tahu orang nya aku tak akan kasih dia kesempatan untuk hidup" Geram dokter Satria membatin
Tak jauh dari rumah dokter Satria, seorang wanita bercadar nampak mengumpat pelan.
"Gara-gara mereka pindah ke rumah itu aku jadi tidak bisa mendekati mereka. Mungkin teluh ku tak lagi bisa menjangkau nya ,tapi awas saja kalau aku melihat nya sendiri di luar rumah" Perempuan itu nampak menyeringai di balik cadar nya
Sementara itu Nuari sedang bersiap untuk mengantar Raffa ke sekolah. Yoga sudah berangkat pagi-pagi sekali karena harus terbang ke Pontianak. Restoran milik nya mengalami kebakaran,hingga tak lama setelah ia mendapat kabar tersebut ia langsung memesan tiket pesawat.
__ADS_1
Nuari bukan tak ingin ikut hanya saja hari ini ia harus melakukan kunjungan ke sebuah penangkaran buaya.
"Mah ,papa lama gak di Pontianak nya ?" Tanya Raffa
"Gak tahu sayang, kan kita belum tahu separah apa kebakaran nya " Sahut Nuari
"Memang nya kenapa kamu nanya seperti itu?" Tanya Nuari
"Hehehe....aku mau nyusulin papa" Sahut anak itu sambil tersenyum
"Iya sayang ,nanti kalau misal papa di sana nya lama kita ke sana " Sahut Nuari
"Horeee......naik pesawat lagi " Seru Raffa kegirangan.
"Kamu kenapa suka banget naik pesawat sih,mama aja suka takut ?" Tanya Nuari nampak keheranan
"Kan seru mah ,bisa lihat awan ,lihat rumah dan gedung dari atas udah seperti lihat rumah semut " Jawab Raffa lagi
"Kamu tuh " Gemas Nuari
"Kalau mama kenapa takut naik pesawat?" Tanya Raffa balik
"Ya kamu bayangkan saja sayang,benda sebesar dan seberat itu bisa terbang. Amit-amit kalau jatuh ke laut akan tenggelam,jatuh ke daratan hancur , gimana mama gak takut "tutur Nuari
"Tapi kok mama sering pergi ke luar negeri,katanya takut naik pesawat?" Tanya Raffa lagi
"Ya gak takut-takut banget lah sayang ,udah ah ,yuk kita berangkat ! Sarapan nya sudah kan?"
"Iya mah "
Sementara di rumah Nuri pagi ini mereka kedatangan tamu.
"Maaf ,pak ,Bu ada tamu " Ucap bibi art pada Nuri dan Rifki yang berada di meja makan
"Siapa ya bi?" Tanya Dewi
"Sepasang suami istri dan kedua anak nya "
"Siapa ya ? Bibi gak tanya mereka siapa ?" Tanya Aranta
"Enggak Bu,lupa "
"Ya sudah tak apa biar aku lihat dulu. Sebentar ya mas " Nuri pun beranjak untuk melihat siapa tamu yang datang pagi-pagi ke rumah nya
Saat sudah sampai di ruang tamu Nuri terkejut ,sampai ia membuka lebar mulut serta mata nya.
__ADS_1
"Masya Allah....Riswan ,Merlin ! "
bersambung...