Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
S2 episode 106


__ADS_3

Kedatangan Riki membuat Lia yang dari tadi gegana alias gelisah galau merana menjadi sumringah seketika. Gadis itu terlihat terus merapikan rambut dan pakaian nya tak lupa ia juga memperhatikan wajah nya pada layar ponsel memastikan tak ada noda apapun di wajah nya. Sementara Riki langsung bergabung bersama para pria. Sesekali matanya melirik ke arah Lia.


"Jeileh..segitu nya yang kedatangan tamu spesial " Cibir Atha menghampiri adik nya


"Abang nih iri saja " Cebik Lia


"Siapa yang iri ,sorry to say. Enak saja aku iri ,enggak ya " Sangkal Atha


"Lia,kamu yakin dengan keputusan kamu?" Tanya Atha


"Keputusan apa ? Emang nya aku udah ngasih tahu keputusan apa yang akan aku ambil ?"Tanya Lia


"Gak usah dikasih tahu juga udah kelihatan banget,emang kamu beneran cinta sama pak Riki ?" Tanya Atha lagi


"Ah,Abang. Jangan tanyain itu dong ,aku kan jadi malu " Rengek Lia


"Hihihihi....malu tapi mau " Sahut Atha


"Sebaiknya kamu ganti baju gih " Ucap Atha tiba-tiba


"Ngapain ganti baju ? Emang baju aku kotor ya,mana gak ada apa-apa juga ,ini bersih dan rapih " Kening nya mengkerut lalu memperhatikan pakaian nya


"Maksud nya ganti baju nya dengan baju pengantin ,biar kalian langsung dinikahkan " Cetus Atha ,sontak Lia membelalakan mata,karena ucapan Atha cukup keras hingga yang lain menoleh ke arah nya ,termasuk Riki


"Abang ih ,rese deh " Seru Lia merasa gemas


"Hehehe.....kenapa ? Kamu juga pastinya senang kan " Ledek Atha


"Iih, Abang apaan sih " Lia panik karena ia merasa malu dengan ucapan Atha


"Abang bilangain ke papa ya,kalau kamu mau nikah malam ini " Goda Atha lagi ,ia berani menggoda adik nya karena melihat mood adik nya itu sudah kembali membaik ,namun berbeda jika mood adik nya sedang buruk,ia lebih menjaga mood adik nya agar tak semakin buruk


"Ihhh....Abang apa sih ,usil banget deh " Lia nampak kesal ,namun Atha malah cekikikan


Lia yang merasa sebal karena kakak nya sudah mengusili nya, melihat pada Syakira yang kini sedang membantu Nuri menyiapkan alas makan ,ia lalu memanggil nya ,"Syakira ! Sini !" Seru nya ,yang dipanggil pun datang menghampiri


"Ya ,ada apa ?" Tanya Syakira


"Nih,tolong kamu urusin ,kalau perlu kamu kandangin jangan sampai lepas " Cetus Lia lalu ia pun pergi menghampiri Aranta


"Lah,dia kata aku hewan buas pake di kandangi segala " Lirih Atha seraya memperhatikan punggung Lia. Lia pun menoleh lalu menjulurkan lidah pada nya


"Hihihi....kalian lucu " Ucap Syakira


Ia dan kakak nya tak seperti Lia dan Atha yang akan saling meledek dan terkadang meributkan sesuatu hal yang sepele. Meski begitu mereka tetap saling menyayangi dan melindungi. Syakira dan El Vando ,mereka benar-benar selalu rukun ,tak pernah ada salah satu dari mereka yang saling usil dan jahil. El Vando selalu memanjakan adik nya,apapun yang diinginkan Syakira,ia pasti selalu bisa mengabulkan nya.


"Oh,iya.Nanti akan ada sesuatu yang ingin aku tunjukan padamu " Ucap Syakira


"Apa tuh ?" Tanya Atha


"Ada deh " Sahut Syakira kemudian berlalu


"Lah, ngapain bilang kalau gak mau ngasih tahu. Jadi penasaran kan " Lirih Atha


"Tunggu sebentar lagi ,kejutan itu pasti akan membuat mu terkejut-kejut, hihihihi " Gumam Syakira membatin


Beberapa saat kemudian mereka semua sudah berkumpul di sebuah meja panjang. Di atas meja tersebut sudah ada makanan yang tadi mereka siapkan. Bi Narti dan mang Narto ikut membantu menyiapkan makanan-makanan tersebut.


