
Kondisi Dewi semakin membaik ,dan itu membuat semua nya merasa lega juga bersyukur. Jika kondisi besok semakin baik maka dokter pun mengizinkan nya pulang.
Malam semakin larut,tapi Nuari sama sekali tidak bisa tidur,ia nampak gelisah di tempat tidur nya, beberapa kali ia merubah posisi tidur nya,dari miring kiri,miring kanan,terlentang bahkan tengkurap.
Yoga yang merasakan pergerakan nya pun terbangun.
"kamu belum tidur?" tanya Yoga
"iya nih ,gak tahu kenapa aku gak bisa tidur " sahut Nuari lalu mengangkat tubuh nya jadi duduk bersandar pada sandaran tempat tidur
"kamu mau sesuatu?" tanya Yoga yang rupanya ia sangat peka
"hm....iya " sahut Nuari mengangguk pelan
"mau apa hem,ayo katakan ?" pinta Yoga
"tapi kan kamu nya lagi sakit " Nuari berkata lirih
"aku sudah sembuh kok,kan yang rawat aku dokter cantik idaman hati ku ,ayo mau apa ?"
"beneran kamu sudah sembuh,tapi gimana kalau nanti kamu kembali demam ?" tanya Nuari seraya menyentuh kening Yoga
"gak akan " sahut Yoga yakin
Nuari terdiam,ia ragu untuk mengatakan keinginan nya
"kok diam sih ,ayo bilang kamu mau apa?" tanya Yoga lagi
"a...aku ... aku mau makan seblak asli Bandung " jawab nya pelan
"seblak Bandung ?" tanya Yoga lagi ,Nuari mengangguk cepat
"ya sudah aku akan coba cari di online,siapa tahu ada yang jual " ucap Yoga yang langsung di sergah oleh Nuari
"gak mau ,aku mau nya makan langsung di Bandung " rengek nya seraya menunduk
Gluk'
Yoga menelan ludah
"kamu serius sayang mau ke Bandung malam-malam begini , memang nya kamu tahu yang jualan seblak nya ?"
"iya ,aku tahu tadi aku nonton di ytub ,nih aku bahkan mencatat alamat rumah makan nya ,di rumah makan itu segala macam makanan khas Sunda ada loh,aku mau ke sana,aku mau makan seblak ,dan beberapa makanan lain nya juga " tutur Nuari tanpa beban ,bahkan baru mengucapkan nya saja ia sudah berbinar-binar seraya mengusap bibir nya
"malam-malam begini apa masih buka,apalagi sekarang kan sudah hampir tengah malam,sampe Bandung jam berapa ?" gumam nya bingung
"kita berangkat besok saja kalau gitu,kan percuma juga kita pergi sekarang ,sampe sana warung makan nya pasti sudah tutup " ucap Nuari yang mengerti ke galauan suami nya itu,ia pun tentu tak ingin membebani Yoga apalagi kondisi nya yang masih sakit
"beneran gak apa-apa besok saja ?" tanya Yoga memastikan
"ehm...iya ,sekarang aku mau susu saja "
"kalau gitu aku buat kan dulu ya ,kamu tunggu di sini" Yoga pun beranjak menuju dapur untuk membuat kan susu hamil
__ADS_1
Beberapa saat kemudian Yoga sudah kembali dengan segelas susu hangat,Nuari segera menerima susu itu dan meminum nya sampai tandas.
"makasih sayang ,susu buatan mu memang selalu enak " ucap Nuari seraya tersenyum menatap Yoga
"sama-sama sayang,dan sekarang giliran aku yang mau susu ,haus banget rasanya "
"kenapa gak sekalian saja tadi buat di dapur, kalau gitu kamu tunggu lah ,aku akan buat kan ,tapi susu nya susu kental manis kan,atau mau susu hamil sama seperti ku ?" tanya Nuari terkekeh
"aku gak mau dua-duanya " jawab Yoga membuat Nuari mengernyit bingung
"loh ,terus kamu mau apa ,tadi katanya mau susu ?" tanya Nuari
"aku mau nya susu yang ini " tunjuk Yoga pada dua bukit kembar milik Nuari seraya memainkan kedua alis nya
"haiiisshh....kamu tuh ya, mainnya ini terus,gak bisa apa?"
"wooo ya jelas gak akan ada bosan nya lah,ini kan kesukaan aku " sahut Yoga tersenyum genit
"apalagi yang ini, favorit banget bikin nagih " tambah Yoga pada bagian sensitif Nuari
"akkhh ....Yoga kamu nakal ,...."jerit Nuari ketika Yoga tiba-tiba saja menyerangnya tanpa aba-aba
"tapi kamu suka kan?" tanya Yoga menatap lembut wajah cantik Nuari
"he'em " Nuari mengangguk, Yoga pun langsung melancarkan aksinya , tentu nya Yoga melakukan nya dengan sangat hati-hati
Di tempat lain ,Ayu dan dokter Satria baru saja pulang dari acara pesta,bibi art yang kebangun dan berada di dapur untuk minum pun mendengar deru mesin mobil ,ia meyakini majikan nya sudah pulang ,ia segera menuju pintu untuk membuka kan pintu.
