Tuan Mudaku Adalah Jodohku

Tuan Mudaku Adalah Jodohku
Episode 228


__ADS_3

Aisyah dengan senang hati dia pun mau di ajak ke sana.


Tapi dia harus pulang dulu ke apartemen dan bersih-bersih begitu juga dengan Aris.


Aisyah turun dari mobil Aris setelah Sudah sampai di parkiran apartemen Yang di tempatin oleh Aisyah.


"Makasih yah kak!" ucap Aisyah Aris tersenyum.


"Aisyah!" Panggil Aris saat Aisyah sudah berjalan meninggalkan mobil.


Aisyah pun berbalik badan.


"Iyah ada apa kak?" tanya Aisyah.


"Nanti aku jemput jam delapan yah!" ucap Aris.


"Ya Allah aku tidak salah dengar, kak Aris berbicara dengan menyebut diri nya sendiri "aku" kenapa di saat mengatakan itu rasanya aku semakin dekat dengan dia bahasa nya tidak terlalu formal lagi!" Batin Aisyah sambil tersenyum.


"Iyah kak!" ucap Aisyah.


Aris tersenyum dia masuk ke dalam mobil dan segera pergi.


Aisyah Seakan terhipnotis oleh senyuman Aris dia menatap Mobil Aris yang menjauh.


"Ada apa dengan kamu Aisyah! Kamu tidak boleh terbawa perasaan! Mungkin kak Aris seperti itu karena dia merasa sudah lebih dekat dengan ku sebagai teman seperti yang di katakan sebelumnya!" Batin Aisyah.


Dia pun masuk ke apartemen nya. Aisyah membaringkan tubuhnya di kasur Menatap ke langit-langit kamar nya.


Dia sangat senang Aris mengajak nya untuk keluar menikmati malam Minggu yang biasa nya dia lewati hanya di kamar saja.


"Aku tidak boleh terbawa perasaan! Kalau itu terjadi maka aku Siap-siap lah sakit hati, karena aku yakin Kak Aris tidak ada perasaan sama sekali dengan ku!" ucap Nya.


Sementara di tempat lain Aris baru saja selesai mandi.


Dia melihat jam sudah di angka 6 Ternyata sudah magrib dia segera sholat.


Setelah selesai sholat dia menonton TV di kamar nya.


Tiba-tiba handphone nya Berdering dan itu dari Arka.


"Halo pak, selamat malam!" sapa Aris.


"Kamu tidak perlu berlagak sopan seperti itu, saya menghubungi kamu karena sekarang paman Sam dan juga Ayah di sini, dia meminta kamu datang ke sini!" ucap Arka.


"Tapi pak!" ucap Aris.


"Tidak ada tapi-tapian mereka sudah menunggu mu," ucap Arka dan mematikan sambungan telepon.


"Huff, kenapa harus sekarang sih padahal aku sudah janji mau mengajak Aisyah untuk nongkrong di cafe!" ucap Aris.


Di tempat lain Aisyah Sudah sangat sibuk mencari pakaian dan juga jilbab nya yang cocok dia pakai malam ini.

__ADS_1


Senyum di bibir nya tak kunjung hilang.


Tiba-tiba handphone nya Berdering.


"Kak Aris! Kenapa dia menelpon ini baru jam tujuh, apa dia sudah menunggu di bawah!" batin Aisyah dia pun menjawab telepon Aris.


"Halo kak," ucap Aisyah.


"Halo! Sebelum nya Kakak minta maaf yah," ucap Aris sedikit tidak enak.


"Ada apa kak?" tanya Aisyah sedikit khawatir.


"Malam ini Kakak ada acara keluarga! Seperti nya kakak tidak jadi jemput kamu!" ucap Aris.


Aisyah terdiam dia yang berdiri di depan Lemari dia langsung duduk di kasur raut wajah yang berubah.


"Iyah gak apa-apa kok kak!" ucap Aisyah.


"Hmm ya udah Kakak cuman mau Bilang itu, tapi lain kali kakak akan menepati nya!" ucap Aris. Panggilan pun terputus.


Aris segera Siap-siap berangkat ke rumah Arka.


Sementara Aisyah terdiam di kasur.


