Tuan Mudaku Adalah Jodohku

Tuan Mudaku Adalah Jodohku
Episode 174


__ADS_3

Arka menoleh ke arah Alena.


"Sama Ajeng bahas dokumen yang mau aku tanda tangani!" ucap Arka sambil menunjuk kan layar handphone nya pada Alena.


"Hmm, oohh!" begitu lah keluar dari mulut Alena namun raut wajah nya berubah.


Arka mematikan handphone nya meletakkan nya di atas meja, dia melihat ke arah Alena yang duduk di pinggir kasur.


"Kamu jangan mikir yang aneh-aneh yah, kami hanya membahas pekerjaan saja kok!" ucap Arka sambil ikut duduk di samping Alena.


"Bagaimana aku gak mikir aneh-aneh! Kita bermasalah karena kamu dekat dengan dia, dan sekarang kamu dengan enak nya chatan sama dia!" ucap Alena terlalu posesif nama nya juga bumil lagi sensitif-sensitif nya.


Arka menghela nafas panjang.


"Ini tidak berlangsung lama kok, mulai besok dia tidak akan lagi di perusahaan!" ucap Arka.


"Memang dia tidak di perusahaan tapi kalau kamu sama dia masih ada hubungan sama saja bohong Nama nya!" ucap Alena.


"Sabar Arka! Sabar! Dia lagi hamil wajar saja dia terlalu posesif!" batin Arka.


"Sudah lah tidak perlu di bahas lagi!" ucap Arka dia mengambil pizza yang di beli Alena dan memakan nya sementara Alena Masih saja cemberut.


Di tempat lain Sarah baru saja bangun dia tidur di kamar Tari karena badan nya Terlalu penat selama di perjalanan.


Sarah Melihat keluar Sudah Sangat gelap Sarah langsung melihat jam tangannya ternyata sudah jam tujuh malam.


"Ya ampun kok aku bisa ketiduran sampai jam segini buah!" ucap Sarah sambil turun dengan cepat-cepat dari kasur.


Namun badan nya sangat sakit termasuk Pinggang nya.


"Huff ternyata duduk di bus itu membuat Pinggang ku Serasa patah!" Batin Sarah dia keluar dan ternyata yang di luar Hanya ada Daniel.


"Sudah bangun?" tanya Daniel yang sedang nonton namun tidak sengaja melihat Sarah keluar dari kamar.


Sarah pun tersenyum malu.


"Maaf yah kak," ucap Sarah.


"Maaf buat apa?" tanya Daniel.


"Sarah jam segini baru bangun!" ucap Sarah.


"Sudah lah tidak perlu merasa tidak enak seperti itu, Pinggang kamu sakit yah?" tanya Daniel karena Sarah memegang pinggang nya.


"Lumayan kak, mungkin karena kelamaan duduk di bus. Oh iya Ibu samaa Bapak kemana?" tanya Sarah.


"Mereka sudah istirahat di kamar!" ucap Daniel.


"Kakak Kenapa belum tidur?" tanya Sarah sambil duduk di kursi yang sedikit jauh dari Daniel Entah Mengapa dia jadi merasa segan kalau hanya dengan dia dan Daniel saja.

__ADS_1


"Kamu mau Ikut Kakak?" tanya Daniel.


Sarah seketika terdiam karena dia pikir Daniel mengajak nya untuk tidur bersama.


"Maksudnya kak, ikut kemana?" tanya Sarah.


"Ke rumah nya Orang tua Alena, karena sekarang adik Kakak yang bernama Tari tinggal di sana!" ucap Daniel.


"Oohh, tapi kenapa malam seperti ini kak?" tanya Sarah.


"Sebenarnya kakak kesana ingin tadi sore, namun karena kamu masih tidur, kakak juga gak enak ninggalin kamu sama ibu di rumah!" ucap Daniel.


"Hmm gara-gara Sarah yah, maaf yah kak!" ucap Sarah.


"Kamu mau ikut gak?" tanya Daniel lagi.


"Iyah kak Aku ikut!" ucap Sarah.