"Makasih ya bi Narti ,mang Narto " Ucap Nuri saat kedua pasangan suami istri itu sudah selesai menata makanan di meja


"Iya Bu,kalau ada apa-apa panggil saja kami "Ucap bi Narti


"Oh iya ,ini buat bibi dan mamang " Ucap Nuri memberikan sepiring daging sapi dan ayam bakar


"Iya Bu,terima kasih " Bi Narti pun menerima nya dengan senang hati


"Kalau begitu kami permisi ya Bu ,pak " Pamit mang Narto


"Ayo nak Riki ,dinikmati makanan nya " Ucap Rifki


"Iya,terima kasih " Ucap Riki


"Oh iya ,setelah ini kalian mau kuliah dimana ?" Tanya Evan melihat pada Raffa,Lia dan juga Atha


"Kita mau kuliah di universitas *** " Jawab Atha

__ADS_1


"Wah,kita satu fakultas dong,tapi sayang aku sebentar lagi lulus "Cetus Syakira. Ia sebenarnya sudah tahu jika Atha dan kedua saudara nya hendak berkuliah di universitas tempat nya kuliah


"Kamu sudah kuliah ?" Tanya Atha terkejut


"Sudah mau lulus juga ?" Timpal Lia


"Hm...iya ,kenapa ? Kok kalian terlihat kaget gitu ?" Tanya Syakira pura-pura bingung


"kalau kamu udah kuliah berarti usia kamu diatas kita dong ?" Tanya Raffa


"Oh,itu. Enggak kok. Kita seumuran " Sahut Syakira. Gadis itu pun akhirnya memberi tahu alasan nya bisa kuliah di usia nya yang masih muda


"Wah,hebat kamu. Masih muda banget udah mau lulus saja " Cetus Nuari


"Kalau gitu sama kaya Vania dong ,Vania juga ikut program akselerasi ya " Ucap Lia


"Iya " Sahut Vania


Mereka pun menikmati makanan mereka sambil berbincang hangat,hingga pertanyaan Gibran tiba-tiba membuat semua nya jadi hening.


"Oh iya,Riki. Bagaimana dengan rencana kalian ?" Tanya nya


"Insyaallah kita akan tunangan akhir pekan nanti ,ya kan Lia " jawab nya menatap gadis itu


"Beneran sayang ?" Tanya Aranta


"Euh...." Lia nampak terkejut ,pasal nya ia dan Riki belum menentukan kapan hari pastinya ,sebab Riki hanya pernah mengatakan selesai ujian mereka akan tunangan


"Kalau begitu sekalian saja nikah ,gak usah tunangan-tunangan ,gimana ?" usul Rifki


"Wah ,boleh tuh kek ! Ups..." Seru Lia kelepasan. Ia lalu menutup mulut nya


Semua yang di sana menatap nya,gadis itu mendadak jadi kikuk dan salah tingkah.Riki tentu mengulum senyum dengan ucapan spontan gadis itu. Sebab hal seperti itu lah yang ia sukai dari diri Lia.


Ki Jamal,dan para penjaga keluarga Nuri lain nya nampak cekikikan.


"Hihihihi...." Suara tertawa mereka terdengar begitu nyaring. Mereka yang dapat mendengar pun serempak menoleh pada asal suara


Mereka nampak menggeleng kan kepala melihat tingkah para makhluk astral tersebut.


Atha yang berada di samping nya pun dapat mendengar nya,meski suara gadis itu sangat pelan.


"Apa dia juga bisa melihat mereka ?" Batin Atha.


Syakira seketika menoleh pada nya dan tersenyum.


