Tuan Mudaku Adalah Jodohku

Tuan Mudaku Adalah Jodohku
Episode 76


__ADS_3

**Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.


selamat membaca 🙂.


S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S**


Alena pun segera ke arah dapur meninggalkan Arka dan juga Wijaya di ruang tamu.


Alena Sampai di dapur ternyata sudah sangat ramai dan ternyata kebetulan Pelayan mau masak.


"Non Alena mau ngapain?" tanya Pelayan dengan sopan.


"Mumpung saya lagi di sini, saya akan bantu Kalian masak!" ucap Alena.


"Tidak perlu Non, nanti tangan nona lecek dan baju nya bau dapur, mendingan nona bergabung lah dengan Bapak!" ucap Pelayan itu.


"Ah tidak perlu berlebihan seperti itu, saya sudah biasa masak dan pak Wijaya ingin saya yang memasak!" ucap Alena.


Mau tidak mau para pelayan pun mengijinkan nya, Alena yang memasak sementara para pelayan lain nya hanya membantu meracik bawang, sayur, cabe dan yang lain nya.


"Duduk lah nak!" suruh Wijaya pada Arka.


Arka pun menuruti nya.


"Ayah tau Kedatangan kamu ke sini ada tujuan tertentu dan itu tentu nya bukan ingin tau keadaan Ayah!" ucap Wijaya sambil tersenyum namun aslinya hati nya sangat sakit.


"Betul! dan juga aku tidak akan berlama-lama di sini," ucap Arka, Wijaya yang mendengar pun semakin Sakit hati namun dia mencoba biasa saja, dia sekarang sudah sangat menyesal telah mengabaikan Anak laki-laki nya itu dari Dulu.


"Kedatangan kami ke sini ingin menyampaikan kalau aku Besok pagi, akan mengumumkan pembatalan pernikahan Aku dan Clara!" ucap Arka.


Tiba-tiba Wijaya langsung menatap Arka.


"Bagaimana bisa nak, kamu harus memikirkan efek samping nya, banyak yang akan kecewa!" ucap Wijaya.


"Terutama Ayah? Karena tidak bisa bekerjasama dengan perusahaan Clara!" ucap Aris langsung.


Tiba-tiba Arka terdiam, dia sekarang sudah bingung mau ngomong apa, dua juga tidak habis Fikir atas keputusan anak nya itu.


"Bagaimana kalau kamu memikir kan terlebih dahulu keputusan kamu Arka! kamu juga harus memikirkan Perusahaan kita!" ucap Wijaya.


"Karena jika kamu mengumumkan pembatalan itu terang-terangan dan akan banyak gosib, tudingan dan pertanyaan di luar sana dan juga akan ada dampak nya ke perusahaan kita!" ucap Wijaya.


"Apa kamu sudah memikirkan sampai ke sana, tentunya kamu harus menjawab itu semua memperjelas semua ny!" ucap Wijaya.

__ADS_1


Arka terdiam karena sama sekali dia tidak berguna ke arah sana yang dia fikirkan adalah Pernikahan dia dan Clara batal dan ketahui oleh publik.


"Oke Ayah tau kamu bisa menjawab itu semua, apa kamu sudah memikirkan perusahaan kamu yang sedang naik dan juga Pabrik yang baru kamu bangun!" ucap Wijaya.


Arka Hanya bisa terdiam.


"Ayah ingin kamu terlebih dahulu berfikir sampai ke sana," ucap Wijaya.


"Jadi mau Ayah seperti apa?" tanya Arka.


"Bukan mau Ayah, tapi mau kamu apa! Mulai dari sekarang Ayah tidak akan campur tangan dengan kehidupan kamu, namun Ayah ingin, Perusaan semua usaha bisnis, bisa berjalan dan sukses di tangan kamu sebelum Ayah pergi!" ucap Wijaya.


Entah mengapa kata-kata itu sangat menusuk ke lubuk hati Arka.


Dia bingung apa yang di katakan ayah nya itu namun dia hanya bersifat biasa saja.


"Ayah ingin kamu mendapatkan yang terbaik, dan cari lah istri yang bisa seprekuensi dengan kamu!" ucap Wijaya.


Tiba-tiba Arka teringat pernikahan nya dengan Alena.


"Apa aku mengungkapkan sekarang aja yah, seperti nya Ayah tidak akan Marah dan tidak akan menolak hubungan kami!" Batin Arka.


Tidak beberapa lama Alena datang menjemput Arka dan Pak Wijaya ke ruang tamu agar makan siang.


Dengan sedikit berat hati Arka Pun untuk pertama kali memeluk Ayah nya itu di saat sudah dewasa Walau hanya membantu berjalan saja namun Wijaya Sudah Sangat senang.


Mereka makan siang bersama di atas meja besar dan milik Wijaya.


Wijaya terus saja memuji masakan dari Alena sehingga Alena tersipu malu.


Setelah makan siang selesai Arka mengajak Alena untuk pulang.


Alena pun mengiyakan karena melihat wajah Arka yang sedang tidak mood.


Dia terlebih dahulu Ijin dan pamit pada Wijaya sementara Arka sudah terlebih dahulu keluar.


"Saya pulang dulu yah Pak, bapak cepat lah sembuh!" ucap Alena. Wijaya pun tersenyum.


"Iyah nak, kalian hati-hati lah terimakasih banyak yah nak!" ucap Wijaya pada Alena.


Alena membalas dengan senyuman sambil menyalim tangan Wijaya.


Dia menyusul Aria ke arah mobil.


"Kamu gak pamit dulu sama Ayah kamu?" tanya Alena.

__ADS_1


"Tidak perlu! kamu segera lah naik! aku ngantuk! Aku mau tidur siang!" ucap Arka dengan nada datar.


Alena pun masuk ke dalam mobil Arka melajukan mobilnya ke arah Rumah Alena.


Setelah sampai di depan rumah Alena, Arka segera turun dan langsung masuk ke rumah.


Sementara Alena yang melihat Arka dari tadi pun bingung.


"Kenapa sih dia, tiba-tiba saja mood nya hilang dan jadi es seperti itu!" ucap Alena kesal.


Dia pun mengikuti Arka dia menyusul Arka ke kamar nya.


Dia melihat Arka yang sedang membuka sepatu dan Kemeja nya.


"Kamu mau kemana lagi? kamu ada tugas hari ini!" ucap Arka saat Alena Hendak keluar dari kamar nya.


Alena menoleh ke arah Arka.


"Kamu temanin aku tidur di sini!" ucap Arka.


"Gak mau, kalau kamu gak pakai baju!" ucap Alena.


Namun Arka terus saja membuka baju nya, Alena dengan cepat dia segera keluar dari kamar dan menonton di ruang tamu.


Akhirnya Alena pun hanyut di film yang ada TV sehingga dia tidak sadar jika Arka sudah berdiri di samping nya.


Arka langsung membaringkan tubuhnya di kursi panjang yang di duduki Alena dan membuat paha Alena jadi bantal.


Alena kaget dia mencoba melawan nya namun Arka Sangat kuat dan akhirnya Alena pun pasrah.


"Kamu ngapain sih mas, enak tidur di kamu malah datang ke sini, gak pakai baju pula tuh!" ucap Alena.


Namun Arka mengabaikan nya dia memilih untuk memejamkan mata nya dan memiringkan tubuhnya agar bisa memeluk Alena.


Alena Melihat sifat manja Arka pun tersenyum.


"Ternyata Mood kamu bisa cepat ganti-ganti yah!" ucap Alena.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya, jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


terimakasih 🙏***

__ADS_1


__ADS_2