
Ciiiiiiitttt '
Lia menginjak rem ketika ia sampai di jalan buntu.
"Aduh ,kepalaku "Rintih mang Dadang. Rupanya kepalanya sempat kejedot pintu mobil saat Lia mengebut tadi
"Maaf ya mang Dadang " lirih Lia
Supir nya tak menyahut ,ia masih sangat shock hanya bisa mengangguk.Begitupun dengan Atha yang tak kalah shock nya.
Tak berselang lama,mobil yang tadi mengikuti pun berhenti.Mereka segera keluar dan menghampiri mobil Lia,kemudian menggedor nya.
Duk ,Duk ,Duk
"Buka !" teriak nya lantang
"Waduh non,ini gimana ?"Lirih mang Dadang takut
"Mamang tenang saja ,tidak akan terjadi apa-apa " ucap Lia tenang
"Kamu gak takut?" Tanya Atha seraya menenangkan debaran di jantung nya
"Gak,kan ada ....tuh " Tunjuk Lia pada sosok ular besar yang dari bagian perut sampai kepala berwujud manusia
"Non jangan keluar ! Bahaya ! " Seru mang Dadang ketika melihat Lia hendak membuka pintu mobil
"Udah ,mamang tenang saja " Ucap Lia
"Kamu mah apa ?"Tanya Atha
"Mau ngajakin mereka main congklak"Jawab Lia ngasal ,ia segera keluar dari mobil
"Kok main congklak ,emang nya kita bawa congklak nya ?" Tanya mang Dadang pada Atha
"Entahlah mang " Sahut Atha lalu ikut keluar
"Eh,kok keluar juga.Aduh itu mereka mau apa ,kenapa serem-serem gitu kelihatan nya " mang Dadang nampak cemas ,ia pun segera menghubungi Gibran untuk memberi tahu masalah yang anak-anak nya hadapi
Panggilan terhubung
"Hallo tuan "Ucap nya ketika telpon diangkat
"Ya,mang.Ada apa ?" Tanya Gibran
"Gawat tuan anu ...,itu,anu nya non Lia ,eh ...maaf maksud nya non Lia dan den Atha ..."mang Dadang nampak gugup hingga ia berbicara tak jelas
"Kenapa mereka mang,?" Tanya Gibran
"Itu tadi....." akhirnya mang Dadang pun menceritakan apa yang sedang terjadi saat ini
"Oh,ya sudah gak apa-apa,mang Dadang pantau saja anak-anak,mereka akan baik-baik saja " Ucap Gibran membuat mang Dadang terkesiap
"Lah ,tuan Gibran ini gimana sih,kedua anak nya sedang dalam masalah malah begitu respon nya , apa dia gak khawatir" batin mang Dadang heran
"Ya sudah ya mang,saya mau meeting " Panggilan telpon pun terputus
"Lah,ini gimana ?" bingung nya
Mendengar jika kedua anak nya sedang dalam bahaya tentu saja Gibran merasa khawatir,namun ia percaya jika anak-anak nya mampu bertahan dan melawan mereka. Ia pun tak hanya diam dan berdoa,ia juga mengutus Wewe untuk membantu kedua anak nya meski di sana juga sudah ada Nagin yang akan turun tangan.
Sementara itu kini Lia dan Atha tengah berhadapan dengan kedua pria yang berbadan kekar ,yang satu berambut cepak ,yang satunya lagi gondrong.
"Mau apa kalian ?" Tanya Atha
"Kami tidak ada urusan dengan mu,jadi jangan ikut campur ! "
"Lalu apa mau kalian ?" Tanya Lia
"Ikutlah dengan kami,maka semua akan baik-baik saja " Ucap pria berambut gondrong pada Lia
"Untuk apa aku harus ikut dengan mu ?" Tanya Lia lagi
__ADS_1
"Jangan banyak tanya ,yang jelas kami akan membawa mu " Pria berambut cepak nampak tak ingin berlama-lama,ia langsung menarik lengan Lia secara kasar ,Atha pun tak tinggal diam melihat adik nya diperlakukan seperti itu
Jebret'
Atha menendang pria tersebut.