"Kalian lihatin apa sih ?" Tanya Evan


"Biasa om ,ada setan nyangkut di pohon " Sahut Raffa apa adanya


Ki Jamal ,Nagin ,Wewe,Wowo ,dan bang Popo terlihat sedang menertawakan sosok kuntilanak yang daster nya nyangkut di ranting pohon ,hingga hantu itu nampak kesusahan untuk turun.


"Setan nyangkut di pohon ?" tanya Riki bingung


"Iya,lagian mereka kurang kerjaan banget masa ada kuntilanak di kerjain hingga nyangkut di pohon ,kan kasihan tuh kunti kena bully ,mana kuntilanak itu masih baru" Cetus Raffa lagi


Riki yang tak mengerti pun nampak menggaruk kepalanya tak gatal,hingga Gibran kembali berucap.


"Sudahlah jangan biarkan ucapan Raffa,jadi akhir pekan ini kalian akan langsung menikah,untuk segala sesuatu nya biar kami yang urus " Ucap nya


Tentu saja baik Riki maupun Lia , keduanya sama-sama terkejut.


"Tapi pah,apa itu tidak terlalu cepat ?" Tanya Lia lirih


"Kan kamu yang mau tadi ,kok protes sih ?" tanya Nuri


"Ih,nenek....aku kan tadi cuman kelepasan " rengek gadis itu


"Justru kelepasan itu lah tandanya kamu jujur " Ucap Ayu menimpali


"Nah ,benar itu " Sambung Raffa


"Keputusan tidak bisa diganggu gugat ,kalian akan menikah akhir pekan nanti. Jujur papa tidak mau terjadi sesuatu padamu. Jika sudah menikah papa tentu tidak akan lagi merasa khawatir. Kamu putri papa satu-satunya,papa tidak ingin hal buruk terjadi pada mu" Ucap Gibran seraya menatap anak gadis nya sendu


"Terus apa hubungannya dengan menikah pah,kan aku bisa jaga diri ,apalagi ada Tante Nagin cs pasti aku baik-baik saja " Cetus Lia ,Riki mengerutkan kening mendengar nya ,begitu pun dengan Evan , Ayu,dan Satria .

__ADS_1


Meski mereka sudah lama mengenal keluarga Nuri ,tetapi tetap saja mereka merasa asing dengan nama yang Lia sebutkan tadi.


"Tante Nagin? Siapa ?" batin mereka


Riki pun bertanya-tanya dalam hati nya mengenai Nagin. Ingin bertanya pun ia merasa sungkan.


"Tapi untuk yang satu itu ,papa tidak menjamin mereka bisa menjaga mu.Mungkin mereka bisa mencegah jika ada seseorang yang berniat buruk padamu ,bahkan sebelum mereka melakukan nya Nagin dan yang lain pasti sudah menghajar nya " Tutur Gibran


"Kok gitu ?" Tanya Lia bingung sementara Rifki , Gibran,Nuri ,dan Aranta hanya tersenyum melihat ekspresi Lia yang kebingungan ,tetapi tidak dengan Nuari


Ia kembali mengingat masa lalu nya yang hampir dinodai pria lain ,meski tubuh nya sempat dijamah.


"Iya ,sayang. Lebih baik kalian langsung menikah saja ,biar ada yang jagain kamu. Kita tidak tahu kejahatan bisa datang dari mana saja,aunty gak mau apa yang terjadi pada aunty dulu terjadi juga padamu " Lirih Nuari , Yoga yang mengerti apa yang dirasakan istrinya itu segera merangkul nya


Ia tahu bagaimana hancur nya istri nya saat itu. Dirinya pun merasa pilu melihat kondisi Nuari ketika itu.


"Memang nya apa yang terjadi dengan aunty dulu?" Tanya Lia nampak penasaran


Syakira yang juga merasa penasaran memejamkan mata dan dalam sekejap ia masuk ke dalam dimensi masa lalu.


