Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
Terkesiap


__ADS_3

Evan yang tengah menikmati secangkir kopi latte di kantin rumah sakit dikejutkan dengan kehadiran Rina yang langsung duduk di depan nya.


"Evan, kenapa kamu pulang ke Bandung gak bilang-bilang, tahu gitu kita berangkat nya barengan " ucap Rina tanpa mengucapkan salam


"kamu tahu dari mana aku ada di sini?" tanya Evan tanpa menatap Rina


"dari ibu kamu lah,aku baru saja sampai " sahut nya


"terus maksud kamu menghampiri ku apa ?" tanya Evan yang mood nya tiba-tiba buruk


"kangen " sahut nya singkat


huuuuuffftt


Evan nampak menghela nafas, kemudian ia cepat-cepat menghabiskan minuman nya dan segera beranjak pergi.


"eh ,Evan ...kamu mau kemana?"


"pulang " jawab Evan singkat dan tanpa menoleh sedikit pun


"iiihh....nyebelin ,kita lihat saja cepat atau lambat aku pasti akan mendapatkan mu ,bagaimana pun cara nya " kesal Rina melihat kepergian Evan


Rina merogoh tas kecil nya ketika merasakan ponsel nya bergetar,ia menghela nafas melihat nama si pemanggil.


"ya ....ada apa .....aku Bandung .... apa...sekarang ??...ok tapi bener ya bayaran nya tambahin ....ok siap aku meluncur sekarang juga "


Rina menghela nafas setelah memutuskan telpon nya.


"kenapa bisa dia juga di Bandung sih,tapi gak apa-apa deh toh dia mau tambahin bayaran nya " gumam nya lalu menuju hotel tempat nya sudah ditunggu seseorang


Ketika Rina hendak keluar dari rumah sakit ia bertemu dengan ibu nya Evan yang sengaja keluar untuk menunggu kedatangan Rina.


"Rina , akhirnya kamu datang,kamu sudah ketemu Evan ?" tanya nya merangkul wanita itu seraya mencium pipi kiri kanan nya


"sudah Bu,tapi Evan katanya mau pulang dulu, seperti nya mau mandi dulu "sahut Rina


"dia ninggalin kamu ?"


"iya ibu ,Evan pergi gitu saja " ucap Rina berpura-pura merajuk


"kamu yang sabar ya sayang,ibu akan terus bujuk Evan agar dia bersedia menikah dengan mu " ucap ibu nya Evan seraya mengusap punggung tangan Rina


"iya ibu " sahut nya singkat


"anak itu bener-bener ya " batin ibu Evan gemas

__ADS_1


Tak lama ponsel Rina kembali berdering,ia hanya melihat ponsel nya tanpa ingin menjawab ,sebab ada ibu nya Evan di sana


"Bu ,maaf seperti nya aku harus pergi ,ini ...aku ada janji sama teman aku,seperti nya mau bahas pekerjaan deh,kebetulan dia juga ada di Bandung dan ngajakin bertemu ,gak apa-apa kan Bu ,sampaikan saja salam ku pada ayah Evan " ucap Rina kembali memasukan ponsel nya


"iya ,kamu temui saja teman mu jangan sampai dia menunggu takut kecewa nanti pekerjaan mu berantakan " ucap ibu Evan mendukung saja


"ya sudah kalau gitu aku pergi ya Bu, assalamualaikum" ucap nya lalu pergi meninggalkan ibu nya Evan yang menatap nya penuh bangga


"tuh kan ,kurang apa Rina ,sudah cantik ,baik ,berasal dari keluarga yang berkecukupan, pekerja keras juga ,aku yakin Evan tidak akan terlalu capek mencari uang karena Rina sendiri wanita karir " gumam ibu Evan tanpa tahu apa pekerjaan sebenarnya perempuan yang ia bangga-bangga kan itu


Di jalan, mobil Evan berhenti sebab ada kemacetan yang di sebab kan oleh pengendara lain yang seenak nya putar balik hingga kendaraan nya tak bisa berkutik karena terhalang oleh kendaraan lain ,polisi lalu lintas pun nampak turun tangan mengatur arus lalu lintas dan mobil yang sudah melintang menghalangi kendaraan lain ,ketika menunggu netra nya menyipit ketika melihat seorang wanita yang nampak tak asing bagi nya keluar dari sebuah mobil yang terparkir di depan sebuah bangunan hotel yang menjulang tinggi.


Terlintas di benak nya untuk mengikuti wanita itu,namun ia urungkan karena menurut nya itu tak penting.


Sementara itu wanita yang Evan lihat tak lain dan tak bukan adalah Rina. Wanita itu masuk setelah memastikan jika orang yang menunggu nya ada di tempat.


Ting tong


Hanya dengan satu kali menekan bel,pintu pun terbuka ,dan langsung menampilkan seorang pria dengan tubuh tinggi tegap dengan hanya mengenakan jubah mandi,dapat dipastikan di dalam nya pria itu tak mengenakan sehelai pakaian pun.


