
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
Biar author tambah semangat lagi.
Selamat membaca 🙂
Alena pun mengambil kan baju dan celana untuk Arka.
Arka langsung mengganti pakaian kerja nya dengan kaos biasa itu di kamar mandi kamar Alena.
"Kamu belum siap ngerjain tugas nya?" tanya Arka pada Alena yang masih Sibuk dengan buku nya sambil berjalan ke arah Alena.
"Sebentar lagi Mas, cuma mau nyalin!" ucap Alena.
Arka pun ngerti dia pun duduk di pinggir kasur milik Alena.
Namun tiba-tiba handphone nya Berdering dan itu dari Salah satu klien nya.
Arka menjawab telepon itu ke arah balkon kamar Alena.
Tidak beberapa lama akhirnya tugas Alena selesai dia melihat Arka yang Masih menelpon di Balkon sambil menikmati angin malam.
Alena mendekati nya dan memeluk tubuh Arka dari belakang.
Arka Terkejut dia langsung menoleh ke arah Alena.
Namun dia tetap juga berbicara sama orang yang di balik telepon.
Dia tersenyum ke arah Alena yang mengelus-ngelus perut nya.
Alena sengaja iseng pada Arka, karena kelihatan nya sangat sibuk berbicara di telepon dari tadi.
Akhirnya Arka pun selesai nelpon tiba-tiba dua langsung menangkap Alena ke pelukan nya karena Alena Hendak saja pergi karena Arka sudah selesai nelpon.
"Kamu sengaja menggoda aku, jadi kamu harus tanggung akibat nya!" ucap Arka menggendong tubuh Alena ke kasur.
Alena tertawa namun dia juga berontak ingin di turunkan.
Arka Langsung menyekap tangan Alena di samping kepala nya dan juga Arka Sudah menindih tubuh Alena.
"Aku mohon mas, jangan sekarang!" ucap Alena Takut.
"Maka nya kamu jangan iseng, kamu sama saja membangun kan Hawa nafsu ku!" ucap Arka.
Alena terdiam, Arka dengan cepat menempelkan bibirnya ke bibir Alena.
Mata Alena membulat sempurna.
Perlahan Arka mulai memainkan bibir Alena.
Alena pun menikmati nya dan menutup mata nya, Serta sekarang Tangan nya sudah di leher Arka.
Kedua kekasih itu sedang menikmati sentuhan satu sama lain namun tiba-tiba handphone Arka Berdering.
Alena tiba-tiba mendorong tubuh Arka dari diri nya.
__ADS_1
"Handphone kamu bunyi!" ucap Alena karena Arka Menatap nya dengan tatapan bingung.
Arka Menghela nafas kasar dan memeriksa Handphone nya siapa yang berani-beraninya mengganggu mereka.
Ternyata itu adalah Paman Sam yang menelpon nya.
"Iya halo paman!" jawab Arka sedikit kesal.
Setelah selesai berbicara Arka pun segera mematikan handphone nya.
"Adaa apa?" tanya Alena pada Arka.
"Paman sam meminta aku untuk mengatakan langsung keputusan aku pada Ayah!" ucap Arka.
"Emang keputusan kamu apa?" tanya Alena.
"Aku akan mengumumkan pembatalan pernikahan kami!" ucap Arka.
Alena pun terdiam.
"Ya udah ah, kamu jangan fikirin itu, sini tidur!" ucap Arka berbaring di samping Alena sambil menunjuk kan lengan nya.
Dengan senang Alena langsung memeluk tubuh atletis Arka dan berbantalkan lengan Arka.
"Kamu sangat wangi sayang," puji Arka sambil mencium rambut Alena tangan nya mengelus-ngelus Pundak Alena.
Alena hanya tersenyum saja.
Akhirnya mereka pun tertidur dengan nyenyak nya.
Keesokan harinya Arka dan Alena baru saja selesai sholat shubuh.
