Tuan Mudaku Adalah Jodohku

Tuan Mudaku Adalah Jodohku
Episode 131


__ADS_3

Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


Biar author tambah semangat lagi.


Selamat membaca 🙂


Alena mau keluar dari Bak mandi itu namun Arka tidak mengijinkan nya.


Arka memeluk erat tubuh Alena.


Tidak beberapa lama akhirnya mereka berdua keluar dari kamar mandi karena ritual mandi nya sudah siap Arka juga sudah mulai kedinginan.


Arka terus saja menggoda Alena namun Alena tidak merespon nya.


Setelah selesai pasang baju Alena terlebih dahulu membaringkan tubuhnya di kasur dan di susul oleh Arka yang menindih Alena.


"Malam ini kamu masih lepas dari aku Alena! Tapi besok-besok tidak akan lagi!" bisik Arka ke kuping Alena.


"Sudah lah ayo Tidur, aku sangat lelah!" ucap Arka dan turun dari atas Alena memeluk erat tubuh Alena.


Sementara Alena kefikiran dengan kata-kata Arka.


"Aku harus m mempersiapkan diri, tidak mungkin aku selama nya seperti ini, kasihan masa arka!" Batin Alena.


Mereka berdua akhirnya tertidur dengan pulas.


Keesokan harinya, jam sudah menunjukkan pukul delapan semua nya berkumpul di meja makan untuk sarapan pagi.


"Ekhem-Ekhem! pengantin baru akhirnya turun juga!" sindir Sarah yang melihat Alena dan Arka turun secara bersamaan.


Sontak semua orang menoleh ke arah mereka membuat Alena dan Arka malu.


"Selamat pagi semua nya!" sapa Arka dengan nada datar dan duduk di samping Pak Wijaya.


Mereka pun menikmati sarapan pagi masing-masing.


Sementara di tempat lain Elsa mengikuti Daniel pulang ke rumah nya tadi malam sehingga sekarang Elsa sedang di penginapan Dekat kost-an Daniel.


Reaksi Elsa Melihat tempat tinggal anak nya itu sangat Sedih dan juga kendaraan yang dia Pakai sementara dia di kampung menggunakan mobil hasil kerja Daniel.


"Sebenarnya apa yang kamu sembunyikan dari ibu nak!" Batin Elsa.


Elsa hari ini berniat akan menjumpai Daniel, dia sudah sampai di depan kost Daniel namun dia bingung kamar Daniel yang mana.

__ADS_1


Kebetulan kost itu sepi, dia mencoba bertanya pada penghuni kost lain nya ternyata dia juga tidak tau.


Namun Tampa sengaja saat Daniel Hendak membuang sampah dia terkejut karena melihat Elsa di depan kost nya.


Daniel segera masuk mumpung belum di lihat ibu nya dan dia mengintip dari Jendela.


"Ngapain ibu ada di Jakarta atau jangan-jangan dia ikut bersama Alena!" Batin Daniel.


"Bisa jadi Ibu Melihat ku di acara pernikahan Alena dan mengikuti ku ke sini," ucap Daniel.


"Ada apa Bang, kenapa Abang mengintip seperti itu!" ucap Tari.


"Kamu lihat sini, ternyata ibu sedang ada di Jakarta!" ucap Daniel. Mengajak Tari melihat dari jendela.


"Apa ibu! aku sangat Rindu pada ibu! kenapa gak di suruh masuk aja bang!" ucap Tari dengan senang nya.


"Tari! kamu harus ingat keadaan kita sekarang!" ucap Daniel.


"Tapi Tari Rindu ibu bang!" ucap Tari sedih.


"Kamu sendiri yang buat kamu kaya gini, giliran kamu sudah seperti baru kamu ingin abang selama ini kamu kemana, kalau Abang bisa jujur Abang Sangat kecewa sama kamu," ucap Daniel dengan nada emosi karena dia belum pernah memarahi adik nya itu.