"tadi kebangun dan mendengar suara mobil bapak datang " sahut bibi art
"oh gitu"
"ya sudah kalau gitu kunci lagi pintu nya bi,ayo sayang kamu harus segera istirahat ini sudah larut malam ,tak usah mandi ,cuci wajah dan cuci kaki saja " ucap dokter Satria yang tak ingin putri nya jatuh sakit karena mandi malam-malam
"iya ayah " sahut Ayu patuh ,ia pun berjalan menuju kamar nya ,di ikuti dokter Satria si belakang nya
Namun tiba-tiba saja kening dokter Satria mengerut ketika melihat satu foto dirinya yang bersama Ayu berpindah posisi.
"kenapa foto nya bisa bergeser ,apa bibi mindahin letak nya,perasaan tadi masih di sana " gumam nya pelan
Ia pun segera mengembalikan foto tersebut pada tempat nya semula.
Setelah itu ia pun pergi ke kamar nya
"s*al...rupanya mereka sudah bertemu ,tapi bagaimana cara nya mereka bertemu " gumam Jhony yang bersembunyi di belakang sofa
"tapi dimana Ayunia,kenapa dia tak terlihat bersama mereka " gumam nya lagi
Rupanya ia belum mengetahui jika Ayunia, wanita yang membuat nya membenci dokter Satria sudah tiada. Ia hanya melihat foto-foto nya saja yang terpajang ,itu pun merupakan foto lama.
Ketika memastikan situasi aman ,ia keluar dari persembunyian nya ,ia berjalan mengendap-endap menuju salah satu kamar.
"ini pasti kamar nya " gumam nya di depan pintu kamar
__ADS_1
Perlahan ia mencoba membuka nya,sebelum nya ia memastikan terlebih dahulu orang di dalam kamar itu sudah tertidur.
Setelah pintu terbuka sedikit ,ia mengintip ke dalam nya ,ia tersenyum melihat Ayu sudah terlelap.
Perlahan ia langkahkan kaki nya menghampiri Ayu,dengan sudut bibir terangkat ia menatap Ayu yang terlelap di balik selimut tebal nya.
"hahaha....tak dapat ibu nya ,anak nya pun jadi,kenapa aku gak kefikiran dari dulu ya" gumam nya dalam hati
"Ayu....kamu mirip sekali dengan ibu mu,cantik ,harum tubuh mu pun sama dengan ibu mu,menyesal aku pernah berusaha menjual mu,padahal aku sendiri bisa menikmati mu dengan leluasa saat itu,ah...bodoh nya aku " Jhony terus bermonolog dalam hati nya ,mata nya tanpa kedip memperhatikan Ayu yang tidur dengan damai nya
Jhony perlahan menyingkap kan anak rambut yang menutupi sebagian wajah Ayu, Ayu menggeliat pelan merasakan sentuhan kecil itu.
Semakin lama Jhony semakin mendekat kan wajah nya pada Ayu,tanpa di sangka-sangka Ayu tiba-tiba membuka mata nya,ia sangat terkejut melihat keberadaan Jhony di kamar nya.
Ia hendak berteriak namun dengan cepat Jhony membekap mulut nya.
Hmmmmmppphhh... .
Bahkan kedua tangan Ayu pun di pegangannya dengan erat menggunakan sebelah tangan nya.
"diam lah jangan berisik,atau kamu aka tahu sendiri akibat nya " ancam nya ,Ayu mengangguk cepat
"bagus ya ,aku di luar sana hidup tak tenang karena di kejar-kejar polisi ,tapi kamu hidup enak di sini,tak kehujanan tak kepanasan dan tak kelaparan,tidur pun di kasur yang empuk "ucap Jhony dengan nada kesal tertahan
"kamu mau bicara ?" tanya Jhony ,Ayu mengangguk, Jhony pun melepaskan telapak tangan yang menutupi mulut mungil nya
"om k..kenapa ada di sini?" tanya Ayu terbata
"tentu saja ingin mengambil apa yang jadi hak ku " sahut Jhony ,Ayu menatap bingung
"maksud om ?" tanya Ayu
Tak ada jawaban dari pria paruh baya itu,hanya seringai an yang nampak di wajah nya , Ayu bergidik ngeri melihat nya ,tanpa di jelaskan Ayu tahu apa arti dari tatapan om angkat nya itu.
"om jangan macam-macam ,aku ....aaakkkhh....."
Sementara itu Evan yang sudah berada di rumah sakit menunggui ayah nya , tiba-tiba terbangun,ia menyandarkan punggung pada sofa ,dan menghela nafas nya.
"kenapa aku tiba-tiba mimpi in Ayu" gumam nya
Ia lantas merogoh ponsel di saku celana nya.
"besok saja aku telpon dia,sekarang pasti dia sedang tidur " gumam nya lagi
"ah...kenapa aku jadi merindukan nya " tambah nya lagi ,Evan melirik pada ayah nya yang nampak tidur dengan lelap, sementara ibu nya juga tengah tidur di kasur lantai yang dibawa nya dari rumah ,ia lalu kembali membaringkan tubuh nya dengan seutas senyum di bibir nya
"ternyata tidak sulit untuk melupakan nya,kini aku malah merasakan hal yang lebih berdebar lagi ketika di dekat Ayu, Ayu....kamu sudah berhasil mengobati luka hati ku "batin nya
Evan pun mencoba untuk memejamkan mata nya ,namun semakin ia pejam kan bayangan wajah Ayu yang tersenyum semakin terbayang di benak nya,namun tiba-tiba saja ia tercenung dan meraba d*da nya.
"kenapa perasaan ku jadi tidak enak begini "
...***...
__ADS_1