
Arka terdiam dia melihat ke arah Riko yang menundukkan.
"Jam berapa sekarang? Dan kapan Chek-out?" tanya Arka.
"Sekarang jam 13:20, Chek-out jam 13:35 pak!" ucap Riko.
"lima belas menit! Apa kah tidak ada waktu untuk saya pulang ke rumah Dulu?" tanya Arka.
"Tidak bisa lagi pak, kalau begitu bapak akan ketinggalan pesawat!" ucap Riko.
"Baiklah saya akan berangkat!" ucap Arka.
Mau bagaimana pun dia harus berangkat siang ini karena besok pagi dia harus menghadiri miting penting.
Di dalam mobil Arka sungguh sangat merasa tidak enak, bahkan dia hari ini tidak ada mendengar suara istri nya dan dia tidak berpamitan.
Arka menelpon Handphone Alena dari tadi tidak bisa.
"Huf, kemana sih Alena! kenapa dari tadi Handphone nya tidak aktif!" ucap Arka.
Arka mencoba menelpon telepon rumah namun tidak ada yang menjawab satu pun.
"Sebenarnya mereka semua kemana sih, kenapa satu pun tidak ada yang menjawab, seperti nya mereka ingin di pecat satu-satu!" ucap Arka Sangat Kesal.
"Ada apa pak?" tanya Daniel yang dari tadi memerhatikan Arka.
"Dari tadi saya mencoba menghubungi Alena dan juga telepon rumah namun satu pun tidak ada yang menjawab sementara Nomor Alena tidak aktif!" ucap Arka.
"Apa Bapak tidak mempunyai nomor telepon Security atau asisten yang lain nya?" tanya Daniel.
"Saya tidak punya namun seperti nya saya harus meminta Riko yang datang ke rumah!" ucap Arka.
"Saya sangat merasa tidak enak, karena saya tidak pamit dan ngomong dulu sama. Alena!" ucap Arka.
Daniel diam.
"Hmm seperti nya dia marah pada saya itu lah sebab nya dia mematikan handphone nya!" ucap Arka.
Sementara di tempat lain Alena baru saja selesai mandi karena dia merasa sangat gerah.
"Permisi Non!" ucap Pelayan dan baru saja masuk ke kamar.
"Iyah ada apa?" tanya Alena sambil mengeringkan rambut nya.
"Dari tadi Tuan muda menghubungi telepon rumah;" ucap pelayan.
"Jangan ada satu diantara kalian Mengangkat nya." ucap Alena. Karena sebelum nya dia sudah memerintahkan pada seisi rumah.
Hmm ada-ada aja sih kelakuan Alena.
__ADS_1
"Baik non, kalau begitu saya permisi keluar dulu!" ucap Pelayan itu.
Alena Melihat foto Arka yang ada di atas meja tiba-tiba dia menutup nya.
"Di saat-saat seperti ini kamu malah tidak memikirkan dan Mengingat aku mas!" ucap Alena.
"Lagi-lagi seseorang masuk ke kamar Alena.
"Non di luar ada Mbak Sarah!" ucap Pelayan itu.
"Baik lah saya akan keluar!" ucap Alena.
Dia segera menyudahi mengering kan rambut nya dan turun ke bawah.
"Hmm Bumil habis nih kayaknya!" canda Sarah.
"Iyahh! Kamu ngapain ke sini?" tanya Alena dengan judes nya.
"Emang aku gak boleh main ke sini yah?" tanya Sarah.
"Boleh tapi aku lagi ngak Mood untuk ngapa-ngapain!" ucap Alena.
"Tenang saja aku gak akan menggangu atau ngajak kamu kemana-mana!" ucap Sarah.
"Aku datang ke sini karena aku mau nanya apa benar kak Daniel kerja di perusahaan Kak Arka?" tanya Sarah.
"Siapa yang bilang?" tanya Alena.
"Tari! Aku baru saja mendapatkan kontak nya dari Handphone lama ku," ucap Sarah karena dia baru saja ganti Handphone.
"Hmm Iyah kamu benar! Mas Daniel kerja dengan mas Arka!" ucap Alena.
Sarah pun terdiam.
"Kamu jangan diam kaya gitu dong aku jadi gak enak nih!" ucap Alena.
"Lalu kenapa kamu tidak memberi tahu aku, dan juga kak Daniel tidak memberi tahu aku padahal kamu tau sendiri bagaimana aku menunggu dan ingin bertemu dengan kak Daniel sekali saja!" ucap Sarah.
"Aku minta maaf, ini permintaan kak Daniel, dia meminta kami diam agar tidak memberi tahu kamu dia bilang dia sendiri yang akan mengabari kamu!" ucap Alena.
"Hmm nyatanya satu kabar pun dia tidak ada mengabari aku, " ucap Sarah.
Alena harus menyikapi nya bagaimana dia juga tidak enak karena tidak memberi tahu Sarah..
"Hmm aku hanya menanyakan itu saja, kalau begitu aku pulang dulu yah kamu istirahat lah!" ucap Sarah dengan anda Lesu.
"Jangan marah yah, aku juga mohon jangan bilang Sama mas Daniel kalau aku sudah Jujur pada mu!" ucap Alena.
"Iyah aku gak marah kok, aku hanya ingin sendiri dan sadar kalau aku bukan tipe Kak Daniel!" ucap Sarah dan dan pergi dengan hati hancur sekarang dia sudah berpikir aneh-aneh.
__ADS_1
"Maaf yah Sarah! Aku tau kok mas Daniel sedang berusaha untuk memantas kan diri di luar sana agar bisa bersama kamu!" ucap Alena.
"Baru kali ini aku melihat Sarah down tentang percintaan!" ucap Alena sambil menggeleng kepala nya.
Hari semakin malam Alena baru saja selesai memasang skincare nya dan membaringkan tubuhnya.
Alena Melihat kasur sebelah nya yang kosong.
"Sekarang mas Arka udah sampai apa belum yah, kenapa tiba-tiba aku kefikiran dia!" Batin Alena.
"Huff seperti nya aku malam ini tidak bisa tidur Tampa nya!" ucap Alena dia bangun dan membuka laptop nya
Karena dia tidak bisa tidur dia pun mengerjakan skripsi nya.
Namun tiba-tiba seseorang menelpon nya melalui aplikasi WhatsApp nya.
Ternyata itu adalah teman-teman kuliah nya, akhirnya Alena pun mempunyai teman untuk saling bertukar pikiran dan kawan ngobrol.
Jam sudah menunjukkan pukul Sebelas malam Alena mulai mengantuk dia pun membaringkan tubuhnya di kasur dia sengaja memakai bantal Arka dan juga tidur di posisi Arka tidur.
"Seperti nya mas Arka belum sampai karena ke Amerika butuh dua puluh dua jam!" ucap nya dan dia pun tertidur.
Keesokan harinya Alena ke kampus.
"Mbak Aisyah!" Panggil Alena yang baru saja sampai di kampus dan melihat Aisyah yang juga baru sampai.
Aisyah sekarang sudah sarjana namun dia jadi Dosen Agama di fakultas itu.
"Eh kamu Alena! Aku pikir kamu gak ke kampus hari ini!" ucap Aisyah.
"Hari ini aku ada janji sama Dosen pembimbing mbak!" ucap Alena.
"Oohh, Gimana keadaan kamu sehat kan?" tanya Aisyah.
"Yah gini lah mbak, nama nya juga orang hamil!" ucap Alena.
"Hmm ya udah kita masuk yok!" ajak Aisyah.
Mereka pun masuk sambil beriringan.
...----------------...
Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏
__ADS_1