Setelah gadis itu melihat masa lalu Nuari ,rahang gadis itu terlihat mengeras ,sorot mata nya berubah tajam,dengan warna iris mata yang tiba-tiba berubah merah. Para pasukan demit yang sedari tadi terus bermain-main pun seketika diam dan mematung melihat perubahan raut wajah Syakira. Begitu pun dengan Rifki,Nuari ,Gibran ,Lia ,Atha dan Raffa mereka terpaku saat merasakan aura negatif yang keluar dari tubuh Syakira. Hanya saja mereka tak menyadari jika aura negatif tersebut berasal dari Syakira.Keadaan pun jadi hening seketika.


Tiba-tiba sebuah bisikan halus dan lembut terdengar ditelinga gadis itu.


"Putri ku Syakira,kendalikan emosi mu nak, jangan biarkan mereka mengetahui sisi lain dirimu "


Syakira menundukkan kepala seraya menarik nafas panjang,"Huuuuuuuh.....kalau saja aku berada di masa itu ,udah aku kuliti hidup-hidup orang itu,lalu aku jadikan santapan Arthur " Gumam Syakira lirih


Arthur merupakan anaconda kesayangan nya.


"Kenapa Sya?" tanya Atha yang mendengar gumaman nya


Semua nya menoleh pada ke arah Syakira. Syakira pun mendongak "Euh....gak kok gak kenapa-kenapa" Ucap nya ,beruntung warna iris matanya sudah kembali normal


"Aura negatif nya udah gak ada " gumam Gibran


"Aneh ,tadi rasanya kuat banget ,sampe mual aku,kok sekarang tiba-tiba hilang ya " Batin Nuri


"Jadinya kita nikah akhir pekan ini ?" Tanya Riki memecah keheningan


"Ya ,begitu lebih baik" Akhirnya semua sepakat jika akhir pekan nanti Lia dan Riki melangsungkan pernikahan


"Cie....ada yang mau nikah nih " Ledek Raffa tiba-tiba


"Diem ! Jangan rese !" Lia malu dan melempar Raffa dengan tusuk sate


"Gak kena , wleekk "Raffa menjulur kan lidah nya


"Pak,calon istri nya nakal tuh ! Masa aku dilempar tusuk sate ,kalau kena kan sakit " Adu Raffa pada Riki


"Ekhem.... ngomongin nikah ,ada sesuatu yang ingin kami sampaikan ,tapi kami juga ingin meminta pendapat kalian , bagaimana baiknya untuk Raffa dan Vania " Ucap Evan


Vania dan Raffa terkesiap


"Memang nya ada apa dengan kami om ?" Tanya Raffa


Evan pun menceritakan apa yang tadi ia dan istri beserta mertua nya bahas di dalam mobil. Keluarga Nuri nampak menganggukkan kepala.


"Tapi kamu gak pernah aneh-aneh om. Om tahu sendiri kan bagiamana aku sangat menjaga Vania selama ini"Ujar Raffa membela diri


"Iya, kami tahu. Tapi yang namanya manusia kan tempat nya lupa dan salah ,kalau nanti ada setan lewat pas kalian lagi berdua apa kalian bisa jamin tidak akan terjadi apa-apa pada kalian ?" timpal Satria


"Hehehe ...enggak sih ,tapi aku janji gak bakal macem-macem " ucap Raffa yakin


"Tapi kami yang tidak yakin " Sambar Rifki , sebenarnya sudah dari lama pria itu memikirkan cucu nya yang satu itu ,ia selalu dibuat was-was jika cucu nya akan berbuat yang tidak semestinya pada Vania ,mengingat Raffa sekarang sudah mulai beranjak dewasa. Dimana di usia segitu sudah mulai masuk usia produktif


"Kakek kok meragukan aku sih " lirih Raffa memelas


"Lalu akan kita apakan mereka ,apa kita juga akan menikah kan mereka ? " Tanya Aranta


"Tapi kan Vania belum cukup umur " Timpal Nuari


"Maka dari itu kita mencari solusi nya sama-sama. Apa kita nikahkan mereka tapi secara agama dulu ,atau kita pisahkan mereka sampai batas waktu yang ditentukan ,yaitu menunggu sampai Vania berusia delapan belas tahun " Cetus Evan


Raffa terperanjat," Gak ,aku gak mau kita dipisahkan "

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2