Tuan Mudaku Adalah Jodohku

Tuan Mudaku Adalah Jodohku
Episode 65


__ADS_3

Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


Biar author tambah semangat lagi.


Selamat membaca.


Keesokan harinya Alena baru saja pulang menemani Tia menghadiri Teman Tia yang baru saja menikah.


Dan tentu saja Alena jadi pusat perhatian di sana, bahkan juragan ikan kampung sebelah mencoba untuk mendekati nya.


"Assalamualaikum!" ucap Alena sambil memasuki rumah.


Dia telah sampai di rumah namun kelihatan nya Arka tidak lah di luar.


"Walaikumsalam!" jawab Arka yang sedang sibuk di Ruang tamu dengan laptop nya.


Alena pun menyalim tangan Arka, dan Arka pun mencium kening Alena.


"Tadi pak Wijaya nelpon aku mas!" ucap Alena sambil duduk di samping Arka.


"Ayah minta kita pulang ke Jakarta yah?" tanya Arka dengan datar dan masih fokus dengan kertas-kertas yang di tangan nya.


"Iyah Mas, Pak Wijaya bilang dia akan mengadakan pembukaan kerajaan Finansial yang sudah siap di bangun dan Sudah siap untuk di buka!" ucap Alena.


"Iyah aku tau, tapi kenapa harus sekarang! acara nya tergantung pada ku," ucap Arka.


"Kamu gimana sih mas, ayah kamu ingin kamu cepat pula dan mengurus semua urusan yang menyangkut Clara!" ucap Alena.


"Hufff, bagaimana kalau kita pulang saja dulu mas, aku juga harus segera kuliah tatap muka," ucap Alena.


"Ya sudah kalau kamu ingin pulang, pulang lah dulu! aku masih nyaman di sini!" ucap Arka.


"Ih kamu gimana sih mas, masa iya aku pulang duluan kamu kan suami aku!" ucap Alena kesal.


"Kan kamu sendiri yang mau pulang, ya udah pulang sana!" ucap Arka datar.


Alena semakin kesal.


"Ya udah aku pulang sendiri!" ucap Alena marah dan berdiri dari duduknya.


Tiba-tiba Arka tertawa kuat dan menarik tangan Alena yang hendak pergi.


"Aku hanya bercanda sayang!" ucap Arka sambil tersenyum.


"Enggak! aku mau pulang aja," ucap Alena.


Tiba-tiba Arka menarik Alena ke pangkuan nya.


"Istri aku kok ngambekan sih, aku hanya bercanda, ya kali aku ngijinin kamu jauh-jauh dari aku!" ucap Arka mencubit pipi Alena yang sudah cemberut.


"Udah dong jangan cemberut lagi, kamu cewek gak baik untuk marah-marah," ucap Arka lagi.

__ADS_1


"Siapa coba yang gak marah, kamu malah nyuruh aku pulang duluan, sementara pak Wijaya minta kamu yang pulang!" ucap Alena sewot.


"Hehehehe ya udah jangan marah lagi dong, aku minta maaf. Aku akan fikir kan kapan kita pulang!" ucap Arka.


"Tapi kapan mas, aku sudah sangat tidak enak pada ayah mu!" ucap Alena.


"Jujur saja aku sangat tenang di sini Sayang, aku merasakan jauh lebih baik di sini!" ucap Arka.


Alena pun terdiam.


"Ya sudah aku ikut kamu aja mas." Ucap Alena.


Arka tiba-tiba Memeluk Pinggang Alena.


"Terimakasih sayang!" ucap Arka.


Mereka pun berbincang-bincang sedikit dan membahas kejadian yang di acara tadi.


Hari pun semakin sore Arka mengajak Alena untuk jalan-jalan sekeliling kampung.


Alena memilih untuk jalan kaki sementara Arka ngotot ingin naik motor yang sengaja dia sewa untuk di pakai nya sehari-hari.


Karena Alena ingin jalan, dengan terpaksa Arka pun mengikuti nya.


Di sepanjang jalan sangat banyak yang menyapa Alena,


Alena selalu memasang senyum indah di bibir nya.


Sampai lah mereka di lapangan bola yang sangat ramai anak-anak yang main bola.


Begitu juga ada yang sengaja nongkrong di sana, ada emak-emak yang bawa anak nya jalan-jalan sore.


Alena memilih duduk di kursi yang di bawah pohon dan di ikuti oleh Arka.


Namun tiba-tiba bola anak laki-laki itu terkena kaki Arka.


Arka mengambil bola itu dan mengantarkan nya ke rombongan anak laki-laki itu.


Tiba-tiba Alena tersenyum karena melihat Arka ikut bermain dengan anak-anak itu.


Semua nya bersorak Ketika Arka mulai main dan juga banyak yang memidio kan nya.


Dia jadi pusat perhatian di sana.


"Ya Ampun ganteng banget sih!" puji emak-emak yang sedang midioin Arka tidak jauh dari Alena.


Akhirnya Arka pun selesai main dan tiba-tiba saja datang banyak wanita menghampiri nya dan mengajak kenalan minta foto.


Apa lagi emak-emak ada yang mencubit Wajah nya memeluk nya erat.


Arka sudah sangat kelelahan meladeni semua orang yang mengincar nya.

__ADS_1


Akhirnya mereka semua pun sudah puas dan mereka pun mengucapkan terima kasih dan pergi begitu saja tanpa merasa bersalah.


Sekarang rambut Arka sudah sangat tidak rapi wajah nya sudah merah Karena di cubit.


Arka pun mendekati Alena yang duduk santai di bawah pohon.


Tiba-tiba Alena tersenyum meledek ke arah Arka.


"Kamu kenapa?" tanya Arka sambil duduk di samping Alena dan minum.


"Di wajah kamu ada bekas lipstik!" ucap Alena.


Tiba-tiba Arka mengambil handphone Alena dan berkaca ternyata benar di pipinya ada warna merah.


Dia segera mencuci nya dengan Air minum itu.


"Sial banget sih hari ini!" ucap Arka, sementara Alena sudah tertawa meledek.


Arka sudah sangat kesal dia terus menghapus lipstik yang di wajah nya namun sangat susah hilang.


"Sini aku bantuin!" ucap Alena karena melihat Arka yang sudah sangat kesal.


"Gak usah!" ucap Arka menolak dengan wajah cemberut.


"Ya udah, berarti kamu mau lipstik itu selalu lengket di pipi kamu, dan jadi kenangan!" ucap Alena.


Arka tidak terima apa yang di katakan Alena akhirnya dia pun mengijinkan Alena membantu menghapus nya.


Akhirnya terhapus juga.


"Aku saja istri kamu belum pernah cium pipi kamu, sementara emak-emak itu dengan bangganya mencium kamu!" ucap Alena.


"Udah deh gak usah bahas itu, maka nya cium nih!" ucap Arka menyodorkan pipi nya ke arah Alena.


"Gak mau, aku mau pulang! udah sore." ucap Alena dan berjalan terlebih dahulu meninggalkan Arka, Arka pun mengejar nya.


Tidak beberapa lama akhirnya mereka pun sampai di rumah dan ternyata di depan rumah itu sudah ada satu mobil Pajero sport hitam.


"Selamat sore Tuan muda!" sapa Lelaki bertubuh tinggi kulit hitam badan kekar.


Arka memerhatikan lima orang pria yang berdiri di depan rumah nya.


Arka sudah tau jika itu adalah bodyguard suruhan Wijaya Ayah nya.


"Siapa mas?" tanya Alena berbisik ke telinga Arka.


...----------------...


Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar yah, jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.

__ADS_1


Terimakasih 🙏


__ADS_2