
Arka menatap wajah Alena.
"Saya tidak mencintai nya, saya sudah mencintai perempuan lain, dan itu bukan dia!" ucap Arka.
Tiba-tiba Alena terdiam, lagi-lagi dia harus menahan sakit di dadanya mendengar itu namun dia berusaha untuk biasa-biasa saja.
"Ayah selalu memaksakan kehendak nya, dia tidak pernah memikirkan hati saya! dia selalu ingin apa yang dia mau, harus saya turuti!" ucap Arka lagi.
Alena pun terdiam, karena apa yang di katakan arka ada betul nya, namun orang tua tidak mungkin memilih yang tidak baik untuk anak nya.
Ini adalah rencana dari Wijaya untuk menikah kan Arka dengan Anak Taman istri nya itu, orang yang tak kalah kaya dari dia.
Arka dari dulu hanya bisa mengikuti kata-kata Ayah nya itu Tampa banyak bantah.
Dan sekarang dia sadar di saat Wijaya mengatakan jika Wanita tunangan nya itu sudah sipa untuk menikah, dan mencari keberadaan Arka.
Siapa sih yang tidak mengenal wanita itu, semua pria di luar sana mendambakan nya.
Clara! nama nya Clara, cocok sekali dengan nya nama yang sangat bagus.
Alena hanya bisa diam mendengarkan Arka.
"Apa sebaiknya Tuan lihat dulu, Tuan kenal lebih dekat, Siapa tau ada kecocokan!" ucap Alena.
"Tidak ada kecocokan dari kami, aku sudah tau seperti apa dia," ucap Arka.
Alena pun terdiam, Arka sangat sedih. Tiba-tiba Arka meletakkan kepalanya di paha Alena.
Itu sangat tidak nyaman untuk Alena namun dia juga tidak enak hati karena melihat wajah Arka yang sangat sedih.
Dia pun membiarkan nya.
"saya capek harus hidup hanya menuruti keinginan ayah! saya tidak pernah bisa menentukan jalan hidup saya sendiri!" ucap Arka.
Air mata nya pun menetes.
Alena yang Mendengar itu pun ikut sedih.
"Tuan harus sabar, kita gak tau apa di balik semua ini," ucap Alena mengelus rambut hitam milik Arka.
"Seperti saat ini Tuan meninggalkan hal buruk yang pernah Tuan lakukan dan mulai membangun dan me mimpin perusahaan.
Saya tau Tuan sangat senang akhirnya tuan bisa seperti saat ini, semua sudah ada yang ngatur, kita hanya menjalani nya saja," ucap Alena.
Arka pun terdiam, dia masih teringat kata-kata ayah nya, jika dia ingin Arka menikah cepat dengan Clara.
Arka menolak nya Namum ancaman Wijaya adalah ibu nya.
Karena itu juga salah satu dari amanah almarhum ibu nya.
Arka sangat bingung harus bagaimana, di satu sisi dia sudah sangat menyanyangi Alena namun dia tidak tau bagaimana harus memulai nya.
Sementara Alena entah mengapa dia sangat nyaman dan sangat suka ketika Arka mau curhat, dan mau dekat seperti ini dengan nya.
Jantung nya tidak berhenti berdetak kencang, dia mencoba untuk menenangkan Arka yang ada di pangkuan nya.
Arka menggeser posisi kepala nya dan melihat ke arah Alena.
__ADS_1
"Apa besok kamu akan pulang?" tanya Arka.
Alena mengangguk.
"Saya harus menyelesaikan urusan orang tua saya Tuan, saya tidak mau mereka ketika saya di mana!" ucap Alena.
"Lalu bagaimana dengan saya?" tanya Arka.
Alena Melihat ke arah Arka.
"Maksudnya?" tanya Alena.
"Jika kamu pergi yang jadi sekretaris saya siapa, Teman saya di sini siapa yang masak siapa?" ucap Arka.
"Saya tidak lama Tuan, setidaknya saya dua Minggu di Jakarta!" ucap Alena.
