Tuan Mudaku Adalah Jodohku

Tuan Mudaku Adalah Jodohku
Episode 83


__ADS_3

Alena pun mencoba untuk menghapus air mata nya.


Tasya berceloteh ingin di gendong oleh Arka dan Arka pun segera mengambil nya.


"Cup cup, anak cantik!" ucap Arka.


Alena memerhatikan Arka yang sangat hati-hati dan pandai mengambil hati Tasya.


Tasya sangat nyaman di pangkuan Arka sambil dia ajak oleh Alena bergurau atau berbicara.


"Gak nyangka banget deh mas, ternyata kamu bisa juga Dekat dengan anak kecil karena sebelumnya aku belum pernah melihat nya!" ucap Alena.


"Dari dulu aku sangat ingin mempunyai adik," ucap Arka.


Alena pun mengerti dan hanya mengangguk kecil.


"Assalamualaikum!" salam seseorang yang baru saja datang dan ternyata itu ada Reji.


Arka dan Alena pun menoleh ke arah Reji dan menjawab salam.


"Walaikumsalam!" jawab kedua nya.


Alena tersenyum ke arah Reji.


"Eh Reji! kamu sudah pulang?" tanya Ketua yayasan sambil mengambil tas kerja Reji dan Tasya langsung berlari ke arah Reji.


Reji menyalim tangan Ibu yayasan, memang hari ini hari Minggu tapi Reji tetap bekerja di pabrik besi setengah hari.


"Duduk dulu Ji, masih ingat kan ini siapa?" tanya Sinta.


Reji hanya tersenyum dan ikut duduk bersama mereka mata nya langsung tertuju pada Arka.


Siapa sih yang tidak mengenal Arka anak dari pengusaha kaya itu.


"Kenalin Pak Arka! ini Reji Abang dari Tasya!" ucap Sinta.


Reji pun menyalim tangan Arka.


"Ngomong-ngomong sekarang tinggal di mana?" tanya Reji pada Alena.


"Hmm sekarang aku tinggal sudah Dekat dari kantor aku kerja," jawab Alena.


"Oohh pantesan Sudah beberapa bulan ini tidak pernah ke sini lagi!" ucap Reji.


Mereka pun berbincang-bincang sedikit sementara Arka Hanya diam sambil mendengarkan saja.


"Kalau begitu aku ke dalam dulu yah mau istirahat!" ucap Reji. Alena pun mengiyakan.


Namun Tiba-tiba Tasya turun dari pangkuan Reji dan berdiri di dekat Arka.

__ADS_1


Reji memerhatikan Tasya karena biasanya Tasya tidak mau dekat dengan orang lain.


"Biar kan saja dulu di sini Ji, kamu istirahat lah!" ucap Sinta.


Karena badan nya sudah sangat penat dia pun pergi ke kamar nya.


Arka pun Ijin pada ketua yayasan membawa Tasya makan siang di dekat Panti.


Ketua yayasan sih sedikit berat namun karena dia tidak enak akhirnya dia mengijinkan Mereka membawa Tasya.


Arka pun membawa Tasya ke rumah makan yang sederhana di dekat yayasan itu karena hanya itu yang ada di sana.


Dari tadi Arka terus menggendong Tasya terlihat sangat lah serasi sepasang anak dan Ayah.


Alena terlebih dahulu memesan makanan dan Arka menunggu di meja makan.


Tidak beberapa lama akhirnya mereka selesai makan dan segera kembali ke panti karena hari semakin sore Alena dan Arka pun ijin pulang sementara Tasya tidak mau turun dari gendongan Arka karena tau Arka dan Alena akan pulang.


Perlahan Arka Mulai membujuk Tasya agar mau tinggal karena tidak mungkin mereka membawa nya.


Walaupun sudah di bujuk Tasya tak kunjung mau Sinta pun memutuskan untuk segera memanggil Reji.


Karena Reji Sudah datang Tasya pun mau.


"Kalau begitu kami pulang dulu yah buk!" ucap Alena.


Alena pun tersenyum begitu juga dengan Arka.


Mereka berdua akhirnya keluar dari Panti asuhan yang sederhana itu.


"Sudah berapa lama kamu kenal Reji dan Tasya?" tanya Arka Setelah sampai di dalam mobil.


"Sejak Tinggal di Jakarta mas, Emang kenapa?" tanya Alena.


"Tidak apa-apa seperti nya aku mulai menyukai Tasya!" ucap Arka.


Alena terdiam Entah Mengapa benak nya sekarang sudah berfikir aneh-aneh.


"Jangan sampai karena Mas Arka suka pada anak kecil dia akan menuntut Kewajiban ku!" Batin Alena.


"Kamu kok malah diam sih?" tanya Arka.


"Oh gak apa-apa kok mas!" Jawab Alena.


Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di rumah.


Tiba-tiba handphone Arka Berdering dan itu dari Paman Sam.


"Iya halo paman!" jawab Arka.

__ADS_1


"Kamu di mana Arka? Sekarang paman sudah di rumah mu, kata para pelayan dari kemarin kamu belum pulang!" ucap Sam.


"Arka ada urusan di luar paman, ada apa Paman datang ke rumah?" tanya Arka.


"Tidak ada hanya saja Paman di suruh ayah mu datang ke rumah mengantarkan sebuah Berkas-berkas!" ucap Paman Sam.


"Oohh, baik lah paman aku akan segera pulang," ucap Arka karena dia sudah tau berkas-berkas apa yang di maksud oleh paman Sam, itu pasti berkas-berkas perusahaan mereka yang di luar negeri.


Panggilan telepon pun berakhir.


"Siapa mas?" tanya Alena.


"Paman Sam!" jawab Arka.


"Mau ngapain mas? pasti dia marah karena kamu tidak jadi menjumpai Clara yah!" ucap Alena.


"Paman Sam tidak pernah marah dan dia juga gak tau niat aku menjumpai Clara, hanya saja dia mengantar berkas-berkas perusahaan kita yang di luar negeri!" ucap Arka dengan nada datar.


Alena pun terdiam.


"Ya udah kalau gitu aku pulang dulu yah, kamu gak apa-apa kan Sendiri di rumah!" ucap Arka.


"Iyah gak apa-apa! kamu hati-hati lah!" ucap Alena sedikit tidak pasrah karena dia sangat ingin mengajak Arka malam ini jalan-jalan mumpung hari Minggu.


Alena pun mencium punggung tangan suami nya itu Arka membalas dengan mencium kening Alena.


Dia segera pergi meninggalkan Alena yang melihat kepergian nya itu.


Hari pun semakin malam Daniel baru saja sampai di Club Tempat dia bekerja.


Dia langsung di perintahkan untuk mengantarkan minunam ke lantai dua yang di sebut dengan The Ground.


Yang ada di sana hanya Artis dan juga berasal dari kalangan orang kaya. Hanya orang tertentu saja yang bisa masuk ke sana kebetulan lantai dua itu sedang di sewa di jadikan tempat perayaan ulang tahun dan sangat lah banyak minunam yang di pesan sangat lah menguntungkan Club itu.


Daniel segera masuk dan ternyata sudah sangat ramai dan juga ada perempuan paruh baya yang duduk di kursi khusus untuk orang yang ulang tahun dan seperti nya perempuan itu lah yang ulang tahun.


Namun di ruangan itu tidak hanya orang yang sudah lanjut usia banyak juga yang muda dan laki-laki hidung belang.


Daniel tidak ingin berlama-lama karena banyak perempuan sudah mabuk yang sengaja memeluk atau mencium nya sehingga dia sedikit terganggu.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***

__ADS_1


__ADS_2