"Kenapa aku begitu sangat kecewa ketika tidak jadi pergi! Apa sebenarnya yang terjadi dengan ku, apa aku mempunyai perasaan sama kak Aris!" Batin Aisyah.


Karena Aisyah tidak ingin Terlalu kefikiran dia membereskan semua pakaian yang dia keluarkan dan selesai dia keluar dari apartemen untuk mencari udara.


Sementara di rumah Arka mereka berkumpul sambil berbincang-bincang asik.


Mereka yang ada di ruang tamu menoleh ke arah Aris dan menjawab salam nya.


"Akhirnya kamu datang juga!" ucap Sam.


Aris tersenyum dia menyalim tangan ayah nya dan juga Wijaya.


"Ayah meminta kamu datang ke sini karena ingin membicarakan masalah perjodohan kamu dengan Aisyah!" ucap sam.


"Jangan bahas itu malam ini Ayah! Sudah berapa kali Aris bilang kalau Aris tidak mau dijodohkan dan perjodohan tidak ada!" ucap Aris.


"Aris! Bukan masalah itu, kemarin keluarga Aisyah datang ke rumah Ayah kamu, mereka bilang kalau Sekarang Aisyah tinggal bersama kamu!" ucap Wijaya.


Aris terdiam.


"Kenapa kamu diam? Apa itu benar!" ucap Sam.


"Sebenarnya Aris tidak ingin memberi tahu ini, karena permintaan Aisyah namun Aris tidak ingin Kalian salah paham!" ucap Aris.


"Mungkin yang mengadukan ini pada keluarga Aisyah adalah Sepupu nya yang tidak sengaja berjumpa saat aku menjemput Aisyah!" ucap Aris.


Dia pun menceritakan semua nya dengan detail mereka pun paham dan juga mereka merasa iba dengan Aisyah.

__ADS_1


"Jadi begitu ceritanya, kalian jangan Salah paham lagi!" ucap Aris.


"Tapi Kami Masih tetap salah paham, kenapa kamu begitu baik dengan nya, bahkan kamu memberikan dia tempat tinggal!" ucap Arka.


"Huuff, kamu mohon jangan membuat suasana semakin rumit mas!" ucap Alena.


"Lalu bagaimana rencana kamu selanjutnya bagaimana, karena ayah Aisyah minta pertanggung jawaban kamu!" ucap Sam.


"Tanggung jawab apa? Aris tidak ngapa-ngapain, bahkan Aris membantu Anak Perempuan!" ucap Aris.


Dia sudah tau seperti nya Ayah Aisyah sengaja dengan itu.


"Hmm bagaimana pun keputusan kamu, kami akan mendukung. Tapi kamu jangan terlalu memberikan harapan pada Aisyah!" ucap Sam.


Aris mengerti dia pun menginyakan.


Dia melihat jam Masih jam delapan lewat. Dia tidak berhenti kefikiran Aisyah.


Karena pembasahan mereka sudah selesai dia pun ijin pulang.


Dengan tancap gas Aris menuju ke apartemen.


Setelah sampai di sana dia melihat Aisyah yang hendak masuk ke bangunan gedung itu.


"Aisyah!" Panggil Aris.


Aisyah yang sedang berjalan santai mendengar namanya di panggil langsung menoleh ke arah belakangnya.


Dia terkejut kenapa ada Aris di sana.


Aris mendekati Aisyah.


"Kamu dari mana?" tanya Aris.


"Baru beli makanan!" jawab Aisyah sambil mengangkat kantong plastik yang ada di tangan nya.


"Kakak kok bisa di sini? Bukan nya kakak ada acara keluarga!" ucap Aisyah dengan nada beda bahkan dia tidak mau menatap wajah Aris.


"Sudah selesai! Kakak sengaja ke sini ingin menepati kata-kata kakak tadi!" ucap Aris.


"Hmm Seperti gak usah deh kak, mendingan kakak pulang dan istirahat lagian Aisyah udah makan dan juga sudah keluar barusan!" ucap Aisyah.


Kepoin Karya baru Author.


Majikan Yang Kejam.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya

__ADS_1


biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***


__ADS_2