Tari terdiam sedih.


"Abang merasa gagal Tari! Kamu tau kan kalau ayah dan ibu tau kamu hamil Siapa yang di salahin!" ucap Daniel.


"Abang tidak ingin mendengar itu lagi, mau bagaimana pun ini sudah terjadi kamu sudah dewasa Tari kamu harus berfikir;" ucap Daniel dan meninggalkan Tari di depan dan masuk ke kamar nya.


Tari terdiam sambil meneteskan air mata.


"Tari minta maaf bang," ucap Tari sambil terisak-isak.


Sementara di luar Elsa tidak menyerah untuk mencari anak nya dia mengetuk satu persatu kost an itu dan saat nya pintu kost Daniel.


Tari mendengar ketukan pintu dua terlebih dahulu memeriksa siapa yang mengetuk pintu.


Tari tidak tega melihat Ibu nya itu di luar mau tidak mau dia membuka pintu dia tidak perduli kalau abang nya akan Marah pada nya.


Tari membuka nya dan tiba-tiba memeluk tubuh Elsa, Tari diam seribu bahasa.


Sementara Elsa yang Bertemu dengan anak nya itu pun sangat senang Walau campur kebingungan.


"Kamu kenapa nangis nak? apa yang terjadi?" Tanya Elsa.

__ADS_1


Tari pun membawa Elsa masuk, Daniel yang mendengar suara orang lain dia pun segera keluar dari kamar dan melihat Ibu nya itu.


Sementara Tari Sudah tertunduk.


"Ibu!" sapa Daniel sambil menyalim tangan ibu nya itu.


"Ibu tau kamu menghindar, apa yang terjadi sebenarnya cerita kan pada ibu, Kenapa kalian berdua menghindari ibu dan Ayah bahkan Nomor kalian tidak bisa di hubungi!" ucap Elsa


Mereka berdua terdiam.


"Tari! bagaimana dengan pekerjaan kamu, kamu cerita sama ibu kalau kamu tinggal di apartemen dan punya banyak uang, tapi kenapa kamu di sini?" tanya Elsa.


"Kenapa pagi-pagi seperti ini Kalian tidak bekerja, Daniel! kamu bukan nya kerja di perusahaan! kenapa kamu tidak bekerja!" ucap Elsa.


Mereka berdua tetap diam.


"Apa kah kalian tidak mendengar ibu berbicara, apa kalian tidak suka ibu datang ke sini?" tanya Elsa.


"Bukan seperti itu Buk, tapi ini sangat susah di jelaskan, seperti yang ibu lihat sekarang keadaan aku dan Tari sekarang seperti ini!" ucap Daniel.


"Berarti selama ini Kalian membohongi ibu? Apa maksud kalian?" tanya Elsa. Suasana semakin tegang.


"Kami mau ibu tidak khawatir dengan kami, dan kami tidak ingin ibu malu!" ucap Daniel.


"Itu bukan Alasan Daniel! Kenapa kalian harus berbohong!" ucap Elsa.


Mereka pun terdiam, bingung mau bagaimana menjelaskan nya lagi karena takut salah bicara karena Elsa termasuk orang yang selalu salah paham.


Elsa memerhatikan Tari.


"Kamu terlihat sangat kurus Tari! apa kamu sakit?" tanya Elsa.


"Tidak ibu, Tari sehat-sehat saja!" jawab Tari.


Elsa tidak habis Fikir apa yang terjadi dengan anak nya itu dia Fikir selama ini anak nya hidup enak dan dia sangat lah banyak menuntut.


"Mulai dari sekarang kalian harus ikut ibu pulang ke kampung, ibu tidak tega melihat kalian hidup seperti ini!* ucap Elsa.


"Tidak buk, Tari tidak mau, aku masih ingin di sini!" ucap Tari karena tidak ingin kehamilan nya terbongkar.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya, jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.

__ADS_1


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


Terimakasih 🙏***


__ADS_2