
Gadis bernama Selina terlihat gugup ketika ditanyai mengenai suatu ritual oleh Laras. Nuri menoleh pada Laras ,seakan mengerti Laras pun mengangguk kecil.
Nuri menarik nafas dalam-dalam,lalu menatap tajam Selina. Gadis itu jadi salah tingkah dibuat nya,sementara teman pria nya hanya bisa diam memperhatikan.
"Jadi begitu,karena hal itu lah yang membuat aura mu yang sudah susah payah orang tua mu tutupi kini kembali terbuka dan memudahkan para makhluk astral termasuk iblis pesugihan itu dapat mencium keberadaan mu "Ucap Nuari yang dapat melihat masa lalu gadis itu
"Memang nya apa yang dilakukan nya ?" Tanya teman pria nya
"Sebuah pemanggilan arwah. Kamu bermain jelangkung bersama teman-teman mu. Benar begitu?" Ucap Nuri
Gadis itu terperanjat
"I...iya,tapi aku tidak ikut-ikutan,aku hanya melihat " jawab nya lirih
"Tetap saja karena kamu berada di sana saat permainan " Sambung Laras
"Tapi ,kenapa hanya aku yang diganggu,kenapa teman-teman ku tidak ?"Tanya gadis itu
"Itu karena kamu berbeda.Aura pada tubuh mu sangat menarik perhatian makhluk halus seperti jin dan semacam nya ,bahkan aku saja bisa mencium aroma yang sangat manis pada darah mu" Tutur Nuri yang seketika membuat gadis dan pria di depan nya itu merinding
"Siapa sebenarnya dia,kenapa mengatakan bisa mencium aroma darah aku? Apa jangan-jangan dia vampir?" Bisik gadis bernama Selina dalam hati ,ia bergidik ngeri.
"Kok aku jadi takut ya,apa aku tidak salah meminta bantuan nya ?" Gumam pria bernama Nando
"Kalian tak usah kaget,ataupun takut. Kita hanya manusia biasa yang kebetulan diberi kelebihan sedikit oleh Yang Maha Kuasa" Cetus Laras seakan mengerti kegelisahan kedua orang itu
Kedua nya kembali terkesiap.
"Dari apa yang aku lihat,kamu merupakan keturunan terakhir , karena semua keturunan nya sudah meninggal termasuk ayah mu " Ucap Nuri lagi
"I....iya,itu benar ,semua sepupu ,paman dan bibi ku sudah meninggal" Ucap Selina membenarkan ucapan Nuri
"Dan mereka meninggal dengan cara yang berbeda " Tambah Laras. Lagi,gadis itu mengangguk
Yang maksud Laras meninggal dengan cara berbeda yaitu ada yang meninggal karena kecelakaan,terjatuh, tiba-tiba sakit ,dan tenggelam di sungai.
"Jadi kapan Bu Laras dan Bu Nuri akan membantu teman saya ini?" Tanya Nando
"Malam ini,kita harus melakukan pembersihan terlebih dahulu di rumah mu,baru setelah itu giliran kamu yang kita eksekusi" Jawab Laras
Gluk'
Nando dan Selina nampak menelan saliva mereka,apalagi saat mendengar kata eksekusi membuat fikiran mereka berkelana.
Sementara itu di tempat lain.
Nuari sangat gemas pada salah satu jenis ular yang sangat besar ,yaitu ular anaconda. Melihat ular itu mengingat kan nya pada ular anaconda yang pernah ia tolong dulu.
"Apa aku boleh mendekatinya?" Tamya Nuari pada Dandi
"Tentu saja boleh,ular itu sudah diberi makan jadi tak akan terlalu agresif,tapi tetap harus didampingi" Sahut Dandi tak terlalu merasa khawatir hanya saja ia hanya ingin berjaga-jaga,takut tiba-tiba ular itu menjadi agresif dan Nuari bisa terancam bahaya
Nuari mengangguk saja,Dandi pun mendampingi Nuari ketika Nuari mendekati ular itu.
