
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
Biar author tambah semangat lagi.
Selamat membaca 🙂
"Hmm!" ucap Arka seakan mau mengucapkan sesuatu, Alena yang mendengar nya dia pun menoleh ke arah Arka.
"Ada yang mau di sampai kan lagi Tuan?" tanya Alena.
"Tidak! tidak," ucap Arka seperti gugup.
Alena pun terdiam bingung dan dia pun memutar badan nya untuk membuka mukena nya.
"Yang kamu pakai apa namanya?" tanya Arka.
Alena Melihat ke mukena nya.
"Oohh ini Nama nya mukenah tuan, khusus untuk perempuan! kenapa?" tanya Alena.
"Ya udah buruan sana, saya sudah sangat lapar!" ucap Arka.
Arka pun turun ke bawah untuk menunggu Alena.
"Aku akui dia sangat cantik menggunakan Mukenah!" Batin Arka sambil tersenyum.
"Hus, mikirin apa sih aku," ucap Arka menepis pikiran nya.
"Sudah siap Tuan! mari kita berangkat!" ajak Alena.
Arka menoleh ke arah Alena.
Alena berganti pakaian yang sangat bagus cocok untuk keluar, dan sangat pas di badannya.
Serta makeup tipis di wajah nya.
Mereka pun berangkat.
Arka pun mengajak Alena makan di Cafe yang kelihatan sangat mewah.
"Hmm kalau jadi Tuan muda pasti enak, terserah mau makan di mana, mau kemana, uang nya banyak!" Batin Alena.
Mereka pun memesan makanan masing-masing,
setelah selesai makan, Alena pamit untuk ke kamar mandi sebentar.
Namun saat dia hendak ke kamar mandi tiba-tiba Pria tinggi, ganteng berkulit putih menghampiri nya.
Dan mengajak kenalan, memang dari tadi Alena jadi pusat perhatian di cafe itu.
__ADS_1
Arka memerhatikan Alena yang sangat asyik berbincang-bincang dengan Pria itu.
Setelah Alena keluar dari kamar mandi. dia pun menghampiri Arka yang terdiam.
"Udah Tuan, kita pulang saja!" ucap Alena.
Arka pun beranjak dari tempat nya Tampa menjawab Alena dia membayar tagihan dan berjalan ke dalam mobil.
Dia hanya diam saja dan memasang wajah sangat datar sehingga Alena bingung.
Tidak beberapa sampai di rumah Alena langsung masuk vila.
"Lain kali tidak perlu kamu menanggapi pria-pria penduduk sini!" ucap Arka ketika Alena hendak masuk.
Alena menoleh ke arah Arka.
"Maksudnya Tuan?" tanya Alena.
"Tadi Pria yang menghampiri kamu di Cafe, itu hanya modus saja, kamu tau sendiri kan bagaimana laki-laki di luar sana, bisa nya hanya mempermainkan perempuan!" ucap Arka.
Alena mendekati Arka.
"Bukan kah Tuan salah satu dari laki-laki yang Tuan maksud!" ucap Alena.
"saya ngomong apa kamu jawab apa, jangan pernah pernah kamu ikut campuri urusan saya, di luar pekerjaan dan tugas kamu!" ucap Arka dengan nada datar.
"Yah kalau Tuan mau nya seperti itu, tuan juga jangan pernah mencampuri urusan pribadi saya," ucap Alena.
"Huff, maksud Tuan apa sih, Dekat dengan pria mana!" ucap Alena sama sekali tidak mengerti dengan apa yang di maksud Tuan muda nya itu.
"Kamu tidak perlu pura-pura lupa, seakan kamu lupa kalau kamu punya kenalan waktu di cafe tadi!" ucap Arka.
Alena pun mengingat waktu di cafe.
"Oooh yang itu! itu hanya menawarkan barang-barang elektronik Tuan, dia sales!" ucap Alena apa adanya.
Arka terdiam karena dugaan nya salah, seakan-akan dia pria yang sangat posesif.
"Maka nya Tuan nanya dulu! malah bilang saya dekat dengan pria penduduk sini!" ucap Alena menahan Ketawa nya.
"Mau dia sales, mau dia apa lah, yang penting kamu tidak boleh sembarangan Dekat dengan pria-pria Eropa," ucap Arka dan Masuk meninggalkan Alena.
Alena menaikkan alis nya.
"Hum, jadi gara-gara itu doang dia bisa diam sepanjang jalan!" ucap Alena.
"Masih ada laporan yang harus kamu selesaikan, jangan menjelek-jelekkan saya aja!" teriak Arka dari dalam.
"Hmm, ngeri banget sih pendengaran nya, apa dia dengar aku ngomong!" batin Alena.
__ADS_1
Dia pun segera masuk.
Satu bulan kemudian semua nya normal-normal saja, Arka sudah terbiasa dengan Alena.
Dan Alena pun begitu, dia sudah mulai nyaman dan tenang bekerja dengan Arka, karena semenjak di Eropa kemana pun Arka dia selalu ikut, dan itu artinya Arka tidak bisa minum Atau mabuk lagi.
Dan Arka pun sudah mulai bisa meninggalkan Sifat buruk nya dan kelakuan nya.
Dia dengan Alena Masih saja sama, dia Masih bersifat dingin pada Alena Namun mengaguminya diam-diam.
Dan Arka Masih saja mengatai-ngatai nya jika Alena punya salah.
Namum Alena mencoba untuk Sabar karena ini tidak lama lagi, Namum itu tidak di lakukan oleh Arka tiap hari, hanya ketika dia lagi Capek, pusing, Atua kesal melihat Alena yang selalu di dekatin oleh karyawan Perusahaan nya.
Mereka baru saja pulang ke Vila, Alena langsung mengambil air wudhu dan segera Sholat sementara Arka mandi, dan setelah mandi dia keluar dari kamar nya dan duduk di ruang tamu.
Alena setelah sholat dia ingin menonton TV, namun ternyata Arka sudah terlebih dahulu di sana.
"Kamu bisa Masak?" tanya Arka ketika Alena sudah di ruang tamu.
"Bisa Tuan! kenapa?" tanya Alena karena tumben-tumbenan Arka bertanya seperti itu.
"Kita belanja ke supermarket keperluan dapur, saya bosan makan yang aneh-aneh di sini!" ucap Arka.
"Sama sebenarnya aku juga tidak suka!" Batin Alena.
"Baik lah tuan, saya akan belanja!" ucap Alena.
"Ikut lah dengan Saya!" ucap Arka.
"Saya sendiri saja Tuan, Tuan istirahat lah!" ucap Alena.
"Saya tidak Betah sendiri di rumah, kamu juga tidak akan tau di mana super market nya!" ucap Arka.
"Yah elah Tuan, kaya gak ada handphone aja, kapan lah aku bisa lepas dari pria manja ini!" Batin Alena.
"Baik lah Tuan, ayo lah kita segera berangkat, saya juga sudah sangat rindu masakan khas Indonesia!" ucap Alena.
"Kamu mau kemana?" tanya Arka.
"Mau ganti baju dulu Tuan, masa iya saya seperti ini keluar! yang ada Tuan malu bawa saya, saya belum mandi!" ucap alena.
"Tidak perlu, gitu aja! kamu sengaja mau cari perhatian orang di luar sana!" ucap Arka.
Alena pun melotot karena dia tidak ada kefikiran ke sana.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya Jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya, jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
__ADS_1
Like, komen dan vote sebanyak-banyak yah.
Terimakasih 🙏***.