Daniel pun meminta Sarah untuk Siap-siap karena lumayan jauh juga dari rumah nya.


Tidak beberapa lama akhirnya Sarah siap, Daniel Menatap Heran pada Sarah.


"Kenapa kamu pakai baju yang sangat tipis dan kecil?" tanya Daniel.


"Sarah hanya punya pakaian yang seperti ini saja kak, yang lain nya sangat terbuka!" ucap Sarah karena dia menggunakan kaus pendek tangan dan sangat ketat begitu juga dengan celana nya yang sangat seksi.


"Tunggu bentar yah!" ucap Daniel dia masuk ke kamar Tari dan mencari baju yang cocok di pakai oleh Sarah.


Akhirnya dapat juga namun yang gamis karena kebanyakan baju Tari juga terbuka.


Sarah segera mengganti nya.


"Apa aku tidak terlihat seperti ibu-ibu yah?" tanya Sarah dengan wajah sedikit Bingung menunjukkan penampilan nya pada Daniel.


"Enggak kok, kamu cantik pakai itu!" ucap Daniel tersenyum, entah mengapa Sarah yang mendengar kata cantik dari Daniel dia langsung tersipu malu.


Mereka pun segera berangkat menggunakan mobil milik orang tua Daniel.


Tidak lupa Daniel belanja dulu untuk oleh-oleh di bawa ke rumah Alena.


"Aku lapar kak!" ucap Sarah sedikit kecil karena lagi di sebuah Toko. Daniel tersenyum.


"Ya udah nanti kita cari makan di depan!" ucap Daniel.


Entah mengapa dia jadi sangat peduli dan perhatian dengan Sarah tidak seperti biasanya yang hanya Cuek dan berbicara seperlunya saja.


Akhirnya Daniel membawa Sarah ke sebuah rumah makan yang lumayan besar di kampung itu dan terkenal juga dia takut jika membawa Sarah ketempat biasa dia jadi tidak berselera.


Mereka makan dengan lahap nya karena salah satu di antara mereka belum ada makan malam.

__ADS_1


Setelah selesai makan mereka menuju rumah Alena.


Setelah sampai Daniel Melihat Tari yang sudah berpakaian syar'i dan terlihat jauh lebih baik.


"Subhanallah!" ucap Daniel dia langsung memeluk adik nya itu.


Keluarga Alena yang sama sekali tidak tau kedatangan Daniel pun terkejut namun mereka juga sangat senang.


Mereka mengajak Sarah dan Daniel masuk.


Tari yang di peluk oleh Daniel pun menangis.


"Hmm seperti nya kak Daniel Sangat lah menyanyangi adik nya!" Batin Sarah.


Sarah menyalin tangan kedua orang tua Alena.


Orang tua Alena Sudah lah kenal dengan Sarah waktu mereka ke Jakarta.


Mereka berbincang-bincang dan juga sarah Sangat asyik bermain dengan Niko dan juga Sarah adik nya Alena.


Tari yang melihat Daniel membawa perempuan yang sama sekali belum di kenal nya pun tersenyum sambil main mata menoleh ke arah Sarah.


Daniel hanya memasang wajah datar karena tidak suka dengan rayuan adik nya.


"Kenalin dong!" ucap Tari, orang tua Alena hanya tersenyum saja.


"Sarah!" Panggil Daniel.


Seketika Sarah dan adik nya Alena menoleh karena nama mereka sama.


"Kalian lanjut main dulu yah," ucap Sarah pada adik Alena.


"Kenalin ini adik aku! Namanya Tari!" ucap Daniel.


Sarah tersenyum Ramah dan menyalim tangan adik Daniel namun Tari mencium punggung tangan Sarah.


Daniel Melihat itu heran, karena sejak kapan adik nya itu bisa bersifat baik dengan orang lain karena tidak pernah Daniel Melihat nya.


Kali ini banyak bahas Daniel dan Sarah yah teman-teman, kalau dengan Arka dan Alena tidak Lupa kok cuman Author lagi pengen bahas mereka aja.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya, jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


Biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***

__ADS_1


__ADS_2