__ADS_1
Ular tersebut nampak diam dan nyaman ketika tangan Nuari mengelus permukaan kulit nya yang bersisik.
"Hati-hati Bu dokter " Ucap Raffi merasa ngeri
Beberapa jam kemudian, akhirnya pekerjaan Nuari di penangkaran itu selesai. Hasil dari pemeriksaan tak mendapatkan virus atau tanda penyakit berbahaya pada ular-ular di sana. Mungkin karena pemilik nya yaitu Dandi selalu menjaga kebersihan kandang dan juga menjaga kebersihan ular-ular tersebut.
"Terima kasih karena anda sudah meluangkan waktu untuk datang ke penangkaran saya " Ucap Dandi
"Iya ,tak masalah sudah menjadi tugas saya juga " Sahut Nuari
"Tapi saya minta sesuatu dari penangkaran di sini "
"Apa itu dokter ?" Tanya Dandi
"Aku minta beberapa sampel bisa ular kobra,apalagi ular garaga yang besar itu " Ucap Nuari santai
"Hah ! Bisa ular ? Untuk apa ?" Tanya Raffi
"Untuk oleh-oleh buat suami saya ,dia senang sekali bereksperimen dengan bisa ular " Jawab Nuari seakan bangga dengan hoby suami nya itu
"Su...suami? Dokter cantik sudah punya suami ?" Tanya Raffi nampak terkejut
"Iya ,lebih tepat nya anak dan suami. Oh iya nama kamu juga hampir sama dengan nama anak saya " Jawab Nuari lagi ,Raffi pun ternganga
"Oh,tidak ! Kenapa setiap wanita cantik yang aku temui sudah punya pasangan ? Ya Tuhan kapan Engkau mengirimkan bidadari cantik untuk ku ?" Jerit Raffi dalam hati
"Memang nya suami anda seorang profesor?" Tanta Dandi penasaran. Menurut sepengetahuan nya ia hanya tahu Nuari surah menikah hanya saja tak tak tahu apa pekerjaan suami nya
"Hihihi.....bukan kok,suami saya orang kantoran ,bukan profesor,itu hanya hoby nya saja. Ahamdulillah berkat hoby nya itu suami saya sudah menghasilkan beberapa obat dan ramuan penawar racun" Tutur Nuari
"Waduh ,gimana ya,soal nya kan saya dan suami tidak memproduksi obat itu untuk di jual ,semua obat itu kami beri secara gratis" Sesal Nuari
"Yaa..... diusahakan lah Bu,masa Bu dokter mau ngasih gratis,kan saya yang tidak enak"
"Baiklah akan saya bicarakan dulu pada suami saya "Ucap Nuri pada akhir nya
"Kalau begitu ini nomor ponsel saya. Jika sudah ada keputusan mohon segera hubungi saya " Dandi memberikan kartu nama milik nya
"Ok "
"Bagaimana kalau kita makan terlebih dahulu sebelum anda pulang ,sebagai tanda kerja sama kita, saya yang traktir " Ucap Dandi yang saat ini sudah merasa perut nya lapar
"Baiklah "
Mereka pun pergi menuju sebuah rumah makan di kota itu. Raffi yang sebelum nya bersikap sok tampan dan banyak gaya di depan Nuari mendadak seperti rumput yang terpisah dari akar nya 'layu.
Pada saat mereka sedang menikmati makan nya ,ponsel Nuari berdering. Nuari tersenyum melihat gambar putra nya di layar ponsel ,Raffa melakukan panggilan video call menggunakan ponsel Yoga.
