Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
S2 episode 103


__ADS_3

Riki jadi panik dibuat nya ,ia sampai meminta dokter UKS untuk datang memeriksa kondisi Lia. Lia sendiri pasrah saja karena ia juga merasa terkejut dan takut karena tiba-tiba saja ia mimisan. Hal yang baru pertama kali ia alami seumur hidup nya.


"Kamu gak pusing kan,gak merasa lemas dan sakit atau apa gitu ?" Tanya Riki memastikan,saat ini Riki sedang memegangi tisu pada lubang hidung Lia yang sedang mendongak


"Enggak kok ,perasaan aku biasa saja,gak ada yang sakit "Jawab nya


"Pak,aku pegel " lirih Lia


"Sebentar ya,tunggu dokter nya datang ,sementara kamu begini saja dulu,takut nya darah nya keluar lagi" Ucap Riki


"Masalah nya aku gak bisa nafas pak,sesak banget rasanya " lirih Lia


Berada di jarak yang sangat dekat seperti saat ini membuat gadis itu semakin resah dan salah tingkah.Namum berbeda dengan yang Riki rasakan,mendengar jika gadis itu merasa sesak ia pun semakin ketar-ketir.


"Ya Allah,lama banget sih dokter Dara " Gumam Riki gelisah


Dokter Dara merupakan dokter pengganti dari dokter sebelum nya.


Beberapa saat kemudian dokter yang ditunggu pun datang.


"Permisi " Ucap nya di ambang pintu


Riki menoleh dan segera mempersilahkan dokter itu masuk.


"Ayo dok,cepat periksa murid saya !" Ucap Riki segera berpindah tempat


"Kok,murid sih " Gumam Lia protes dalam hati nya,ia merasa tak terima dikatakan murid


"Baik "Dokter itu segera memeriksa Lia dan menanyakan apa keluhan yang dirasakan,namun jawaban Lia tentu sama dengan jawaban nya pada Riki ,jika ia tidak merasakan keluhan apapun,hingga tiba-tiba saja Lia mengatakan sesuatu yang membuat kening dokter itu mengkerut


"Katanya gak ada keluhan,tapi debaran jantung kamu berdetak cepat, seperti habis lari maraton. Apa sebelum nya kamu terkejut karena kamu mimisan jadi panik ?" Tanya dokter itu


"Gak tau dok,tapi ini rasanya jantung aku hampir meledak " Cetus Lia


"Hah "


"Jadi,apa perlu ke rumah sakit ?" Tanya Riki


"Seperti nya tidak perlu,karena tidak ada gejala-gejala serius. Semua nya bagus" Jawab dokter Dara


"Lalu kenapa dia bisa tiba-tiba mimisan dok?" Tanya Riki


"Hal seperti ini wajar. Mimisan bisa terjadi pada siapa pun , anak-anak,remaja ,maupun dewasa. Pada umum nya mimisan terjadi karena beberapa sebab yang umum,seperti hidung mengalami benturan keras,kondisi hidung yang terlalu kering lalu mendapati perubahan suhu lingkungan yang drastis secara mendadak.Nah apa yang terjadi padanya bisa jadi karena hal itu " Tutur dokter Dara menjelaskan


"Oh,... seperti itu. Jadi ini tidak berbahaya kan ?" Tanya Riki lagi


"Insyaallah,selama tidak terjadi lagi mimisan dan darah yang keluar sedikit tidak berbahaya.Sebaliknya jika kembali mimisan dan Darah yang keluar banyak maka segera larikan ke rumah sakit " Ujar dokter Dara lagi


"Syukurlah jika tidak bahaya. Makasih ya dokter "Ucap Riki merasa lega


"Baik,kalau begitu saya permisi " Dokter Dara pun segera pergi


"Dia terlihat perduli sekali pada murid nya ,apa mungkin mereka ada hubungan kekeluargaan " Batin dokter Dara. Ia yang memang dokter baru di sekolah tersebut belum hafal siapa-siapa saja guru yang mengajar di sana


Beberapa menit kemudian Riki dan Lia sudah keluar dari ruangan nya. Lia sudah terlihat segar kembali,mimisan nya pun sudah berhenti. Karena situasi sekolah sudah sepi,Riki pun mengantarkan Lia menuju depan ,dimana Atha sudah menunggu nya . Tadinya Riki ingin mengantarkan Lia pulang namun Lia menolak nya dengan dalih tak ingin merepotkan. Padahal dalam hati ia bersorak kegirangan dan menginginkan nya,namun ia tak ingin mengikuti ego nya.


