
Siang ini Yoga memutuskan untuk pulang,ia ingin makan siang di rumah bersama istri tercinta nya.
"maaf pak,bapak mau ke mana ?" tanya salah satu staf wanita
"saya mau pulang " sahut nya singkat
"oh...." sahut si staf itu
Yoga pun langsung pergi setelah menjawab nya,rasa nya ia malas berbicara banyak ataupun sekedar berbasa basi,para staf di sana pun merasa heran dengan perubahan Yoga.
"aneh ya,kenapa dari pagi sikap pak Yoga dingin banget,biasa nya kan suka nyapa kita,lah ini di tanya jawab nya singkat banget "
"lagi ada masalah mungkin "
"apa jangan-jangan pak Yoga berantem sama istri nya "
"mungkin ada masalah lain,sudah lah ngapain kita ngurusin orang,mungkin lagi gak baik saja mood nya, ayo kalian ada yang mau ikut aku makan siang bareng gak?"
"ok aku ikut "
"aku juga "
Mereka pun segera menuju kantin di perusahaan itu.
Sementara Yoga langsung meluncur ke rumah nya. Tak butuh waktu lama untuk sampai,Yoga segera turun dari mobil dan melangkah masuk ke dalam rumah.
"assalamualaikum...." ucap nya ketika memasuki rumah nya
"waalaikum salam ....tuan " sahut bibi
"istri ku mana bi?" tanya nya
"tadi di ruang TV tuan, baru saja bibi mau manggil nyonya buat makan siang,tuan keburu datang" sahut bibi lagi
"oh ya sudah kalau gitu bibi siap kan saja makanan nya " ucap Yoga melangkah menghampiri istrinya yang berada di ruang TV
"sayang....loh dia tidur " ucap Yoga memelankan suara nya ketika melihat Nuari tertidur sambil bersandar di sofa,bahkan di pangkuan nya masih terdapat piring puding yang tersisa dua potong lagi
"ck...segitu ngantuk nya kamu hem, sampai-sampai tertidur di sini" gumam Yoga pelan
Yoga yang tadi nya hendak mengajak Nuari makan siang bareng pun jadi merasa tak tega jika harus membangunkan Nuari,dengan perlahan Yoga meraih piring di pangkuan Nuari dan meletakkan nya di meja, Yoga lantas menggendong Nuari untuk di pindahkan ke kamar,akan tetapi baru saja tangan nya menyelinap di balik tubuh wanita cantik itu,Nuari terbangun.
"Yoga....sayang kamu di sini "tanya Nuari seakan mimpi
"maaf ya,aku membangunkan mu,iya aku baru saja sampai " ucap Yoga merasa bersalah
"Yoga....." ucap Nuari dengan nada manja
"apa hem...manja bener " sahut Yoga seraya mengusap kepala Nuari
"kita makan yuk,aku laper,tapi gendong "pinta nya manja
"hehehe....baiklah tuan putri ,ayo mau di gendong nya bagaimana di sini atau di punggung?" tanya Yoga yang sama sekali tak keberatan
"di punggung deh , sekali-kali ngerasain di gendong di punggung" jawab Nuari , Yoga pun segera membalikkan tubuh nya agar Nuari bisa langsung naik ke atas punggung nya
hap'
__ADS_1
Nuari kini sudah menempel di punggung Yoga,dengan perlahan Yoga pun mulai bangkit dan segera berjalan menuju ruang makan.
Bibi pun tersenyum melihat nya,dalam hati ia bergumam
"ya ampun seneng banget deh lihat nya,semoga saja selamanya mereka akan seperti itu,jangan sampai ada orang ketiga diantara mereka , amin...."
Di saat Nuari dan Yoga tengah menikmati makan siang bersama,sama halnya dengan yang Evan lakukan saat ini.
Ia saat ini tengah makan siang di kafe dekat rumah sakit bersama Yudi dan si kembar.
"ngomong-ngomong gimana kabar nya si Ayu ?" tanya Yudi tiba-tiba
"kenapa tiba-tiba kamu nanyain Ayu?" tanya Evan mengerutkan kening
"ya....pengen saja, sebenarnya dia masih sekolah enggak sih ?" Yudi nampak sangat penasaran dengan Ayu
"mau apa kamu kalau misal nya Ayu sudah gak sekolah?" tanya Evan lagi
"ya... kali saja dia bisa aku deketin,kalau dilihat-lihat Ayu itu cantik,manis dan mungil " sahut Yudi
Entah kenapa mendengar ucapan Yudi membuat Evan tak suka
Sebelum nya mereka sudah berkenalan saat di pesta pernikahan Nuari waktu itu.
"memang nya Ayu itu siapa nya kamu Van?" tanya Joni dan Jono bersamaan
"iya ,waktu itu kamu tidak memperkenalkan Ayu dengan lengkap,apa dia saudara jauh mu?" tanya si kembar lagi
"Aku sendiri tak tahu siapa Ayu sebenar nya,aku bertemu dengan nya ketika dia sedang di ganggu orang jahat " tutur Evan
"dan kamu langsung bawa dia ke apartemen mu,kenapa kamu gak antar kan saja ke rumah nya,orang tua nya pasti tengah mencari nya ...jangan bilang kamu menculik anak gadis orang "celetuk Yudi membuat Evan tersedak
"kok gitu?" tanya Joni dan Jono
"entahlah Ayu sendiri tak tahu siapa keluarga nya " ucap Evan lagi
"kalau gitu gimana kalau kita bantu Ayu buat mencari keluarga nya " cetus Yudi
" ya...itu lah yang sedang aku lakukan,dan seperti nya aku tahu siapa orangtua nya " cetus Evan
"yang bener...?" tanya ketiga nya
Di saat bersama ponsel nya berdering, Evan pun segera merogoh ponsel nya lalu segera mengangkat panggilan tersebut tanpa melihat dulu siapa yang yang menghubungi nya
"ya...ada apa?" tanya Evan
"Evan....ini ...aku sudah masak,kamu mau di antar kan makanan nya ke tempat mu kerja atau kamu yang pulang?"
