
Alena mengikuti Arka dia meminta semua nya bubar dan kerja lagi berharap memberikan yang terbaik dan jangan pernah lalai.
"Mas! Aku minta maaf, bukan nya aku tidak mengerti sama kamu, hanya saja kamu emosi dan meninju dinding hanya menyakiti diri kamu sendiri!" ucap Alena.
"Aku lagi ingin sendiri!" ucap Arka.
"Aku bisa biarin kamu sendiri! Aku takut kamu marah-marah lagi," ucap Alena.
Arka diam mereka pun menunggu di luar di depan ruangan Wijaya di periksa.
Tidak beberapa dokter keluar.
"Bagaimana keadaan Ayah dok?" tanya Arka langsung.
"Pak Wijaya sudah tenang karena kami Suntikan obat penenang, sesak nafas nya karena serangan jantung, untung saja segera di bawa ke rumah sakit dan si tangani kalau tidak bisa berakibat Kematian!" ucap Dokter.
Arka terkejut ternyata ayah nya mempunyai serangan jantung karena itu penyakit yang sangat berbahaya.
"Lalu bagaimana ayah saya Dok, apa yang harus di lakukan?" tanya Arka.
"Bapak tenang dulu, buat sementara ini kami hanya bisa memasang infus setelah beliau sadar kami akan melakukan tindakan selanjutnya!" ucap dokter.
"Apa kami bisa masuk?" tanya Arka.
"Buat saat ini tidak bisa Pak!" jawab dokter itu.
"Baik lah kalau begitu saya mohon diri dulu!" ucap dokter itu
Alena tersenyum dan mengucapkan terimakasih.
Arka terduduk lemas di kursi.
Dia mengeluarkan air mata nya.
Wijaya Seketika Sangat takut kehilangan Ayah nya dia sangat Khawatir.
"Yang sabar mas, aku yakin Ayah pasti sembuh dan kembali berkumpul dengan kita lagi!" ucap Alena sambil mengelus punggung Arka.
Arka menyenderkan kepalanya di bahu Alena.
"Aku yang salah! Aku terlalu sibuk dengan urusan ku sendiri sehingga ayah ku aku lupakan! aku Terlalu bodoh jadi anak!" ucap Arka menyalahkan dirinya.
Dia mengingat semua perlakuan nya pada Wijaya.
Mulai dari Arka mengabaikan dan membenci Wijaya serta dulu tidak mau menjenguk Wijaya kalau masuk rumah sakit.
"Kamu gak salah Mas," ucap Alena.
Arka menangis di pundak Alena.
Sam yang mendengar kabar dari asisten rumah tangga Wijaya kalau Kakak nya masuk rumah sakit dia pun dengan cepat menuju ke rumah sakit.
Dan saudara-saudara Wijaya banyak yang datang.
__ADS_1
Mereka mendengar Wijaya mempunyai penyakit serangan jantung seketika mereka takut.
Hari semakin malam dokter sudah menangani Wijaya memeriksa keadaan jantung Wijaya.
Jam dua belas malam dokter baru selesai Memasang alat pacu jantung.
Namun Wijaya baru bisa di jenguk oleh satu orang.
Dan akhirnya yang masuk adalah Arka.
Arka melihat ayahnya yang terbaring di tempat tidur rumah sakit serta dengan selang-selang di tubuh nya.
Air mata Arka keluar.
Wijaya masih tertidur.
Karena tidak tahan melihat nya Arka segera keluar.
Keesokan harinya Wijaya Sudah di pindahkan ke ruang rawat inap tidak di ruangan ICU lagi.
Wijaya semakin membaik setelah tiga hari di rumah sakit selama itu juga Arka tidak datang ke kantor dia hanya bekerja dari rumah sakit.
Sementara Alena di rumah Wijaya dengan Tania karena Arka tidak mau Alena ke rumah sakit melihat kondisi Alena yang tidak baik.
Keempat hari Wijaya lagi-lagi minta pulang karena sangat bosan di rumah sakit.
Arka pun menginyakan.
Alena yang melihat mertua dan suaminya pulang pun sangat senang.
Banyak juga keluarga Wijaya datang menjenguk nya.