"Kurang ajar ! Berani nya kamu !" Pria itu mengibaskan lengan nya yang terkena tendangan Atha
"Berani kalian menyakiti nya,aku habisi kalian !" Gertak Atha
"Hah,apa ? Dia bilang apa tadi,mau menghabisi kita "Cetus pria berambut cepak nampak tergelak
"Hahaha .....bocah ingusan seperti mu bisa apa hah " cibir pria berambut gondrong terbahak
"Udahlah jangan banyak omong , langsung sikat saja " Seru teman nya
"Sikat...sikat emang kita WC di sikat " Lia melompat lalu menendang pria rambut gondrong yang hendak menyerang Atha
Jebret.... Jebret......
Tak hanya Lia ,Atha pun tak ingin diam saja ,meski keahlian bela diri nya dibawah adik nya ,Atha tak ingin hanya jadi penonton,minimal ia bisa menghindari pukulan orang itu.
Di dalam mobil nampak mang Dadang terkesima melihat nya.
"Wuaaahhh.....keren non Lia dan den Atha ,pantesan saja tuan Gibran respon nya biasa saja" Ucap nya takjub
Bruukk'
Bruukk'
Dua orang itu sudah nampak tergeletak tak berdaya dengan luka lebam memenuhi wajah nya.Dengan nafas tersengal Atha berkacak pinggang.
"Haduh capek juga ternyata" keluh nya
"Abang shh bukan nya kaeah malah menghindar terus" Ledek Lia
"Abang cuma gak mau tangan Abang sakit pake mukul dia " Kilah nya
"Sekarang giliran kalian yang ambil alih,aku mau pulang " ucap Lia pada Nagin dan Wewe
Kedua pria yang kini sedang meratapi tubuh nya yang babak belur nampak saling lirik karena merasa bingung.
"Tuh cewek ngomong sama siapa ?" Batin keduanya hampir sama
"Tenang saja biar kami yang urus " Sahut Nagin
Atha dan Lia pun memutuskan untuk pulang, sementara kedua pria itu kini jadi bulan-bulanan Wewe dan Nagin. Entah apa yang akan dilakukan kedua makhluk astral tersebut,yang pasti mereka akan membuat kedua pria itu kapok sekapok-kapok nya.
Sementara itu di tempat lain ,Ferro nampak tak sabar menunggu kedua anak buah nya yang membawa Lia ke rumah nya. Ia berencana menyekap Lia untuk mengancam Riki.
"Hahaha ... kamu pasti akan menuruti keinginanku" Ferro nampak percaya diri dan yakin jika apa yang ia rencana kan akan berhasil
Jika Ferro saat ini sedang berangan-angan,lain hal nya dengan yang dilakukan Riki.Pria itu kini sedang berada di rumah ibu nya. Rumah yang sangat penuh dengan kenangan manis sekaligus kenangan buruk bagi nya.
Dengan helaan nafas nya yang terasa sesak ketika Ia melihat rumah tersebut ,Riki mencoba menenangkan perasaan nya.
Tap
Tap
Tap
Riki melangkahkan kaki memasuki rumah yang nampak sepi.
"Assalamualaikum,...mah "Ucap nya ketika ia sudah berada beberapa langkah dari pintu masuk
"Pada kemana ,sepi amat kaya di kuburan " Gumam nya sambil menoleh ke sekeliling rumah nya yang tak nampak ada kehidupan
"Mah....!" Panggil nya
"Waalaikumsalam......" Sahut seseorang dari arah dalam
__ADS_1
"Eh,mas Riki kirain siapa " Sambut seorang wanita muda yang usianya satu tahun dibawah nya
"Mamah mana Yul?" Tanya Riki
"Ibu sedang istirahat di kamar mas,katanya kurang enak badan " Sahut gadis bernama Yuli itu. Yuli merupakan art di sana yang sudah bekerja hampir tiga tahun
"Mamah sakit ?" Tanya Riki cemas
"Iya,mas.Pusing katanya ,tapi baru saja sudah minum obat " Sahut Yuli lagi
Riki pun segera menuju kamar mama nya di lantai dua. Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu,Riki membuka pintu kamar.
Ceklek'
Riki menghampiri mama nya lalu menarik pelan kursi kecil dan duduk di samping mama nya.
