Tuan Mudaku Adalah Jodohku

Tuan Mudaku Adalah Jodohku
Episode 151


__ADS_3

Alena duduk di kursi depan Wijaya.


"Sudah Lama ayah di sini?" tanya Alena.


"Baru saja!" jawab Wijaya.


Pelayan pun baru menyiapkan minuman dan makanan untuk pak Wijaya.


"Maaf yah Ayah Alena sudah jarang main ke rumah Ayah karena Alena belakangan ini sangat sibuk dengan kuliah!" ucap Alena.


"Gak apa-apa Ayah ngerti kok kan sekarang sudah ada intan di rumah yang nemenin Ayah!" ucap Wijaya.


Karena Wijaya sengaja meminta Intan untuk dokter khusus untuk keluarga nya dan dengan tawaran gaji tinggi.


Alena pun hanya tersenyum.


"Kalau begitu Alena ke atas dulu yah Ayah sebentar untuk mandi Alena sudah sangat bau!" ucap Alena.


Wijaya menginyakan Alena pun segera pergi masuk ke kamar nya.


Setelah sampai di kamar Alena langsung mandi dan setelah selesai mandi dia melaksanakan sholat Maghrib karena sudah jam Enam Lewat.


Sementara di bawah Arka baru saja pulang dan Melihat Ayah nya duduk sendiri di Ruang tamu.


"Ayah! Sudah lama Ayah di sini?" tanya Arka sambil duduk di dekat Wijaya.


"Lumayan! Kamu kok baru pulang jam segini nak?" tanya Wijaya.


"Biasa ayah di kantor Sangat banyak kerjaan!" ucap Arka.


"Bukan nya Perusaan saat ini sudah ada sekretaris dan juga tangan kanan kamu Aris!" ucap Wijaya.


"Kalau Ayah saranin kamu jangan selalu pulang telat Terus yah!" ucap Wijaya. Arka hanya diam saja.


Arka Melihat ke sana kemari seperti mencari seseorang.


"Alena mana Ayah?" tanya Arka karena dari tadi dia melihat Wijaya hanya sendiri saja.


"Dia tadi ke atas untuk mandi kata nya!" jawab Wijaya.


"Kenapa bisa-bisa nya ada Ayah di sini dia malah lama di kamar!" Batin Arka.


"Aku ke atas sebentar dulu Ayah," ucap Arka dan segera meninggalkan Wijaya di bawah.


Dia membuka pintu kamar dan ternyata Alena tertidur di atas sajadah.


Arka membangun kan nya.


"Alena! Alena! Bangun." Ucap Arka sambil menggoyangkan kaki Alena.


Alena perlahan membuka matanya dan melihat Arka.


"Ayah di bawah! Kenapa kamu malah tidur?" tanya Arka.

__ADS_1


Alena bangun Tampa ada kata-kata dia segera membuka mukena nya.


Sementara Arka masuk ke kamar mandi.


"Kenapa wajah mas Arka Sangat berbeda yah, dia memasang wajah marah dan sangat datar!" ucap Alena.


Alena Heran namun dia tidak lupa kalau mertua nya di bawah dia segera turun ke bawah.


Di bawah mereka berbincang-bincang Sebentar namun tiba-tiba Intan menghubungi Wijaya menanyakan di mana dan meminta pulang karena tidak baik Wijaya keluar malam-malam.


Akhirnya Wijaya pulang.


Alena Mengantar kan ke depan teras dan Wijaya masuk ke dalam mobil nya yang sudah ada Supir dari tadi menunggu nya.


"Aku yakin ada hal yang penting Pak Wijaya datang ke sini!" Batin Alena.


Namun yang dia bingung kan dari tadi Arka tak kunjung turun-turun dari Atas sehingga Ayah nya pergi pun dia tidak tau.


Alena segera menyusul Arka ke kamar.


"Sayang Kenapa kamu gak turun sih!" ucap Alena sambil membuka pintu.


Dan ternyata Arka tidak ada di kasur Alena memerhatikan gorden Balkon kamar nya terbuka.


