
Silvi terus mengawasi gerak gerik Nuari meski ia tengah melayani pengunjung lain,lalu bibir nya tiba-tiba melengkung ke atas dengan sempurna ketika melihat Nuari beranjak menuju toilet.
"hahaha....yesss....rasain emang enak ,siapa suruh deket-deket mas Yoga " Silvi tertawa penuh kemenangan dalam hati nya
Sementara di dalam toilet
Nuari yang tengah buang air kecil di dalam bilik toilet terlihat biasa saja. Setelah selesai dengan urusan nya ia pun segera keluar dari bilik toilet dan berjalan menuju wastafel.
Ketika sedang mencuci tangan nya , tiba-tiba Silvi menghampiri. Tak ada kata apapun yang keluar dari bibir gadis itu,tujuan nya hanya untuk memastikan jika jebakan nya berhasil.
Nuari menyadari jika dari tadi Silvi yang berada di samping nya tengah memperhatikan nya,gadis itu menoleh dan tersenyum lalu bertanya
"hai Silvi , apa ada sesuatu di wajah ku ?" tanya Nuari seraya memperhatikan lagi wajah nya di cermin
"tidak ada "
"oh iya ,kita belum berkenalan dengan benar ya,karena tadi Yoga hanya memperkenalkan status ku,nama ku Nuari ,senang bisa bertemu dengan mu,teman nya Yoga berarti teman ku juga,semoga kita bisa menjadi teman yang baik " ujar Nuari seraya mengulurkan tangan nya
"hm...iya " mau tidak mau Silvi pun membalas uluran tangan nya , meski hati nya bertanya-tanya
"kenapa dia terlihat biasa saja,bukan kah seharusnya dia merasa mulas dan bolak-balik toilet" batin nya
"oh iya sudah sejak kapan kamu dan Yoga berteman?" tanya Nuari
"sejak masih sekolah ,kebetulan kami memang sangat dekat saat di sekolah" jawab Silvi dengan percaya diri
"oh gitu,memang nya selama di sekolah Yoga gimana orang nya?" tanya Nuari yang memang sangat penasaran dengan gadis di samping nya,meski d*da nya tiba-tiba sesak ketika Silvi mengatakan jika mereka sangat dekat sewaktu sekolah
"dia baik,perhatian dan selalu care sama aku, hampir setiap hari kita jalan sehabis pulang sekolah,kita juga sering bolos bareng hanya karena ingin pergi nonton " jawaban Silvi membuat kening Nuari berkerut dalam
"masa sih Yoga seperti itu ?" tanya Nuari tak percaya
"terserah jika kau tak percaya " sahut Silvi
Seorang perempuan tiba-tiba masuk dengan wajah panik dan terburu-buru menuju bilik toilet, membuat Nuari maupun Silvi melihat pada orang itu.
Tak beberapa lama kemudian perempuan itu pun keluar ,namun baru sampai di depan wastafel untuk mencuci tangan, tiba-tiba raut wajah nya kembali panik,ia pun dengan cepat kembali lagi ke dalam toilet.
Saat Nuari hendak keluar dari sana,si perempuan tadi pun kembali keluar namun baru satu langkah ia hendak meninggalkan toilet perempuan itu kembali masuk.
Nuari merasa kasihan melihat perempuan itu yang terus bolak-balik buang air besar,maka ketika perempuan itu sudah kembali keluar dari dalam toilet Nuari pun menghampiri nya.
"mbak kenapa ?" tanya nya
Wajah pucat ,dengan keringat yang sudah membanjiri wajah nya membuat Nuari semakin merasa iba.
"entah lah tiba-tiba saja perut ku sakit dan terus bolak-balik toilet,padahal tadi tidak apa-apa,tapi setelah saya makan sup iga perut ku tiba-tiba sakit " lirih nya , mendengar ucapan perempuan itu Silvi pun terkesiap
"hah....sup iga ...apa jangan-jangan sup iga nya tertukar ,pantas saja dia tidak menunjukan reaksi apa-apa" batin nya
"saya habis makan sup iga juga tapi tidak apa-apa kok, mungkin kondisi mbak nya yang sedang tidak fit,ini saya punya obat pereda mulas dan BAB berlebih semoga membantu,jika masih saja buang air besar terus mbak harus secepat nya ke dokter " tutur Nuari seraya memberikan sebuah kapsul obat diare yang selalu ia bawa di dalam tas nya
"mbak jangan khawatir ,saya ini dokter jadi mbak bisa percaya pada ku " ucap Nuari saat melihat gurat keraguan dari perempuan itu,ia tak mengatakan jika ia dokter hewan,karena jika ia mengatakan nya maka perempuan itu tak akan mau menerima obat itu
Profesi nya yang sebagai dokter meskipun dokter hewan membuat nya selalu membawa persediaan obat-obatan di dalam tas nya.Obat khusus manusia tentu nya.