Satu bulan kemudian Wijaya membaik namun dia belum sembuh total.
Sekarang Alena dan Arka Sudah tinggal dengan Wijaya sampai Wijaya sembuh.
Sementara sidang Intan sudah selesai tiga Minggu yang lalu, intan di penjara selama delapan belas bulan, namun Ibu nya menebus nya sehingga tinggal enam bulan aja.
Satu pun tidak ada yang memberi tahu Wijaya Karena mereka tidak ingin di saat mendengar intan menekam di penjara penyakit nya Kambuh lagi.
Akhirnya mereka berbohong kalau Intan sedang di tugas kan keluar negeri beberapa lama. Arka juga mengangakui kalau tuntutan nya pada intan sudah di cabut.
Namun Tania tetap bersama mereka, Tania sudah terlalu nyaman dengan mereka.
Dirga sama sekali belum bertemu anak nya Itu karena Arka tidak mengijinkan, Arka tidak mau Dirga mengambil Tania dari nya dalam jangka dekat ini dia juga sudah sangat sayang pada Tania.
Usia kandungan Alena sudah tujuh Minggu.
Semakin hari semakin ada saja yang membuat Arka jengkel pada nya karena kemauan Alena aneh-aneh.
Pagi hari di saat hari Minggu Alena baru saja bangun tepat jam delapan pagi karena semalaman dia bergadang.
Dia melihat ke samping nya masih ada Arka dan Tania yang tidur sangat nyenyak.
__ADS_1
"Auh!! kenapa Pinggang ku Begitu sakit sekali!" ucap Alena memegang pinggang nya.
"Huff ternyata hamil sangat lah menyiksa aku tiap waktu! Nak! Kapan kamu akan lahir kedunia ini!" ucap Alena sambil mengelus perut nya yang sudah sedikit mulai kelihatan buncit walaupun tidak kelihatan sekali hanya dengan pakaian ketat saja baru kelihatan.
"Sabar lah sayang! Kamu saja masih hamil muda, bagaimana dia begitu cepat lahir!" ucap Arka yang terbangun karena mendengar Suara Alena.
"Eh kamu sudah bangun mas?" tanya Alena.
"Humm," jawab Arka sambil tersenyum.
"Kelihatan nya kamu terbangun karena aku yah, kamu Masih ngantuk! Tidur lah kamu pasti sangat kecapean menemani aku bergadang!" ucap Alena.
Arka tersenyum dia pun menutup mata nya dan memeluk Tania di samping nya.
Alena pun turun dari kasur dan masuk ke kamar mandi untuk cuci muka.
Setelah selesai dia keluar dari kamar dan berjalan pelan-pelan ke ruang tamu.
Dan betapa terkejutnya dia melihat Aisyah yang sedang asyik berbincang-bincang dengan pak Wijaya di ruang tamu.
"Kak Aisyah!" ucap Alena mendekati memastikan kalau itu adalah senior nya.
Dan ternyata benar, Aisyah pun tersenyum.
"Kamu sudah bangun nak?" tanya Wijaya.
"Sudah Ayah! Maaf karena bangun kesiangan!" ucap Alena.
"Tidak apa-apa, Arka tadi bilang semalaman kamu tidak bisa tidur!" ucap Wijaya.
"Yang sabar dan kuat yah Alena, nama nya juga hamil Muda pasti sangat banyak sakit dan keluhan nya!" ucap Aisyah.
"Iyah kak, tapi ngomong-ngomong Kenapa kakak bisa ada di sini?" tanya Alena lagi.
"Kakak ke sini karena di ajak Kak Aris!" ucap Aisyah.
"Kak Aris? Di mana dia? kenapa aku tidak melihat nya?" tanya Alena.
"Aku di sini!" jawab Aris yang masuk dari pintu karena dia di luar menjawab telepon.
***Lagi-lagi Author Mengingat kan jangan lupa kepoin Karya baru Author.
Siapa tau kalian suka.
Pokoknya di tunggu kedatangan nya. 🤩🤩🤩🥰***
...----------------...
Terimakasih banyak Sudah mau mampir ke karya Author ini.
Jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author
Like, komen dan vote sebanyak-banyak.
__ADS_1