Tuan Mudaku Adalah Jodohku

Tuan Mudaku Adalah Jodohku
Episode 123


__ADS_3

Cerita nya sedikit fulgar yah, harap lah bijak membacanya. 🔞


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


Biar author tambah semangat.


Selamat membaca 🙂


Malam hari Mereka berkumpul setelah makan Malam.


Arka menyampaikan kalau Orang tua dan keluarga nya mungkin besok pagi akan sampai di sini.


Faisal dan Dewi awalnya Terkejut karena tidak menyangka kalau Arka akan secepat ini mengenalkan mereka pada keluarga Arka.


Namun mereka juga senang karena dengan Begini mereka bisa menghargai Alena.


Mereka sudah selesai berbincang-bincang karena sudah malam Fasial dan istri nya masuk ke kamar untuk istirahat bersama anak-anak nya selain Alena.


Kebetulan hari ini sangat dingin karena hujan deras di luar sehingga enak untuk di bawa tidur berselimut dengan selimut tebal.


Alena pun dengan Arka masuk ke kamar nya.


Alena baru saja selesai memasang Krim malam di pipi nya dan Melihat ke arah Arka yang berbaring namun terus memerhatikan nya.


Alena berbaring di samping Arka.


Namun tiba-tiba Arka memeluk pinggang Alena.


"Pakaian kamu sangat menggoda aku!" bisik Arka ke telinga Alena, Seketika Alena merinding merasakan hembusan nafas Arka.


Alena berbalik menatap wajah Arka.


"Kamu sangat cantik sayang! Jujur saja aku sangat tergoda oleh mu malam ini, badan mu Sangat Wangi!" puji Arka sambil meraba Wajah Alena.


Alena bingung harus apa, dia sudah deg-degan karena nafas Arka Sudah Sangat terdengar oleh nya.


"Aku tidak bisa lagi menahan nafsu ku sayang, sudah lama Aku tidak pernah merasakan momen itu lagi!" ucap Arka.


Alena hanya diam saja sambil menutup mata nya.


Tiba-tiba Arka naik ke tubuh Alena menahan kedua tangan Alena di atas.


Alena Terkejut dan membuka mata nya.


"Kamu mau ngapain mas?" tanya Alena Takut.


Arka tidak menghiraukan lagi ucapan Alena dia mencium bibir Alena dengan lembut.


Awalnya Alena menolak nya, namun Arka terus mencoba memberikan kelembutan dan tidak mau melepaskan bibir Alena.

__ADS_1


Namun Alena terbuai dengan ciuman itu, Alena mulai membalas ciuman Arka walau sedikit kaku namun Arka tetap mengajari nya, Alena menggantung kan tangan nya di leher Arka.


Arka mulai membuka meraba tubuh Alena dengan tangan nya sungguh lah memanjakan tangannya yang sudah berpuasa beberapa bulan tidak menyentuh yang enak-enak.


Arka melepaskan bibir Alena karena nafas mereka sudah terengah-engah, Arka mengalihkan ciuman nya pada leher Alena.


Dan tangan nya sambil membuka kancing daster Alena bagian dada karena hanya tiga buah saja.


Alena Sangat menikmati sentuhan Arka di tubuh nya, Alena tidak ingin rasanya menolak itu dia juga sangat menyukai sentuhan lembut Arka.


Alena membuka baju Arka.


Begitu juga dengan Arka dia membuka Daster Alena sehingga Alena telanjang, Arka memerhatikan tubuh Alena yang sangat menarik di mata nya.


Arka tersenyum melihat Alena yang malu-malu.


Arka perlahan membuka bra Alena dan memainkan dua gunung kembar Milik Alena, Arka tiba-tiba jadi seperti anak bayi dia menyusu di milik istrinya itu.


Arka mulai ganas dia lagi-lagi mencium Bibir Alena dengan ganas.


"I love you Alena!" bisik Arka di telinga Alena.


