
Dengan perasaan gundah gulana dan bujukan yang alot dari Nuri ,Lia akhirnya mau ikut bersama keluarga nya,akan tetapi sebelum ia pergi meninggalkan rumah,ia berpesan pada art nya," Nanti jika ada cowok datang nanyain aku ,bilang saja aku sudah tidur karena sakit , datang lain kali saja " Pesan nya ,namun dalam hatinya ia mengucap amit-amit karena ia sudah mengatakan jika dirinya sakit.
"Baik non "
Lia pun masuk ke dalam mobil nya. Sepanjang perjalanan tak ada kata apapun yang keluar dari mulut nya. Hati dan fikiran nya tertuju pada Riki yang malam ini akan datang ke rumah nya.
"Maafkan aku pak Riki,bukan maksud aku buat ngecewain pak Riki " Lirih nya membatin
"Kamu dari tadi diem saja ,kenapa ?" Tanya Gibran. Ia yang tengah menyetir pun melirik sekilas
"Gak, apa-apa" sahut Lia pelan
"Gak apa-apa,kok muka nya ditekuk begitu ?" Tanya Aranta
"Pasti lagi mikirin someone ya "tebak Atha
"Ih,apa sih Abang,rese deh "Ketus Lia karena tebakan Atha benar adanya
Aranta dan Gibran saling lirik dan mengulum senyum.Sementara di mobil lain ada Nuri dan Rifki.
"Mas,memang nya benar kalau ada anak rekan bisnis mas yang tertarik pada Lia ?" Tanya Nuri
"Bukan anak nya sayang ,tapi orang itu sendiri " Sahut Rifki
"Jadi yang naksir sama Lia itu udah tua ?" Tanya Nuri lagi
"Enggak kok sayang ,dia masih muda. Kenapa ?" Tanya Rifki melirik sekilas
"Tadi aku terlanjur bilang sama Lia mengenai pertemuan kita " lirih Nuri merasa bersalah
"Terus respon nya gimana sayang ?" Tanya Rifki penasaran
"Ya ,Lia langsung nolak. Tapi setelah dibujuk akhirnya dia mau juga ikut dengan catatan jika dia bisa menolak. Mas dan Gibran tidak ada niatan menjodohkan mereka karena urusan bisnis kan?" Tanya Nuri memastikan
"Ya enggak lah "
"Syukurlah kalau begitu " lirih Nuri lega
Rifki hanya mengulum senyuman ,ia memang memberi tahu istri nya perihal pertemuan nya malam ini namun tidak memberi tahu dengan siapa mereka bertemu.
"Lalu , bagaimana dengan pria bernama Riki itu mas? Bukan kah dia sudah melamar Lia sebelum nya ?" Tanya Nuri lagi
__ADS_1
"Kita lihat saja nanti sayang ,jodoh kan tidak ada yang tahu " Ucap Rifki
"Iya ya,jodoh tidak ada yang tahu. Aku juga dulu tidak tahu akan seperti apa jodoh ku,meski dulu aku sempat berhubungan dengan pria lain ternyata jodoh ku malah anak pemilik kafe tempat aku kerja " lirih Nuri
"Tapi,aku sudah menduga kalau kamu jodoh ku loh " Rifki melirik sekilas dengan seulas senyuman
"Oya? "
"Iya. Tiap malam aku selalu berdoa agar Allah mengirimkan bidadari cantik berhati malaikat,hingga akhirnya aku lihat kamu di kafe, aku sudah bisa menebak seperti apa kamu ,dan ternyata tebakan ku benar. Tak hanya cantik tapi kamu juga baik dan tulus "
"Gombal. Aku mana ada seperti itu " pipi Nuri bersemu merah ,ia memalingkan wajah ke sisi pintu
"Bukan gombal ,tapi memang nyata nya gitu. Kamu tahu gak sayang ?" Tanya Rifki
"Apa ?" Nuri menoleh
"Dulu,aku pernah bernazar,jika aku nemuin gadis yang tak pernah jaga image di depan aku ,entah itu cara dia berbicara ,cara nya makan ,juga cara dia berpakaian,pokok nya dia apa adanya tak takut terlihat jelek dimata aku,aku akan berusaha memenangkan hati nya bagaimana pun caranya ,aku harus bisa mendapatkan nya "
"Terus apa kamu sudah menemukan nya ?" Tanya Nuri datar , mendadak ia jadi kesal mendengar nya
"Tentu ,dan kini gadis itu sudah berada di samping aku. Menjadi ibu dari anak-anakku dan nenek dari cucu-cucu ku. Dia perempuan hebat karena bisa selalu ada di samping aku ,apapun kondisi aku. Dan gadis itu merupakan sebuah keberuntungan dan anugrah bagi ku,semenjak mengenal nya apapun usaha aku,Allah selalu mempermudah segalanya ,hingga aku bisa sampai di titik ini,itu semua berkat kebaikan dan ketulusan nya " Rifki menoleh lalu meraih tangan Nuri kemudian mengecup nya
"Mas " Lirih Nuri dengan mata yang sudah berkaca-kaca,ia tak menyangka jika gadis yang suami nya ceritakan adalah dirinya ,ia begitu terharu mendengar nya
"Semua yang terjadi pada kita adalah takdir mas. Takdir Allah memang sangat indah,Dia sudah menggantikan luka dengan rasa bahagia yang tiada tara berkat kehadiran mu,aku pun bersyukur bisa bersuamikan kamu mas "Balas Nuri lalu menggenggam tangan Rifki
Namun tiba-tiba saja,
"Astaghfirullah,MASS ...AWAS ! "
BRAKKK'
Sementara itu,Riki dan Arin sudah berada di sebuah restoran mewah. Mereka sedang menunggu kedatangan Lia dan keluarga nya.
