Tuan Mudaku Adalah Jodohku

Tuan Mudaku Adalah Jodohku
Episode 134


__ADS_3

like, komen dan vote sebanyak-banyak.


Biar author tambah semangat lagi.


Selamat membaca 🙂


Arka dan Alena Sangat lah menikmati sore yang indah itu.


"Kamu sudah siap kan?" tanya Arka dengan lembut sambil mengelus pipi Alena.


Alena tersenyum, karena mau sampai kapan dia akan menolak suami nya sendiri walaupun dia takut karena kebanyakan dia mengetahui di malam pertama itu sangat sakit.


Arka tersenyum perlahan dia membuka kaki Alena agar lebih mudah untuk nya, dia tersenyum melihat keindahan di sana, ternyata punya Alena sudah basah.


Arka pun mulai menyentuh ******** Alena dengan milik nya yang dari tadi sudah berdiri tegak.


Dia sudah berontak ingin di masuk kan ke goa nya.


Perlahan Arka memasuk kan nya ke milik Alena, sedikit susah karena Alena masih perawan namun walau sedikit sulit Arka dengan perlahan terus mencoba nya sementara dia sengaja menutup mulut Alena dengan bibir nya agar Alena tidak merasakan sakit.


Dan akhirnya milik Arka berhasil masuk ke milik Alena.


Alena sedikit menjerit namun Arka pandai mengalihkan Alena agar fokus pada ciuman Arka dan Dia pun mendiamkan milik nya di dalam milik Alena.


Alena Sudah sedikit Rileks, Arka Mulai memainkan milik nya di dalam goa nya, walau sakit Alena Sangat menikmati nya sehingga mereka berdua sama-sama orgasme.


Arka mengelus kepala Alena yang sedikit keringat, dia tersenyum.


"Terimakasih sudah mau menjaga mahkota mu untuk ku!" ucap Arka, Alena hanya tersenyum.


Arka pun melanjutkan aksi nya lagi, mereka berdua sangat bergairah bahkan sekarang mereka berganti posisi.


Suara desahan Alena sangat lah merdu di telinga Arka sehingga dia sangat bergairah sekali.


Jam sudah menunjukkan pukul Delapan malam, Arka dan Alena Sudah Sangat kelelahan, sehingga mereka berdua tidur sambil berpelukan.


Arka tidak berhenti mencium kening Alena, sementara Alena Sudah Sangat lemas sehingga dia tidak ada protes.


Namun tiba-tiba pintu kamar ada yang mengetuk.


"Huff, siapa sih yang ganggu malam-malam!" Batin Arka kesal.


Dia melihat jam yang ada di handphone nya dan beranjak dari kasur untuk mengambil handuk.


Arka sudah membalut tubuh nya dengan handuk dia berjalan ke arah pintu dan membukanya.


"Tuan muda sudah di tunggu oleh pak Wijaya di meja makan!" ucap Pelayan yang di balik pintu.

__ADS_1


"Baik lah!" ucap Arka dan menutup pintu lagi.


Arka segera memakai baju meninggalkan Alena yang tertidur pulas di tutupi oleh selimut.


Arka turun dan Melihat ternyata pak Wijaya dengan yang lain nya sudah berkumpul di meja makan namun di sana tidak ada kelihatan Elsa dan suaminya.


"Eh Alena mana?" tanya Dewi.


"Hmm itu Buk, dia sedang tidur nanti saja saya minta Pelayan mengantarkan makanan untuk dia!" ucap Arka.


"Kok cepat banget tidur nya!" ucap Dewi.


"Mungkin dia kelelahan Habis dari luar tadi!" ucap Arka.


"Emangnya kalian dari tadi Kemana? bahkan sekarang Elsa dan suaminya tidak ada pulang bahkan di hubungi saja tidak di jawab!" ucap Faisal.


Sebenarnya Arka sih bodoh amat yah sama keluarga Daniel, ingin dia menyampaikan mereka dari mana namu kalau di cerita kan pasti mereka semakin banyak tanya.


