
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
selamat membaca 🙂
Alena pun masuk ke ruangan nya dengan perasaan kesal karena merasa Arka telah mengabaikan nya.
Namun tiba-tiba Ruangan nya ada yang mengetuk.
Belum ada ijin dari Alena yang mengetuk pun masuk dan ternyata itu adalah Arka yang membawa makanan di tangan nya.
"Kamu ngapain sih mas?" ucap Alena.
"Aku mau makan siang di sini!" ucap Arka dan duduk di depan Alena meletakkan makanan di atas meja Alena.
"Kamu mau kemana?" tanya Arka pada Alena yang hendak pergi.
"Aku ada urusan sebentar Keluar!" ucap Alena.
"Oohh ya udah, jangan lupa kalau ke sini lagi bawa air minum yah!" ucap Arka.
"Aku ada botol minum di tas, ambil saja!" ucap Alena dan pergi keluar sambil membawa map.
Arka pun segera mencari botol minum di tas Alena dan ternyata benar ada botol minum di sana.
Arka segera membuka tutup nya karena dia juga sangat haus.
Namun tiba-tiba mata nya tertuju pada warna kemerahan yang ada di lobang botol minum.
Arka tersenyum genit dan dengan sengaja minum di atas warna merah itu.
Tidak beberapa lama Alena masuk lagi ke ruangan nya.
"Kamu yakin gak mau makan sama aku?" tanya Arka.
Alena menggeleng dan memilih duduk di sofa sambil mengambil handphone nya di dalam tas nya.
Arka pun segera menyiapkan makan nya.
Dia melihat Alena yang sibuk dengan Handphone nya.
"Bagaimana dengan jurusan baru mu?" tanya Arka.
Alena Melihat ke arah Arka.
"Kok kamu tau aku pindah jurusan?" tanya Alena.
"Aku sudah mendiskusikan ini dengan Perusahaan, serta pihak kampus mu!" ucap Arka.
"Jadi kamu yang minta dan memberikan laporan pekerjaan ku pada Pihak kampus?" tanya Alena.
Arka pun mengangguk.
"Tapi kata dosen ini semua saran dari pak Wijaya!" ucap Alena.
__ADS_1
"Ayah tidak Tau ini, memang di sana yang bertanda tangan adalah Ayah, namun aku lah yang bertanggung jawab!" ucap Arka.
"Kalau memang kamu yang mengatur itu semua, yang bayar kuliah aku juga kamu?" tanya Alena lagi.
"Iyah, benar!" ucap Arka.
"Tapi itu kan Mahal mas, kalau pak Wijaya tau gimana!" ucap Alena khawatir.
"Itu uang aku, dan juga sekarang perusahaan sudah seutuhnya di tangan aku, dengan peraturan perusahaan, kamu harus bekerja dengan baik di perusahaan ini!" ucap Arka.
"Apa aku harus membayar nya?" tanya Alena lagi karena dia tau dia tidak akan sanggup.
Karena gaji nya sengaja dia simpan agar bisa bikin usaha sendiri.
"Tidak perlu kamu membayar nya," ucap Arka.
"Kok gitu!" ucap Alena.
"Kamu kan istri aku!" ucap Arka sambil mendekati Alena.
Tiba-tiba Alena Berdiri saat Arka duduk di samping nya.
"Kamu Masih Marah yah! udah Dong Marah nya," ucap Arka memasang wajah sendu pada Alena.
"Aku minta maaf, aku janji gak akan ngulangin lagi!" ucap Arka.
"Sebentar lagi Kamu ada jadwal bertemu dengan Klien, cepat lah keluar dari sini!" ucap Alena dengan nada datar.
"Alena! aku mohon maafin aku!" ucap Arka sambil mendekati Alena.
Arka langsung mengurung Alena menggunakan kedua tangan nya.
"Aku tidak akan keluar kalau kamu belum maafin aku!" ucap Arka.
Tiba-tiba Pintu ada yang mengetuk.
"Aku mohon mas pergi lah bisa-bisa kalau seperti ini orang curiga pada kita!" ucap Alena.
"Aku gak akan pergi sebelum kamu maafin!" ucap Arka lagi sedikit keras Tampa menghiraukan ketukan pintu.
"Kamu Minta maaf kok Marah sih mas, udah jelas kamu yang salah dan tidak mau nepatin janji, sekarang dengan enak nya kamu minta maaf!" ucap Alena sedikit kesal.
"Aku minta maaf Alena! aku salah aku gak akan ngulangin lagi, kalau aku ngulangin lagi aku rela di apa-apa in sama kamu!" ucap Arka dengan wajah sedih.
"Ya udah aku maafin, awas aja kalau kamu ngulangin aku bakalan ngilang!" ucap Alena.
Tiba-tiba Arka tersenyum dan memeluk Alena dan mencium kening Alena.
Tiba-tiba pintu terbuka Seketika Alena mendorong tubuh Arka dari depan nya.
"Maaf! saya kira tidak ada orang tadi, saya mohon keluar!" ucap Aris yang merasa sangat takut Ketika Melihat Arka di sana.
"Oh tidak! apa yang akan kamu antar kan sehingga kamu mengganggu waktu kami!" ucap Arka dengan Suara Datar namun tedengar sangat menakutkan.
"Saya hanya mengantar ini kepada Bu Alena!" ucap Aris sambil menunjukkan dua lembar kertas.
__ADS_1
"Letak kan di atas meja segera lah keluar!" ucap Arka.
Aris pun segera keluar setelah meletakkan kertas di atas Meja.
"Kamu kok Malah Gitu sih mas," ucap Alena.
"Aku gak suka pada orang yang tidak sopan!" ucap Arka.
"Kamu juga seperti itu!" ucap Alena.
"Kan beda cerita nya sayang!" ucap Arka sambil memeluk pinggang Alena.
"Mendingan sekarang kamu Keluar, semakin banyak orang yang melihat kamu di sini, makin banyak yang curiga, mungkin Aris juga sudah berfikiran yang bukan-bukan!" ucap Alena.
"Biar kan saja, aku sangat Rindu pada mu!" ucap Arka sambil mencium punggung Alena.
"Mas Ki mohon keluar lah, aku juga ingin kerja!" ucap Alena.
"Ya udah aku keluar!" ucap Arka sambil mencium kening Alena Dan segera keluar.
Sementara Aris segera kembali ke ruangan nya dia mencoba Melupakan Apa yang dia lihat nya tadi.
"Kenapa aku sangat tidak suka saat Pak Arka memeluk Alena!" Batin Aris.
"Tapi sebenarnya mereka ada hubungan apa yah!" Batin Aris Lagi dia sangat penasaran.
Hari pun semakin sore Aris segera keluar dari ruangan nya dia berniat untuk segera pulang.
Namun mata nya tertuju pada Alena yang baru saja berjalan keluar.
"Alena!" Panggil Aris.
Alena pun menoleh ke arah Aris yang sedang di parkiran.
Aris mendekati Alena sambil membawa paper bag kecil di tangan nya.
"Nih buat kamu!" ucap Aris memberikan Paperbag pada Alena.
"Ini apa?" tanya Alena.
"Tadi malam aku dari pasar malam yang tidak jauh dari rumah ku, aku ikut tantangan dan hadiah nya ini, ini sangat tidak cocok untuk laki-laki jadi aku kefikiran ngasih untuk kamu!" ucap Aris.
Alena pun mengeluarkan Boneka kecil yang ada di dalam kotak bening warna pink Sangat lah cantik.
Alena tersenyum dan mengucapkan terimakasih.
"Kamu suka?" tanya Aris.
"Suka banget! tapi biasanya kalau boneka seperti ini ada nya di mall-mall dan ini kelihatan sangat mahal, tapi ko bisa ada di pasar malam!" ucap Alena.
----------------
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya, jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
__ADS_1
terimakasih 🙏***