"Tidak ada kemana-mana mas, karena hari semakin ini aku hanya ke kampus ngantarin tugas dan di kantor aku libur!" ucap Alena karena hari saptu.
"Hmm kalau gitu kamu ikut aku ke rumah Ayah yah!" ucap Arka.
"Tapi kan aku harus ke kampus dulu mas!" ucap Alena.
"Aku akan tunggu kamu di rumah, kamu pergi lah dan segera pulang!" ucap Arka sambil mencium pipi Alena dengan gemas.
"Ya udah ini sarapan dulu, kalau gitu aku siap-siap dulu!" ucap Alena.
Arka pun mengiyakan, Alena pun segera naik ke kamar nya sementara Arka menghabiskan roti bakar buatan istri nya Itu.
Alena Sudah berangkat ke kampus dan segera mengumpulkan tugas sebentar dia bertemu dengan dosen nya dan balik lagi ke rumah nya.
Dua jam kemudian Alena Sudah sampai di rumah.
dia Melihat Arka yang sedang membaca-baca Diary nya di kamar.
Alena dengan cepat merampas nya.
"Kamu gak boleh baca ini!" ucap Alena dengan sedikit kesal.
"Percuma! udah aku baca semua ko!" ucap Arka.
__ADS_1
"Aaaa, kamu kok gak sopan gitu sih!" ucap Alena kesal.
Arka hanya bisa tertawa meledek saja yang membuat Alena semakin jengkel.
"Ya udah ah mari kita berangkat!" ucap Arka.
"Kamu ngajak Berangkat tapi kamu belum ada siap-siap!" ucap Alena kesal.
"Aku akan seperti ini saja!" ucap Arka dengan santai nya.
Alena pun tidak ingin banyak nanya dan protes dia pun segera berangkat bersama Arka
Di sepanjang jalan Arka tidak pernah melepaskan tangan Alena walau dia sedang menyetir.
Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di rumah Pak Wijaya yang tidak kalah besar dan mewah dari rumah Arka.
"Assalamualaikum Pak!" sapa Alena saat melihat Pak Wijaya yang sedang duduk di ruang tamu.
"Eh Alena! Kamu datang? sama siapa?" tanya Wijaya karena Arka belum masuk.
"Sama Tuan muda pak," ucap Alena dan akhirnya Arka pun masuk.
Dia langsung memasang wajah dingin dan tersenyum kecil ke arah Wijaya.
Sekarang Wijaya kelihatan sangat bahagia, Alena pun menyalim tangan Wijaya dan diikuti oleh Arka karena di suruh oleh Alena.
"Bagaimana dengan keadaan Bapak? maaf yah pak tidak sempat datang waktu bapak pulang dari rumah sakit!" ucap Alena.
"Ah sudahlah kamu pasti sangat sibuk, bapak saja sudah sangat senang kalian datang ke sini!" ucap Wijaya.
Arka terus saja memerhatikan Alena dan Wijaya Sudah sangat dekat.
"Oh Iyah Pak, maaf kedatangan kami ke sini gak bawa apa-apa," ucap Alena.
Wijaya Hanya tersenyum saja.
"Arka kamu bagaimana kabar nya?" tanya Wijaya pada Arka yang berdiri seakan enggan untuk lama-lama duduk di sana.
"Baik-baik saja!" Jawab Arka.
Wijaya Hanya tersenyum Saja.
"Berhubung ini sudah mau Siang, pasti Bapak sama tuan muda belum makan, saya hari ini akan Masak!" ucap Alena.
karena sengaja ingin memberikan waktu untuk mereka berdua berbicara.
"Hmm ide bagus tuh, bapak sudah sangat merindukan masakan mu!" ucap Wijaya.
Alena pun tersenyum.
"Tuan muda, saya ke belakang dulu yah!" ucap Alena gugup mengunakan bahasa formal pada Arka.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya, jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
__ADS_1
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
terimakasih 🙏***