Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
Menyelinap


__ADS_3

Nuri dan Rifki kini tengah berada di ruangan dokter guna mendengar penjelasan dokter tentang kondisi Dewi.


Sementara Nuari dan yang lain mengikuti blankar yang membawa Dewi ke sebuah ruangan rawat.


"serangan jantung ?" tanya Nuri yang cukup terkejut mendengar nya


"tapi dok mama saya tidak punya penyakit jantung " ucap Rifki


"maaf pak ,Bu, serangan jantung bisa terkena pada siapa saja,bisa tua muda bahkan anak-anak pun bisa meskipun kasus serangan jantung pada anak tergolong jarang terjadi,penyebab utama seseorang terserang serangan jantung adalah tersumbat nya pembuluh darah yang men-suplai makanan ke otot jantung yang di kenal dengan nama pembuluh darah koroner,sumbatan ini bisa macam-macam seperti plak ,sobekan dinding jantung ,tumpukan lemak atau kolesterol ,bekuan darah ,dll " tutur dokter menjelaskan


"dan yang terjadi pada pasien bernama Bu Dewi ini adalah sumbatan berupa lemak atau kolesterol,dan kolesterol nya itu cukup tinggi,beruntung nya keadaan Bu Dewi kini mulai stabil ,meski sempat down " ujar dokter ,yang mana saat di UGD para dokter sudah panik karena detak jantung Dewi sempat berhenti dan tak ada respon,namun berkat doa dari orang-orang yang menyayangi nya , detak jantung nya kembali berdetak dan para dokter pun bisa bernafas dengan lega.


"lalu apa mama saya dapat sembuh dokter ?" tanya Nuari


"insyaallah ,ibu dan bapak doakan saja yang terbaik buat ibu Dewi,kita juga para dokter akan membantu proses penyembuhan " ujar dokter itu


"baik dok kalau begitu kami permisi " Rifki pun beranjak ,tak lupa ia bersalaman dengan dokter itu sebelum keluar


Nuri dan Rifki segera menuju ruang rawat dimana anak-anak dan menantu mereka berada.


Nuri membuka pintu ,dilihat nya mama mertua tengah terbaring lemah di tempat tidur dengan selang infus di punggung tangan nya, oksigen pun nampak terpasang di hidungnya.


Sebelah tangan nya yang tak di infus di genggam oleh Nuari sementara Gibran tengah melantunkan ayat Al-Qur'an di sisi lain nya.


"nek,cepat bangun,aku sayang sama nenek " ucap Nuari lirih


Nuri menghampiri dan segera mengusap kepala putrinya


"mah,nenek baik-baik saja kan,apa kata dokter ?" tanya Nuari menoleh pada mama nya


"iya sayang ,nenek baik-baik saja,kalian sebaik nya pulang saja, istirahat di rumah,gak baik buat kesehatan kalian dan calon bayi kalian " ucap Nuri yang selalu memperhatikan keadaan anak dan menantu nya


"enggak mah ,aku pengen di sini nunggu nenek " tolak Nuari


"biar nenek mama dan papa yang jaga,kalian pulang saja,nanti mama kabari lagi jika nenek sudah siuman " ucap Nuri lagi


"iya ,mama kalian benar ,lebih baik kalian pulang " sambung Bu Nur Aini


"Yoga,ajak istri mu pulang" ucap Rifki ,Yoga mengangguk


"yuk sayang ,kita pulang dulu kita sudah terlalu lama di sini,biar kan nenek istirahat " ajak nya


"tapi..." Nuari ingin menolak namun ia melirik pada mama nya yang mengangguk menatap nya


"baiklah,tapi kabari aku jika nenek sudah siuman " Nuari pun akhirnya menurut begitu pun dengan Aranta yang mau tidak mau juga harus pulang bersama Gibran ,Bu Nur Aini pun turut pulang,karena ia akan merasa canggung jika berada bersama kedua besan nya itu,bukan apa-apa ia hanya sedikit risih ketika pasangan Nuri dan Rifki yang selalu tak bisa jauh meski dalam keadaan seperti saat ini.


