Tuan Mudaku Adalah Jodohku

Tuan Mudaku Adalah Jodohku
Episode 18


__ADS_3

Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.


selamat membaca 🙂


Wijaya turun dari mobil nya dan melihat ke arah Alena.


"Ijinkan Saya kembali kerja dengan Tuan muda!" ucap Alena.


Seketika Wijaya Tersenyum dan mendekati Alena.


"Saya tidak tau apa yang membuat kamu berubah fikiran, tapi ini adalah kebahagiaan buat Saya, Terimakasih!" ucap Wijaya.


Alena pun tersenyum.


Arka yang ikut turun dia pun tersenyum dan bahagia di hati nya namun dia memasang wajah datar saja.


"Baik lah kalau begitu Arka di sini saja menemani kamu dan segera lah berobat ke dokter, supir Arka akan menjemput Kalian!" ucap Wijaya Alena pun mengangguk saja. .


Wijaya pun pulang dengan supir nya, sementara Arka tinggal bersama Alena.


Arka dan Alena hanya diam saja, Alena ijin pada Arka untuk ke kamar nya menunggu kedatangan supir nya.


Arka Hanya mengangguk saja.


Setelah di kamar Alena menelpon balik orang tua nya dan menanyakan kabar nenek dan keluarga nya di kampung.


Kesehatan nenek semakin membaik dan ibu ayah Serta adik-adik nya sehat-sehat saja.


Alena pun senang mendengar itu.


Dia merubah fikiran untuk kerja lagi adalah karena keluarga nya, dia berjanji kepada diri nya sendiri untuk mengangkat derajat orang tua nya sukses di perantauan kuliah selesai dan juga dia pikir-pikir uang seratus juta tidak akan mudah dia bayar.


Tidak beberapa lama akhirnya supir Arka datang mereka langsung berangkat ke rumah Tuan muda nya itu.


Awalnya Arka mengajak Alena ke dokter Namum dia tidak mau karena merasa badannya sudah lebih sehat.


Akhirnya mereka pun sampai semua para pelayan dan juga security bingung melihat Arka yang datang membawa Alena gadis cantik, Baik, dan imut itu.


"Non Alena datang lagi?" tanya salah satu pelayan, Alena pun tersenyum.


Arka pun langsung ijin ke pada Alena untuk kembali ke kantor.


"Saya ke kantor lagi! kamu istirahat lah, besok pagi kamu tidak ada jadwal kuliah! jadi kamu harus segera ke kantor!" ucap Arka dengan nada datar.


"Baik Tuan!" ucap Alena sambil tersenyum menunduk kan kepala nya.

__ADS_1


Arka berangkat.


"Ya Allah Non Alena, Alhamdulillah non baik-baik saja kami sangat khawatir, kami dengar dari Paman Sam non Alena sakit!" ucap Pelayan.


.


"Aduh bik, Bibi lebay banget sih, Alena hanya sakit biasa saja, ini udah mulai sehat kok," ucap Alena.


"Kami minta maaf yah, Waktu tuan muda kasarin non Alena kami gak bisa apa-apa," ucap Pelayan lagi.


"Alena ngerti kok bik, ya udah Alena istirahat dulu yah, Masih lemas;" ucap Alena para pelayan itu pun membantu Alena membawa barang-barang nya dan mengantarkan ke kamar.


Mereka sangat perhatian pada Alena bahkan mereka menawarkan pijitin pada Alena sih menolak namun para pelayan tidak mau di tolak.


Hari pun semakin malam, Alena turun untuk memastikan jika Tuan muda nya sudah pulang kerja.


Jam sudah menunjukkan pukul delapan malam, namun Arka tak juga pulang, Alena bertanya pada security namun Arka belum ada pulang.


Tiba-tiba Alena teringat kejadian dua hari yang lalu, dia sangat takut jika itu terjadi lagi.


Namun dia sudah berjanji apa yang terjadi dia akan sabar pada sifat Arka.


Sudah satu dua jam Alena duduk di ruang tamu sambil nonton TV, Namun Tuan muda nya tak kunjung pulang.


Jarum jam sudah hampir di angka sebelas, Tiba-tiba ada suara klakson mobil di depan, Alena langsung mengintip dari Jendela ternyata itu adalah Tuan nya.


Jantung Alena sudah berdetak kencang, dia sangat takut.


Namun ini adalah tugas nya menunggu Tuan muda nya itu pulang.


Arka membuka pintu rumah, Alena langsung terdiam mematung.


"Kamu ngapain di situ? udah malam kenapa tidak tidur? kamu masih kurang enak badan!" ucap Arka sambil melonggarkan dasi nya.


Semua para pelayan terdiam bengong.


sama seperti Alena dia semakin bengong melihat Arka.


"Hey! kamu dengar gak?" tanya Arka menjentikkan jari nya di wajah Alena membuat Alena tersadar dari lamunannya.


"Eh Iyah Tuan! Tuan dari mana? kok baru pulang ini sudah sangat larut!" ucap Alena.


"Justru saya yang nanya sama kamu, kenapa belum tidur, ini sudah malam, kamu kurang enak badan," ucap Arka memberikan tas kerja nya pada Alena.


"Menunggu tuan pulang! tuan dari mana?" tanya Alena.


"Saya ada kerjaan di kantor yang harus di selesaikan, laporan yang satu hari tidak ada yang menyelesaikan nya, saya harus menyelesaikan nya!" ucap Arka.

__ADS_1


"Itu kan Kerjaan saya Tuan, kenapa Tuan yang selesai kan," ucap Alena.


Arka pun terdiam.


Dia melewati Alena Begitu saja, Namun tiba-tiba raut wajah Alena berubah ketika mencium aroma badan Arka.


"Bau minuman! aku yakin dia minun lagi!" Batin Alena.


"Tolong siap kan saya air mandi!" ucap Arka.


Alena pun tampa banyak protes dia segera terlebih dahulu masuk ke kamar Arka dan mengisi Air di Bathtub.


"Saya tau kamu pasti mencium aroma bau minuman kan?" tanya Arka setelah Alena keluar dari kamar mandi.


Alena pun melihat kearah Arka.


"Tuan minum lagi?" tanya Alena.


"Iyahh! tapi tidak banyak, saya hanya minum dua gelas saja, sedikit pusing sih Tapi masih bisa mengontrol diri!" ucap Arka.


"Saya pamit keluar tuan!" ucap alena langsung ketika melihat Arka bersifat beda.


Arka Tersenyum ketika Alena keluar.


dia sengaja minum di kantor di temani oleh Aris walau dia tidak minum.


Karena kalau dia ketempat biasa, dia tidak akan bisa mengontrol dirinya, itu sudah jadi kebiasaan nya untuk minum tiap malam, jadi sangat sulit untuk di rubah nya.


Namun ketika melihat air mata Alena keluar itu terus teringat oleh nya, karena baru itu perempuan menangis karena dirinya.


Dia pun hanya minum sedikit saja di kantor.


Arka segera mandi.


Setelah selesai mandi perut nya terasa lapar.


dia keluar dari kamar nya, dia melihat ke arah pintu kamar Alena yang tertutup.


Dia ingin makan tapi sangat tidak berselera jika dia makana sendiri, Namum ingin membangun kan Alena dia berfikir jika ini sudah malam, tentu Alena sudah tidur.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya, jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya,


Like, komen dan vote sebanyak-banyak yah.


Terimakasih 🙏***

__ADS_1


__ADS_2