
Alena tersenyum.
"Di minum mas!" ucap Alena.
Arka melihat dan memerintahkan Alena.
"Kenapa lihatin aku kaya gitu mas, kamu mau makan juga? Biar aku suapin!" ucap Alena.
Alena menyodorkan sendok berisi nasi sama sayuran ke Mulut Arka.
Arka membuka mulutnya dan tidak memalingkan pandangan nya dari wajah Alena.
Alena menatap balik mata Arka, seketika Arka langsung memalingkan pandangan nya tidak tahan dengan tatapan Alena pada nya.
"Kenapa malah gak lihat aku mas, dari tadi lihatin aku aja, Emang wajah aku ada yang salah yah!" ucap Alena.
Arka menggeleng kan Kepalanya dia menyeruput teh buatan istri nya itu.
"Ternyata Pengusaha kaya seperti Arka bisa meleleh juga karena tatapan!" batin Alena sambil tersenyum ke arah Arka.
Arka tiba-tiba mencium pipi Alena dan tersenyum.
"Lanjut lagi makan nya, ini sudah mulai terang kita akan segera Siap-siap mau ke panti asuhan!" ucap Arka.
Alena kaget atas kelakuan Arka.
Namun Alena juga langsung mencium bibir Arka di saat Arka Belum Selesai bicara.
Arka seketika terdiam mata nya membulat sempurna, namun dia tidak mau menghilang kan kesempatan nya dia mencium balik bibir Alena dan memperdalam ciuman mereka.
"Tante!" Panggil Tania.
Tiba-tiba mereka yang sedang menikmati kis morning yang romantis terkejut dan menjauh kan diri masing-masing.
"Iyah sayang! Ada apa?" tanya Alena seketika gugup.
"Semoga saja Tania tidak melihat apa yang kami lakukan, lagian aku kok begitu bodoh nya ciuman tidak lihat tempat!" Batin Alena.
"Handphone Tante di atas berbunyi!" ucap Tania.
karena dari tadi Handphone Alena Berdering dan sampai Tania terbangun.
"Hmm kenapa Tania Pakai bangun segala sih, lagi enak-enak nya sama istri dia malah datang!" batin Arka.
"Eh kamu mau kemana?" tanya Arka pada Alena yang turun dari kursi.
"Aku mau ke atas ngambil Handphone mas!" ucap Alena.
"Biar Pelayan aja yang ngambil! Kamu lanjut aja makan. Tania sarapan juga yah Biar kita cepat berangkat nya!" ucap Arka.
__ADS_1
Tania tersenyum, Alena Pun menyendok kan nasi ke piring Arka dan juga Tania.
Arka pun meminta Pelayan agar mengambil handphone Alena.
Alena melihat dua puluh kali panggilan tak terjawab dari ibu nya, dan dari Sarah bahkan dari Daniel juga.
"Tumben-tumbenan mereka semua menelpon ku seperti nya ni, ada Apa yah!" ucap Alena.
"Ada apa sayang?" tanya Arka.
"Gak tau nih mas, Ibu, mas Daniel dan juga Sarah menelpon ku dari tadi!" ucap Alena.
"Ya udah habisin aja dulu makan nya, entar kalau udah siap telpon lagi ke sana!" ucap Arka.
Alena menginyakan.
Namun tiba-tiba handphone nya Berdering lagi dari Ibu nya.
Alena menjawab nya dan betapa terkejutnya dia mendengar penjelasan ibu nya.
Seketika Air mata Alena Keluar.
"Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un!" hanya itu yang keluar dari mulut Alena sambil menangis panggilan telepon pun terputus.
Arka Terkejut mendengar Alena.
Alena meletakkan kepalanya di meja sambil menangis terisak-isak.
"Kenapa Sayang? Coba ngomong sama aku!" ucap Arka memeluk Alena meletakkan kepala Alena di dada nya.
"Nenek mas, nenek udah meninggal!" ucap Alena.
Seketika Arka mengucap juga.
Dia tahu persis Siapa Nenek Alena, kalau mungkin bukan karena biaya perobatan Nenek nya Alena tidak akan mau jadi istri Kontrak nya.
"Sabar yah, Semoga Nenek kamu di terima di sisi Allah, dia lebih sayang sama Nenek kamu, ini semua sudah takdir!" ucap Arka sambil mengelus pundak Alena.
Tania Melihat Alena menangis tersedu-sedu akhirnya dia juga ikut memeluk nya dari belakang.
"Kamu jangan Nangis lagi, kamu juga harus mikirin kesehatan kamu!" ucap Arka.
"Tapi mas, nenek udah meninggal!" ucap Alena lagi.
"Iyah aku tau sayang, sekarang kita bisa buat apa lagi, itu sudah jalan Allah untuk keluarga kamu!" ucap Arka.
"Aku mau pulang mas, aku mau lihat Nenek untuk terakhir kalinya!" ucap Alena.
Arka Sangat tidak tega melihat Alena yang sangat Sedih namun dia juga tidak bisa menuruti kemauan Alena, di perjalanan Sangat lah capek tentunya itu akan berdampak kepada kesehatan Alena.
__ADS_1
Namun Alena terus saja memaksa sambil menangis bahkan mengancam akan pergi sendiri, akhirnya Arka pun mau.
Mereka segera menyiapkan semua nya untuk berangkat.
Seperti biasa Arka akan membawa mobil Alphard nya untuk perjalanan jauh selain luas itu cukup nyaman untuk Alena.
Tania juga ikut, awalnya Tania tidak mau karena dia mau pulang ke rumah Nenek nya namun Arka bilang kalau nanti Alena tanya Tania di Mana Arka akan jawab apa.
Karena Alena terlihat sangat sedih bahkan berbicara saja dia tidak.
Tania Pun mau, di sepanjang perjalanan Arka menjaga Alena.
Alena meminta Supir agar lebih cepat mengendarai mobil nya, sementara Arka Sudah takut Alena kenapa-kenapa.
Arka juga terkadang marah pada Supir kalau menabrak lobang sehingga terasa ke dalam.
Di sepanjang perjalanan Tania hanya diam saja Begitu juga dengan Alena sementara Arka yang sangat sibuk dia mengkhawatirkan Alena sekali.
Hari sudah jam satu siang Arka meminta untuk berhenti di rumah makan dulu karena mereka sudah mulai memasuki Desa namun dia juga harus makan Alena dan juga yang lain nya.
Arka memilih untuk makan di dalam mobil.
Arka meminta Alena untuk makan dan menyuapi nya, namun kelihatan nya Alena tidak berselera dia hanya ingin cepat sampai.
Akhirnya Arka makan dan menyuapi Tania saja.
Di sepanjang perjalanan Tania mabuk namun dia terus menahan nya agar tidak menyusahkan mereka.
Setelah mobil berhenti dia mengeluarkan semua yang dari tadi di tahan nya dia terlihat lemas.
Arka terlihat Panik, dia mencari minyak kayu putih dari tas alat perlengkapan Alena dan mengoleskan ke Perut serta badan Tania.
Arka di saat di dalam mobil Sangat lah terlihat repot selain khawatir dengan istri nya dia juga kasihan melihat Tania.
Setelah selesai makan mereka melanjutkan perjalanan, dia perjalanan Arka memangku Tania, karena kali ini dia tidak bawa salah satu pelayan.
Dia juga tidak kefikiran dan hanya membawa dua supir sjaa agar bisa lebih cepat.
Jam sudah menunjukkan pukul tiga Sore, mobil mewah Arka sudah terparkir di depan rumah Alena yang sudah sangat ramai orang melayat.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏***
__ADS_1