"Mah,ini Riki" Lirih nya pelan
Mendengar suara yang tak asing ditelinga nya ,perempuan yang usianya hampir setengah abad itu membuka mata.
"Riki " Ucap nya
"Maaf,aku mengganggu tidur mama " Ucap Riki tak enak
"Enggak ,mama belum tidur kok ,kamu kenapa baru datang,mama kangen nak" lirih nya
"Maaf mah,karena aku selalu tidak ada di samping mama,dan membuat mama kesepian.Mama kenapa gak bilang kalau mama sakit ,mama sudah ke rumah sakit?" Tanya Riki dengan menggenggam tangan mama nya,satu butir bening lolos dari mata nya
"Enggak.Mama kan gak suka bau rumah sakit ,kamu jangan khawatir tadi mama udah minum obat kok " Ucap mama nya
"Tapi kalau sakit mama tambah parah gimana ,mama harus ke rumah sakit ya,aku gak mau mama kenapa-kenapa " bujuk Riki
"Gak usah,mama gak apa-apa kok ,hanya pusing sedikit , nanti juga baikan lagi " Tolak mama nya
"Kalau gitu aku panggilan dokter nya saja ya mah" Ucap Riki
"Iya ,begitu lebih baik " Sahut mama nya tak lagi menolak
Tak berselang lama dokter yang dipanggil pun datang dan segera memeriksa mama nya ,namun menurut dokter mama nya baik-baik saja ,tak ada sesuatu yang harus di cemaskanm Dokter pun hanya memberikan resep vitamin saja.
Setelah mama nya selesai di periksa ,ia pun memutuskan untuk pulang kembali ke rumah nya ,namun pada saat ia sudah berada di luar ,Yuli menghampiri nya dan mengatakan sesuatu yang membuat kening nya berkerut.
"Mas Riki sebaik nya jangan pergi ,kasihan ibu" Lirih Yuli dengan perasaan gelisah
"Saya juga sebenarnya berat ninggalin mama dalam kondisi sakit ,tapi harus gimana lagi kenangan buruk itu selalu menghantui,aku gak bisa berlama-lama di rumah ini " Tutur Riki
"Mas jangan egois deh,kasihan ibu,apalagi aku setiap malam suka dibuat ketakutan karena ibu " Ucap Yuli berubah lirih
"Takut kenapa ,kamu jangan aneh-aneh deh ,udah ya aku titip ibu kalau ada apa-apa cepat kabarin "
"Tapi,mas Riki,ibu tuh suka aneh kalau malam "Ucap Yuli sedikit ragu
"Aneh bagaimana maksud kamu ?" Tanya Riki
"Jadi tuh kalau malam tepat nya tiap jam dua belas malam suka terdengar suara orang tertawa dari kamar ibu,pas saya lihat gak ada siapa-siapa cuman ada ibu yang sedang tidur ,dan gak hanya itu saja mas,tadi malam saya kan kebangun karena haus,pas pergi ke dapur saya tak sengaja lihat ibu berdiri di pojokan,pas lampu saya hidupkan ibu sudah tidak ada ,kan aneh" tutur Yuli memberi tahu apa yang ia alami beberapa malam terakhir
"Masa sih ?" Tanya Riki tak percaya
"Beneran mas,pernah nih malam Jumat kemarin ibu terlihat duduk di depan tv yang menyala ,pas aku tegur niat nya mau nawarin cemilan apa minuman gitu ,eh saya kaget mas,kedua mata ibu tuh kelihatan hitam ,yang putih nya gak ada " Adu nya lagi
"Masa sih ?" Tanya Riki lagi
"Iiihhh....beneran mas ,si mbok saja sampai ketakutan karena si mbok yang paling sering nemu hal ganjil pada ibu" Ucap Yuli lagi
"Terus,sekarang mana mbok nya ?" Tanya Riki
"Si mbok pulang kampung karena sakit mas,sudah dua hari si mbok pergi " Jawab nya
Di saat itu tiba-tiba Yuli melihat ke arah jendela ,nampak di sana sosok perempuan yang terlihat mirip majikan nya tengah menatap nya tajam.
Deg'
__ADS_1
Bersambung.....