Di jalan Nuari tampak tak banyak bicara,Yoga meraih tangan nya lalu Nuari pun menoleh.


"kita doakan saja nenek ,semoga nenek cepat sembuh dan bisa berkumpul kembali dengan kita " ucap Yoga lalu menarik lengan nya dan membawa nya ke depan bibir nya


cup'


"aku takut terjadi sesuatu pada nenek " lirih nya


"jangan terlalu berfikir kemana-mana,jodoh ,rezeki ,dan ajal hanya Allah yang tahu ,yakin saja jika nenek akan cepat sembuh " ujar Yoga lagi


"iya " Nuari mengangguk


Tak berselang lama mereka pun sampai di rumah,mereka memutuskan pulang ke rumah Nuri,di saat bersamaan mobil yang di kemudikan Gibran juga berhenti tepat di samping mobil Yoga.


Mereka turun dari mobil lalu masuk ke dalam rumah tanpa ada sepatah kata pun.

__ADS_1


Di dalam kamar


"aku buatkan susu dulu ya " ucap Yoga


"oh iya sekalian aku bawakan makan juga ya ,kamu kan belum makan " ucap Yoga


"aku gak mau makan "


"loh jangan begitu,kasihan yang di dalam sini ,pasti sudah kelaparan " ucap Yoga lagi


"ya sudah kalau gitu sandwich saja, nanti siangan saja makan nya ,sekarang aku gak lapar " tutur Nuari seraya menekuk wajah nya


Yoga menghela nafas melihat kesedihan istri nya,ia pun bergegas pergi ke dapur,rupanya di dapur juga ada pasangan Gibran dan Aranta.


Aranta yang duduk di kursi sementara Gibran tengah memasak sesuatu.


"masak apa kak?" tanya Yoga ,ia yang belum sempat sarapan pun merasa perut nya keroncongan terkena aroma makanan


"spaghetti ,biasa kemauan bumil " sahut Gibran


Aranta memang tak banyak mau nya ,hanya saja dia selalu ingin makan jika makanan nya Gibran sendiri yang buat kan.


"oh..."sahut Yoga seraya meraih susu hamil di lemari kabinet


"kamu sama Ari sudah sarapan belum?" tanya Gibran


"belum kak ,ini mau aku buatkan sekalian sandwich " sahut Yoga


"memang nya kenyang cuman sandwich?" tanya Aranta


"enggak sih ,tapi Ari katanya hanya ingin sandwich saja " ucap Yoga lagi


"kamu bujuk lah supaya mau makan " cetus Gibran


"kalau gitu ini bawa , aku buat banyak ,aku tahu kalian pasti lapar juga " ucap Gibran seraya menuangkan spaghetti itu pada piring yang agak besar


"wah makasih loh kak "ucap Yoga yang sama sekali tidak menolak


"kalau gitu aku ke kamar ya " Yoga tak jadi membuat sandwich,ia pergi ke kamar sambil membawa sepiring spaghetti dan juga susu hamil yang sudah di seduh


"sayang....susu nya sudah datang "seru Yoga,namun ia tak melihat Nuari di tempat tidur


Ia mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi.


Yoga pun meletakan spaghetti dan susu itu di meja lalu menunggu Nuari di depan pintu kamar mandi.


Beberapa saat kemudian pintu kamar mandi terbuka,Nuari kaget saat tiba-tiba saja Yoga menggendong nya.


"ahh... " pekik nya lalu mengalungkan tangan nya pada leher Yoga


"silahkan dinikmati tuan putri " ucap Yoga setelah mendudukan Nuari di sofa


"wuaaahh.... spaghetti..." seru Nuari menatap binar spaghetti itu


"ini kak Gibran yang buat kan,ayo aaa... aku suapin"


"tapi kamu juga makan ya,aku gak bakalan sanggup makan nya sendirian " ucap Nuari


"iya ,kita makan berdua "


Mereka pun makan spaghetti buatan Gibran dengan sangat lahap.

