
Evan ,Yudi ,Joni dan Jono kini sudah tiba di sebuah penginapan. Jarak penginapan dengan alamat tempat tinggal Yoga hanya lima belas menit jika berjalan.
Sementara di sudut lain, Yoga yang masih mengerang kesakitan pun dapat melihat dengan jelas gambaran-gambaran di mana ia dan seorang gadis cantik tertawa bersama.
Suara tawa nya,senyuman nya,dan wajah nya nampak begitu jelas. Semakin lama rasa sakit yang menyerang nya perlahan hilang disertai beberapa tetes air mata yang keluar begitu saja membasahi wajah nya menyatu dengan keringat yang sedari tadi keluar membuat nya seakan habis mandi,baju yang ia kenakan pun nampak basah.
Yoga membuka kelopak mata nya dengan nafas tersengal
"Ya Tuhan....aku ingat semua nya ... Ari....Ari...ya...aku ingat ....aku ingat ...." lirih nya dengan nafas yang masih memburu
Ia pun kembali melihat pada sebuah kalung yang tergeletak di samping nya,ia meraih nya dengan tatapan nanar ia berucap
"iya...aku sendiri yang membuatnya untuk mu...aku ingat ,terima kasih karena kamu selalu menyimpan nya untuk ku " lirih nya
Yoga pun beralih pada sebuah kertas yang sudah nampak kusut dan basah sebab tadi ia mencengkram nya kuat dan keringat yang berasal dari telapak tangan nya membuat kertas itu setengah basah.
Perlahan ia membuka kertas yang sudah tergulung tersebut lalu ia perhatikan baik-baik setiap kata yang tertulis.
Hati nya terasa perih membaca kalimat demi kalimat yang Nuari tulis.
Kemana harus kucari rasa yang sama seperti ini. Tak ada yang bisa membuat hati ku bergetar selain dirimu yang selalu berada dekat dengan ku,tapi kini kau pergi jauh dan sulit ku gapai.Dinding tinggi sudah menghalangi kita berdua.Sekian lama aku bersabar menunggu mu,berharap kau akan kembali dengan kenangan kita di masa lalu. Tapi kini kau pergi membawa semua kenangan kita ,dan hanya meninggalkan luka yang teramat perih . Maaf jika aku terlambat menyadari,aku pun sama mencintai mu,tapi rasa ini percuma , penantian ku sia-sia. Sebentar lagi kau akan dimiliki wanita lain,dan aku bisa apa, hanya bisa terdiam dengan rasa sakit yang semakin menggerogoti hati ini. Setiap malam aku tak pernah berhenti memikirkan mu,sedang apa kamu di sana,sudah makan atau belum,apa pun yang aku lakukan otak ini tak pernah berhenti memikirkan mu. Tapi kini semua nya harus berakhir begitu saja, sanggupkah aku untuk melupakan mu,sementara d*da ini selalu sesak melihat mu bersama wanita lain,jangan kan melihat hanya membayangkan kau bersanding di pelaminan bersama wanita lain pun aku tak sanggup. Selamat atas pernikahan mu semoga kau dan Renita bahagia,dan semoga kita tak akan pernah bertemu kembali,sebab aku tak yakin akan baik-baik saja jika melihat mu kembali. Aku akan selalu mencintai mu meski raga kita tak bisa bersatu.
Tulisan itu berakhir dengan bekas setetes air yang nampak mengering di kertas tersebut,rupa nya itu air mata Nuari yang tak sengaja jatuh mengenai kertas tersebut.
Sebenarnya Nuari tak ada niatan untuk memberikan kertas yang berisi curahan hati nya,bahkan gadis itu sendiri sudah lupa dimana ia menyimpan kertas bertuliskan tulisan nya itu,sebab saat Nuari tertidur setelah menulis nya Evan masuk dan mengambil nya lalu memberikan nya pada Yoga.
"Ari.... kenapa kamu tak mengatakan apa-apa,kenapa sikap mu seolah baru mengenal ku .... pantas saja aku selalu merasa tak asing dengan mu,apa karena Renita " Yoga terkesiap menyadari nya
"Ya Tuhan....aku benar-benar sudah menyakiti nya ,maafkan aku Ari....maafkan aku,..." lirih nya
Ia dapat merasakan betapa sakit nya perasaan Nuari kala melihat dirinya bersama Renita.
