
Arka juga ikut berbaring di samping Alena dia mengelus rambut Alena sambil bernyanyi agar Alena tertidur dengan pulas.
Sudah hampir setahun lebih Arka meninggalkan dunia permusikan karena di a Sangat fokus pada perusahaan nya sekarang.
Namun bagi dia musik bukan segalanya saat ini bukan juga uang dan harta nya namun istri dan calon anak nya serta kebahagiaan keluarga nya terutama Ayah nya.
Orang yang dulu paling dia benci namun sekarang orang yang sangat di sayang nya.
Arka Melihat Alena Sudah tertidur dia pun turun dari kasur dia membuka laptop nya karena ada sedikit kerja yang harus dia selesaikan.
Sudah hampir satu jam dia duduk di atas Kursi di depan laptop nya namun tiba-tiba Alena bergeliat dengan gerak cepat Arka naik ke kasur mengelus perut Alena agar tidak terbangun.
"Huff akhirnya dia tidak terbangun!" ucap Arka perlahan dia pun turun dari kasur melanjutkan lagi pekerjaan nya.
Keesokan harinya Arka berangkat bekerja.
"Kamu jangan kemana-mana hari ini, karena aku tidak akan lama pulang kita akan pergi menjemput Tania sama-sama!" ucap Arka.
"Iyah mas!" jawab Alena dia menyalim tangan Arka dan mencium nya.
Sementara Arka mencium kening Alena dengan senyuman dan hati bahagia dia berangkat bekerja.
"Hmm Cie-Cie lagi baikan nih sama Tuan muda! biasa nya gak pernah sampai ngelihatin mobil Tuan muda pergi!" sindir Pelayan yang Paling dekat dengan Alena.
Alena tersipu malu.
"Maka nya kamu buruan nikah, jangan iri dong!" ucap Alena dan pergi masuk ke dalam sambil tersenyum.
Pelayan wanita itu pun tersenyum dia melanjutkan menyiram tanaman.
Sementara Arka yang baru saja sampai di kantor Melihat ke arah perempuan yang tidak asing baginya.
"Selamat pagi Pak, klien kita sudah menunggu di ruang miting!" ucap Riko yang menghampiri bos nya bersama Daniel.
"Baiklah! Tolong minta Aris untuk memberikan laporan yang mereka butuhkan!" ucap Arka.
"Baik pak, kami mohon diri!" ucap Riko.
Arka mendekati perempuan yang sangat tidak asing baginya namun dia tidak ingat sama sekali.
Perempuan itu seperti menunggu seseorang di kursi tunggu yang ada di kantor lantai bawah itu.
"Selamat pagi pak Arkanja!" sapa seseorang yang menghampiri Arka Sebelum melihat jelas wanita itu.
__ADS_1
"Eh Pak Widodo! Kapan bapak ke Jakarta? kenapa tidak mengabari saya!" ucap Arka.
"Saya di sini sudah ada dua hari kebetulan ada urusan keluarga dan juga putri saya sedang di Jakarta!" ucap Widodo.
"Iyah pak, mungkin Bapak sudah tau!" ucap Arka karena dia kembali dari Amerika bersama Putri Widodo yang menjadi menejer di sana.
"Iyah! Putri bapak sudah cerita!" ucap Widodo.
Arka menoleh ke arah kursi tempat wanita tadi duduk namun sudah kosong.
"Pak Arka lagi lihat apa?" tanya Widodo.
"Hmm tidak ada pak, mari kita ngobrol-ngobrol di luar saja pak!" ucap Arka membawa Widodo ke sebuah restoran.
Tidak lupa dia juga meminta putri pak Widodo datang.
Karena Perusahaan menyewa hotel berbintang khusus untuk anak pak Widodo dan memberi kan Pelayanan yang baik.
"Ngomong-ngomong bagaimana kabar Ayah kamu? Sudah lama bapak tidak bertemu dengan nya, bapak mau kesana namun bapak takut dia marah karena dia sempat jatuh sakit bapak tidak bisa datang!" ucap Widodo.