"akhirnya kamu datang juga ,ayo masuk " ucap pria itu ,Rina pun masuk dan betapa terkejut nya ia ketika melihat di kamar hotel itu tak hanya ada pria itu saja melainkan ada satu pria lain bersama wanita tengah bergumul hebat di tempat tidur


"Steven..." ucap Rina tanpa kedip melihat pemandangan di depan nya


"aahhh....oohhh....aaakkkhhh....hmmmm...." suara-suara erotis yang saling bersahutan itu memicu libido dalam diri Rina,tak ayal membuat tubuh nya memanas


"ahhh.....kamu semakin hebat honey,iya ...terus.... seperti itu...." racau Steven saat mendapat perlakuan dari Rina


Rina pun sudah tak kaku lagi dalam melayani setiap pria,apalagi saat ini ada pasangan lain yang juga tengah bertempur sangat sengit,dan bukan tak mungkin jika nanti mereka juga akan bertukar pasangan,dan ia harus siap melakukan nya.


Sementara Rina tengah ber indehoy ria,lain hal nya dengan Nuari dan Yoga.


Ketika matahari sudah terbenam , Yoga membuat kan susu untuk Nuari yang kembali mual muntah,penyebab nya karena Nuari menyium aroma tubuh Yoga yang habis mandi.


"ini minum dulu susu nya " ucap Yoga


"iya makasih,kamu sih malah mandi aku kan jadi mual lagi " keluh nya lalu meminum susu berperisa mangga buatan suami nya itu


"iya maaf sayang ,abis nya aku gerah banget ,badan terasa lengket" ucap Yoga merasa bersalah


Demam nya kini sudah turun.


"aku juga minta maaf ya,aku juga tak mau seperti ini " lirih Nuari


"hey...gak apa-apa,gak usah sedih kan kamu begitu juga karena pengaruh kehamilan mu,aku tak masalah justru aku malah senang ,karena momen seperti ini tak semua orang merasakan,contoh nya saja kak Ara " ucap Yoga

__ADS_1


"iya kamu benar ,tapi kok bisa ya kak Ara tak mengalami kerempongan seperti yang ku alami ,bahkan aku sampai tak pernah melihat atau mendengar kak Ara mual-mual" ujar Nuari


"karena setiap ibu hamil itu berbeda sayang "ucap Yoga lagi


Nuari terdiam,ia membenarkan ucapan suami nya itu.


Sementara itu


Dokter Satria mengajak Ayu pergi menghadiri acara ulang tahun putra salah satu teman sesama dokter nya. Ayu sempat menolak karena ia tak terbiasa datang ke acara pesta,namun karena ingin menghargai ayah nya maka Ayu pun mau ikut.


Selalu ada rasa was-was karena ketakutan nya pada keramaian belum sepenuhnya hilang,namun ia meyakin kan pada dirinya untuk tak berfikir yang bukan-bukan.


"baiklah Ayu....semuanya akan baik-baik saja" gumam nya saat ia mematut diri di cermin


Dokter Satria nampak menunggu,sampai saat ini belum ada satu orang pun yang sadar jika ada penyusup di rumah itu,karena Jhony sama sekali tidak keluar dari tempat persembunyiannya.


Saat ini Jhony bersembunyi di gudang. Setelah tadi hampir ketahuan oleh salah satu art,ia pergi ke belakang dan menemukan pintu yang tak terkunci ,ia lantas masuk dan ternyata di dalam nya merupakan gudang.


Ayu sudah siap ia berjalan perlahan menuruni tangga,dokter Satria yang melihat nya tiba-tiba terdiam,hatinya berdesir ,pandangan nya pun mengabur karena air mata yang sudah menggenang.


"kamu memang mirip sekali dengan ibu mu " lirih nya dalam hati


"ayah ...ayah kenapa nangis?" tanya Ayu


"melihat mu , ayah seperti melihat almarhum ibu mu ,jika saja saat ini ibu mu masih ada pasti kalian akan terlihat seperti kembar " kekeh dokter Satria mengusap mata nya yang sudah sangat berair


Ayu hanya terdiam,ia pun merasa sedih sebab ia sama sekali tak tahu menahu bagaimana sosok ibu nya itu. Tapi ia pun tak mungkin terus terusan bersedih.


"ayo ayah ,kita berangkat takut telat kan gak enak sama teman ayah itu " ujar Ayu membuyarkan lamunan ayah nya dari kenangan masa lalu


"iya ,yuk berangkat , nanti di sana usahakan kamu jangan jauh-jauh dari ayah ya "


"iya ayah " sahut Ayu


Dokter Satria tahu mengenai ketakutan Ayu dari Evan,ia pun akan sangat berhati-hati menjaga Ayu selama di pesta nanti.


Setelah kepergian ayah dan anak itu,keadaan rumah menjadi sepi ,para art sudah masuk ke kamar masing-masing.


Jhony yang merasa lapar pun keluar dari persembunyiannya. Melihat keadaan sepi ia pun merasa leluasa berjalan-jalan di dalam rumah itu, namun ia tetap berhati-hati agar tak ketahuan para art.


"rumah sebesar ini kenapa sepi sekali, kemana para penghuni nya?" batin nya


Ia berjalan menuju dapur,membuka kulkas dan mencari makanan yang tersisa di dapur. Setelah puas makan, Jhony hendak kembali ke tempat persembunyian nya di gudang namun ia menghentikan langkah ketika mata nya menangkap sebuah foto seorang gadis terpajang di ruang tengah.


Ia terkesiap

__ADS_1


"ini kan Ayu "


***


__ADS_2