"Kalau masalah Bibi Elsa, Saya tidak tau Pak!" ucap Arka bohong pada mertua laki-laki nya itu.


"Hmm ya sudah nanti juga mereka akan pulang, kita makan saja dulu!" ucap Wijaya.


Setelah selesai makan ternyata Elsa dan suaminya baru saja pulang.


"Kamu dari mana saja Elsa?" tanya Faisal.


"Apa kalian tidak mau Makan terlebih dahulu?" tanya Wijaya.


"Kami sudah makan Malam di luar tadi pak, Terimakasih yah! Saya ijin untuk istirahat yah pak!" ucap Elsa tiba-tiba jadi sangat sopan bicara dengan Wijaya.


Mereka bingung karena raut wajah Elsa Sangat beda namun mereka tidak ingin banyak tanya.


Mereka sebentar berbincang-bincang dan Arka mohon Ijin untuk kembali ke kamar nya.


Dia kembali ke kamar nya dan melihat Alena yang masih tidur.


"Hmm, seperti nya dia sangat kelelahan! Maafkan aku yah sayang aku terlalu bersemangat dan bergairah!" ucap Arka tersenyum ketika Mengingat permainan nya tadi.


Arka duduk di dekat Alena yang tidur dan membuka laptop nya, sambil memeriksa laporan-laporan Kantor nya.


Namun Alena terbangun dan melihat Arka yang duduk Dekat nya. Arka Melihat ke arah Alena sambil tersenyum.


"Eh kamu udah bangun?" tanya Arka sambil mengelus kepala Alena.


"Ini jam berapa mas?" tanya Alena dengan suara serak nya.


"Ini sudah jam setengah sepuluh Sayang! Kenapa?" tanya Arka.

__ADS_1


"Apa! Jam setengah sepuluh, aku tidur jam berapa?" tanya Alena karena dia Fikir ini sudah pagi.


"kamu belum lama kok tidur nya!" ucap Arka.


Alena pun ingin duduk namun tiba-tiba dia menjerit kesakitan dia menggenggam erat baju Arka.


Arka kaget dan dia sangat panik.


"Ada apa sayang?" tanya Arka.


"Sakit mas! Sakit banget!" keluh Alena.


"Sakit kenapa? Apa nya yang sakit?" tanya Arka.


"Itu aku sakit banget mas, bahkan di gerak kan sedikit saja sangat sakit, kenapa yah mas, apa aku mempunyai penyakit!" ucap Alena.


Arka tersenyum.


"Gak apa-apa, itu akan cepat sembuh!" ucap Arka.


"Aku mau periksa ke rumah sakit mas, aku takut kalau terjadi apa-apa!" ucap Alena.


"Hmm Mendingan gak usah deh, nanti juga sembuh sendiri kok!" ucap Arka.


"Ih kamu gimana sih mas, ini sangat sakit bahkan untuk menggerakkan nya saja aku sangat takut!" ucap Alena.


"Kamu baca saja penjelasan malam pertama!" ucap Arka, Alena langsung membuka google.


Seketika dia terdiam.


"Udah! kamu gak usah khawatir! Itu sudah hal Biasa!" ucap Arka.


"Ini yang aku takutin mas, ini semua gara-gara kamu, aku jadi gak bisa ngapa-ngapain!" ucap Alena kesal sambil memukul-mukul Arka.


"Auh!" jerit Arka sehingga Alena mengehentikan pukulan nya


"Maaf mas! Tapi kalau aku udah kaya gini aku gak akan bisa jalan lagi!" ucap Alena.


"Ih kamu gimana sih, besok pagi mungkin sudah bisa jalan, itu hanya sakit sebentar saja, kalau sering di pakai dia Akan lebih cepat sembuh!" ucap Arka.


"Kalau begitu kamu harus melakukan nya lagi mas, nanti kalau Ibu dan Ayah atau pak Wijaya tanya aku kok gak keluar bisa-bisa Mereka curiga!" ucap Alena.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah lupa bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.

__ADS_1


Terimakasih 🙏***


__ADS_2