
Tidak Beberapa lama dia keluar karena badan nya sudah mulai dingin entah mengapa dia sangat tidak enak badan namun mau bagaimana lagi dia harus kuat.
Alena membuka handphone nya sebelum memasang baju dan dia sudah duga kalau kejadian di restoran tadi akan segera tersebar dan publik dan juga di berita-berita.
Tudingan nya adalah Tangan kanan perusahaan Shengu sedang dekat dengan istri pemilik perusahaan Shengu.
Semua nya sudah langsung heboh di kolom komentar, Alena tidak mau ambil pusing karena dia sudah pasrah, badan nya saja tidak lagi terurus oleh dia.
Sementara di tempat lain Arka yang membaca berita itu langsung ke perusahaan dia mencari keberadaan Aris.
Arka Masuk ke ruangan Aris. Aris Terkejut karena tiba-tiba Arka masuk begitu saja sambil membanting pintu.
Aris sudah tau apa yang membuat Arka semarah itu.
"Apa maksudnya semua ini!" ucap Arka sambil melemparkan koran yang ada di tangan nya pada Aris.
"Seperti yang Bapak tau!" ucap Aris.
"Saya tidak mau tau, kamu jauhi istri saya! Dan klarifikasi masalah ini secepatnya!" ucap Arka.
"Saya tidak bisa pak, karena saya tidak bisa melihat Alena menderita dengan Bapak!" ucap Aris.
Arka Sangat Emosi mendengar itu dia pun ingin menghajar Aris namun tiba-tiba Ajeng, Wijaya dan Sam datang dan memisahkan mereka berdua.
"Apa-apaan kalian ini! Ini semua bisa di bicarakan baik-baik!" ucap Sam.
"Kalau dalam dua puluh empat jam kamu belum klarifikasi masalah ini saya pastikan hidup kamu akan hancur!" ucap Arka dan pergi meninggalkan mereka semua yang ada di ruangan Aris.
Wijaya dan Sam paham dan mengerti kemarahan Arka.
Sam dan Wijaya mencoba menasehati Aris namun dia hanya diam saja.
Sementara Ajeng mengejar Arka Keluar.
"Pak! Pak!" Panggil Ajeng.
Arka berhenti.
"Ada apa?" tanya Arka dengan nada datar.
"Masalah di cafe Kemarin!" namun kata-kata Ajeng langsung di potong oleh Arka.
"Masalah itu lupakan saja, dan saya minta maaf pada kamu karena sifat saya yang gak buat kamu nyaman, jujur saja saya khilaf!" ucap Arka.
__ADS_1
"Sekali saya minta maaf seperti nya dengan kamu keluar dari perusahaan saya akan membuat semuanya kembali seperti biasa, karena saya tidak bisa mengontrol diri saya, kamu terlalu baik untuk kenal dengan saya!" ucap Arka.
Karena dia juga sudah mulai punya hati pada Ajeng yang bersifat lemah lembut dan juga sangat polos dan pintar sifat itu mampu meluluhkan hati Arka yang sudah mempunyai istri.
Karena rasa bosan dia bisa membuka hati untuk perempuan lain di situ lah kesalahan nya.
Namun dengan berat hati karena dia tidak ingin rumah tangga nya hancur dan Alena terus Marah pada nya akhirnya dia pun memikirkan matang-matang jalan satu-satunya adalah Ajeng keluar dari perusahaan.
Ajeng terdiam mendengar perkataan Arka karena dia sudah sangat nyaman Kerja di Perusahaan ini, namun ini sudah keputusan bos nya dia harus apa lagi.
"Maaf pak, kalau kedatangan saya di sini membuat semuanya hancur!" ucap Ajeng.
"Bukan kamu yang salah, tapi saya!" ucap Arka.
"Boleh saya minta permintaan untuk yang terakhir kali nya pak?" tanya Ajeng.
"Katakanlah!" ucap Arka.
"Saya mau jumpa sama Bu Alena! Saya mau minta maaf pada nya agar tidak ada salah paham lagi!" ucap Ajeng.
"Sebaiknya jangan sekarang yah, aku takut itu semakin membuat dia Marah!" ucap Arka.
Ajeng pun mengerti.
"Kenapa aku jadi kefikiran seperti ini yah!" Batin Ajeng.
Sementara di ruangan Aris dia tetap diam sehingga akhirnya dia sudah siap di nasehatin dan pasti nya Wijaya dan sama tetap menyalahkan Aris.
Karena telah mengganggu rumah tangga Sepupu nya itu.
Mereka pun keluar dari ruangan Aris.
Seketika Aris menjatuhkan semua barang-barang yang ada di meja.
"Kenapa semakin mereka menyalahkan aku semakin aku ingin memiliki Alena!" batin Aris.
Dia segera keluar dari ruangan nya dan pergi dari kantor dan alhasil semua mata Karyawan tertuju pada nya namun dia bodo amat.
Karena fikiran nya sangat Kacau dia mencari masjid dan menenangkan diri di sana setelah selesai sholat dia tertidur di sana.
Di tempat lain Arka baru saja sampai di rumah, dia membawa rambutan yang dari tadi di cari nya karena tidak sengaja tadi pagi Melihat handphone Alena yang seperti nya Alena melihat-lihat rambutan.
Dan untungnya Arka mengerti dia pun mencari kemana-mana rambutan dan ternyata tidak banyak yang menjual nya sampai Arka minta tolong sama para Bodyguard nya.
__ADS_1
Namun akhirnya dia dapat ternyata hanya tinggal satu ikat, Arka membeli nya dari pada gak ada sama sekali belum isi nya hanya lima belas buah saja.
Arka Menghela nafas panjang dia melihat pintu rumah Alena yang tertutup.
"Seperti nya dia sudah di rumah!" batin Arka.
Namun dia masih saja teringat berita yang tersebar di luaran sana.
Dia masuk namun ternyata Alena tidak ada di ruang tamu, akhirnya dia langsung ke kamar dan ternyata Alena sedang tidur.
"Assalamualaikum!" sapa Arka Melihat ke arah Alena yang Seketika buka mata nya ternyata dia tidak tidur.
"Walaikumsalam!" jawab Alena.
"Kamu kenapa? Kok kamu pucet Banget!" ucap Arka dia pun duduk di pinggir kasur Dekat Alena.
Alena melihat rambutan yang ada di atas meja seketika dia langsung duduk dan ingin memakannya. Alena langsung memakan nya Tampa basa-basi.
"Kamu pucet Banget Alena! Badan kamu kurang enak yah?" tanya Arka sambil memijit punggung Alena.
Namun tiba-tiba Alena mual lagi, badan nya sangat lemas.
Alena langsung ke kamar mandi di bantu oleh Arka.
"Kamu udah minum obat?" tanya Arka, Alena menggeleng.
"Pantesan aja! Kamu harus rajin minum obat ini sampai habis!" ucap Arka dia segera mengambil obat dan memberikan pada Alena.
Setelah Alena minum obat dia sudah mendingan dia melihat ke arah Arka yang dari tadi khawatir sama dia.
"Makasih yah mas!" ucap Alena sambil tersenyum tipis,
"Hmm!" jawab Arka.
"Hmm kamu tau dari mana aku mau rambutan?" tanya Alena sambil memakan rambutan.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
__ADS_1
Terimakasih 🙏***