"Kalian hati-hati di jalan " Ucapan yang sangat klasik ketika mengantarkan seseorang yang hendak pergi


Lia tersenyum malu." Iya,makasih ya pak. Aku pulang dulu" Setelah itu Lia pun segera masuk ke dalam mobil ,di dalam sudah ada Atha yang juga sudah masuk terlebih dahulu

__ADS_1


"Duluan ya pak " Ucap Atha ,Riki pun mengangguk


Tak lama mobil pun bergerak menjauhi pelataran sekolah.


"Ya Allah....bikin aku senewen saja, syukurlah tidak ada hal yang fatal padanya" Lirih Riki bergumam


Di dalam mobil


"Kamu ngapain saja di ruangan pak Riki ?" Tanya Atha penasaran


"Gak ngapa-ngapain,cuman ngobrol saja membahas rencana pertunangan " Jawab Lia jujur


"Cieee....yang mau tunangan " ledek Atha


"Syirik aja " Ucap Lia mencebik


"Siapa juga yang syirik,biasa aja tuh " Kilah Atha


"Halah,masa ! Abang sendiri gimana sama Syakira ?" Tanya Lia


"Gak gimana-gimana,emang harus gimana ?" tanya Atha pura-pura


"Emang Abang gak suka sama Syakira? Dia cantik loh " goda Lia


Atha tak menyahut namun ia malah mengedikan bahu sambil tersenyum.Namun kemudian ia bertanya,


"Kalian beneran gak macem-macem kan?" Tanya Atha curiga


"Enggak kok bang,kita gak macam-macam. Eh iya bang,masa tadi aku tiba-tiba mimisan"


"Hah ! Mimisan ? Kok bisa ?" Tanya Atha terkejut


"Ya aku juga gak tahu , tiba-tiba aja aku ngerasa ada yang anget gitu,kirain ingus aku yang keluar eh,ternyata darah" Jelas nya


"Enggak ,Abang lihat sendiri kan " Jawab Lia meyakinkan. Lia pun menceritakan kembali apa yang terjadi di ruangan Riki tadi


***


Beberapa Minggu kemudian,hari kelulusan pun tiba. Lia dan Chika sudah berdandan cantik dengan mengenakan kebaya modern yang pas di tubuh mereka.


"Masya Allah ,cantik sekali " lirih Riki ketika melihat penampilan Lia dari kejauhan ,sementara Lia celingukan mencari keberadaan nya


"Pak Riki mana ya,kok gak kelihatan" batuk nya


"Kamu nyari siapa sih ? " Tanya Chika


"Eh....enggak kok ,gak nyari siapa-siapa. Hanya melihat mereka saja yang sama menggunakan kebaya " Jawab Lia asal


Sampai saat ini Chika belum mengetahui perihal lamaran Riki.


Sementara Atha dan Raffa mengenakan jas hitam. Kedua nya nampak gagah dan tampan hingga jadi pusat perhatian para kaum hawa.


Terlihat para orang tua juga turut hadir untuk menyaksikan wisuda anak-anak mereka ,termasuk keluarga Nuri.


"Acaranya meriah sekali ,berbeda dengan tahun sebelumnya ya" Ucap Aranta


"Iya kak,mana ada orkes dangdut nya segala " Sahut Yoga


"Kok orkes dangdut ? Bukan nya kata Raffa koplo gitu " timpal Nuari

__ADS_1


"Sama saja sih,sudah ah yuk malah bahas itu " Ucap Nuri ikut menimpali


Mereka pun berjalan menuju tempat acara wisuda akan dilaksanakan yaitu di gedung aula. Sementara panggung hiburan berada di luar ,tepat nya di lapangan basket.


"Eh,itu bukan nya yang sering masuk tv itu ya " Bisik salah satu orangtua siswi lain


"Yang mana ?" Tanya teman nya


"Itu,tuh. Yang pake gaun hitam kerudung gold"tunjuk nya


"Masa sih ?" teman nya nampak tak percaya


"Iya,kalau gak salah namanya Nuri deh. Iya, paranormal itu " Sahut nya sedikit heboh


"Ah masa sih ? Mau ngapain dia ke sini? Mau ngusir hantu ?" Teman nya nampak mencebik


"Yee....bisa saja kan dia ke sini mau menghadiri acara wisuda anak nya ,atau saudara nya. Lihat saja dia datang rame-rame gitu ,mungkin itu keluarga nya "


"Tapi aku penasaran deh ,siapa ya kira-kira,kalau bukan keluarga atau saudara mana mungkin dia datang " Lanjut nya seraya memperhatikan kepergian Nuri dan rombongan nya


Nuri memang tertutup pada setiap media mengenai keluarga nya. Jadi pantas saja siapapun tidak tahu tentang kehidupan sehari-hari nya. Nuri benar-benar tak ingin keluarga nya terekspos. Bukan tak apa ,ia hanya tak ingin suami ,anak dan cucu nya merasa tidak nyaman.