"oh Ayu " gumam nya ketika ia mengetahui siapa yang menghubungi nya
Sebelum nya Evan juga sudah memberikan sebuah ponsel baru untuk Ayu.Evan terdiam untuk beberapa saat, kemudian ia teringat sesuatu.
"hm...memang nya kalau kamu pergi ke tempat kerja ku kamu berani ?" tanya nya
"iya juga ya,aku kan gak tahu dimana alamat kamu kerja,terus gimana dong " tanya nya bingung, sebenarnya ia sengaja masak sebagai bentuk terima kasih nya pada Evan,tanpa bertanya sebelum nya apa dia akan pulang untuk makan siang atau tidak
"begini saja,aku kirim taksi buat jemput kamu,kamu tunggu saja di depan,aku akan katakan pada pak satpam untuk menjaga mu sebelum taksi nya datang" ujar Evan
__ADS_1
"baiklah " ucap Ayu kemudian
Sambungan telpon pun terputus,dan Evan segera memesan taksi untuk menjemput Ayu , seperti yang ia katakan tadi.
"kamu sepertinya perhatian banget pada nya " pancing Yudi
"masa sih ?" tanya Evan
"iya , sebelum nya kita tak pernah melihat mu seperhatian itu pada wanita selain Nuari,iya gak sih ?" timpal si kembar
"hanya perasaan kalian saja,ya sudah kalau gitu aku duluan " ujar Evan segera beranjak dan membayar tagihan makanan nya
"menurut mu apa si Evan suka sama Ayu?" tanya Joni dan Jono
"entah lah " sahut Yudi
"yaaahh...padahal aku ada rencana deketin Ayu tapi kalau Evan suka juga, aku gak mau saingan dengan nya,sudah pasti dia yang menang " lirih Yudi dalam hati,belum apa-apa ia sudah merasa pesimis
Sementara itu taksi yang di pesan Evan sudah sampai,dan Ayu pun segera masuk ke dalam taksi tersebut. Satpam itu pun kini jadi lebih berhati-hati setelah di beritahu oleh Evan.
Beberapa saat kemudian taksi yang ditumpangi Ayu sudah sampai di depan sebuah rumah sakit,namun Ayu mengernyit kan kening ketika melihat tulisan di depan gedung rumah sakit itu.
"rumah sakit hewan "
"jadi Evan itu dokter hewan,aku fikir dokter nya manusia" gumam nya pelan
Entah kenapa ia merasa senang.
"itu artinya dia tidak menangani pasien wanita " batin nya
"aiihh....apa yang aku fikir kan,ayo Ayu....jangan aneh-aneh kamu ini,ingat kamu itu hanya orang asing yang kebetulan di tolong oleh nya,jangan jadi tidak tahu diri dan berharap yang bukan-bukan " maki nya dalam hati
Saat ia sudah keluar dari dalam taksi , ia melihat Evan yang tengah berdiri di depan pintu masuk rumah sakit,rupanya pria itu tengah menunggu kedatangan nya.
Ayu pun segera melangkah mendekati Evan.
"ayo kita ke ruangan ku saja,kita makan di sana " ajak Evan meraih rantang makanan yang Ayu bawa , Ayu pun hanya menurut
Mata nya tak pernah berhenti berkeliling memperhatikan setiap apa yang ia lihat. Kebetulan saat itu ia bertemu dokter Satria.
Evan pun sengaja mengajak dokter Satria untuk gabung makan siang bersama di ruangan nya,dan tentu saja dokter Satria tidak menolak.
Kini ketiga nya sudah duduk di sofa, Ayu duduk sendiri sedangkan Evan dan dokter Satria duduk di depan Ayu.
"ayo makan dok,masakan Ayu enak loh " Evan membuka suara karena dari tadi dokter Satria hanya diam menatap Ayu,terutama pada bandul liontin pada leher Ayu
"eh...iya "dokter Satria pun segera memasukan makanan ke dalam mulut nya,sambil mengunyah makanan,batin nya berbucara
"liontin itu mirip seperti liontin yang saat itu aku berikan pada Ayunia sebagai hadiah ulangtahun nya,dan sudah sejak lama aku pun tak melihat liontin itu,apa jangan-jangan liontin itu hilang bersama putri ku ,dan apa mungkin......." batin nya bergejolak ketika ia tiba-tiba saja sangat yakin jika gadis yang ada di hadapan nya itu benar-benar putri nya yang hilang
Sementara itu di tempat lain
Nuari dan Yoga sudah selesai makan siang,dan Yoga memutuskan untuk kembali ke kantor.
Nuari melambaikan tangan nya seiring mobil Yoga yang menjauhi pelataran rumah nya.
"aku sudah tak sabar menunggu hari esok " gumam Nuari sembari mengusap perut nya yang rata
__ADS_1
Meski ia sudah yakin dengan hasil test pack yang memberi nya dua garis biru,tetap saja ia ingin memastikan kembali hasil nya besok pagi.
...***...