
Arka melihat ke Alena.
Alena mendekati Tia.
"Berdiri lah Tia! Malu kalau ada yang lihat!" ucap Alena.
Tia Berdiri dia melihat Alena.
"Alena! Aku minta maaf aku tahu aku salah, aku minta maaf!" ucap Tia.
"Sudah tidak perlu menangis! Aku paham kok, udah duduk ngomong baik-baik!" ucap Alena.
"Sudah mas kamu tidak perlu marah pada Tia, justru kalau bukan karena Tia yang memberi kan surat itu mungkin Ayah dan juga yang lain nya tidak akan tau dan entah sampai kapan kita menyembunyikan hubungan itu!" ucap Alena.
"Tapi bukan seperti itu caranya! Tia hanya mementingkan diri nya sendiri tanpa menghargai privasi orang lain!" ucap Arka.
"Sudah jangan di bahas lagi, Tia juga sudah minta maaf kan, Lagian sekarang kita sudah bersama dan bahagia!" ucap Alena.
Arka pun menghela nafas panjang dia hanya bisa diam karena yang di katakan Alena ada benar juga.
"Aku minta maaf Kak, aku menyesali nya!" ucap Tia.
Arka menoleh kearah Alena, Istri nya itu pun tersenyum.
"Ya udah saya Maaf kan, lain kamu tidak boleh mengulangi seperti itu lagi!" ucap Arka.
Tia mengucapkan terimakasih dia memeluk Alena karena merasa bahagia mendapatkan maaf dari Arka.
"Ngomong-ngomong Kamu kenapa beberapa hari ini sering datang ke kantor?" tanya Arka.
Alena pun Heran ternyata Arka Sudah tau Tia sering datang ke kantor namun dia tidak memberi Tahu Alena sama sekali.
"Aku mendaftar kerja di sana kak, aku sudah hampir Tiga bulan di Jakarta awal nya aku bekerja di Cafe namun aku di pecat karena tidak sengaja membuat kesalahan!" ucap Tia.
"Kenapa kamu meninggalkan pekerjaan kamu Sebelum nya!" tanya Arka.
Tia menceritakan semua nya kalau di Tempat dia bekerja biasa nya jadi bidan sudah tutup karena Intan masuk penjara .
Di saat itu Tia memutuskan untuk ke Jakarta namun orang tua nya mau menitip kan surat nikah sirih Arka dan Alena namun tidak ada lagi.
Karena di simpan di kantor kepala desa, dan si sana ada Cctv ketahuan akhirnya bahwa Tia yang mengambil nya.
Ayah dan ibu nya Marah besar karena Tia merasa tidak ada yang membela akhirnya dia berangkat ke Jakarta Tampa sepengetahuan orang tua nya.
Begitu lah kira-kira cerita nya, Tia menceritakan semua nya, setelah itu Tia pun pamit untuk pergi tinggal lah Arka dan Alena mereka berbicara mereka terlihat sangat bahagia Arka memeluk Alena.
__ADS_1
"Anak Papah kok bisa di sini sama Mamah?" tanya Arka sambil mengelus perut Alena.
"Tadi nya aku nganterin makan siang mas, tapi di kantor tidak ada kamu, dan mas Daniel bilang kamu ada janji dengan seseorang di cafe ini!" ucap Alena.
Setelah itu mereka pun pergi dari cafe itu tidak lupa Arka mengucap kan terima kasih pada menejer cafe.
Hari sudah jam Enam sore Aris, Daniel dan juga Rico masih sibuk di kantor dengan laptop di hadapan masing-masing.
"Eh Bro! Lo kenapa diam aja dari tadi?" tanya Daniel pada Rico karena dia terlihat sedang memikirkan sesuatu.
"Tidak apa-apa! Kalau begitu aku pulang duluan yah, semua nya sudah selesai kan, Kalian juga pulang lah;" ucap Rico dan segera pergi.
