Tuan Mudaku Adalah Jodohku

Tuan Mudaku Adalah Jodohku
Episode 214


__ADS_3

Aris masuk dan ikut duduk dengan mereka.


"Kalian kapan sampai di sini? Tumben-tumbenan nih?" Tanya Alena.


Sementara Aris yang sudah lama tidak bertemu Alena Merasa Sangat senang melihat Alena duduk di depan nya.


Dia memerhatikan Alena yang kelihatan sedikit kurus.


"Kami baru saja sampai, kami ke sini karena ingin menjenguk pak Wijaya!" ucap Aisyah.


"Kamu apa kabar nya?" tanya Aris pada Alena.


"Yah beginilah kak, terkadang sehat kadang sakit!" ucap Alena.


"Hmm selamat yah Atas kehamilan nya, maaf sebelumnya belum mengucapkan!" ucap Aris.


Alena tersenyum.


"Wah rame nih! Ada apa?" tanya Arka yang baru saja datang dan duduk di samping Alena.


"Nih kenalin mas! Ini nama nya Kak Aisyah dia senior yang kemarin aku ceritain!" ucap Alena.


Arka tersenyum ke arah Aisyah.


mata nya seketika menuju ke arah Aris yang sesekali mencuri pandangan agar bisa menatap Alena.


Namun Arka langsung merangkul pinggang Alena.


Mereka berbincang-bincang asik, karena hari semakin Siang Aris dan juga Aisyah Pamit pulang.


"Aku gak kefikiran kalau Kakak dengan Alena Dekat!" ucap Aisyah yang sudah di dalam mobil.


"Wajar saja kamu tidak tau karena Kakak tidak ada cerita!" ucap Aris.


"Hmm!" ucap Aisyah.


"Kita singgah bentar di rumah teman kakak yah baru kita ke taman!" ucap Aris.


"Baik lah acara nya belum mulai kok, acara nya akan mulai jam Tiga sore!" ucap Aisyah karena dia akan menghadiri acara ulang tahun Teman nya yang di adakan di Taman Kota itu.


Arka dan Alena hari ini akan pulang ke rumah Arka karena melihat Wijaya sudah baikan dan Juga sudah ada dokter yang bisa di percaya Arka.


Arka juga harus menempati rumah nya dan juga lebih Dekat berangkat ke kantor begitu juga dengan Alena Dekat dari kampus.


Dan juga besok Daniel akan datang ke Jakarta untuk memulai bekerja di perusahaan Arka.


Wijaya sebenarnya Masih ingin anak dan menantunya tinggal di sana, namun dia juga tidak bisa menahan nya.


Keesokan harinya Alena bangun terlebih dahulu.


Dia melihat Handphone Arka yang berdering.


"Mas! Mas bangun!" ucap Alena membangun kan Arka.


Arka terbangun dan menjawab telepon dari Dirga.


"Halo!" jawab Arka.


Mereka pun berbicara dengan serius di telepon.

__ADS_1


Tidak beberapa lama Alena Keluar dari kamar mandi.


"Ada apa kak Dirga menelpon pagi-pagi begini mas?" tanya Alena.


"Dirga mau bertemu dengan anak nya hari ini sebentar saja, dan dia akan berangkat ke Bandung ke rumah orang tua nya!" ucap Arka.


"Apa dia akan membawa Tania?" tanya Alena.


"Seperti nya Iyah, tapi aku juga tidak tau!" ucap Arka.


"Lalu bagaimana mas apa kamu tidak akan ke kantor?" tanya Alena.


"Aku harus berbicara dengan Bang Dirga dan kamu hari ini ijin saja!" ucap Arka.


"Baik lah mas!" ucap Alena.


Tepat jam sepuluh pagi Dirga sudah sampai di rumah Arka.


Arka dan Alena Sudah menunggu di ruang tamu.


"Assalamualaikum!" salam Dirga.


"Walaikumsalam!" jawab Alena.


"Duduk dulu kak! Alena Panggil Tania dulu!" ucap Alena.