"Tidak bisa! dua Minggu sangat lama!" ucap Arka.
mengambil handphone Alena mau membatalkan tiket pesawat Alena.
"Tuan mau ngapain?" tanya Alena.
"Saya gak ijinkan kamu pulang, kamu harus di sini bersama saya!" ucap Arka.
Alena langsung ngambil Handphone dari tangan Arka.
"Tuan gak pernah ngerasain bagaimana pentingnya keluarga dari pekerjaan!" ucap Alena tegas karena kesal pada sifat egois Arka.
Arka terdiam.
"Saya tau tuan lagi butuh teman, tapi semua yang tuan ingin kan itu belum tentu bisa Tuan dapat!' ucap Alena.
Tiba-tiba Arka menarik tangan Alena.
"Saya mau kamu secepat nya datang ke sini!" ucap Arka.
"Saya akan mengusahakan nya!" ucap Alena.
Alena pun membuka mukena nya.
Arka mengajak Alena untuk makan.
Setelah selesai makan Alena dan Arka kembali ke kamar masing-masing.
Alena sudah tertidur dengan lelap nya.
Sementara Arka tidak bisa tidur dia Masih kefikiran masalah nya dan juga Alena yang akan pulang.
Karena dia sangat pusing dia ingin memainkan gitar nya dia mencari di kamar nya ternyata tidak ada, dan dia pun ingat jika gitar nya di kamar Alena.
Dia pun mengetuk pintu kamar Alena Namun tak juga di buka, Arka pun masuk.
Dan melihat Alena tidur dengan nyenyak di kasur.
Arka mendekati nya dan tersenyum.
"Seandainya aku bisa memiliki mu, pasti aku orang yang bahagia di dunia ini, aku tidak akan pusing dan bingung jika kamu di samping ku!" batin Arka.
__ADS_1
Dia perlahan mencium kening Alena, tiba-tiba Alena terbangun dan melihat Arka yang di depan nya.
Dengan cepat Arka menindih tubuh Alena, Alena kaget dan berontak namun kekuatan Arka sangat jauh dari dirinya.
"Tuan ngapain di sini?" tanya Alena.
"Saya tidak bisa tidur!" ucap Arka dan berbaring di samping Alena.
Alena langsung duduk.
"Tuan tidak bisa tidur di sini, kembali lah ke kamar tuan!" ucap Alena.
Arka pun mengabaikan nya.
"Saya ingin tidur malam ini di sini, karena kamu akan lama pergi!" ucap Arka Memeluk Pinggang Alena dan membaringkan Alena.
Arka memejamkan matanya, sementara Alena sudah sangat gugup, jantung nya berdegup kencang.
Sebenarnya dia juga tidak ingin meninggalkan Arka.
Tidak beberapa lama akhirnya Arka tertidur di samping Alena sambil memeluk erat pinggang Alena.
"Ya Allah kenapa jadi seperti ini!" Batin Alena.
Dia pun berusaha untuk tidur, dan tangan nya dia letakkan di rambut Arka.
Tidak beberapa lam akhirnya dia pun terlelap.
Keesokan harinya, Dia bangun dan melihat Arka Masih tetap memeluk nya.
Melihat wajah Arka dari Dekat dia sangat tampan, Alena pun tersenyum.
Tiba-tiba Arka membuka mata nya.
"Selamat pagi!" sapa Alena.
Arka Tersenyum.
"Selamat pagi juga Alena!" ucap Arka sambil mencium kening Alena.
"Hmm tumben manggil Alena! biasa nya gak pernah!" batin Alena, namun dia hanya diam saja.
Mendapatkan ciuman di kening Alena pertama kali itu sungguh berhasil membuat dia Deg-degan sekali
Visual, Arkanja Sakan. π
***Visual Alena Zahra βΊοΈ
Hehehehe kalau kalian kurang setuju dengan visual ini, kalian bisa kok membayangkan dengan idola kalian masing-masing***.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya, jika ada saran tulis di kolom komentar ya.
__ADS_1
like, komen dan vote sebanyak-banyak nya
Terimakasih π***