Tuan Mudaku Adalah Jodohku

Tuan Mudaku Adalah Jodohku
Episode 110


__ADS_3

Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


Biar author tambah semangat lagi.


Selamat membaca 🙂


Dari Cafe Dirga ke rumah nya cukup lah jauh dari pada pulang ke rumah Arka.


Di perjalanan Alena terus meminta supir agar selalu melaju cepat pada hal jalanan sangat lah macem sekali.


"Saya mohon pak, tolong cari jalan yang lain!" ucap Alena.


"Ini jalan satu-satunya buk!" jawab Supir.


Alena terdiam dia melihat ke handphone nya yang bunyi telpon dari Daniel.


Alena lagi tidak mood untuk menjawab nya toh dia juga mau ke sana.


Setelah jalanan sepi Alena meminta Supir agar melaju dengan cepat. Alena Sangat kacau, dia benar-benar kacau yang di butuhkan nya saat ini hanya bertemu dengan Arka dan menjelaskan apa yang terjadi.


"Ayo pak di percepat sedikit, kita harus cepat-cepat!" ucap Alena pada Supir.


"Tenang buk, ini sudah sudah kecepatan tinggi kita juga harus hati-hati!" ucap Supir.


Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di depan rumah Alena, belum seutuhnya mobil terparkir Alena langsung membuka pintu dan turun.


"Mas Daniel kemana! mobil Arka mana?" tanya Alena Heran dia langsung membuka pintu rumah nya ternyata tertutup Alena membuka nya dengan kunci cadangan nya.


Alena memanggil nama Arka namun tidak ada.


Alena terduduk di lantai ruang tamu nya. Sambil menangis.


Dia pun menghubungi Daniel.


Dan ternyata Daniel sudah pulang, dan juga dia masih meninggalkan mobil Arka di rumah dan sekarang tidak ada lagi.


Alena sudah bingung dan entah mau ngapain lagi, dia melihat jam sudah jam enam sore, dia mengacak-acak rambut nya dengan kasar sambil terus menangis.


"Tidak mungkin aku balik ke rumah pak Wijaya, tapi jika aku tidak pulang membawa Mas Arka. Pak Wijaya akan semakin marah pada ku!" batin Alena.


Azdhan Magrib pun terdengar, Alena mengambil air whudu dan melaksanakan sholat agar diri nya lebih tenang.

__ADS_1


Setelah selesai sholat dia sudah merasa mulai sedikit tenang namun kepala nya sangat pusing, tiba-tiba dia kefikiran pak Wijaya, Alena memutuskan untuk menghubungi Pelayan menanyakan tentang pak Wijaya.


Pelayan mengatakan jika pak Wijaya tidak ada keluar dari kamar, makan siang dan malam nya di antar ke kamar oleh pelayan yang di percaya oleh nya.


"Aku harus cari kamu kemana lagi mas! kenapa di saat aku butuh kamu malah menghilang!" Batin Alena.


"Aku harus mencari nya ke rumah milik nya!" ucap Alena dan segera membuka mukena nya.


Kali ini dia harus memesan grab karena supir Arka sudah dapat suruh pulang.


Dengan badan lemas, kepala pusing serta hati nya kacau dia harus menguatkan diri nya agar bisa bertemu dengan Arka.


Tidak beberapa lama mereka sampai di depan rumah Arka, mata Alena tertuju pada mobil Arka.


Air mata Alena lagi-lagi keluar karena di a merasa dia berhasil menemukan Arka, Alena berjalan dengan lemas ke arah pintu.


Dia di sambut oleh pelayan.


"Tuan muda mana?" tanya Alena.


"Tuan muda sedang istirahat di kamar nya Non," jawab Pelayan.


"Ada apa kamu mencari ku?" tanya Arka yang baru saja turun .


Arka memerhatikan Alena yang sedang menangis.


"Kamu kenapa? ngomong!" ucap Arka kesal karena Alena diam saja sambil terisak-isak.