Sedangkan di ruang tamu nampak beberapa kerabat dekat keluarga Bu Nur Aini yang berada di desa itu tengah berkumpul bahkan yang dari Jakarta pun turut hadir.
"gak nyangka ya kini Yoga akan menikah juga,bagaimana keadaan nya apa dia masih lupa akan masa lalu nya?" tanya saudara nya yang dari Jakarta
"ya...begitu lah,entah ia akan mengingat kembali masa lalu nya atau tidak,tapi mengingat besok dia akan menikah, aku malah berharap Yoga tak akan mendapatkan ingatan nya kembali " lirih Bu Nur Aini
"loh memang nya kenapa dengan Yoga,bukan kah dia baik-baik saja selama ini?" tanya kerabat nya yang di desa
"dulu Yoga mengalami kecelakaan di sekolah bersama teman perempuan nya,teman perempuan nya mengalami kelumpuhan sementara Yoga amnesia" jawab nya
"hah....yang benar ,kok mbak gak pernah mengatakan nya sih ,pantas saja Yoga selalu terlihat meringis kesakitan menyentuh kepala nya,jadi itu penyebab nya "
"lalu kenapa kamu berharap Yoga tak lagi mendapatkan ingatan nya ?"
__ADS_1
"karena besok dia akan menikah dengan Renita " hanya itu jawaban Bu Nur Aini sebelum tiba-tiba Yoga datang menghampiri dan mengatakan sesuatu yang membuat mereka tercengang
"aku ingin membatalkan pernikahan ini ma " ucap Yoga tiba-tiba
"apa maksud mu nak,besok kamu menikah,segala persiapan sudah matang?" tanya Bu Nur Aini
"aku sudah ingat semua nya ma, aku tak mungkin menikah dengan gadis yang tak aku cinta,aku mencintai Ari,dan aku akan berangkat ke Jakarta malam ini juga " tutur Yoga
"tidak nak ,kamu tak bisa membatalkan pernikahan ini begitu saja,kamu harus tanggung jawab " seru Bu Nur Aini nyalang
"tanggung jawab....tanggung jawab apa mah,masalah biaya ,biar nanti aku yang ganti ruginya,sekarang aku hanya ingin mengejar kebahagiaan ku ma,masalah Renita biar nanti aku bicara pada nya,dia pasti akan mengerti " ucap Yoga
"apa kamu tidak merasa bersalah sedikit saja,setidak nya rasa tanggung jawab " tanya Bu Nur Aini hingga membuat Yoga mengerut kan kening nya bingung
"aku tahu ma,Renita pasti akan sakit hati pada ku dan tidak akan dengan mudah menerima nya ,tapi aku juga tak mungkin tetap melangsungkan pernikahan nya"
"apa kamu tega membiarkan Renita melahirkan tanpa adanya suami di sisi nya,ayah dari anak yang ia kandung,kamu tega anak mu lahir tanpa figur seorang ayah ?" cetus Bu Nur Aini
Sontak saja Yoga dan beberapa kerabat nya yang di sana pun membelalakan mata.
Terutama Yoga ,ia benar-benar terkejut ,sebab ia tak merasa pernah menyentuh Renita sama sekali,mana mungkin dia hamil anak nya.
"mama bilang apa,Renita hamil ?" tanya Yoga rasa terkejut nya
"iya ,dia hamil anak mu,kemarin orang tua nya memberi tahu mama kalau Renita tengah hamil usia kehamilan nya sudah memasuki dua bulan " tutur Bu Nur Aini
"apanya yang gak mungkin jika kalian sudah melakukan nya " cetus Bu Nur Aini lagi
"masalah nya aku tak pernah menyentuh nya sama sekali,selama di sana pun Renita tidur satu kamar dengan Ari,kita tidur terpisah " sahut Yoga
"jangan bohong kamu,Renita sendiri yang mengatakan nya kalau kalian pernah melakukan nya "
"apa...." Yoga melotot mendengar nya
kejadian sebelum nya
Renita yang selesai mandi tak menyadari jika ibu nya selalu memperhatikan nya semenjak kepulangan nya dari luar kota tempo hari.