"iya mbak terima kasih ,duh maaf saya mau ke dalam lagi "
"iya mbak,kalau begitu saya juga mau segera keluar,calon suami saya pasti sudah menunggu" tutur Nuari
__ADS_1
Perempuan itu pun segera masuk kembali ke toilet,sementara Nuari juga bergegas pergi dari sana setelah berbasa-basi pamitan pada Silvi.
"dia seorang dokter " batin Silvi melihat punggung Nuari yang semakin menjauh
Sungguh suatu keberuntungan buat Nuari, pasal nya makanan yang di buatkan untuk nya rupanya memang tertukar.
"maaf ya lama menunggu " ucap Nuari saat ia sudah menghampiri Yoga dan Bu Nur Aini
"hm...tak apa ,ya sudah yuk kita pulang " ajak Yoga
Mereka pun segera berjalan keluar dari restoran tersebut menuju taksi yang lagi-lagi sudah di pesan Yoga. Sebelum nya Yoga juga sudah membayar makanan mereka, meskipun restoran itu milik nya tapi ia tak mau berbuat sesuka hati.
Beberapa saat kemudian mereka pun sampai.
Di waktu yang sama di tempat lain
Suara musik dangdut menggema di seluruh pelosok desa,bahkan saking kencang nya suara musik tersebut,sampai terdengar ke desa sebelah.
Rupanya salah satu warga di desa itu tengah mengadakan acara resepsi pernikahan dengan mengadakan acara dangdutan yang di sewa dari desa tetangga. Acara itu pun sudah berlangsung dari siang hari.
Seorang pria dengan raut wajah malas tengah duduk di antara puluhan penonton lain di depan panggung,ia tak nyaman berada di sana,jika tidak karena keluarga nya sendiri yang mengadakan acara tersebut mungkin dari siang ia sudah tancap gas untuk kembali ke kota.
Hal yang paling ia tak sukai yaitu ketika melihat beberapa artis biduan yang mengenakan pakaian seksi tengah bernyanyi sambil meliuk-liukan tubuh nya menggoda para pria hidung belang.
"ck....Bu aku ke kembali ke kamar ya,ngantuk banget ini " alasan pria itu pada ibu nya yang duduk di samping nya
"kamu ini gimana sih acara nya baru saja dimulai,tunggu lah nanti nama kamu dipanggil kamu nya gak ada " sahut sang ibu
"mau ngapain nama aku dipanggil segala " tanya nya ,meski ia tahu maksud dari ibu nya itu
"ya untuk dimintai saweran lah,sudah lah duduk manis saja ,hargai sepupu mu yang sedang duduk di pelaminan tuh" tunjuk ibu nya dengan menggunakan dagu pada sepasang pria dan wanita yang tengah mengenakan pakaian pengantin
"kamu sih siang malah pergi entah kemana, jadi malam ini kamu harus berada di sini " ucap ibu nya merasa gemas
Ia terbangun karena mendengar suara adzan dari kejauhan,rupanya sudah masuk sholat ashar ,suara bising dari organ dangdut pun tak lagi terdengar,membuat pria itu memutuskan untuk pulang ke rumah orangtua nya.
Akan tetapi saat berjalan telinga nya tak sengaja mendengar suara seseorang yang tengah berbicara,setelah di selidiki rupanya seorang pria paruh baya tengah menelpon tak jauh dari tempat nya berdiri. Tak bermaksud untuk menguping pria itu pun memutuskan untuk pergi,namun obrolan pria tersebut malah mengusik naluri nya.
"pokok nya kamu tenang saja malam ini keponakan ku pasti akan bisa memuaskan mu(...............) hahaha....tentu saja keponakan ku itu masih virgin masih polos,kau pasti tak akan menyesal (.........) hahaha....baiklah asal kau tak bohong dengan uang yang kau janji kan itu (........) ok ,aku akan siapkan anak itu malam nanti "
"gila ,paman macam apa yang tega menjual keponakan nya sendiri,dasar biadab " batin nya geram
Ia segera memasang headset di telinga nya lalu melanjutkan jalan nya ketika pria itu melirik ke arah nya
"hey tunggu" seru nya
Namun pria itu tetap berjalan, berpura-pura tak mendengar nya ,sampai pundak nya terasa ada yang menyentuh hingga ia mau tak mau menghentikan langkah nya.
"maaf pak ,ada apa ya?" tanya nya menoleh pria paruh baya itu seraya melepas headset nya
Cukup lama orang itu menatap pria muda di depan nya.
