Tuan Mudaku Adalah Jodohku

Tuan Mudaku Adalah Jodohku
Episode 175


__ADS_3

Sarah tersenyum ketika Tari mencium punggung tangan nya karena yang dia tau dari Alena mau pun dari Daniel Adik nya itu mempunyai sifat egois namun sekarang lah jauh dari kata itu.


"Pinggang kamu masih sakit?" tanya Daniel saat Sarah duduk di samping nya.


"Lumayan! Bentar lagi juga ilang kok." ucap Sarah.


"Bu tolong pijitin Pinggang Sarah! Seperti nya karena kelamaan duduk di bus pinggang nya sedikit pegal!" ucap Daniel pada Dewi ibu Alena.


"Gak perlu Kak, udah mendingan kok!" tolak Sarah tidak enak karena merepotkan Dewi.


"Gak apa-apa Sarah! Kebetulan ibu juga lumayan pandai memijit," ucap Dewi.


"Iyah mbak, mumpung lagi di perhatikan sama mas Daniel jangan di Tolak loh!" ucap Tari.


Akhirnya Sarah pun mau.


Sarah di pijit di kamar Tari.


Malam ini Daniel dan Sarah di minta oleh Faisal tidur di sini Begitu juga dengan tari dia masih sangat Rindu dengan Saudara nya itu.


Tari dan Daniel sangat asik bercerita-Cerita.


Tidak beberapa lama akhirnya Sarah Sudah selesai di pijit.


"Malam ini Sarah tidur dengan kamu di kamar kamu yah, Daniel tidur di luar sama om Faisal!" ucap Dewi.


"Iyah Buk!" ucap Tari.


Dewi membawa anak-anak ke kamar untuk segera istirahat sementara Faisal sudah tidur di kasur santai yang sudah di buat Tari di ruang tamu.


Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam Tari Ijin tidur sementara Daniel mengambil whudu dan segera sholat isya.


Di kamar Ternyata Sarah belum tidur dia sedang menelpon dengan Ibu nya.


Entah apa yang di bicarakan mereka namun terlihat serius bahkan setelah Sarah Melihat Tari datang dia segera mematikan handphone memasang wajah tersenyum namun terlihat jelas jika dia sedih.


"Belum tidur mbak?" tanya Tari sambil melepaskan jilbabnya.


"Belum!" jawab Sarah.


"Di sini panas yah mbak?" tanya Tari karena hanya ada kipas satu di kamar nya.


"Lumayan, tapi gak apa-apa lah namanya juga di desa!" ucap Sarah.


"Seperti nya baju mbak panas yah, ya udah Pakai daster Aku aja!" ucap Tari sambil memberikan daster warna kuning pada Sarah.


Sarah menerima nya dan segera memakai nya.


Tari pun segera tidur sementara Sarah tidak bisa tidur.


Dia kefikiran Ibu nya yang meminta dia pulang karena ada salah satu Om-om simpanan Sarah yang komplain karena Sarah tidak melayani dan malah mengabaikan nya sementara uang sudah di terima oleh Sarah.


Ibu nya pun marah-marah pada Sarah, karena laki-laki itu adalah teman dekat ibu nya.

__ADS_1


Yang Sarah pikirkam adalah kata-kata Daniel yang meminta nya untuk meninggalkan pekerjaan itu, namun di saat seperti ini dia harus apa.


Akhirnya dia memutuskan untuk mengembalikan uang Pria itu namun pria itu menolak dia tetap ingin di layani dan bertemu dengan Sarah.


Sarah bingung dan pikiran nya kacau, dia keluar dari kamar.


dan ternyata Daniel dan Faisal sudah tidur, Sarah keluar mencari udara dingin agar pikiran nya berkurang.


"Kenapa belum tidur?" tanya Daniel yang berdiri di pintu.


Sarah Sangat Terkejut.


Dia melihat ke arah Daniel.


"Aku belum ngantuk kak, kakak tidur lah, seharian Kakak sudah capek!" ucap Sarah.


