Tuan Mudaku Adalah Jodohku

Tuan Mudaku Adalah Jodohku
Episode 77


__ADS_3

Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya. Biar author tambah semangat lagi. Selamat membaca 🙂


Namun Arka hanya diam sambil memejamkan mata nya di pangkuan Alena.


Alena pun mengelus rambut Arka, Alena fokus kembali dengan Filim yang ada di TV.


Hari pun semakin sore flim yang di TV pun sudah habis, Alena melihat ke arah Arka yang Masih tetap tidur.


Alena berniat ingin bersih-bersih dan menyiram bunga di luar.


perlahan Alena mulai meletakkan kepala Arka di bantal Sofa.


Setelah itu Alena segera ke dapur untuk minum dan juga merapikan dapur yang sedikit berantakan.


Alena Selesai di dapur dia segera keluar dan mengambil selang air untuk menyiram bunga.


Namun sebelum menyiram dia terlebih dahulu menyapu dedaunan yang berserakan di bawah pohon.


"Mas Daniel!" sorak Alena senang ketika Motor Beat Daniel berhenti di halaman rumah nya.


Daniel Hanya tersenyum melihat wajah bahagia Alena dan menyusul nya.


"Dari mana Mas?" tanya Alena sambil menyalim tangan Daniel.


"Dari kost-an lah, nih buat kamu!" ucap Daniel membawa kan Alena Boneka kecil warna cokelat berbentuk panda.


"Ih serius nih mas untuk Alena? wahh ini sangat cantik dan imut, makasih yah mas!" ucap Alena sambil tersenyum bahagia.


Daniel pun mengelus pucuk kepala Alena.


"Sama-sama! kamu lagi sama siapa di rumah?" tanya Daniel.


"Sama Mas Arka! masuk dulu Mas!" ajak Alena mengajak Daniel Duduk di teras.


Namun ternyata Arka Sudah Berdiri di depan pintu rumah ya itu.


"Eh ini bukan nya Bos kamu?" tanya Daniel heran.


"Panjang ceritanya mas, sini masuk dulu!" ucap Alena mendekati Arka.


"Mas! Kamu masih ingat kan ini Siapa?" tanya Alena pada Arka. ,Dan Arka hanya mengangguk saja.


Daniel dengan sopan dan senyuman dia menjabat tangan Arka walau masih bingung.

__ADS_1


Namun dia langsung di respon hangat dan baik oleh Arka.


Alena tersenyum ketika Arka berlaku baik pada Daniel.


Arka pun mengajak Daniel masuk, mereka pun masuk Alena langsung ke dapur Membuat kan teh.


"Nih mas Daniel minum dulu!" ucap Alena.


meletakkan dua gelas teh di atas Meja.


Daniel mengucapkan terimakasih.


"Kalau boleh tau tadi dari mana?" tanya Arka pada Daniel yang dari tadi diam saja, kelihatan sekali segan sekali duduk dengan pengusaha kaya itu.


"Hmmm saya dari Kost saya Pak, kebetulan hari ini libur jadi saya berniat main ke sini!" ucap Daniel dengan sopan.


"Tidak perlu manggil Bapak! Panggil saja nama, seperti nya anda lebih tua dari saya!" ucap Arka.


"Tidak enak Pak, saya sudah terbiasa jadi saya akan mengunakan bahasa formal ini!" ucap Daniel.


Arka pun pasrah.


"Sebelum nya Mas jangan marah dulu yah, Alena mau jujur sama Mas Daniel dan Alena harap Mas ngerti dan mau menyimpan rahasia ini, karena Mas Daniel lah orang yang tepat mendengar curhatan Alena!" ucap Alena serius.


Sementara Arka Sudah dak Dig dug. Karena dia yakin Alena akan menceritakan semua nya pada Daniel dia Masih ingat jelas jika Alena Sangat lah dekat dengan Daniel dan Begitu juga dengan Daniel yang sangat menyanyangi Alena.


"Aku sebenarnya sudah menikah sirih dengan mas Arka!" ucap Alena.