Ia melihat ada yang berbeda dari fisik anak perempuan nya,wanita paruh baya yang sudah berpengalaman itu pun menjadi semakin curiga karena Renita sering kali memakai pakaian kebesaran,tak seperti gaya berpakaian nya selama ini.
Dengan d*da bergemuruh ibu nya tersebut segera memberondong banyak pertanyaan pada Renita.
"ibu bukan lah orang bodoh yang tak faham dengan perubahan fisik mu,jujur lah,katakan yang sebenarnya ,apa kamu hamil,anak siapa,siapa pria yang sudah berani menjamah tubuh mu,apakah Yoga atau pria lain?" tentu saja bukan tanpa alasan ibu nya mempertanyakan siapa laki-laki itu,karena memang sebelum nya Renita pernah bergonta-ganti pacar.
Namun setelah Renita dekat dengan Yoga,ia sudah tak terlihat oleh nya jalan dengan pria mana pun,meski selalu saja ada tetangga yang mengatakan jika Renita kedapatan jalan dengan pria lain,terutama Jupri yang terakhir dilihat tetangga nya.
__ADS_1
Meskipun begitu selama ia tak melihat dengan mata kepala nya sendiri ia tak pernah mau percaya.
"ayo jawab ,benar kan kamu hamil ?" desak ibu nya dengan suara menyentak
"i...iya Bu " jawab Renita lirih
"anak Yoga?" tanya ibu nya lagi,kali ini Renita hanya mengangguk tanpa peduli bagaimana reaksi Yoga nanti nya
"astaga....Ya Tuhan...kenapa kalian melakukan hal itu sebelum waktu nya " lirih ibu nya
"Bu...ibu janji ya jangan mengatakan kehamilan ku dulu pada Yoga " pinta Renita dengan nada memohon
"kenapa ?" tanya ibu nya bingung
"Yoga belum mengetahui nya,biar nanti aku sendiri yang mengatakan nya " alasan nya
"ya sudah,ibu gak akan katakan pada Yoga,sudah berapa bulan kandungan mu?" tanya ibu nya merubah nada suara nya
"bulan ini sudah memasuki dua bulan" jawab Renita,ia pun belum tahu pasti nya hanya saja ia mengira-ngira dari terakhir kali ia mens,karena ia belum pernah sama sekali memeriksa kan kandungan nya
"Ya Tuhan ....anak zaman sekarang " lirih ibu nya seraya beranjak meninggalkan Renita begitu saja
"huuuuuffftt....semoga saja ibu tak bocor sana sini,tapi mana mungkin,masa iya ibu mau umbar aib anak nya sendiri " gumam Renita dengan perasaan was-was
Akan tetapi fikiran ibu nya Renita yang tengah kalut mendapati putri nya tengah mengandung sebelum menikah,membuat nya tak sadar jika Bu Nur Aini melintas di depan rumah nya,ibu nya Renita nampak melamun di teras.
Melihat gelagat tak beres dari calon besan nya,Bu Nur Aini pun bergegas mendekati
"Bu Tina....Bu...Bu Tina...." ucap Bu Nur Aini menggoyangkan bahu perempuan itu
"eh....loh ada Bu Nur,dari tadi ya,maaf aku tak menyadari nya "ucap nya lirih
"kenapa, lagi ada masalah ,kenapa melamun di siang bolong begini?" tanya Bu Nur Aini
"hm...itu...aku tengah memikirkan anak-anak kita " sahut nya membuat Bu Nur Aini mengkerut kan kening
"loh kenapa memang nya,bukan kah semua nya sudah jelas mereka akan menikah beberapa hari lagi bukan kah semua persiapan sudah siap ,apa ada sesuatu yang terlewat kan ?" tanya Bu Nur Aini
"kita bicarakan di tempat lain " ajak nya
Bu Tina membawa Bu Nur Aini ke kebun belakang rumah nya yang ditanami berbagai tanaman palawija yang nampak segar.
"ada apa ,kenapa kita harus ke sini?" tanya Bu Nur Aini
"Renita hamil sudah masuk dua bulan anak nya Yoga "
__ADS_1
"HAH....."
...***...