"Alhamdulillah sekarang Ayah sudah sehat!" ucap Arka.
"Bagus deh, ucap kan Salam bapak pada ayah mu karena mungkin bapak tidak akan sempat bertemu dengan nya!" ucap Widodo.
"Baik lah pak, Tapi ngomong-ngomong saya puas dengan cara kerja anak bapak!" ucap Arka.
Arka tersenyum.
"Lalu bagaimana Dengan kamu sendiri? Apa istri kamu sudah melahirkan?" tanya Widodo.
"Istri saya baru hamil tujuh bulan Pak," ucap Arka.
"Semoga sehat-sehat selalu yah, kabarin bapak kalau sudah lahir!" ucap Widodo.
Arka tersenyum sambil mengangguk namun ternyata wanita cantik yang lengkap dengan kaca mata hitam terpasang di wajah nya dan juga gaya yang sangat menarik mendekati mereka.
"Papah! Kenapa papah tidak bilang kalau ada di sini!" ucap Jeli.
"Ah Papah hanya ingin singgah sebentar saja tadi, namun Arka membawa papah ke sini!" ucap Widodo.
"Oohhh!" ucap Jeli.
Jeli memberikan salam dan rasa hormat pada Arka sebagai atasan nya.
__ADS_1
"Oh iya maaf telah mengganggu istirahat nya, mumpung anda lagi ada di sini saya mau menyampaikan jika Besok ada rapat besar para pengusaha-pengusaha besar juga akan berkumpul, saya harap kamu bisa melakukan yang terbaik!" ucap Arka.
"Baik pak, saya akan melakukan yang terbaik!" ucap Jeli.
"Namun tiba-tiba handphone Widodo Berdering seseorang meminta nya untuk datang entah siapa dia pun pamit.
"Apa kamu yang meminta Pak Widodo datang ke Jakarta?" tanya Arka. karena dia tidak percaya kalau hanya karena acara keluarga Widodo rela jauh-jauh datang ke Jakarta.
"Iyah pak, saya sudah lama tidak bertemu dengan papah!" ucap Jeli.
"Saya harap sekali lagi jangan di ulangi, saya tau jelas pak Widodo seperti apa tentu nya apa saja yang bersangkutan dengan anak nya dia akan ikut campur walau tidak di lihat kan nya dengan langsung!" ucap Arka.
"Maaf pak!" ucap jeli.
"Saya tidak ingin acara Besok mengecewakan!" ucap Arka.
"Saya pastikan tidak akan ada kegagalan!" ucap Jeli dengan percaya diri.
"Bagus lah, kalau begitu kamu pesan lah makanan saya akan traktir kamu!" ucap Arka.
Jeli yang sebenarnya sudah makan pun tidak enak menolak nya dia pun memesan makanan.
"Oh iya nih pak dengar-dengar istri bapak sedang hamil tua, Kalau boleh tau laki-laki atau perempuan yah?" tanya Jeli sambil makan.
"Hmm pasti pak Widodo banyak membicarakan tentang saya pada kamu!" ucap Arka.
"Hmm Papah memang seperti itu pak, tapi di balik itu Papah tidak pernah menjelek-jelekkan bapak kok!" ucap jeli.
"Hmm saya tidak tau, namun saya percaya dengan kata-kata kamu," ucap Arka.
"Kalau begitu jawab lah pertanyaan saya pak!" ucap Jeli.
"Huff kamu sama papah kamu sama saja, rasa ingin tau nya sangat kuat!" ucap Arka.
"Bukan begitu pak, saya hanya ingin mumpung saya masih di sini ingin tau laki-laki atau perusahaan dan jika sudah lahir saya akan melihat nya langsung,'" ucap Jeli.
#*Jika kalian sudah Bosan dengan cerita ini, mampir lah ke cerita baru Author yang berjudul *Majikan Yang Kejam**
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
__ADS_1
Biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏***