
like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
Biar author tambah semangat lagi.
Selamat membaca 🙂
Alena Menatap Wajah Arka Mata mereka pun bertemu.
"Apa kah kamu yakin mau pulang?" tanya Arka menyadar kan tatapan kosong Alena.
Alena Tersenyum dan mengangguk.
"Ya sudah saya siap-siap dulu Tuan!" ucap Alena bangun dari tidur nya, namun tiba-tiba Arka menarik Alena lagi.
Arka menunjuk kan pipinya seakan minta di cium.
Alena menolak nya.
"Kalau kamu tidak mau, aku tidak akan melepaskan mu, dan kamu akan ketinggalan pesawat!" ucap Arka.
Mau tidak mau pun Alena mencium pipi Arka dengan singkat sambil tutup mata.
Alena langsung berlari ke kamar mandi, sementara Arka Tersenyum dia pun keluar dari kamar Alena dan segera siap-siap.
Setelah Arka sudah rapi dia pun menunggu Alena di ruang tamu tidak beberapa lama Alena sudah keluar dengan koper di tangan nya.
Serta sudah rapi dan cantik.
"Sudah siap?" tanya Arka.
Alena pun mengangguk.
Arka memerhatikan penampilan Alena yang sangat cantik menggunakan celana panjang dan juga sepatu heels nya.
Arka mengantarkan Alena ke bandara.
setelah sampai di bandara Alena langsung check out.
Namun sebelum pergi Arka menarik tubuh Alena kepelukan nya.
Sambil mencium pucuk kepala Alena.
Alena pun membalas nya.
"Kamu janji jangan lama di sana!" ucap Arka, lagi-lagi Alena mengangguk.
Dia pun pamit untuk pergi, arka sangat tidak rela namun mau bagaimana lagi.
Alena menarik koper nya meninggal kan Arka. sementara Arka terus melihat Alena.
__ADS_1
Namun tiba-tiba Alena berlari kembali ke pelukan Arka,
Arka Tersenyum dan mendekapnya dengan erat.
"Janji lah kamu tidak akan melakukan hal buruk lagi di sini!" ucap Alena.
Arka Tersenyum mengangguk dan mencium kening Alena.
Tiba-tiba Alena mencium Bibir merah Arka dengan singkat sambil tersenyum dan pergi.
Arka Tersenyum melihat perlakuan Alena yang sudah mulai berani pada nya.
Setelah pesawat yang di tumpangi Alena terbang, Arka pun kembali ke perusahaan.
Semua nya sangat beda, sangat terasa dingin dan sepi bagi Arka.
Baru saja Alena pergi dia sudah rindu dengan suara nya, ingin menghubungi namun Handphone Alena pasti mati.
Malam hari Alena baru bisa bertemu dengan orang tua nya di rumah Sarah.
Alena sangat merindukan Keluarga nya itu, sudah dua tahun mereka tidak bertemu dan Alena sama sekali tidak pernah pulang.
Tidak ingin berlama-lama di rumah Sarah mereka pun pulang ke rumah Alena.
Setelah sampai di sana sangat banyak pertanyaan yang di lontarkan orang tua nya pada nya.
"Ini rumah siapa nak?" tanya Ibu Alena.
"Oohh besar sekali, bos kamu sangat baik!" puji ibu nya.
Mereka pun masuk dan duduk di ruang tamu.
"Ibu dan Ayah kenapa bisa ada di sini?" tanya Alena.
"Sudah satu bulan kami mencoba menghubungi mu, kenapa tidak bisa, kami sangat khawatir!" ucap Ayah nya.
"Maaf Ayah, ibu, Alena lagi di luar negeri, nomor Alena memang tidak bisa di hubungi!" ucap Alena.
"Kamu ngapain di sana nak? bagaimana dengan kuliah kamu?" tanya Ibu Alena lagi.
"Semua nya beres buk, Alena lagi kuliah online, Alena ke luar negeri ikut bos Alena yang sedang mengelola perusahaan nya!" ucap Alena.
Mereka pun paham.
"Kalau boleh tau, Kalian ke sini hanya sekedar khawatir dengan Alena, Atau ada hal lain?" tanya Alena.
"Hmm, sebenarnya kedatangan kami ke sini ada maksud lain nak!" ucap Ayah Alena.
"Ayah mempunyai Hutang besar kepada Juragan tanah di kampung, dan Ayah menggadaikan surat tanah rumah dan juga surat tanah toko kue," ucap Ayah Alena.
__ADS_1
"Lalu?" tanya Alena, karena memang dia tau jika Ayah nya meminjam uang kepada Juragan itu, untuk biaya rumah sakit nenek, dan juga untuk keperluan lain nya, seperti Ongkos Alena ke Jakarta dan juga keperluan nya selama sebulan, dan lagi untuk membangun Toko kue serta modal nya.
"Ayah sudah lama tidak membayar nya, dan dua hari yang lalu dia datang untuk mengambil paksa rumah dan juga Toko!" ucap ayah Alena.
Alena sangat terkejut dia juga tidak menyangka itu semua terjadi.
Dia sudah tau jelas apa Alasan orang tua nya tidak sanggup membayar itu.
Dia pun terdiam. Karena ingin membantu dia juga tidak bisa, karena dia baru saja menerima gaji bulan ini, dan itu pun untuk biaya dia selama satu bulan di Eropa dan di Jakarta.
Gaji bekerja jadi pembantu pribadi Arka sudah dia Ambil dan di kirimkan pada orang tua nya, dia mungkin saat ini hanya bisa membantu dua puluh juta saja.
Sementara utang Ayah nya Tiga ratus juta, karena juragan itu membuat bunga yang sangat tinggi.
"Lalu apa yang busa kita lakukan sekarang Ayah! Alena sama sekali tidak bisa membantu uang segitu banyak, Alena hanya punya uang sedikit!" ucap Alena.
"Utang-utang ayah bisa lunas asal!" kata-kata ayah Alena terhenti.
"Asal apa Ayah?" tanya Alena.
"Asal kamu mau menikah dengan anak nya, Toni!" ucap ayah Alena.
Seketika Alena terdiam kaget.
"Ayah bercanda kan, itu tidak mungkin!" ucap Alena sedikit Kesal.
"Ayah juga tidak mau nak, tapi itu syarat dari mereka, tapi Kalau kami fikir-fikir biar lah tanah itu di ambil, dan kami akan tinggal bersama mu di sini!" ucap ayah nya.
"Ini bukan jalan keluar Ayah! Bagaimana dengan nenek? tanah itu adalah peninggalan kakek, jadi tidak bisa di serahkan begitu saja!" ucap Alena.
"Tidak ada jalan lain lagi Alena, ayah gak mau kamu menikah dengan pria Sombong itu, ayah mau kamu jadi desainer sukses di sini!" ucap Ayah nya.
Alena pun terdiam.
"Lalu bagaimana dengan Nenek?" tanya Alena.
"Buat sementara Ayah akan minta tolong pada bibi mu!" ucap Ayah nya.
"Ayah pura-pura lupa, atau bagaimana sih, Bibi itu tidak pernah mau merawat nenek, dia selalu kasar, Pokok nya Alena gak setuju Nenek dengan Bibi!" ucap Alena.
Ayah nya pun terdiam.
Tiba-tiba handphone Alena Berdering dan melihat itu dari Tuan muda nya.
"Bentar Ayah, ibu, Alena jawab telpon dulu!" ucap Alena.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan, tungguin terus kelanjutan ya,
__ADS_1
Like, komen dan vote sebanyak-banyak yah nya.
Terimakasih 🙏***