
Lia yang saat ini sedang menuju ke tempat latihan taekwondo
Saat melintasi jalan yang cukup sepi ia melihat seorang pria tengah dihajar ,mereka bertiga ,yang dua memegangi lengan kiri kanan dan yang satu nya lagi memukul pria itu.
Buk'
Buk'
Pria itu terkena pukulan di perut nya ,karena sebelum nya pria itu meminta agar tak dipukul di bagian wajah.
"Astaga,itu kan pak Riki " Gumam Lia pelan
"Pak ,berhenti ! " Seru Lia pada supir nya
"Waduh non Lia pasti mau berantem lagi deh " Fikir supir nya ,ia sudah tahu bagaimana sifat anak majikan nya itu
Lia sendiri awal nya tertarik bela diri saat tak sengaja melihat Aranta yang tengah menghajar para preman di pasar,saat itu ia dan teman-temannya sedang mencari sesuatu di pasar sesuai arahan kakak kelas nya pada saat sedang melakukan MOS atau Masa Orientasi Siswa pada awal masuk sekolah.
Sejak saat itu Lia ingin seperti mama nya yang jago bela diri.Dan kini diusianya yang ke 18 tahun ia sudah berhasil naik ke tingkat paling atas yaitu sabuk hitam. Tak butuh waktu lama untuk nya mendapatkan gelar tersebut,karena kemampuan nya yang terus berkembang pesat berbeda dari murid-murid lain kebanyakan.
Lia segera keluar dari dalam mobil ,dengan langkah cepat Lia berlari ke arah pria yang menghajar guru nya.
"Hiaaaattt......."
Jebret'
Orang itu jatuh tersungkur setelah mendapatkan tendangan di bagian pinggang nya.
Riki terkejut begitu juga dengan orang yang tengah memegangi nya. Sadar jika pegangan nya melemah ,Riki segera menendang kedua orang yang memegangi nya.
Buk'
Buk'
Keduanya meringis kesakitan karena tendangan nya tepat di bagian vital mereka.
__ADS_1
"Bapak tidak apa-apa?" Tanya Lia
"Tidak . AWAS ! "Pekik Riki saat pria yang tadi ditendang Lia hendak menyerang nya. Lia dengan cepat menendang dengan gerakan memutar
Buk'
Tendangan nya tepat mengenai kepala pria itu hingga tak sadar kan diri. Lagi ,Riki terhenyak melihat nya.
"G*la,kenapa dia bisa ?" Kejut nya
"APA? Kalian mau seperti nya ?" Sentak Lia pada kedua rekan nya yang hendak menyerang Lia
"Ti....tidak " keduanya pun pergi mengendarai motor nya meninggal kan rekan nya yang tak sadarkan diri
"Alhamdulillah kalau bapak tidak apa-apa,kalau begitu saya duluan ya pak, assalamualaikum " Lia langsung pamit begitu saja ,ia tak ingin bertanya apa yang terjadi karena menurut nya ia tak perlu mengetahui masalah orang lain , ia hanya berniat menolong.
Setelah kepergian nya ,Riki baru menjawab salam dari Lia." Waalaikumsalam salam " Gumam nya lirih
"Apa aku sedang bermimpi,masa aku ditolong anak murid ku ,apa kata dunia "
Sementara di tempat lain, seseorang nampak emosi setelah mendapatkan telpon dari anak buah nya.
"B*ngsat ! Ngabisin satu orang saja tidak becus ,mana kalah sama perempuan pula. Dasar banci ! " Umpat nya pada orang-orang suruhan nya
"Lihat saja Riki suatu saat aku akan mengambil kembali apa yang seharusnya menjadi milikku. Kau dan ibu mu itu akan mati ditangan ku setelah aku berhasil merebut kembali perusahaan " Gumam nya seraya tersenyum licik
Beberapa saat kemudian Lia sudah sampai di tempat latihan. Ia segera mengganti pakaian nya. Sebelum nya ia mengenakan seragam olahraga sekolah.
"Kamu sudah siap Lia ?" Tanya pelatih nya menghampiri Lia
"Iya kak sebentar lagi " Jawab Lia yang tengah mengikat sabuk hitam di pinggang nya
"Oh iya nanti akan ada teman aku yang juga akan ikut mengevaluasi,nanti dia juga akan menguji mu, tidak apa kan?" Tanya pelatih nya yang bernama Ratu
"Siap kak ,aku justru merasa senang karena dengan begitu aku akan tahu bagaimana kemampuan ku ,apa harus belajar lagi atau harus lebih ditingkatkan" Sahut Lia
__ADS_1
"Baguslah kalau begitu , sebentar lagi dia pasti datang ,ayo kita lakukan pemanasan terlebih dahulu"
"Iya kak "
Mereka pun melakukan pemanasan dan peregangan otot terlebih dahulu. Beberapa saat kemudian seorang pria memasuki ruangan dimana di sana tempat dilakukan nya taekwondo.
"Hai ,Ratu. Maaf aku telat ada sedikit insiden tadi di jalan "Ucap nya namun tatapan nya langsung terarah pada gadis yang tengah melatih beberapa teman nya yang berada di bawah tingkatan nya
"Lah,itu kan ...."
Ratu mengikuti arah pandang teman nya itu. "Oh itu namanya Lia ,dia hebat loh,baru beberapa bulan gabung udah jadi sabuk hitam. Keren loh dia ,pertama mengikuti kejuaraan dia langsung menang juara satu " Ucap Ratu memuji Lia
"Pantas saja " Lirih nya pelan
"Kenapa Ki ?" Tanya Ratu
"Ck, bisa gak kalau manggil aku gak gitu ,kesan nya tuh kamu kaya manggil aku aki-aki " Keluh Riki protes ,ya pria tersebut adalah Riki
"Hihihihi..... kira-kira nomor buntut besok berapa yang keluar Ki?" Ratu malah semakin mengejek Riki
"Cih,emang kamu fikir aku Ki dukun apa yang bisa dimintai nomor togel , sembarangan! Eh jadi dia yang kamu ceritakan waktu itu?" Tanya Riki
"Ya iya , dia,memang nya kenapa?" Tanya Ratu
"Enggak ,bukan apa-apa" Sahut Riki ,pada saat bersamaan Lia menoleh ke arah nya
"Itu bukan nya pak Riki kan,kok dia ada di sini ,apa pak Riki mau belajar taekwondo juga karena habis dihajar tadi ?" Tanya Lia membatin
Gadis itu pun segera menghampiri gurunya tersebut.
"Loh,bapak juga mau belajar taekwondo ya ? Bagus lah pak,dengan begitu bapak bisa membela diri agar tak dihajar lagi
seperti tadi " Cetus Lia
"Hah ! Dihajar? Maksud nya ?" Tanya Ratu , sementara Riki hanya bisa menggaruk tengkuknya
__ADS_1
Bersambung....