Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
S2 episode 94


__ADS_3

Saat Raffa dan Vania hendak masuk ke dalam mobil,sebuah mobil lain datang dan segera berhenti tepat disamping mobil Raffa.


"Sorry telat " Ucap Atha


"Lama banget sih ,kita udah hampir lumutan ini " Ucap Raffa


"Ya maaf " Lirih Atha


"Ya udah,kita berangkat sekarang saja takut nya keburu mulai kan,kita juga mesti siap-siap " Ajak Raffa.


Sebelum nya mereka sudah meminta orang lain untuk membawakan motor nya ke tempat diadakan kompetisi.


"Ok, let's go !" Seru Lia bersemangat


Raffa pun membukakan pintu depan untuk Vania."Silahkan tuan putri " Ucap Raffa sambil tersenyum


"Ah ,kak Raffa bisa aja " ucap Vania tersenyum malu lalu ia pun masuk


Atha menggeleng kan kepala melihat nya," Dasar bucin " ledek nya


"Iri ? Bilang bos " Ledek Raffa balik lalu berjalan mengitari mobil nya


Brugh'


Atha membunyikan klakson lalu melajukan mobil nya terlebih dahulu.Saat Raffa baru menyalakan mesin mobil,sosok wanita yang berada di kafe tadi tiba-tiba sudah duduk di bangku belakang. Vania yang tak sengaja melihat dari pantulan kaca spion yang menggantung di atas nya sontak terkejut.


"Astaghfirullah halazim....." Vania menundukkan kepala nya,namun ia melirik lagi ke arah spion ,sosok perempuan itu malah menyeringai dengan mata melotot


Puk'


"Aduh " pekik hantu itu mengaduh kesakitan saat kepala nya dilempar botol air mineral


"Makanya ,jangan sok nakut-nakutin deh jadi hantu,emang situ ok " celetuk Raffa


"Kak Raffa " lirih Vania ,ia cukup shock melihat Raffa yang dengan sengaja melempar hantu itu bahkan sampai memaki hantu itu


Selama ini Vania berusaha untuk bersikap biasa seakan tak melihat mereka yang tak kasat mata.Gadis itu pun tak mengetahui jika Raffa juga bisa melihat nya,karena setiap Raffa bersama Vania,Ki Jamal tak pernah menampakan diri. Jin itu tahu jika Vania bisa melihat nya,namun jin itu memilih bungkam tak ingin memberi tahu Raffa.


"Kenapa kamu gak pernah bilang kalau kamu juga bisa melihat 'mereka'? " Tanya Raffa seraya melirik pada hantu itu yang nampak mengusap kening nya


"K...kak Raffa juga bisa melihat nya ?" Tanya Vania tanpa menjawab pertanyaan Raffa


Raffa hanya tersenyum lalu mengusap kepala Vania."Sejak kapan kamu bisa melihat mereka?" Tanya Raffa


"Aku juga lupa pastinya sejak kapan,seingat ku,saat sekolah di taman kanak-kanak aku sudah melihat hantu,hanya saja saat itu aku masih belum bisa membedakan antara manusia dan hantu,hingga pada saat kakek menegur ku aku jadi sadar jika selama ini yang aku lihat bukan lah manusia " Tutur Vania


"Menegur gimana ?" Tanya Raffa melirik sekilas karena ia yang sedang fokus menyetir


"Ada sosok anak kecil seumuran ku ,saat itu aku masih berusia delapan tahun kalau gak salah,dia selalu ada dimana pun aku berada. Aku fikir dia teman sekolah ku ,tapi dia juga ada di rumah. Dia tidak berbicara hanya tersenyum dan melambaikan tangan nya padaku.Aku sudah berbicara pada mama juga papa tentang kemunculan nya,tapi mereka tak percaya dan menganggap jika itu adalah teman khayalan aku. Hingga akhirnya aku memberanikan diri untuk menyapa nya,dia baru mau berbicara. Kita ngobrol dan membicarakan banyak hal ,dia meminta ku untuk tidak lagi menceritakan nya pada siapapun, akhirnya aku dan dia berteman. Saat itu aku berfikir dia diam-diam masuk ke rumah hanya untuk bisa bermain dengan ku. Namun ketika aku sedang berenang di kolam renang,dia meminta ku untuk ikut bersama nya jadi teman selamanya.Waktu itu aku masih belum bisa berfikir apa-apa selain berfikir bermain ,maka aku iya kan saja ajakan nya,saat itu lah dia malah menarik aku hingga aku tenggelam. Saat aku sudah mulai lemas karena kehabisan nafas ,ada yang menarik ku keluar dari air ,ternyata kakek yang menarik aku.Tak hanya kakek ,ada kakek dan nenek kak Raffa juga di sana.Setelah aku tenang aku menceritakan nya pada kakek tentang sosok itu ,kakek kemudian menegur ku dan melarang ku untuk berinteraksi lagi dengan nya juga dengan makhluk astral lain nya,dari sama aku sadar jika dia bukanlah manusia " tutur Vania menjelaskan


"Kakek dan nenek aku? Nenek Nuri dan kakek Rifki?" Tanya Raffa


"Ya iya lah ,emang nya yang mana lagi " Ucap Vania


"Kenapa mereka tidak memberitahu aku ?" Gumam Raffa bertanya ,Vania mengangkat kedua bahu nya


Kemudian Raffa mengingat-ingat kejadian yang terjadi pada Vania dulu."Oh,iya aku baru ingat kalau gak salah saat itu aku sedang berada di luar kota ikut mama seminar. Kamu tahu ,saat itu aku seperti terkoneksi,bayangan kamu yang tenggelam terlihat nyata hingga aku merengek ingin cepat-cepat pulang,dan tak lama setelah itu mama dapat kabar jika kamu hampir tenggelam" Ucap Raffa

__ADS_1


"Bukan hampir lagi ,orang aku sudah tenggelam "ucap Vania lagi


"Tapi bersyukur kamu tidak kenapa-kenapa" ucap Raffa seraya menyentuh kepala Vania


"Kakak sendiri sejak kapan bisa melihat han....tu " Tanya Vania


"Sejak kecil "Jawab Raffa


"Malah aku sering main sama mereka" tambah nya


"HAH ! Maksud kakak ?" Vania terperangah


"Kalian dari tadi ngobrol berdua saja , gak mau ajak-ajak aku " Celetuk hantu perempuan di kursi belakang


"Ngapain ngajak kamu bicara ,kurang kerjaan saja " Raffa mencebik


"Huuuhh,padahal daritadi aku ngikutin kalian biar ada temen ngerumpi, hantu-hantu lain gak ada yang mau jadi cs aku " lirih hantu itu murung


"Emang gue pikirin " Ucap Raffa cuek


"Dasar manusia ,tidak berperikesetanan " cibir hantu itu


"Bodo " Sahut Raffa lagi


Vania hanya bisa meringis melihat pria itu yang nampak biasa saja melihat hantu ,bahkan sampai berbicara pada hantu itu.


"Udah sih,ngapain mbak nya ngikut-ngikut,sana balik lagi ke kafe tadi,mbak sedang nunggu ayah nya bayi itu datang kan "Ucap Raffa


"Kok kamu tahu ?" Tanya hantu itu


"Karena aku tempe "Sahut Raffa ngasal


"Astaghfirullah "lirih Vania yang merasa merinding mendengar hantu itu cekikikan


Beberapa saat kemudian, mobil yang dikemudikan Raffa dan Atha sudah sampai di lokasi. Hantu perempuan itu sudah kembali ke kafe di rest area tadi.


"Kakak kok tahu jika hantu tadi sedang menunggu suami nya?" Tanya Vania sebelum mereka keluar dari dalam mobil


"Bukan suami sayang,tapi pacar nya " Ucap Raffa


"Kok, gitu.Kata kakak dia nunggu ayah dari bayi nya,berarti suami kan ,kok jadi pacar ?" Vania nampak bingung


"Karena mereka belum nikah " Sahut Raffa


"Belum nikah ?" kembali kening Vania berkerut


Raffa meringis senyum sambil menggaruk kepala nya. Ia ingin menjelaskan namun sadar jika Vania masih belum cukup umur untuk pembahasan seperti itu. Apalagi ia tahu jika Vania masih polos dan belum mengerti dengan hal-hal seperti itu.Ia tak mau mencemari kepolosan calon istri nya.


"Gini ya Vania sayang ku cinta ku, inti nya mereka melakukan hal yang seharusnya tidak mereka lakukan,kamu tahu kan dosa ?" Tanya Raffa,Vania mengangguk namun dengan wajah bingung ,dan Raffa tahu jika mengangguk nya Vania bukan karena Vania benar-benar mengerti


"Nah,pacar nya itu tidak mau bertanggung jawab,ia malah menyuruh mbak hantu tadi buat menggugurkan kandungan nya. Si mbak nya otomatis menolak tapi pacar nya tetap memaksa dan mengancam akan meninggalkan nya , akhirnya si mbak nya mengiyakan,dan menerima uang pemberian pacar nya untuk biaya menggugurkan kandungan.Tanpa pacarnya ketahui jika mbak nya itu sama sekali tidak menggugurkan kandungan nya. Dan uang tersebut akan ia gunakan untuk biaya persalinan.Selama kehamilan nya, mereka tak pernah bertemu hingga sampai si mbak nya melahirkan mereka masih belum bertemu juga. Hingga pada akhirnya si mbak nya mencoba untuk menghubungi pacar nya,mereka janjian bertemu di kafe tadi. Si mbak nya yakin jika pacarnya melihat bayi mereka,pacarnya akan merasa menyesal telah meminta nya untuk menggugurkan kandungan nya dulu,ia berharap pacarnya akan merasa terharu melihat kelucuan bayi mereka. Namun sudah dua jam berlalu pacarnya tak kunjung datang ,hingga kejadian tak terduga pun terjadi.Sebuah mobil mini bus kehilangan kendali,dan menabrak bagian depan kafe ,kebetulan di sana si mbak yang sedang menggendong bayi nya tengah berdiri. Ia dan bayinya tewas di tempat" penuturan Raffa membuat kedua mata Vania berkaca-kaca


"Bagaimana kakak bisa tahu ?" Tanya Vania lagi


"Entahlah ,terkadang kilasan bayangan kejadian masa lalu suka terlintas begitu saja setelah aku bertemu para hantu " Jawab Raffa jujur


Mendengar jawaban pria itu,Vania jadi merasa sangat beruntung sudah mengenal Raffa. Rasa bangga dan takjub langsung ia rasa kan.

__ADS_1


"Hiks...kasihan ya mbak hantu nya " lirih Vania kini malah menangis terisak


Tuk tuk tuk


Lia mengetuk kaca mobil karena Raffa dan Vania yang gak kuning keluar. Vania dan Raffa akhirnya keluar.


"Kalian lama banget sih ,ngapain aja? Nah loh ini anak orang nangis kenapa pula ? Hayo loh Raffa kamu apain Vania sampe nangis begini ?" Tuduh Lia dengan serentetan pertanyaan


"Lah,bukan aku yang bikin nangis kok " ucap Raffa tak terima dengan tuduhan Lia


"Ya terus ini kenapa nangis ? Aku bilangin ke om Evan loh biar dihapus dari daftar calon mantu " Ucap Atha mengancam


"Jangan !" Seru Vania panik


"Jangan ? " Tanya Lia


"Kalian tuh asal nuduh saja,dengerin dulu kek penjelasan kita " Ucap Raffa


"Ya udah jelasin !" Pinta Lia ,Raffa pun menjelaskan apa yang membuat Vania menangis


"Ooohhh..... seperti itu.Ya pantas saja Vania sedih sampe nangis begitu,aku aja denger nya ikut sedih " lirih Lia


"Kakak gak kaget atau apa gitu ?" Tanya Vania heran


"Karena inti nya,kita bertiga sama. Ya udah kita ke sana yuk,tuh udah mau mulai " Ajak Raffa menggandeng lengan Vania ,ia yang masih bingung pun hanya menurut saat Raffa membawa nya menghampiri para panitia lomba untuk mendaftar ulang


Beberapa saat kemudian perlombaan pun di mulai. Satu persatu dari peserta sudah bersiap di atas motor trail nya termasuk Atha dan Raffa. Sementara Lia hanya bisa bersedekap kesal karena tak bisa ikut lomba.


"Kenapa gak bilang dari awal sih kalau pendaftaran nya sudah ditutup " gerutu nya


"Ya ampun ,itu lintasan nya kok begitu ,apa mereka bisa naik sampai atas " Gumam Vania merasa ngeri melihat lintasan perlombaan


Setiap peserta harus bisa naik sampai atas dengan tingkat kemiringan hampir sembilan puluh derajat.


Ngengggg...... ngeeennggg......


Peserta pertama sudah memulai aksi nya.Ia menarik gas sekuat mungkin dan melaju dengan kecepatan tinggi dengan harapan ia bisa naik ke atas yang merupakan garis finis. Jarak antara garis start ke finis sekitar lima puluh sampai enam puluh meteran bahkan bisa lebih. Yang di nilai dari lomba tersebut adalah kecepatan dan kelihaian peserta dalam mengendalikan motor trail nya.


Ngeeennggg.......


Bruukk'


Vania meringis melihat peserta lomba yang terjatuh bersama motor nya ketika gagal naik.Beberapa panitia segera membantu peserta itu untuk keluar dari lintasan bersama motor nya.


"Ya Allah ,semoga kak Raffa tidak kenapa-kenapa" lirih Vania sangat mengkhawatirkan pria itu


"Kau tenang saja ,Raffa dan bang Atha tidak akan terluka meski mereka jatuh " Ucap Lia santai,meski begitu Vania tetap saja merasa khawatir


Kini tiba saat nya giliran Raffa. Jantung Vania berdebar-debar melihat sang pujaan hati sudah siap melakukan aksi nya.


"Ya Allah lindungilah kak Raffa " Vania tak henti-henti nya berdoa untuk keselamatan Raffa


Ngeeennggg......


Jantung Vania terasa berhenti,ia menahan nafas saat Raffa sudah mulai melakukan motor nya.Raffa terlihat sangat santai saat melajukan motor nya dengan kecepatan penuh.Hingga pada saat mendekati tanjakan Raffa memperdalam tarikan gas nya. Akan tetapi saat sudah berada di tengah-tengah,entah kenapa ia malah kehilangan kendali ,hingga akhirnya Raffa beserta motor nya berguling-guling sampai terperosok ke dalam semak belukar.


"KAK RAFFAAA...... ! " Teriak Vania histeris

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2