"maaf pak ,kenapa ?" tanya nya lagi
"ah...tidak...tidak apa-apa ,maaf " pria paruh baya itu pun berlalu begitu saja
"seperti nya dia tak mendengar ucapan ku tadi " batin pria paruh baya tersebut
"huh ,dasar tua bangka tak punya hati "
__ADS_1
Pria itu mengerjap,lamunan nya buyar setelah ibunya menepuk lengan nya dengan keras
"Evan ....kamu tuh malah bengong tuh nama kamu sudah di panggil dari tadi " seru ibu nya
"hah ....enggak ah males ,ibu saja sana ini uang nya " tolak nya seraya merogoh segepok uang lembaran dengan nominal lima puluh ribuan
"yang bener saja aku harus nyawer sambil joget-joget kaya mereka , hiiiyy....gak ada dalam kamus ku " lirih nya dalam hati
"ya sudah biar ibu saja,tapi ini uang nya semua nya di kasih buat nyawer?" tanya ibu nya,terbesit rasa sayang ketika melihat nominal uang nya
"ya gak semua nya juga Bu,itu jumlah nya dua juta,kasih saja sebagian sisa nya buat ibu " sahut Evan
"hehehe....baiklah " ibu nya tersenyum girang lalu beranjak karena nama Evan terus saja di sebut-sebut oleh para biduan dangdut
Kedua netra nya memperhatikan sang ibu saat memberi kan uang saweran pada salah satu biduan,namun entah kenapa pandangan nya malah beralih pada salah satu biduan yang seperti tak nyaman, terlihat dari raut wajah nya ,apalagi ketika beberapa kali seorang pria yang selalu berusaha menyentuh bagian tubuh nya,biduan itu terlihat takut dan terus menepis tangan nakal para laki-laki hidung belang yang tengah berjoget bersama nya.
Setelah beberapa jam lama nya akhirnya organ dangdut pun selesai,semua penonton termasuk pengantin baru pun sudah tak terlihat. Evan yang hendak menuju rumah nya yang berada di samping rumah yang punya hajat pun mendadak menghentikan langkah nya ketika mendengar suara obrolan.
Evan mengendap-endap karena ia mengenali suara pria yang tengah berbicara.
Berada di balik tembok,Evan mengintip
"tak ada penolakan malam ini juga kamu harus melayani teman ku Barja ,dia sudah membayar mu mahal "
"enggak,aku gak mau "
"mau tidak mau ,suka tidak suka kamu harus melakukan apa yang ku katakan,ingat berkat ku kau bisa jadi seperti saat ini,jika bukan karena aku yang memungut mu waktu itu kamu sudah mati di makan binatang buas di hutan "
"tapi om ,aku tidak mau "
Evan merasa tidak tega terhadap gadis itu,ia pun merencanakan sesuatu agar dapat menolong gadis itu.
**
Sementara di tempat lain
Nuari yang baru akan terlelap di kejutkan dengan suara ramai di luar,ia dan Bu Nur Aini pun segera beranjak dari tempat tidur untuk melihat ke luar.
"ada apa Yoga,kenapa di luar banyak sekali orang-orang ?" tanya Bu Nur Aini ketika sudah sampai di ruang tamu
"tak tahu mah,ini aku juga mau coba lihat" sahut Yoga
"Yoga.....Bu Nur keluar kalian "seru orang-orang berteriak
ckleek'
"maaf bapak-bapak dan ibu-ibu,ini sebenarnya ada apa,kenapa kalian datang beramai-ramai ke sini?" tanya Yoga
"begini mas Yoga,mohon maaf sebelum nya,saya mendapat laporan dari salah satu warga katanya di rumah mas Yoga kedatangan tamu dari kota,berhubung tamu nya seorang gadis maka tak elok ketika seorang wanita dan pria berbeda status harus berada dalam satu atap mengingat kejadian yang sudah terjadi beberapa waktu belakangan kami tak ingin kecolongan lagi " tutur pak RT
"iya pak ,saya minta maaf ini murni kesalahan saya yang belum melaporkan kedatangan Nuari,bukan maksud menunda-nunda tapi saya tahu jika pak RT juga pak RW sedang tidak ada di rumah,karena kami juga baru sampai dari pusat kota sudah malam,jadi nya saya memutuskan untuk melaporkan nya besok pagi,sebab saya tak ingin dianggap tak sopan karena sudah mengganggu istirahat orang " tutur Bu Nur Aini sekaligus menyindir RT dan RW tersebut. Kedua tetua itu pun terdiam karena merasa tersindir
"lagipula kalian tenang saja,karena Nuari tidur bersama saya, mereka tidur terpisah ,saya berani jamin kedua nya aman" tambah Bu Nur Aini lagi
"aman kalau ibu Nur masih melek,kalau ibu Nur sudah tidur kan mana ada yang tahu kalau mereka diam-diam malah berduaan " celetuk salah satu warga
"lalu mau kalian apa ?" tanya Yoga sedikit terpancing emosi
"malam ini juga kalian harus di nikahkan "
__ADS_1
"APA......"
...*** ...