Alena pun menuju ke arah balkon memanggil Tania Yang sedang bermain dengan pengasuh nya.


Dirga Seketika mengalihkan pandangannya pada Tania yang datang dengan Alena.


"Tania! Kenalin ini Nama nya Om Dirga!" ucap Alena.


"Hay om, kenalin nama ku Tania!" ucap Tania dengan sopan.


Dirga tersenyum dia membalas Saliman Tania.


Air mata nya perlahan keluar.


"Om-om kenapa nangis? Tania bikin om sedih yah?" tanya Tania.


Sementara Alena melihat ke arah Arka sambil tersenyum.


"Boleh om peluk Tania?" tanya Dirga pada Tania.


Tania menoleh ke arah Alena dan Arka.


Arka mengangguk sambil tersenyum. Tania menoleh lagi ke arah Dirga dan memeluk Dirga terlebih dahulu.


"Ya Allah ternyata anak ku sudah sebesar ini, kenapa aku begitu malu untuk mengakui aku sebagai Ayah nya, bahkan aku merasa aku bukan ayah yang baik untuk nya!" Batin Dirga.


Dia memeluk erat tubuh Tania.


"Kamu anak yang sangat cantik!" puji Dirga sambil mencium kening Tania.


"Terimakasih Om, Tania cantik karena Ayah dan juga ibu Tania Sangat lah cantik dan ganteng!" ucap Tania.


Dirga tersenyum.


"Om pasti juga mempunyai anak yang sangat cantik! Karena Om punya wajah yang tampan!" ucap Tania.

__ADS_1


"Iyah! Om mempunyai anak yang sangat cantik sama seperti Tania!" ucap Dirga.


"Om ada hadiah sama kamu!" ucap Dirga sambil memberikan Paperbag besar dan juga berukuran sedang


"Ini apa om?" tanya Tania.


"Ini ada boneka untuk Tania tidur, dan ini ada mainan Barbie untuk Tania bermain!" ucap Dirga.


"Tania mau Boneka saja, karena Tania gak suka Barbie!" ucap Tania.


"Eh Tania! Gak boleh seperti itu, om Dirga sudah sangat susah payah mau membeli kan hadiah untuk kamu!" ucap Alena.


"Tapi Tante! Dari pada Tania tidak memainkan nya dan sangat sayang, lebih baik di jual lagi karena kelihatannya boneka nya sangat mahal!" ucap Tania.


"Hmm gak apa-apa kok, om Akan menjual nya lagi dan membeli kan Tania mainan yang Tania suka!" ucap Dirga.


"Tania tidak suka mainan om, Tania lebih suka di bawakan makanan!" ucap Tania.


Dirga menoleh ke arah Tania dan Juga Alena.


"Maaf om tidak tau apa yang kamu suka, Tapi lain kali Om akan membeli kan kamu makanan!" ucap Dirga.


"Tania! Gak bagus menolak pemberian orang sayang!" ucap Alena.


"Hmm Ini akan Tania Terima! Makasih yah Om!" ucap Tania sambil tersenyum senang.


Dia membuka paperbag dan mengeluarkan boneka beruang warna coklat yang lumayan besar.


"Ini sangat imut Om, makasih banyak yah!" ucap Tania senang.


Dirga melihat senyum Tania dia sangat suka.


"Kenapa aku sempat melupakan nya, bahkan aku ayah yang sangat bodoh!" Batin Dirga.


"Aku sangat yakin jika kak Dirga lah ayah Tania, bahkan mereka sangat mirip!" batin Alena.


Dirga pun mengajak Tania untuk bermain-main.


mereka sangat dekat walau baru kenal.


Tania Sangat Senang karena Dirga membuat Tania selalu tertawa.


Bahkan Dirga hari ini akan berangkat ke Bandung namun dia tunda karena dia masih ingin dengan anak nya itu.


Karena kecapean bermain Dirga yang menemani Tania untuk tidur Siang, dia pun ikut tertidur sambil memeluk Tania.


Salam hangat dari. Majikan Yang Kejam.


di suruh mampir 🙏


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


Biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***

__ADS_1


__ADS_2