Jujur saja Daniel Sangat kaget dia langsung menatap Arka.


"Ini tidak benar kan, ini hanya bercanda saja kan?" tanya Daniel seakan tidak percaya.


"Ini sungguhan mas, kami menikah diam-diam dan tidak ada orang terdekat yang mengetahui ini, kami menikah di kampung Almarhum orang tua Mas Arka!" ucap Alena.


"Bukan nya Pak Arka sebentar lagi menikah dengan Perempuan sukses yang namanya Clara itu!" ucap Daniel mencoba memastikan.


Alena menceritakan dengan detail pada Daniel.


Daniel hanya bisa menggeleng saja, dia tidak habis Fikir Jalan Fikir adik sepupu nya itu.


Dia tidak sanggup lagi berkata-kata.


"Jujur saja Mungkin Kalau mas Di posisi aku, mas Akan memilih jalan ini," ucap Alena.

__ADS_1


Daniel pun mengerti karena Alena juga Terjebak ke pernikahan ini hanya karena ingin mendapatkan uang untuk orang tua nya dan semua nya berusaha di luar dugaan kedua nya mempunyai perasaan yang sama.


"Jadi kalian sekarang mau bagaimana? apa kalian selama nya akan seperti ini?" tanya Daniel.


"Itu dia yang Alena bingung Ngin mas, Alena tidak mau mengecewakan keluarga dan juga orang terdekat, karena hubungan ini!" ucap Alena.


"Bagaimana dengan Bapak? apa Bapak akan Betah dengan pernikahan tersembunyi seperti ini!" ucap Daniel pada Arka.


"Saya akan bertanggung jawab atas semua nya, namun semua ini permintaan Alena yang ingin hubungan ini sementara di sembunyikan, saya tidak tau sampai kapan, namun jika itu adalah pilihan Alena saya akan mengikuti nya!" ucap Arka.


"Kalau menurut saya Jawaban Bapak salah, sebelum nya Saya minta maaf terlebih dahulu sudah lancang, sebelum Orang lain yang membongkar semua nya Lebih baik kalian Jujur!" ucap Daniel.


"Tapi hubungan kami ini sangat lah tersembunyi Mas, tidak ada orang yang kenal mengetahui hubungan kami!" ucap Alena.


"Kamu yakin? kalau memang begitu tidak ada yang tau, tapi kalian juga harus memikirkan apa yang saya ucapkan tadi!" ucap Daniel.


"Karena ini bukan masalah sepele, bisa-bisa nama baik pak Arka rusak, keluarga malu dan juga banyak merugikan orang lain termasuk perusahaan-perusahaan yang kerja sama dengan Bapak!" ucap Daniel.


"Dan buat kamu Alena, kamu ingat kan kamu di sini kuliah karena biasiswa, bisa-bisa biasiswa kamu di cabut dan juga kamu akan di kucil kan, orang tua kamu akan malu dan tentunya mereka akan kefikiran," ucap Daniel.


Alena hanya bisa diam saja.


Mereka bertiga seketika terdiam, namun tiba-tiba handphone Alena berdering memecahkan keheningan yang ada di ruang tamu itu.


Dan ternyata itu dari Sarah.


"Aku Jawab telepon dulu yah!" ucap Alena dan beranjak dari ruang tamu ke arah teras.


"Ada apa Sarah?" tanya Alena setelah menjawab telepon.


"Kamu di mana? aku akan ke rumah mu, kamu sudah janji akan meluangkan waktu untuk menemani aku;" ucap Sarah.


"Aku sedang di rumah! tapi seperti nya kali ini aku belum bisa menemani kamu!" ucap Alena sedikit merasa bersalah.


"Ya sudah tidak masalah, aku akan ke rumah mu, bye!" ucap Sarah dan segera mematikan sambungan telepon.


Alena Belum Selesai bicara namun panggilan langsung terputus.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya, jika ada saran tulis di kolom komentar ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.

__ADS_1


Terimakasih 🙏***


__ADS_2