__ADS_1


Sementara itu di tempat lain , seorang laki-laki paruh baya tengah menyelinap ke sebuah rumah karena ia baru saja di kejar polisi.


Ia melihat pintu pagar samping yang tak terkunci lalu masuk secara diam-diam.


"rumah ini sangat besar, pasti para polisi itu tak akan bisa menemukan ku di sini" gumam nya sambil berjalan mengendap menuju belakang


Ia lalu bersembunyi ketika melihat seseorang berjalan.


"huuuuuffftt... seperti nya dia pembantu rumah ini " fikir nya


Laki-laki itu pun berhasil masuk ke dapur ,mata nya berbinar ketika melihat sepiring goreng ayam di meja ,asap putih masih mengepul pada ayam goreng itu.


Dengan cepat ia mengambil beberapa potong lalu bersembunyi di bawah meja yang tertutup taplak.


Seseorang terlihat memasuki dapur


"loh,bibi kemana " ucap seorang wanita lalu berjalan menuju meja dan menutup ayam goreng itu dengan tudung saji


Setelah itu wanita itu pun menuju lemari es dan mengambil minuman dingin. Ia lalu menuangkan nya pada gelas dan membawa nya keluar dari dapur.


Laki-laki itu masih bersembunyi di kolong meja,ia sudah melahap ayam goreng itu sampai hanya menyisakan tulang,ia berniat ingin mengambil lagi ayam goreng yang di meja.


Saat ia hendak keluar,wanita tadi kembali masuk ke dapur bersama seorang wanita paruh baya di belakang nya. Ia pun menahan diri dan tetap diam di kolong meja.


"sini bibi bantu non " ucap wanita paruh baya mengambil kan tempat makanan


"iya makasih ya bi " ucap nya


"non Ayu mau bawa makanan sebanyak ini ?" tanya wanita paruh baya itu saat melihat anak majikan nya memasukan banyak ayam goreng ke dalam wadah


"iya bi,aku mau makan siang bareng ayah " sahut nya


"bareng Evan juga " tambah nya membatin


"ooh...tapi .... sebentar non " bibi art memperhatikan dengan seksama ayam goreng di piring dan di wadah


"kenapa bi ?" tanya Ayu


"ini kok cuman segini ya ,perasaan tadi gak segini " gumam nya


"apa nya?" tanya Ayu lagi


"ayam goreng nya,bibi inget banget tadi tuh bibi goreng bagian d*da dan paha tuh masing-masing empat potong ,yang harus nya ini delapan potong kan,ditambah sayap dua jadi sembilan potong,tapi ini kenapa hanya segini ,tiga potong nya lagi kemana?" bibi art nampak menghitung jumlah ayam goreng yang ia goreng barusan


"bibi salah kali " ucap Ayu


"enggak non,bibi gak salah kok " sahut bibi tetap yakin


"atau di embat kucing barang kali " ucap Ayu lagi


"lah,mana mungkin non ,di rumah ini mana ada kucing "


"iya juga ya ,lalu kemana ayam goreng nya ?" gumam Ayu ikut bingung


"ya sudah lah bi,mungkin tadi ada kucing liar masuk , bibi goreng lagi saja buat bibi dan yang lain ,masih ada kan yang belum di goreng?" tanya Ayu


"masih ada sih "


"ya sudah ,kalau gitu aku mau siapin ini dulu setelah itu aku mau siap-siap berangkat ke rumah sakit " ucap Ayu kembali memasukan ayam goreng ke dalam wadah ,tak lupa nasi dan berbagai lauk lain nya juga


Di bawah meja ,nampak laki-laki paruh baya tengah terdiam

__ADS_1


"nama dan suara nya mirip,tapi tidak mungkin mereka orang yang sama " gumam nya membatin


***


__ADS_2