Dan ternyata Arka di sana sedang menelpon.


"Mas Arka sedang nelpon Siapa yah kok kaya nya happy banget!" ucap Alena dalam hati.


"Mas!" Panggil Alena.


"Kamu lagi nelpon sama siapa?" tanya Alena sambil menoleh tangan Arka yang memasuk kan handphone ke saku celananya yang ternyata dari tadi belum mandi.


"Hmm ini! Kamu masuk kok gak ngetuk-ngetuk dulu sih!" ucap Arka gugup namun malah menyalakan Alena.


"Loh kenapa aku harus mengetuk pintu, bukan nya Biasa aku selalu langsung masuk aja!" ucap Alena.


Arka terdiam.


"Kamu nelpon siapa tadi? Kok malah di matikan sih!" ucap Alena.


"Kamu gak usah kepo deh, aku abis nelpon Sepupu aku!" ucap Arka.


"Oohhh! Ada hal penting yah, tumben-tumbenan nelpoy Sepupu!" ucap Alena.


"Kamu kenapa sih kamu tau sendiri kan Sepupu aku banyak yang mau kerja di perusahaan aku, jadi wajar saja mereka banyak tanya tentang perusahaan!" ucap Arka.


"Hmm ya udah deh lupain aja, Ayah sudah pulang!" ucap Alena.


"Oohh!" ucap Arka singkat.


Alena Heran dengan tanggapan cuek Arka.


"Ya udah aku mandi dulu yah!" ucap Arka dan meninggalkan Alena yang terdiam di balkon.

__ADS_1


Tidak beberapa lama akhirnya Arka Keluar dari kamar.


"Aku mau Makan!" ucap Arka sambil mengeringkan rambut nya.


Alena pun mengajak nya keluar.


Setelah sampai di meja Makan Tidak ada percakapan apa-apa.


Alena melihat wajah Arka murung saja dia tidak berani ajak berbicara karena takut salah ngomong.


Setelah selesai makan Alena terlebih dahulu ke atas segera menggosok gigi dan memasang skincare.


Tidak beberapa lama akhirnya Arka masuk dan melihat Alena yang duduk di depan cermin.


Arka mendekati Alena dan memeluk nya.


"Ayo kita bikin Dede!" bisik Arka di telinga Alena.


Belum ada jawaban dari Alena Arka langsung menyosor saja mencium bibir Alena dan melakukan pemanasan.


perlahan Arka menuntun Alena berbaring di kasur.


Satu persatu Arka membuka pakaian Alena.


Pertempuran di malam panjang itu pun terjadi.


Sehingga mereka berdua kecapean dan tertidur dengan keadaan berpelukan.


Keesokan harinya Alena segera mandi untuk menghilangkan hadist besar dan segera melaksanakan sholat subuh.


Seperti biasa Arka dan Alena siap-siap untuk melakukan aktivitas masing-masing.


Alena menyiapkan sarapan untuk Arka yang dari tadi hanya diam saja sangat beda dari tadi malam.


"Aku berangkat dulu yah!" ucap Arka setelah **** sarapan.


"Iyah mas Hati-hati yah!" ucap Alena sambil tersenyum sambil menyalim tangan suaminya itu.


Namun Arka tidak mencium kening Alena dan langsung pergi begitu saja.


Alena Heran dengan sifat suami nya itu.


"Apa mas Arka Marah yah sama aku, tapi aku punya salah apa sama dia!" Batin Alena.


"Ah tidak mungkin! Mungkin dia lagi ada kerjaan banyak sehingga membuat dia badmood seperti itu!" ucap Alena lagi dan segera mengambil tas dan segera berangkat ke kampus.


Sementara Arka tidak langsung ke kantor dia terlebih dahulu ke rumah Ajeng yang tadi mengabari kalau Sekretaris nya itu sakit.


Arka membawa Buah-buahan dan juga banyak yang lain.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya. jika ada saran tulis di kolom komentar ya.

__ADS_1


like komen dan vote sebanyak-banyak nya.


terimakasih 🙏***


__ADS_2