
Arka menjelaskan dia belanja untuk nya dan calon anak nya jadi Alena harus habiskan apa yang dia beli.
Alena Hanya bisa geleng-geleng saja melihat tingkah Arka.
"Kamu mendingan sekarang ke kamar, mandi!" ucap Arka.
"Aku lapar!" ucap Alena.
"Ya udah mari kita makan dulu!" ucap Arka dengan lembut sambil tersenyum.
Mereka berjalan ke arah meja makan yang sudah terhidang banyak makanan seperti biasa yang di masak oleh pelayan.
Alena duduk memerhatikan menu makanan itu.
"Aku bosan makan ini Mulu, aku mau tidak berselera untuk makan!" Batin Alena.
Arka memerhatikan Alena.
"Kamu mau aku masakin sup Ayam?" tanya Arka seakan mengerti dengan raut wajah Alena.
Alena menoleh ke arah Arka sambil mengkerut kan dahi nya.
"Emang kamu bisa mas?" tanya Arka.
"Hmm di coba aja dulu!" ucap Arka sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Arka segera ke dapur, banyak Pelayan yang ingin membantu nya namun di larang oleh nya, entah mengapa dia untuk pertama kali masak seperti perempuan di dapur.
Alena masuk ke dapur dia melihat Arka yang kesusahan dan kebingungan.
Alena tidak tega melihat nya walau dapur Sangat mengganggu kenyamanan perut nya dia harus masuk menggunakan masker..
Alena mengambil celemek dan memasang kan pada Arka.
"Eh sayang! Kamu ngapain di sini!" ucap Arka segera mencuci tangan nya.
"Aku bakal bantuin kamu!" ucap Alena sambil tersenyum.
"Gak usah Sayang! Kamu ke kamar aja yah entar perut kamu mual lagi!" ucap Arka.
"Aku sudah sangat lapar, kalau aku Biarin kamu Masak sendiri sampai besok aku tidak Akan makan!" ucap Alena sambil cemberut.
"Biar Pelayan aja yah, kamu duduk di sana!" ucap Arka lagi.
"Aku tetap mau ikut!" ucap Alena tidak mau di larang.
Akhirnya mereka pun masak ramai-ramai dengan pelayan seketika rasa lapar dan sakit yang di perut Alena hilang karena kebanyakan bercanda dengan suami nya itu.
Para pelayan yang melihat itu tersenyum kebahagiaan pasangan kekasih suami istri itu tertular juga pada mereka.
Yang dulu nya mereka melihat Arka saja takut sekarang bagaikan tempat berlindung mereka dulu mereka tidak pernah melihat senyuman menempel di bibir Arka namun sekarang berbicara dengan mereka saja Arka dengan lembut dan terkadang tersenyum bahkan tak jarang mereka mendapatkan bonus tambahan gaji.
Setelah selesai masak mereka berdua makan.
"Oh iya sayang hari ini aku ada janji sama teman aku!" ucap Arka.
"Sama yang kemarin yah?" tanya Alena.
__ADS_1
Arka mengangguk.
Setelah selesai makan Alena mandi bareng Arka dan setelah selesai mandi Arka Siap-siap mau berjumpa dengan kawan nya itu.
Tinggal lah Alena dengan para pelayan di rumah.
Alena merasa bosan karena tidak ada kawan yang bisa di ajak bicara.
Karena para pelayan sibuk dengan kerjaan masing-masing.
Alena keluar dari rumah menikmati matahari di pagi hari.
Tiba-tiba dia teringat Sarah.
"Hmm biasa hari Minggu seperti ini Sarah pasti tidak sibuk!" batin Alena dia menelpon Sarah.
"Halo!" sapa Sarah.
"Halo!" jawab Alena.
"Kamu lagi di mana?" tanya Alena pada Sarah.
"Tumben nih nanya in aku, emang ada apa? Kangen yah?" goda Sarah.
"Sarah! Kamu sarapan dulu sana, ibu berangkat kerja dulu yah!" ucap Dewi ibu Alena.
"Iyah buk!" jawab Sarah.
"Loh itu bukan nya suara ibu aku, kamu lagi di mana?" tanya Alena karena mendengar suara ibu nya di balik Telepon.
