
Sarah tersenyum sambil mengangguk.
"Adik kamu mana Daniel?" tanya Elsa.
"Dia baru saja masuk ke kamar buk!" jawab Daniel.
Elsa terdiam, karena Tari sampai sekarang belum mau berbicara bahkan bertemu saja Tari tidak mau dengan ibu dan ayah nya itu.
"Apa Sarah Panggil kan dulu buk?" tanya Sarah karena Elsa terdiam.
"Tidak perlu nak, biarkan saja dulu dia istirahat ibu berangkat yah titip salam aja sama tari!" ucap Elsa.
Mobil hitam Avanza milik Ayah Daniel pun keluar dari halaman rumah Alena itu.
"Tari! Tari!" Panggil Daniel.
Tari keluar karena panggilan Daniel.
"Kamu duduk dulu, Mas mau ngomong!" ucap Daniel.
Tari ikuti kata-kata Daniel sementara Sarah mengajak Niko keluar untuk bermain.
"Mas tau kamu masih marah sama ibu dan Ayah, tapi kamu tidak bisa mengabaikan bahkan tidak mau bertemu dengan mereka!" ucap Daniel.
"Tari lagi tidak ingin bahas ini mas," ucap Tari.
"Mau tidak mau, mas harus bahas ini, jangan karena kesalahan di masa lalu kamu jadi membenci orang tua kamu sendiri!" ucap Daniel.
"Aku tau pasti mereka mengadu sama mas tentang aku selama di sini kan!" ucap Sarah.
Daniel diam.
"Tari tidak ingin durhaka pada mereka, tapi kalau melihat mereka tari teringat sakit yang ada di hati Tari mas, asal mas tau tari tidak bisa mempunyai keturunan lagi!" ucap Tari langsung menangis.
"Mas paham itu tari! Tapi mungkin dengan cara kamu melupakan dan mulai menjalani hidup seperti biasa kamu akan menemukan hidup kamu lagi!" ucap Daniel.
Mereka pun membahas, mereka saling bertukar fikiran, Daniel memeluk Tari, dan dan saat itu lah Tari mengeluarkan semua unek-unek di hati nya pada Daniel karena hanya Daniel yang paham dan mengerti tentang dirinya.
Daniel iba melihat Adik nya itu, dia pun berniat untuk mengajak mereka jalan-jalan keliling kota Bogor.
Tari, Niko dan Sarah Sangat Senang mereka pun segera siap-siap.
Mereka berangkat menggunakan mobil yang tadi malam di pakai oleh Daniel, Sarah duduk di depan di samping Daniel yang menyetir.
Sementara di tempat lain Alena duduk di ruang tamu.
"Bagus Deh kalau Sekarang Sarah dan mas Daniel dekat, semoga mas Daniel bisa membujuk Sarah meninggal kan pekerjaan nya yang sekarang!" Batin Alena.
__ADS_1
"Tapi aku tidak pernah melihat mereka dekat, atau mereka sengaja menyembunyikan itu, dan waktu Sarah di antar ke kampus, apa mereka sudah dekat waktu itu!" ucap Alena berfikir keras.
Alena tidak ingin terlalu memikirkan, tiba-tiba saja Perut nya tidak enak lagi ternyata dia belum minum obat, Setelah minum obat dia membaringkan tubuhnya di kasur.
Namun dia tertidur karena efek obat itu.
Sementara di tempat lain Arka sedang asyik berbincang-bincang dengan teman nya itu di sebuah Restoran di dalam Mall besar.
Namun ternyata di sana ada intan yang belanja.
Tidak sengaja dia Melihat Arka, dan Tampa malu nya dia menghampiri para pria-pria berwibawa di meja VVIP itu.
"Hay Arka! selamat siang!" sapa intan sambil merangkul pundak Arka.
Arka kaget, dia menatap tajam ke arah intan dan juga teman nya menatap heran.
"Kamu ngapain ke sini?" tanya Arka dengan suara penuh kemarahan namun di kecilkan oleh my karena dia tidak enak dengan teman nya itu.
"Apa salahnya kalau aku ke sini, aku juga rindu pada mu!" ucap intan dengan suara sok lembut.
Arka menarik tangan intan dengan kasar menjauh dari Restoran itu.
"Auh! Sakit tau!" ucap intan sambil mengerucut kan bibir nya.
"Kamu jadi perempuan jaga sikap yah, jangan sekali lagi kamu mengulangi ini, buat malu saja!" ucap Arka dan meninggalkan Intan begitu saja.
Intan segera pergi dari tempat nya, sementara Arka kembali.
Tidak beberapa lama mereka menyudahi pembicaraan nya, rekan Arka itu mohon diri terlebih dahulu pergi.
Arka Sangat kesal dengan kedatangan intan yang membuat mood nya hilang. Arka keluar dari mall itu, tiba-tiba handphone nya Berdering dan itu dari Ayah nya.
Ayah nya meminta agar Arka menemui nya di rumah nya.
Namun Arka tidak mau karena dia tidak ingin berjumpa dengan wanita yang sangat di benci nya itu.
Wijaya tidak bisa memaksa lagi.
setelah sambungan telepon terputus, Arka langsung pulang namun sebelum dia sampai ke rumah dia berniat membeli kan Alena cemilan.
Arka berhenti di sebuah Indomaret.
Tidak beberapa lama akhirnya dia sampai di rumah, dia mencari keberadaan istri nya dan pelayan bilang kalau Alena di kamar.
Arka segera ke kamar dan mendapati Alena yang tertidur pulas.
Arka mendekati Alena. Tangan nya mengawaskan rambut Alena yang menutupi wajah nya.
__ADS_1
Arka tidak lupa menyentuh perut Alena.
"Selamat siang sayang! Kamu hari ini gak nyusahin Mamah kan," ucap Arka pelan pada janin yang ada di perut Alena.
Arka mencium perut Alena dan mencium kening Alena.
Arka segera ganti baju.
Namun Alena Merasa dan seseorang di kamar nya dia pun terbangun.
"Kamu udah pulang mas?" tanya Alena sambil melihat ke arah Arka yang baru selesai masang baju biasa.
"Udah! Baru aja," jawab Arka tersenyum dan mendekati Alena.
"Nih aku beliin cemilan untuk kamu!" ucap Arka.
Alena tersenyum dia menerima plastik besar yang isinya cemilan semua.
"Oh iya Tadi Ayah nelpon aku!" ucap Alena.
"Lalu?" tanya Arka.
"Ayah minta agar kita makan malam di sana, kata sekaligus bahas urusan kantor, karena Ajeng udah keluar dari perusahaan tentu nya sangat sulit untuk mencari sekretaris lagi dan itu tidak akan mudah!" ucap Alena.
"Hmm, aku paham! Tapi ini bukan urusan kamu dan ayah lagi, itu urusan aku!" ucap Arka.
"Hmm ya udah mas aku hanya mengingat saja," ucap Alena.
Arka Melihat Alena yang menunduk sambil membongkar isi plastik.
"Mas!" Panggil Alena sambil menatap wajah Arka.
"Hmm!" jawab Arka.
"Kamu tau kalau mas Daniel sama Sarah pulang kampung ke Bogor?" tanya Alena.
"Enggak! Emang kamu sama Sarah satu kampung yah?" tanya Arka bingung.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
Biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏***
__ADS_1