
like, Komen dan Vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
Selamat membaca 🙂
Tidak beberapa lama akhirnya Daniel sampai di rumah sakit dia melihat orang tua nya sudah menangis di depan ruangan ICU.
Elsa Melihat Daniel yang datang tiba-tiba Elsa Memeluk nya.
"Tari Daniel, Tari!" ucap Arka Elsa menangis di dada anak laki-laki nya itu.
Sebenarnya Daniel Sangat lah marah kepada orang tua nya itu, namun dia tidak mungkin di saat seperti ini menyalah kan kedua orang tua nya itu dia pun hanya diam Tampa m membalas pelukan Ibu nya itu.
"Tari di mana?" tanya Daniel dengan nada datar.
"Tari di dalam! Kata dokter belum ada yang bisa masuk selain perawat," ucap Elsa.
"Aku mau bertemu dengan dokter nya!" ucap Daniel.
"Dokter sudah keluar dari tadi!" jawab Elsa.
Daniel pun terdiam.
Dia sudah bingung mau ngapain lagi, dia sangat khawatir pada Tari.
Di tempat lain Alena dan Arka baru saja berniat pulang ke rumah pak Wijaya karena Alena mengerjakan tugas nya semua di bantu oleh Arka di rumah nya.
Karena dia tau malam ini Arka pasti akan menggangu nya.
"Kita mau kemana mas?" tanya Alena karena Arka berbelok tidak arah jalan pulang ke rumah Wijaya.
"Aku sangat Rindu pada Bang Dirga, kenapa waktu pernikahan ku dia tidak datang!" ucap Arka.
"Hmm mungkin dia ada kesibukan yang lain!" ucap alena.
" Sebelum nya Dia sudah berjanji akan datang!" Jawab Arka.
"Hmm ya udah temui saja dia, sekalian kamu mau liat-liat Wanita seksi yang ada di sana kan, Yaang biasa kamu boking!" ucap Alena.
Arka menoleh ke arah Alena.
"Kamu ngomong apa sih, lagian aku ada perlu sama Bang Dirga!" ucap Arka. Alena pun diam sambil menatap ke depan.
Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di kafe Dirga yang tidak pernah sepi itu.
Seperti biasa Arka dan Alena langsung menuju ruangan Dirga.
Setelah sampai di sana bukan Dirga yang di temui oleh mereka melainkan Sekretaris Dirga.
"Selamat malam pak, Apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Sekretaris cantik itu.
"Saya mencari bos kamu!" ucap Arka.
__ADS_1
"Pak Dirga Sudah beberapa hari ini kurang enak badan Pak, dan saya dengar Tadi Sore dia di bawa ke rumah sakit karena sakit nya semakin parah!" ucap Sekretaris itu dengan sopan sambil tersenyum.
"Sakit? Dirga sakit apa?" tanya Arka kaget Begitu juga dengan Alena.
"Setau saya pak Dirga sakit Lambung!" jawab Sekretaris itu.
"Sakit lambung? Tapi kenapa bisa separah itu!" ucap Arka.
"Kalau begitu di mana alamat rumah sakit nya?" tanya Arka.
Sekretaris itu pun memberi kan alamat rumah sakit Dirga namun tidak tau di ruangan Nomor berapa dia di rawat.
Alena Dan Arka Keluar dari Kafe itu.
Arka hanya diam saja Alena Fikir Arka akan segera menuju rumah sakit namun Arka mengehentikan mobil nya di sebuah Restoran yang sangat mewah.
"Kita ngapain ke sini mas?" tanya Alena.
"Makan sayang! Aku sudah sangat lapar," ucap Arka sambil tersenyum.
Mereka masuk dan memesan makanan masing-masing.
"Makan lah yang banyak Sayang, karena kamu pasti akan membutuhkan tenaga yang sangat banyak nanti malam untuk bertempur!" ucap Arka.
Alena Seketika merinding mendengar itu, namun dia hanya diam saja sementara Arka Sudah tersenyum nakal.
Akhirnya mereka selesai makan.
"Kita pulas saja, Ayah sudah menghubungi aku tadi!" jawab Arka.
"Lalu bagaimana dengan kak Dirga?" tanya Alena.
"Biar saja aku besok ke sana sehabis pulang kerja!" ucap Arka.
"Apa Besok kamu akan kerja?" tanya Alena.
"Aku dan Ayah sebentar akan ke kantor," ucap Arka.
"Lalu bagaimana dengan aku? Aku tidak bisa libur panjang terus mas!" ucap Alena.
"Kamu tidak perlu kerja lagi! Biar kamu Lebih fokus sama kuliah dan aku saja!" ucap Arka.
"Aku gak mas, aku masih ingin kerja aku masih harus ngirim sama orang tua aku!" ucap Alena.
"Aku adalah suami kamu, dan aku kerja buat kamu!" ucap Arka.
"Iyah mas aku tau, tapi aku masih ingin kerja!" ucap Alena.
"Kalau aku bilang gak usah ya gak usah, kamu harus selesaikan dulu kuliah kamu, kamu sudah semester Enam akhir kamu harus segera menyelesaikan nya agar orang tua kamu bangga!" ucap Arka.
"Aku akan tetap fokus pada kuliah aku, tapi ijin kan aku untuk bekerja di Perusahaan kamu mas!" ucap Alena.
"Tidak ada kata tapi lagi, aku melarang kamu, jadi kamu harus menuruti nya!" ucap Arka.
__ADS_1
Alena pun diam, dia sangat Kesal Alena memasang wajah Kesal dan Marah pada Arka.
Akhirnya mereka sampai di rumah, Alena Langsung ke masuk ke kamar, namun Arka menemui Wijaya dulu yang sedang menonton tv.
"Istri kamu mana?" tanya Wijaya.
"Sudah masuk ke kamar Ayah!" ucap Arka.
Ayah dan anak itu berbincang-bincang asik.
Karena tidak ada lagi yang di bicarakan Arka Pamit mau istirahat ke kamar nya.
Dia melihat Alena yang masih main Handphone.
"Kamu sudah sholat?" tanya Arka sambil melepaskan jam tangan dan membuka buah baju nya.
"Sudah!" jawab Alena.
Arka Masuk ke kamar mandi whudu setelah selesai dia keluar dan segera melaksanakan sholat isya.
Setelah selesai dia naik ke kasur mendekati Alena.
Arka menggoda Alena dan terjadi lah Pertempuran yang sangat ganas malam itu.
Keesokan harinya Alena bangun jam empat shubuh dia melihat Arka yang memeluk nya.
Karena Alena bergerak-gerak Arka pun terbangun.
Arka menoleh ke arah wajah Alena sambil tersenyum dan mencium kening nya.
Alena bangun dari tidur nya namun Tiba-tiba dia menjerit pelan sambil memegang pinggul nya.
"Auh!" rintih Alena.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Arka.
"Pinggang aku sakit banget!" ucap Alena.
Arka memijit-mijit pelan Pinggang Alena. Karena sudah sedikit mendingan Alena segera mandi suci Begitu juga dengan Arka Setelah Selesai mandi mereka melaksanakan sholat subuh berjamaah.
Hari pun semakin siang Arka Sudah rapi dan wangi dengan stelan kantoran nya itu.
Hari ini Alena ada kuliah online jadi dia tidak bisa kemana-mana karena dia masih ada waktu tiga hari lagi untuk kuliah online.
...----------------...
***ASSALAMUALAIKUM kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya, Jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
S
Terimakasih 🙏***
__ADS_1