Setelah keluar Rico masuk ke dalam mobil nya dan singgah Kesebuah Cafe untuk menghilangkan penat nya.
Namun dia melihat Tia sedang duduk sendiri di sana itu adalah kesempatan untuk Rico.
Sementara Daniel dan juga Aris langsung berangkat ke rumah sakit.
Tidak lupa mereka membeli buah-buahan untuk di bawa ke wanita nya masing-masing.
"Assalamualaikum!" sapa Aris.
"Walaikumsalam!" Jawab Aisyah dia duduk karena Aris datang.
Aris menatap Aisyah yang Jauh lebih baik.
"Nih Buah buat kamu, biar cepat sembuh!" ucap Aris.
Aisyah tersenyum.
Sementara Daniel masuk ke ruangan Sarah dia tidak ada di sana.
"Sarah! Sarah!" panggil Daniel namun tidak ada yang menyaut sama sekali.
Daniel Menanyakan pada suster Namun mereka juga tidak tau, Daniel berfikir kalau Sarah Sudah pulang dan terlihat bingung dan panik dia masuk ke dalam untuk mengambil handphone nya.
Namun dia tiba-tiba terdiam ketika melihat Sarah yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Kakak sudah datang?" tanya Sarah.
Daniel diam saja dia Membantu Sarah ke arah tempat tidur.
"Nih buat kamu!" ucap Daniel pada Sarah.
Sarah mengambil nya dan mengucap kan terima kasih.
__ADS_1
"Sebenarnya Kakak tidak perlu repot-repot datang ke sini Habis dari kantor, Sarah bisa kok sendiri!" ucap Sarah.
"Kamu Marah karena jam segini kakak baru bisa ke sini? tadi di kantor banyak yang harus di selesaikan, kakak minta maaf!" ucap Daniel.
Sarah diam, Daniel pun diam dia tidak lagi berani berkata-kata karena dia tidak ingin memperkeruh masalah.
Di kamar Aisyah dia melihat ke arah Aris yang melaksanakan sholat Maghrib.
setelah selesai dia duduk di sofa Tampa berbicara dia membuka laptop nya menghilangkan rasa canggung karena di ruangan itu sangat sepi.
"Kak!" Panggil Aisyah sambil duduk..
Aris menoleh ke arah Aisyah.
"Tadi Ibu dan ayah datang, dan juga paman sam datang!" ucap Aisyah.
Aris terdiam dia sudah tau apa yang di bahas oleh mereka tentu nya mereka akan sangat Marah pada Nya telah berbuat jahat pada Aisyah.
"Maaf kan kakak! Tapi setelah kamu keluar dari rumah sakit Kakak tidak akan ganggu kamu lagi! Kakak minta maaf!" ucap Aris sambil menunduk kan Kepalanya.
Aisyah terdiam dia ingin menyampaikan sesuatu tentang pembicaraan nya dengan orang tua nya namun tidak jadi, dia juga ingin berbicara dan menanyakan langsung kemauan Aris.
Karena bagi nya sendiri, dia masih yakin dengan hati nya kalau dia ingin bersama Aris, Entah apa dia sangat yakin dan orang tua nya sekarang sudah menyetujui nya apa pun keputusan Aisyah, Hubungan dengan ayah nya juga sudah membaik semua karena keajaiban dan kesabaran yang selama ini Aisyah lakukan.
"Kakak Pamit keluar sebentar yah!" ucap Aris untuk mencari udara dingin keluar.
"Kak!" Panggil Aisyah.
Aris berhenti saat hendak membuka pintu.
"Aisyah minta maaf karena sudah membuat keputusan yang sangat tidak masuk akal dan membuat semuanya seperti ini!" ucap Aisyah.
Ayo dong kepoin cerita Author yang baru.
"Majikan Yang Kejam!"
Mampir yah
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
__ADS_1
Terimakasih 🙏***