Tuan Mudaku Adalah Jodohku

Tuan Mudaku Adalah Jodohku
Episode 102


__ADS_3

Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


Biar author tambah semangat lagi.


Selamat membaca 🙂


S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S


Clara segera keluar dari kantor dan menyusul suami nya yang Telah menunggu di parkiran dari tadi. .


Alena menatap Arka.


"Kamu kenapa liatin aku kaya gitu?" tanya Arka pada Alena.


"Aku sekarang bingung mau ngomong apa sama kamu, cuman sekarang aku lumayan lega akhirnya hubungan kamu dan Clara sudah jelas!" ucap Alena.


Arka tersenyum.


"Aku sekarang hanya Butuh jawaban dari kamu, kapan hubungan kita ini akan di jelaskan!" ucap Arka. Alena pun terdiam.


Tiba-tiba Widodo datang.


"Bapak! Kenapa tidak mengabari kalau mau ke sini?" tanya Arka.


"Tidak apa-apa!" ucap Widodo sambil melihat ke arah Alena.


"Silahkan duduk dulu pak, kenalin ini adalah Sekretaris saya," ucap Arka.


Alena pun memperkenalkan diri.


"Bapak sudah lihat kejadian tadi di TV, Bapak harap ini tidak jadi berdampak ke perusahaan kita!" ucap Widodo.


"Saya pastikan ini tidak berdampak ke perusahaan kita pak," ucap Arka menyakinkan Widodo.


"Baiklah kalau seperti itu. Malam ini saya akan segera kembali Makassar, saya rasa sudah cukup bertemu dengan kamu dan ayah mu, saya senang aku gituin bisa langsung datang ke sini!" ucap Widodo.


"Kenapa tidak besok saja pak?" tanya Arka basa-basi.


"kalau malam ini saya berangkat besok pagi sudah sampai, karena besok saja ada kerjaan juga!" ucap Widodo.


"Saya suka dengan cara kamu bekerja, dan saya juga sudah banyak dengar tentang kamu dari karyawan Serta Ayah mu, saya senang bisa bekerja sama dengan Pria muda yang cerdas seperti kamu!" ucap Widodo.


"Terimakasih banyak pak, saya juga senang Bapak Sudah mau jauh-jauh datang ke perusahaan kami ini!" ucap Arka.


Widodo pun tersenyum.


"Ya sudah kalau begitu Bapak pergi dulu yah, tadi Bapak sudah ijin kok pada Ayah mu," ucap Widodo.

__ADS_1


Arka dan Alena Mengantar kan Widodo keluar.


Widodo segera masuk ke dalam mobil nya dan pergi meninggalkan Alena dan Arka.


"Kita pulang saja yah!" ucap Alena.


"Seperti nya hari ini aku pulang ke rumah aku dulu yah, aku takut ayah mencari ku, dan ternyata aku di rumah kamu!" ucap Arka.


"Ya udah kalau gitu mas, aku pulang duluan yah!" ucap Alena masuk ke dalam mobil yang sudah ada Supir di dalam nya.


Ternyata Arka juga mengikuti nya masuk ke dalam mobil,


"Loh kamu ngapain Mas?" tanya Alena.


Arka meminta agar supir keluar terlebih dahulu.


Supir menuruti perintah bos nya itu. Alena menatap bingung pada Arka.


Arka mencium kening Alena.


"Maaf yah Sayang malam ini gak bisa ke Pulang sama kamu," ucap Arka lesu.


"Ya Ampun mas itu aja kok selebay ini sih, ya udah gak apa-apa kok," ucap Alena.


Arka tersenyum.


"Kalau sudah sampai di rumah kabarin aku!" ucap Arka.


Alena mengangguk sambil tersenyum.


Arka keluar dari mobil, Supir pun masuk ke dalam mobil dan menjalankan mobil menjauhi Perusahaan.


Arka pun begitu dia berniat segera pulang, namun saat di perjalanan paman Sam menghubungi nya meminta agar segera datang ke rumah Pak Wijaya.


Arka sudah tau kenapa dia di panggil Arka tidak banyak protes dia hanya menginyakan saja , Arka meminta supir nya agar ke rumah pak Wijaya.


Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di rumah pak Wijaya.


Arka masuk ke ruang tamu ternyata sudah ada Paman Sam, Aris, dan juga Ayah nya.


"Selamat sore!" sapa Arka.


"Sore! silahkan duduk!" ucap Paman sam menunjuk di samping nya.


"Mungkin Paman dan juga Ayah ingin membahas tayangan yang ada di televisi kan?" tanya Arka.


"Iyah! paman mau kamu menjelaskan ini semua pada ayah mu!" ucap Sam.

__ADS_1


"Tidak ada yang perlu di jelaskan lagi paman, Ayah sendiri yang bilang sama ku kalau semua keputusan ada di tangan ku!" ucap Arka.


"Hmm bukan itu maksud paman, kamu tau kan kalau keluarga Clara Sangat ingin kalian menikah!" ucap Sam.


"Itu bukan urusan kita lagi pamam, kita dengan mereka sudah putus hubungan, Cincin tunangan Sudah di pulang kan oleh Clara!" ucap Arka meletakkan cincin di atas meja.


"Jika Sekarang yang membuat hati ayah berat karena omongan dari keluarga Clara di abaikan saja, sekarang ayah harus fokus pada kesehatan Ayah!" ucap Arka Menatap sendu pada Ayah nya yang hanya diam.


Wijaya menatap melihat wajah Arka.


"Aku tidak salah dengar kan, Arka peduli pada kesehatan ku!" batin Wijaya.


"Arka tidak butuh waktu lama, aku juga harus segera pulang! semua nya sudah jelas kan, Cincin sudah di cabut, pertunangan Sudah batal, dan juga seluruh publik sudah tau, dan tidak mungkin orang tua Clara datang ke sini hanya sekedar menuntut itu!" ucap Arka dengan nada tegas.


"Baik lah paman mengerti, jika seperti itu keputusan kamu!" ucap Wijaya.


Mereka berbincang-bincang sedikit dan Arka pun mohon diri pulang karena Aris juga sudah pulang terlebih dahulu.


Tidak beberapa lama akhirnya Arka sampai di rumah nya.


tiba-tiba ketua pelayan datang memberikan salam.


"Selamat Sore Tuan muda, saya mau melapor jika ada satu perempuan yang datang dua kali mencari anda!" ucap ketua Pelayan itu.


"Perempuan? siapa dia?" tanya Arka.


"Saya juga kurang tau Tuan, dia Perempuan muda cantik dan kelihatan nya dari kalangan orang kaya!" ucap Pelayan.


"Kalau lain kali ada yang bertanya, tanya lah namanya dan Tanya apa niat nya datang ke sini!" ucap Arka.


"Kami sudah bertanya tuan, tapi nona itu tidak memberi tahu, dia perlu dengan tuan!" ucap Ketua Pelayan.


"Ya udah lain kali kalau ada perempuan itu lagi segera kabari saya!" ucap Arka. dan segera meninggalkan lantai bawah dan naik ke atas untuk masuk ke kamar nya.


"Tuan muda sudah sangat banyak berubah, sekarang dia sudah bisa berbicara dengan lembut dan tidak marah lagi!" ucap Ketua Pelayan itu.


Arka merendam tubuh nya di Bathtub kamar mandi nya.


"Satu masalah selesai, dan aku harap setelah ini tidak ada masalah lagi!" ucap Arka.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya, jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


Terimakasih 🙏***

__ADS_1


__ADS_2