Alena tersenyum.


"Aku juga mencintaimu!" ucap Alena sambil mencium bibir Arka dengan singkat.


Tangan Arka Sudah kebagian bawah Alena, Sebelum dia membuka milik Alena dia membuka celana nya.


Namun tiba-tiba pintu ada yang mengetuk saat Arka baru saja membuka resleting celana nya.


Arka memasang nya lagi dan baju nya.


Tiba-tiba saja mereka terkejut, Alena menutup tubuh nya dengan selimut.


Arka Sudah Sangat kesal karena lagi asyik-asyiknya ada saja yang menggangu namun Arka juga harus ingat ini adalah rumah mertua nya.


"Kamu gak usah ke mana-mana, biar aku yang buka nya!" ucap Arka.


"Huff siapa sih yang berani ganggu malam-malam seperti ini!" batin Arka kesal.


Dia membuka pintu, dan ternyata itu adalah Faisal.


"Ada apa Pak?" tanya Arka dengan memasang wajah ramah walau Sangat kesal.


"Maaf Telah mengganggu Istirahat nya, ini Niko mau tidur bareng Kakak nya dia tidak mau tidur dari tadi!" ucap Faisal.


"Oohh ya udah pak, biar saja dia tidur di sini!" ucap Arka.


Faisal pun tersenyum dan mengucapkan terimakasih dan segera pergi.

__ADS_1


"Ya ampun, ada aja yang ganggu kalau begini aku gak bisa melanjutkan nya lagi, mana si Joni udah bangun lagi!" batin Arka merasakan celana nya sudah sangat sempit dan dia sudah keringatan.


"Ya udah yok sayang kita masuk," ajak Arka pada Niko dan menggendong nya masuk ke kamar.


"Loh Niko ngapain? kok belum tidur?" tanya Alena yang Masih bersembunyi di balik selimut.


"Kata Ayah kamu dia gak mau tidur kalau gak sama kamu!" ucap Arka dengan wajah kesal.


Arka Tiba-tiba duduk di belakang Alena tepat di pinggir kasur, Arka meletakkan kepalanya di bahu Alena yang masih belum pakai baju.


Arka Sangat kesal namun dia bisa apa, dia tidak mungkin melakukan nya di depan Niko.


"Kamu kenapa mas?" tanya Alena sambil mengelus kepala Arka.


"Aku sudah pada puncak nya, namun tiba-tiba keganggu dan tidak mungkin kita melanjutkan nya!" ucap Arka dengan nada lesu.


Alena tersenyum.


Arka berbaring di pangkuan Alena.


"Kamu keringatan mas, mendingan kamu sekarang mandi aja aku yakin juga pasti akan reda!" ucap Alena.


"Kamu mah enak bilang kaya gitu, gak enak tau Sayang!" ucap Arka dengan wajah kesal.


"Mau gimana lagi mas, di sini ada Niko kita gak mungkin kan!" ucap Alena.


"Huff ya udah, kamu boboin dulu tu si Niko, temanin aku mandi!" ucap Arka.


"Dingin mas, kamu aja mandi!" ucap Alena.


Alena langsung berbaring di tengah dan mencoba menemani Niko yang sudah ngantuk namun tak juga tidur.


Alena sama sekali belum memasang baju dia hanya menutupi nya dengan selimut saja.


Arka Sudah Sangat pusing dia pun memilih untuk masuk ke kamar mandi sendiri karena Niko tak kunjung tidur.


Tidak beberapa lama Arka sudah merasa baik, dia masuk ke kamar dan melihat Alena sudah tertidur dan juga Niko.


"Nih anak yah gak ada rasa iba nya sama sekali sama suami!" batin Arka pada Alena.


Arka berbaring di samping Alena dan tepat nya sekarang Alena di tengah.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya, jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


Terimakasih 🙏***

__ADS_1


__ADS_2