Alena Langsung menyambung kan dengan Vidio cal.
"Ibu!" ucap Alena ketika Dewi Lewat di belakang Sarah.
Sarah memberikan Handphone pada Dewi.
"Alena! Apa kabar kamu nak?" tanya Dewi dengan wajah senang karena belakangan ini Alena tidak akan menghubungi orang tua nya itu.
"Alhamdulillah baik buk, ibu apa kabar? Sarah kok bisa di sana buk?" tanya Alena Heran.
"Dia datang bersama Dengan Daniel, apa dia tidak ada kasih kabar sama kamu!" ucap Dewi.
Alena pun kaget dan juga banyak pertanyaan yang harus di lontarkan pada Teman nya itu.
Namun dia sangat rindu pada ibu nya itu, Alena bertanya Ayah nya ternyata sudah berangkat ke toko dan ibu nya harus segera berangkat ke sekolah.
Handphone pun di berikan pada Sarah.
"Sekarang kamu jelasin kenapa kamu bisa ikut dengan mas Aris!" ucap Alena.
Sarah pun menjelaskan semuanya, Alena kaget gak nyangka kalau Sarah akan ikut ke kampung nya.
Namun tiba-tiba Tari memanggil Sarah.
"Mbak!" Panggil Tari yang sambil menggendong Niko.
Sarah menoleh ke arah Tari.
__ADS_1
"Dari tadi udah di tungguin sama Mas Daniel untuk sarapan pagi!" ucap Tari.
"Oh iya sebentar lagi, kalian duluan aja!" ucap Sarah.
Namun Alena memanggil Tari.
Alena salut dengan penampilan tari sekarang.
"Assalamualaikum Tari? Apa kabarnya kamu?" tanya Alena.
"Walaikumsalam kak, Alhamdulillah baik, kakak apa kabar nya?" tanya Tari balik lagi.
Jujur saja Alena kaget dengan berubah nya cara bicara tari yang sombong sekarang malah sangat sopan.
akhirnya mereka selesai bicara.
"Bagaimana hubungan kamu dengan suami kamu?" tanya Sarah.
"Alhamdulillah sekarang udah baikan kok!" ucap Alena.
"Hmm intinya kamu harus pandai membuat suami kamu nyaman dan saling menerima kekurangan masing-masing, yang namanya konflik ataupun salah paham dalam suatu hubungan itu sudah biasa tergantung di kamu nya aja!" ucap Sarah.
"Iyah Sarah! Walaupun aku sudah baikan dengan nya tapi aku masih belum bisa melupakan apa yang terjadi!" ucap alena.
"Itu hal biasa, tapi jangan karena itu kamu jadi kefikiran, kesehatan kamu menurun ujung-ujungnya bayi kamu jadi kena akibat nya!" ucap Sarah.
"Iya!" jawab Alena.
"Ya udah kalau begitu aku sarapan dulu yah!" ucap Sarah.
"Ya udah! Sarapan sana sama calon suami!" ucap Alena sambil tertawa dan mematikan sambungan telepon.
Sarah masuk ke rumah dan ternyata Daniel dan Tari Sudah Selesai makan.
"Makan dulu!" ucap Daniel.
Sarah tersenyum dia dengan malu-malu makan di depan Daniel.
Setelah selesai makan, ternyata ada tamu yang datang dan itu adalah Elsa dan suaminya.
Tari dan Niko segera masuk ke kamar karena memang Tari tidak mau bertemu dengan orang tua nya.
"Ibu dan Ayah kenapa datang ke sini, pada Daniel barysaja mau pulang ke sana!" ucap Daniel.
"Ibu mau bilang, ibu ada urusan bentar ke tempat saudara ibu Di ada acara pernikahan Sepupu kamu, ibu mau nitip rumah siapa tau kamu sama Sarah mau ke rumah!" ucap Elsa.
"Oohh ya udah ibu dan ayah hati-hati!" ucap Daniel.
"Sarah ibu tinggal sebentar gak apa-apa kan?" tanya Elsa dengan lembut.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya, jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author. .
Like, komen dan vote sebanyak-banyak.
biar author tambah semangat lagi.
__ADS_1
Terimakasih 🙏***