Ya,pengusaha muda yang dimaksud Rifki adalah Riki. Siang tadi setelah sekolahan bubar ,Riki pergi ke kantor nya,akan tetapi ia tak sengaja bertemu Gibran di jalan. Kebetulan Gibran menanyakan keseriusan Riki tempo hari ,dan langsung saja keduanya memutuskan untuk bertemu di luar. Riki pun lupa memberi tahu Lia jika rencana nya berubah. Dalam fikir nya ,pasti Gibran akan memberi tahu gadis itu,tanpa ia tahu jika saat ini Lia sedang gundah gulana.
"Apa mereka akan datang ?" Gumam Riki gelisah ,pasalnya sudah lewat dari satu jam keluarga Lia belum juga datang
"Kamu yang sabar ,mungkin masih di jalan dan kejebak macet " ucap Arin
"Iya ya,tapi aku kok jadi gak tenang begini mah " Lirih Riki
__ADS_1
"Sudah ,tunggu saja ,mereka pasti datang kok,kan kamu sendiri yang bilang kalau papa nya yang meminta bertemu di sini,masa iya dia ingkar " Ucap Arin menenangkan ,akan tetapi bukan nya tenang ,Riki malah semakin gelisah dibuat nya
Di sudut lain nampak seseorang memperhatikan Riki dan Arin. Sorot matanya memperlihatkan kemarahan dan kebencian. Ferro yang saat ini sudah tak mempunyai apa-apa,karena seluruh harta benda nya disita bank. Selama ini Ferro sering bermain judi dan mempertaruhkan rumah dan beberapa aset nya yang lain ,beruntung perusahaan bisa diamankan Rico hingga perusahaan itu selamat dan kembali ke tangan Riki.
Saat ini Ferro bekerja sebagai pelayan ,hal yang sangat dia benci sebenarnya. Namun ia tak mempunyai pilihan lain daripada dia tak bisa makan ,setidak nya dengan bekerja di restoran tersebut ia bisa numpang makan gratis sebagai pegawai.
Tiba-tiba ia tersenyum licik,sebuah ide terlintas di benak nya. Ferro melengos pergi meninggalkan restoran tersebut secara diam-diam.
Beberapa saat kemudian,Lia dan keluarga nya pun sampai. Riki tersenyum dan begitu sumringah melihat pujaan hatinya sudah memasuki restoran. Sementara Lia sendiri belum menyadari keberadaan pria itu,sebab ia terus saja menunduk dengan raut wajah suram.
"Alhamdulillah, akhirnya mereka datang " lirih Riki pelan
"Ada apa ?" Tanya Arin
"Mereka sudah datang mah" Jawab Riki
"Benarkah ? " Tanya Arin nampak antusias,ia bahkan merapikan pakaian dan mengecek riasan wajah nya
Saat itu,Lia tak sengaja menoleh,ia terkejut saat melihat sudah ada Riki di tempat itu.
Deg'
Dengan jantung berdebar,Lia mengikuti keluarga nya ,di samping nya nampak Atha berjalan mengiringi.
"Assalamualaikum" Ucap Gibran
"Waalaikumsalam salam " Jawab Riki dan Arin ,Riki melirik pada Lia yang juga tengah menatap nya bingung
"Kenapa pak Riki di sini ,bukan nya mau datang ke rumah. Apa jangan-jangan pria yang dimaksud nenek adalah pak Riki " batin Lia ,Jantung nya semakin berdebar
"Tapi kan,pak Riki guru bukan pengusaha seperti yang nenek katakan " lanjut nya
"Maaf sudah membuat kalian menunggu lama ,terjadi insiden kecil tadi di jalan "Ucap Rifki tak enak hati
Riki kemudian bersalaman dengan mereka ,namun kemudian ia terdiam saat melihat Nuri.
"Loh,anda kan .... paranormal itu " Ucap nya
Nuri tersenyum," Iya,senang bisa melihat mama mu kembali sehat. Oh iya,saya nenek nya Lia dan juga Atha " Ucap nya
"Hah ,nenek " Riki nampak tak mempercayai nya ,sebab visual Nuri sama sekali tak terlihat seperti seseorang yang sudah mempunyai cucu,Nuri lebih terlihat seperti mama nya bukan nenek nya
__ADS_1
"Tunggu ! Ini sebenarnya ada apa ,kenapa ada pak Riki juga di sini ? Terus orang yang dimaksud nenek mana ?"
Bersambung....