"Assalamualaikum "Ucap Nuari sambil tersenyum menatap wajah putra nya
"Waalaikumsalam mah,mama masih lama pulang nya?" Tanya Raffa
"Sudah selesai sayang, sebentar lagi mama pulang kok,ini sedang makan dulu nak " Jawab Nuari
__ADS_1
"Oh,iya mah ,nanti pulang nya mama bawa anak ular dong,mau aku kasih buat Vania " Celetuk Raffa
"Nanti Vania nya di gigit dong sayang ,jangan ah bahaya ! Nanti saja kalau Vania sudah besar sudah mengerti main, Raffa kasih boneka saja biar nanti Vania bisa main boneka " Ujar Nuari yang merasa terkejut dengan permintaan putra nya
"Iya juga ya ,nanti Vania nya sakit terus nangis,ya sudah gak jadi deh" ucap nya
"Kamu lagi sama papa dimana sayang ? Seperti nya bukan di rumah,terus papa nya mana ?" Tanya Nuari
"Aku lagi ada di mall,tadi abis main di Timezone,ini sedang istirahat,papa ke toilet dulu " Tutur Raffa
"Jadi kamu sendirian?" Tanya Nuari
"Enggak kok ,aku sama Chika dan papa nya"
"Oh , syukurlah mama kira kamu di tinggal sendiri tadi " Ucap Nuari lega
Saat itu Yoga pun sudah kembali dari toilet dan langsung menyapa Nuari di layar ponsel nya.
"Assalamualaikum sayang "
Semyuman Nuari merekah." Waalaikumsalam salam " Jawab Nuari tanpa memudarkan senyuman nya
"Kamu sedang di rumah makan ?" Tanya Yoga karena ia dapat melihat latar pada ponsel Nuari yang memperlihatkan suasana rumah makan
"Iya " Jawab Nuari
"Kamu di sana sama siapa?" Tanya Yoga menelisik
"Sama pak Dandi dan mas Raffi " Nuari pun memperkenalkan kedua rekan kerja nya pada Yoga ,meski ada sedikit rasa cemburu di hati nya ,ia mencoba menepis rasa itu dan menekan kan jika istri nya di sana sedang bekerja dan hubungan mereka tak lebih dari sekedar rekan kerja
"Kapan pulang ?" Tanya Yoga dengan segera
"Setelah selesai makan aku pulang kok" Obrolan mereka pun berlangsung cukup lama sambil makan , hingga Dandi dan Raffi selesai makan ,Nuari masih saja berbicara.
Kedua pria berbeda usia itu nampak kikuk ,karena dari tadi obrolan Nuari dan suami nya terdengar romantis di telinga mereka.
"Dia lagi manas-manasi aku atau gimana sih,? Bikin iri saja " Lirih Raffi membatin
"Seperti nya suami Bu Nuari sangat mencintai nya "Batin Dandi
Sementara Nuari sedang menikmati makan dengan ditemani suami tercinta lewat video call ,lain hal nya dengan sang ibu. Nuri dan Laras saat ini sudah berada di rumah Selina.
Dari awal memasuki rumah ,kedua paranormal cantik itu sudah dapat merasakan kengerian di sana. Aura negatif membuat keduanya merasa mual. Namun mereka dapat mengendalikan diri dengan membentengi diri dengan ayat-ayat Al Qur'an. Dalam setiap langkah baik Nuri maupun Laras ,kedua nya sama-sama berdoa meminta perlindungan dan kelancaran misi mereka pada Allah SWT.
Saat Nuri dan laras duduk di kursi ruang tamu, sesuatu terlihat melintas dari arah pintu.
Set'
Nuri menoleh ,namun tidak nampak apapun. Hingga kemudian Nuri dapat melihat sosok berwarna merah berdiri di samping kiri nya dari ujung matanya. Bulu kuduk nya berdiri ,seluruh tubuh dibuat meremang. Namun dengan keyakinan nya Nuri berdoa dalam hati. Ia berusaha terlihat setenang mungkin agar makhluk tersebut tak merasa besar kepala karena berhasil membuat nya takut.
"Bukan aku yang akan takut,tapi kamu ! Aku pastikan kamu akan bertekuk lutut pada ku !" Seru Nuri membatin ,ia sangat jumawa.
Tiba-tiba ruangan bergetar membuat semua yang menempel di dinding terjatuh. Hal itu membuat Selina ,Nando dan ibu nya Selina ketakutan.
__ADS_1
"Jangan takut ,kalau kalian takut maka dia akan semakin kuat " Ucap Laras
Bersambung.....