"Di luar dingin, Masuk lah!" ucap Daniel.


"Sarah mau di sini dulu kak, di dalam panas!" ucap Sarah membuat alasan.


Daniel mendekati Sarah dan berdiri di samping nya sambil melihat ke arah langit.


"Kalau kamu ada masalah kamu bisa cerita sama Kakak!" ucap Daniel.


"Enggak kok kak, aku lagi gak ada masalah!" ucap Sarah berbohong.


"Wajah dan mata kamu gak bisa bohong, raut wajah kamu sangat berbeda, aku yakin kamu sedang memikirkan sesuatu!" ucap Daniel.


"Huff!" ucap Sarah dia Menghela nafas panjang dia bersandar ke dinding.


Daniel belum ada mengeluarkan kata-kata dia hanya mendengar kan Sarah yang bercerita.


"Kamu mau nya bagaimana?" tanya Daniel setelah Sarah selesai cerita.


Sarah melihat ke arah wajah Daniel.


"Aku bingung kak, jujur saja sekarang aku seperti orang yang paling bodoh untuk menentukan hidup ku!" ucap Sarah.


Namun tiba-tiba Dewi datang.


"Loh kok belum pada tidur sih, ini sudah sangat malam!" ucap Dewi.


"Iyah Bu, sebentar lagi!" ucap Daniel.


"Kamu jangan biarin Sarah di luar malam-malam seperti ini bisa-bisa dia masuk angin, Nanti Pinggang nya gak sembuh-sembuh!" ucap Dewi.


Akhirnya mereka masuk, dengan pembahasan yang sangat gantung mereka masuk dengan wajah lesu.


Keesokan harinya Alena bangun dan melihat Arka yang masih tidur di samping nya.


Dan tangan Arka yang tidak bisa lepas dari perut Alena, namun Tiba-tiba Handphone Arka Berdering tanda ada notifikasi masuk.


"Pagi-pagi seperti ini siapa sih yang sibuk ngirim chat sama mas Arka!" Batin Alena perlahan dia mengambil handphone Arka yang di atas nakas.

__ADS_1


Alena curiga kalau itu dari Ajeng.


"Hmm awas aja yah kalau sempat ketahuan kamu selingkuh lagi!" Batin Alena Menatap wajah polos Arka yang sedang tertidur.


Alena membuka Handphone Arka dan ternyata yang ngirim chat adalah teman bisnis Arka.


"Hayo lagi lihat apa?" tanya Arka yang dari tadi pura-pura tidur.


Alena langsung meletakkan Handphone Arka.


"Gak ada!" Jawab Alena dan kembali berbaring.


Arka tersenyum melihat wajah Alena yang cemberut.


"Aku akan berusaha untuk jadi terbaik untuk kamu sayang!" batin Arka sambil mengelus rambut Alena.


"Ngapain lihat-lihatan aku kaya gitu, tuh ada teman kamu yang chat!" ucap Alena dengan Sewot nya.


Arka memeriksa handphone nya dan ternyata teman nya itu Mengajak untuk makan malam di luar hari ini.


"Sayang!" Panggil Arka.


"Hmm!" jawab Alena.


"Lihat aku Dong, aku mau ngomong!" ucap Arka karena Alena membelakangi nya.


"Ada apa?" tanya Alena dengan wajah judes nya.


"kamu kenapa sih ngambek Mulu, entar anak kita jadi tukang ngambek Mulu loh!" ucap Arka.


Alena diam.


"Aku lapar!" ucap Alena sambil memasang wajah kasihan.


Arka tersenyum dia pun mencubit hidung Alena.


"Kamu mau Makan apa?" tanya Arka.


"Aku mau makan kerang hijau!" ucap Alena.


Arka terdiam karena tumben-tumbenan Alena minta yang aneh-aneh.


"Itu sangat susah di cari sayang! Yang lain yah!" ucap Arka.


"Gak mau! aku tetap mau kerang!" ucap Alena.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya, jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


Biar author tambah semangat lagi.

__ADS_1


Terimakasih 🙏***


__ADS_2