Tuan Mudaku Adalah Jodohku

Tuan Mudaku Adalah Jodohku
Episode 31


__ADS_3

Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


Biar author tambah semangat lagi.


Selamat membaca 🙂.


**S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S S**


Arka memeluk erat tubuh Alena, dia kelihatan sangat senang.


Sementara Alena yang di peluk tiba-tiba kaget.


Arka melepaskan pelukannya karena dia sadar jika Alena kaget dan sama sekali tidak membalas pelukan nya.


"Maaf!" ucap Arka.


"Hmm gak apa-apa!" jawab Alena.


"Kamu kenapa gak kabarin mau ke sini? kapan sampai nya, kan saya bisa jemput kamu!" ucap Arka kelihatan sekali wajah nya senang.


Seketika penat nya tadi hilang.


"Tadi sore saya sampai di sini tuan," ucap Alena.


Arka Tersenyum menatap Alena, Alena pun jadi salting.


Tiba-tiba Arka memeluk nya lagi.


"Aku sangat rindu pada mu!" ucap Arka lagi.


Alena Tersenyum dia pun membalas pelukan dari Arka.


"Aku gak ingin kamu pergi lagi!" ucap Arka.


"Hmm, sebulan lagi kontrak saya habis Tuan, saya juga harus pergi!" ucap Alena.


"Enggak! gak bisa! Kamu harus jadi istri saya!" ucap Arka.


Arka melepaskan pelukan dan memegang pundak Alena.


"Tuh kan aneh-aneh lagi! tuan harus sadar saya itu asisten tuan, bawahan dan atasan, jadi tidak ada karena pekerjaan kita harus menikah!" ucap Alena.


"Tuan tau kan, jika pak Wijaya ingin anda menikah dengan Clara!" ucap alena.


"Tidak! saya tidak mencintai nya, saya mencintai kamu, Alena!" ucap Arka serius Menatap Wajah Alena.


Tiba-tiba Alena tertawa.


"Jangan bercanda deh Tuan, saya juga mempunyai perasaan saya gak mau di PHP in, kita cukup hanya atasan dan bawahan!" ucap Alena.


"Alena! lihat aku! Aku serius sama kamu, aku sudah jatuh cinta pada mu," ucap Arka.

__ADS_1


Alena Melihat ada ketulusan di mata Arka, dan jantung nya pun berdegup kencang.


Namun tiba-tiba dia mengingat kata-kata pak Wijaya, Jika utang bisa lunas begitu saja, asal dia berhasil membujuk Arka menikah dengan Clara.


Jujur saja hati nya sangat sakit, namun Demi keluarga nya dia rela melakukan nya, dan menyetujui itu.


Karena sepertinya pak Wijaya tertarik pada Clara karena harta, dan juga jika perusahaan mereka kerja sama, pasti sangat mempunyai keuntungan yang banyak.


Tiba-tiba Arka bersikulutut di depan Alena.


"Sifat, perhatian, kelembutan kamu, mirip sekali dengan almarhum ibu, di saat aku lagi sedih, ada masalah, Entah mengapa kamu bisa menenangkan, dan juga memberikan jalan keluar!" ucap Arka sambil memegang kedua telapak tangan Alena.


"Tapi Tuan, Pak Wijaya sangat ingin mempunyai menantu seperti Clara!" ucap Alena.


"Saya yang akan menjalani nya, dan saya yang berhak memilih siapa yang jadi pendamping hidup saya!" ucap Arka.


Lagi-lagi dia teringat senyuman, tangisan kebahagiaan keluarga nya, dan juga dia berfikir jika dia dengan Arka mempunyai hubungan bagaimana dia bisa membayar utang nya.


"Saya mencintai kamu!" ucap Arka mengeluarkan Kotak cincin dari tas kerja nya.


"Tidak tuan! ini semua tidak boleh terjadi. kita hanya sebatas rekan kerja bawahan dan atasan, saya tidak mencintai tuan!" ucap Alena saat Arka hendak Memasang kan cincin di jari Alena.


Arka Melihat ke arah Alena yang tidak menatap nya.


Walaupun Alena membohongi perasaannya, namun dia harus melakukan itu demi keluarga dan semua hutang-hutang nya.


"Lihat aku Alena!" ucap Arka.


Alena menoleh kearah Arka.


Alena pun terdiam, jujur saja baru kali ini dia merasa kan jatuh cinta, namun tidak bisa saling menyatukan dengan mudah karena standar kehidupan.


"Aku mohon Alena! aku tidak ingin lagi menyia-nyiakan orang yang aku cintai!" ucap Arka.


namun Alena hanya diam saja.


Arka mengambil tangan Alena dan memasang kan cincin di tangan nya, Tampa ada penolakan dari Alena lagi.


Tiba-tiba Alena memeluk tubuh kekar Arka, Arka kaget namun dia senang dia pun membalas nya.


Alena sudah menetes kan Air mata nya.


Dia bingung apa yang akan terjadi selanjutnya, namun dia juga tidak bisa membohongi terus perasaan nya.


"Kenapa kamu menangis?" tanya Arka Ketika sudah melepas pelukan nya.


Alena hanya menggeleng saja.


"Sudah lah kamu tidak perlu memikirkan itu semua, aku tau kok pasti Ayah menyuruh mu untuk membujuk ku menikah dengan Clara!" ucap Arka sambil menghapus air mata Alena.


Namum Alena hanya diam saja, karena bukan hanya itu yang dia pikirkan, yang dia pikirkan bagaimana utang nya, dan bagaimana juga kalau sempat pak Wijaya tau dia berhubungan dengan anak nya.

__ADS_1


Mengingat kebaikan pak Wijaya, Alena sangat tidak tega.


Alena memerhatikan Cincin yang di tangan nya.


"Kamu suka?" tanya Arka.


Alena mengangguk dan tersenyum.


Dia melihat Arka yang sangat tulus dan juga lembut pada nya berbeda jauh dari awal pertemuan mereka.


"Kamu cinta kan sama aku?" tanya Arka.


Alena Tersenyum.


Arka langsung mencium kening Alena.


"Ya udah Tuan mandi, biar saya siap kan air Nya!" ucap Alena.


"Ssttt, Saya? Tuan?" tanya Arka.


Alena menatap Bingung pada Arka.


"Aku mau kata-kata itu di buang jauh-jauh, aku mau kamu manggil aku dengan sebutan Sayang," ucap Arka.


"Enggak mau! gak enak di dengar orang!" ucap Alena menolak.


"Jika di depan orang lain terserah kamu mau manggil apa, namun jika kita berdua saja, kamu tidak boleh memasang bahasa Lejen mu itu!' ucap Arka.


Sebenarnya Alena Masih canggung namun dia punya bisa mengangguk kan.


Dia pun masuk ke kamar Arka, sambil senyum-senyum Melihat cincin yang melingkar Indah di jari manis nya yang lentik.


Setelah selesai dia keluar dari kamar mandi dan Melihat Arka yang main handphone.


Dan ternyata itu adalah Handphone Alena. yang di bawa oleh Arka dari ruang tamu.


"Ini siapa?" tanya Arka menunjuk kan Foto toni, Alena dan juga adik nya.


"Oohh itu teman aku di kampung!" ucap Alena.


"Hmm kaya nya akrab banget yah!" ucap Arka.


"Udah deh, gak usah pakai cemburu an, buktinya aku sekarang di sini, sama kamu!" ucap alena.


Arka pun tersenyum, dan setelah itu dia pergi mandi.


Alena pun pergi ke kamar nya untuk sholat.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya, jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.

__ADS_1


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


Terimakasih 🙏***.


__ADS_2