"Surat ini mas! Surat ini sudah sampai ke tangan pak Wijaya!" ucap Alena sambil menunjuk kertas yang dari tadi tidak lupa dia.


"Surat apa?" tanya Arka sambil mengambil paksa dari tangan Alena.


"Bagaimana bisa surat ini bisa sama ayah!" ucap Arka kaget.


Alena hanya diam saja.


"Lalu untuk apa kamu mencari ku? Bukan kah lebih baik seperti ini, agar kita bisa pisah dan kamu bebas mau ngapain aja!" ucap Arka.


Alena menatap kearah Arka, gak nyangka Jawaban Arka.


"Kamu bertanya aku mencari kamu untuk apa! karena nama kamu yang ada di surat itu Mas, pak Wijaya meminta agar kamu dan aku menjelaskan semuanya ini pada nya, pak Wijaya sangat marah!" ucap Alena.

__ADS_1


"Ini yang aku hindari! dan akhirnya terjadi juga, ini semua karena kamu yang tidak mau hubungan kita ini di jelaskan pada Ayah, dan sekarang Ayah tau dari orang lain!" ucap Arka Kesal.


"Aku tau aku salah Mas! aku minta maaf," ucap Alena menetes kan air mata.


"Aku tidak butuh maaf dan penyesalan mu sekarang!" ucap Arka, dia juga terlihat bingung harus melakukan apa sekarang.


"Hari ini aku sangat lelah, aku tidak mau membicarakan apa-apa, aku mau istirahat!" ucap Arka dengan Cuek nya.


Tiba-tiba Alena bersujud di kaki Arka dan menahan kaki Arka yang hendak melangkah pergi.


"Aku mohon mas, kita bertemu dengan pak Wijaya! aku gak mau pernikahan kita hancur begitu saja, aku tidak mau karena ini kita akan jelek di mata semua orang!" ucap Alena sambil menangis di kaki Arka.


"Jika kamu perduli dengan hubungan kita ini, setidaknya kamu mau mendengarkan kata-kata aku, Suami kamu!"' ucap Arka.


"Aku serba salah mas, aku gak tau mau melakukan apa saat ini, aku hancur mas, pak Wijaya akan mengeluarkan aku dari perusahaan dan mencabut fasilitas yang di berikan nya pada ku!" ucap Alena.


"Jadi karena itu kamu mencari ku seperti ini?" tanya Arka.


Alena terdiam.


Tiba-tiba Arka mengawaskan kaki nya dari tangan Alena.


"Segera lah pergi! aku tidak butuh wanita yang hanya mementingkan diri nya sendiri tidak peduli sama sekali pada orang di sekitar nya," ucap Arka.


Alena sedikit terdorong sehingga dia terduduk di lantai.


"Ingat Alena! sudah dari kemarin-kemarin aku mau memberitahu hubungan ini pada publik, namun kamu selalu melarang nya dan dengan alasan belum siap!" ucap Arka.


"Baiklah mas, aku yang salah aku minta maaf, aku lah yang membuat nya seperti ini, tapi aku mohon untuk terakhir kalinya temui pak Wijaya, Setelah itu aku pasrah kamu membuat keputusan apa!" ucap Alena walau sakit dia harus mengucapkan kata-kata itu.


Karena dia sangat lah menyanyangi Arka namun dia sangat lah menghargai pak Wijaya karena pak Wijaya Alena bisa seperti yang sekarang dan bertemu dengan Arka.


Bukan nya Alena mementingkan diri nya, namun jika dia keluar dari perusahaan dan juga kuliah nya tidak terbiayai nama baiknya jelek tentunya orang tua nya sangat lah sedih dan kecewa.


Dan tidak ada beda nya dengan Arka.


Mungkin perusahaan masih di tangan Arka, namun semua nya pasti tidak berjalan seperti biasa nya.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya, jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.

__ADS_1


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


Terimakasih 🙏***


__ADS_2