
Wijaya hari ini minta untuk di rawat di rumah saja karena dia sangat bosan di sana tidak ada yang menemani nya karena Sam sudah pergi tadi Siang.
Akhirnya Wijaya di rawat di rumah dan di kirim dokter senior untuk Wijaya dan stenbay perawat dua orang yang menunggu nya jika butuh sesuatu.
Di tempat lain Aris baru saja pulang dari kantor dia langsung pulang ke rumah nya Pekerjaan nya sangat lah menguras pikiran nya sehingga dia sangat merasa lelah sekali.
Namun Dia Melihat dari jauh sudah ada Aisyah yang duduk di depan rumah nya.
"Loh ada apa dengan Aisyah? kenapa dia duduk di luar seperti itu!" ucap Aris.
Aisyah yang melihat mobil putih milik Aris berhenti tepat di depan rumah minimalis itu dia segera berdiri sambil memegang rantang putih di tangan nya.
"Assalamualaikum Aisyah! Kamu kenapa duduk di luar?" tanya Aris.
"Walaikumsalam mas, nih Aisyah cuman mau kasih ini!" ucap Aisyah sambil menjulurkan rantang yang bertingkat tiga itu pada Aris.
Aris menaikkan alis nya bingung.
"Ini apa?" tanya Aris sambil menerima nya.
"Tadi Aisyah masak banyak! Karena kata mas Bibi lagi pulang kampung Aisyah berniat mau kasih ini sama mas untuk makan malam!" ucap Aisyah.
Aris tersenyum.
"Makasih yah! Jadi ngerepotin aja kita masuk dulu yok!" ajak Aris.
"Gak usah mas ini sudah sore, Aisyah langsung pulang aja!" ucap Aisyah menolak.
Aris lihat kiri kanan dan ke arah jalanan.
"Kamu pulang pakai apa?" tanya Aris.
"Aku sudah pesan ojek online mas, ya udah kalau gitu jangan lupa di makan yah mas, Aisyah pamit dulu!" ucap Aisyah sambil berjalan menjauh dari teras rumah itu karena ojeo nya sudah datang.
"Hmm Aisyah!" Panggil Aris lagi.
"Iyah mas ada apa?" tanya Aisyah membalikkan badannya.
"Kamu sudah tau kan kalau kita berdua di undang ke acara pernikahan Sepupu aku!" ucap Aris.
"Iyah udah tau kok mas, sepupu mas yang langsung menyampaikan nya!" ucap Aisyah.
"Hmm Bagus deh. Kalau gitu besok berangkat nya bareng sama aku aja yah!" ucap Aris sambil sedikit segan.
Aisyah mengangguk sambil tersenyum dan melanjutkan langkah nya.
__ADS_1
"Aisyah!" ucap Aris lagi-lagi memanggil Aisyah.
"Iyah mas ada yang mau di sampai kan lagi?" tanya Aisyah dengan sopan.
"Makasih banyak yah, aku pasti menghabiskan nya," ucap aris sambil memasang wajah senyum malu.
Aisyah hanya tersenyum dan mengucapkan salam.
Aisyah pun pergi.
"Yeahhh!!" teriak Arka sambil tertawa. Dia merasa sangat senang karena besok dia akan pergi dengan ini ke acara Sepupu nya.
Seketika penat nya tadi hilang dia masuk dan masuk ke dapur untuk makan karena dia sangat lapar.
Sementara Aisyah baru saja sampai di apartemen.
"Hmm semoga saja mas Aris suka, itung-itung aku balas kebaikan mas Aris sama aku, aku hanya bisa melakukan seperti itu!" ucap Aisyah karena dia baru saja siap gajian.
Setelah sudah selesai makan Aris melaksanakan sholat Maghrib.
Di tempat lain Ibu Intan baru saja sampai di kantor polisi karena siang hari dia datang tidak bisa masuk ke dalam akhirnya dia datang malam.
Dia datang membawa kan Intan makan.
Ibu nya sama sekali tidak tega melihat anaknya itu, penampilan nya sangat jauh lebih buruk dari perkiraan nya.
Baru beberapa hari saja badan nya terlihat tidak terurus dan juga badan nya Semakin kurus, wajah nya sangat sembab karena menangis.
Intan tidak meminta ibu nya untuk memohon untuk di lepaskan namun dia hanya menceritakan kalau dia sangat menyesal dan dia akan terima hukuman itu.
Yang dia minta adalah untuk membawa anak nya untuk menemui nya karena dia sangat rindu.
Namun dia sedih karena ibu nya bilang kalau Tania tidak bersama nya, sudah berapa kali Ibu nya ke rumah Arka namun di sana tidak ada Tania.
Intan hanya bisa merenungi nasibnya sekarang.
Karena hari sudah malam ibu nya pun harus pulang.
Di rumah Alena. Dia baru saja selesai mandi sama dengan Tania karena mereka baru pulang.
Alena keluar dari kamar mandi dengan handuk melilit di tubuh nya karena hanya mereka bertiga saja di rumah dengan Arka.
Yang lain nya pergi ke masjid seperti biasa membaca Yasin, sebenarnya di lakukan di rumah namun sekalian bersedekah dengan anak yatim-piatu di sana.
Arka lah yang membuat ide itu dia sangat banyak mengeluarkan uang untuk semua itu.
__ADS_1
Melihat mereka tersenyum dan sangat senang Alena dan Arka pun sangat senang.
Bagi mereka sumbangan Arka cukup banyak namun bagi Arka itu hanya ibarat kan satu pasir dari pasir-pasir lain nya.
Alena masuk ke kamar dan melihat Arka yang sedang berbaring main Handphone di atas kasur.
"Kamu gak mandi mas?" tanya Alena sambil mengeluarkan baju dari koper.
"Sebentar lagi! Kalau bisa jangan di biasa kan yah mandi malam-malam! Kata teman aku Itu gak baik untuk kamu dan juga janin kamu!" ucap Arka.
"Sebenarnya aku juga gak ingin mas, tapi kalau aku gak mandi pasti sangat tidak nyaman!" ucap Alena.
"Hmm ya udah buruan kamu pasang baju! Sini baju Tania biar aku yang pasangin!" ucap Arka sambil mendekati Alena.
Tania yang di balut handuk pun mendekati Arka.
Alena memandangi Arka yang sangat hati-hati memasang baju dan celana Tania serta memasang minyak kayu putih dan menyisir rambut Tania.
"Kenapa kamu lihatin aku kaya gitu, buruan pasang baju kamu!" ucap Arka.
"Hmm dulu Ayah bilang kalau kamu tidak suka anak kecil tapi kenapa sekarang kamu malah yang sangat mendekati anak kecil!" ucap Alena.
Arka menaikkan alis nya.
"Sudah lah yang tidak perlu di bahas gak usah di bahas, apa kamu mau aku pasangin juga baju nya?" tanya Arka sambil tersenyum nakal.
"Enggak mau, kamu belum mandi kamu bau keringat!" ucap Alena.
Arka pun hanya tersenyum dia pun mengambil handuk Alena dan segera masuk ke kamar mandi.
Setelah selesai mandi Arka langsung masuk ke kamar.
Tania yang sibuk dengan handphone nya sementara Alena yang sibuk dengan baju di koper.
Alena membenarkan nya karena sangat berantakan.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
Biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏***
__ADS_1