Beberapa saat kemudian


Acara wisuda sudah selesai. Semua nampak bergembira dan bersuka cita. Banyak yang berswa foto untuk dijadikan kenang-kenangan,dan bahan postingan di media sosial. Termasuk Nuri dan keluarga nya.


Setelah acara wisuda berakhir,kini acara dilanjutkan dengan gelaran dangdut koplo. Raffa memilih pergi ,untuk menemui sang kekasih hati. Vania tak bisa hadir karena di sekolah nya pun tengah di laksanakan acara yang sama


Riki menghampiri Lia yang sedang mengobrol bersama keluarga nya. Mereka tengah duduk di kursi yang sudah di sediakan. Kebetulan keluarga Nuri berada di jajaran terdepan.


"Selamat siang " Ucap Riki


"Selamat siang juga. Darimana saja ,kok baru kelihatan?" Tanya Gibran merangkul nya


"Ada kok ,gak kemana-mana. Daritadi sibuk ngurusin konsumsi. Maaf baru bisa menyapa om sekeluarga "Jawab Riki apa adanya


Pria itu memang diberi kepercayaan untuk ikut mengurusi masalah konsumsi. Sudah dari pagi ia sibuk mengecek setiap makanan dan minuman untuk pada tamu yang hadir. Ia juga harus memastikan semua tamu kebagian.


"Oh,iya. Tak masalah ,kami mengerti kok " ucap Rifki


Mereka pun membicarakan banyak hal ,tanpa membahas masalah pertunangan ,karena menurut Riki maupun Gibran , itu adalah ranah pribadi,tidak etis jika dibahas disaat seperti saat ini.


Banyak para tamu yang hadir nampak curi pandang bahkan sampai memperhatikan ke arah Nuri sekeluarga.


"Ya ampun ,dia kan teman sekelas anak aku ,jadi dia cucu nya artis itu. Kalau tahu dari awal udah aku suruh si Jihan buat temenan sama cucu nya. Lumayan kan kalau sewaktu-waktu mereka lagi bareng terus ada wartawan,masuk tv deh. Kalau sudah begitu pasti kesempatan buat masuk tv lagi kemungkinan nya besar" Gumam wanita yang tadi yang rupanya mengkhayal kan anak nya jadi artis


Pada saat itu alunan musik koplo sudah menggoyang beberapa tamu lain,karena Riki terus sibuk bersama keluarga nya , Lia menikmati alunan musik tersebut dengan menggoyangkan sedikit kepala nya.


Namun tiba-tiba seorang MC menujuk Lia untuk naik ke panggung.


"Iya,nona cantik berkebaya hitam gold " Ucap sang MC


Mau tidak mau Lia pun naik ke atas panggung setelah ia meminta izin terlebih dahulu pada keluar nya termasuk pada Riki. Meski cara nya meminta izin hanya lewat tatapan mata.


Rupanya MC tersebut mengajak Lia berduet. Lia pun mengiyakan saja,"Kapan lagi coba aku bisa nyanyi dipanggung begini" Batin nya


Rupanya suara Lia lumayan bagus dan merdu ,hingga MC tersebut merasa nyaman berduet bersama nya. Lia pun terlihat cukup luwes dengan aksi panggung nya. Lia benar-benar nampak enjoy menyanyikan setiap lirik lagu nya. Sesekali ia juga menggoyangkan beberapa bagian tubuh nya,meski hanya gerakan sederhana namun terlihat elegan dan sopan. Riki yang menyaksikan penampilan Lia pun merasa takjub,sebab baru kali ini ia melihat dan mendengar Lia menyanyi.


Akan tetapi senyuman di bibir nya seketika raib saat MC itu menyentuh tangan Lia dan menggenggam nya. Tatapan nya dan Lia beradu ,hingga menciptakan jeritan histeris dari sebagian penonton yang merasa gemas melihat nya. Apalagi aksi panggung keduanya begitu menjiwai dan terlihat seperti layaknya pasangan kekasih yang sedang dimabuk cinta.

__ADS_1


"Kenapa harus seperti itu " Batin Riki protes


Bersambung.....


__ADS_2