
"Iyah sayang ini aku! Kamu gak ingat hari ini aku janji mau nganterin kamu jemput Tania!" ucap Arka.
Seketika Alena tersenyum entah mengapa dia tersenyum bahagia dia pun menyalim tangan Arka.
"Apa di kantor tidak ada kerajaan sehingga kamu cepat pulang mas?" tanya Alena.
"Aku kangen kamu dan juga di dia!" ucap Arka sambil tersenyum menunjuk perut Alena.
"Sudah lah kamu segera bangun! Aku sangat lapar, kamu pasti masak kan!" ucap Arka.
"Iyah mas aku masak, kamu tau dari mana?" tanya Alena.
"Aku sudah bisa menebak nya, itu lah alasan aku menahan lapar dan Segera pulang!" ucap Arka.
"Kamu gak usah lebay deh, tiap hari aku Masak namun kamu tidak ada ingat mau pulang!" ucap Alena.
Arka pun tersenyum.
"Ya udah aku ganti baju, kamu turun lah ke bawah!" ucap Arka. Alena menginyakan dia segera turun kebawah.
Tidak beberapa lama Arka turun dan Melihat Alena yang sedang menunggu nya di meja makan.
"Sayang!" Panggil Arka setelah duduk di samping Alena.
"Iyah mas!" jawab Alena.
"Kita sama sekali belum pernah USG calon anak kita. Aku sangat penasaran anak kita laki-laki atau perempuan!" ucap Arka.
Alena terdiam. Arka sebenarnya tidak ingin menyampaikan Niatnya karena dia tau Alena akan sedih.
"Maaf! Aku tau kamu pasti sedih karena kandungan kamu sudah umur tujuh bulan lebih baru aku ngajak kamu USG!" ucap Arka merasa Bersalah.
"Hmm tidak apa-apa mas," ucap Alena lesu.
"Kamu jangan sedih gitu dong, aku akan melakukan apa ajaa yang buat kamu senang dan mau memaafkan aku!" ucap Arka.
Alena hanya diam saja.
"Ya udah kalau gitu kamu mau kan, aku antar USG!" ucap Arka.
"Sebaiknya aku menginyakan saja! walaupun aku baru saja USG, karena aku tidak ingin melihat dia merasa bersalah Seperti itu, walau pun aku marah pada nya namun aku tidak tega melihat wajah nya yang sedih seperti itu!" batin Alena.
"Iyah mas!" jawab Alena sambil tersenyum.
Arka terlihat bahagia dia mengelus rambut Alena dan mencium kening istrinya.
"Halo anak Papah! sebenernya Papah sudah sangat penasaran kamu laki-laki atau perempuan, namun Papah Sangat yakin kalau kamu itu adalah laki-laki, karena Mamah kamu sangat keras kepala namun dia juga kuat menghadapi Sifat papah mu ini!" ucap Arka.
__ADS_1
Alena tersenyum.
"Mas Arka benar! Seperti nya ikatan batin mereka sangat lah kuat!" ucap Alena karena hasil USG Alena menyatakan kalau anak nya adalah laki-laki.
Setelah selesai makan Alena segera siap-siap untuk berangkat menjemput Tania.
Kali ini Arka lah yang menjadi supir istri nya itu.
selama di perjalanan tidak berhenti nya Arka memegang perut Alena.
Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di depan rumah Ibu intan.
"Permisi!" sapa Alena dia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Tania.
"Eh Non Alena! Masuk dulu non, Tuan!" ucap Baby sister Tania.
"Tania nya mana sus?" tanya Alena.
"Mereka baru saja berangkat ke kantor polisi non!" jawab pengasuh itu.
"Hah! Kantor polisi? Ngapain? Kamu kok gak ikut?" tanya Alena kaget sama juga dengan Arka.
"Maaf Non tapi saya di minta untuk di rumah, karena Tania ingin menjenguk Ibu nya!" ucap Pengasuh itu.
"Sebaiknya kita langsung ke kantor polisi sayang! Aku tidak ingin Tania Melihat ibu nya di dalam sel, karena itu tidak baik untuk dia!" ucap Arka.
Arka mengambil jalan tikus agar lebih cepat sampai.
dan benar saja mereka lebih dulu sampai dari pada Taksi yang di tumpangi oleh Tania dan dan juga Nenek nya.
Arka Berdiri di depan mobil nya tepat di dekat jalan masuk ke dalam kantor polisi.
Ibu intan yang melihat Arka seketika menjadi takut.
"Tante!! O-om!" ucap Tania dan mengejar Alena.
Nenek nya mengikuti dari belakang.
"Tante kok bisa ada di sini? Tania kemarin sudah menunggu Tante!" ucap Tania.
"Maaf Sayang! Tante gak sempet! Ini Tante datang mau jemput Tania!" ucap Alena.
"Jangan bawa Tania lagi! Karena saya bisa mengurus nya," ucap Nenek Tania. Alena pun meminta Pengasuh membawa Tania ke dalam mobil.
"Maaf Bu Sebelum nya, sebaiknya ibu Sebelum bertindak berfikir dulu, jika Tania melihat ibu nya di dalam penjara bagaimana perasaan nya!" ucap Arka berusaha untuk lembut.
"Anda jangan pernah ikut campur! itu urusan saya bukan urusan kalian! Lagian anak saya dua bulan lagi akan keluar!" ucap Wanita tua itu.
__ADS_1
"Ini memang tidak urusan saya, namun jika anda ingin cucu Anda kena mental silakan bawa dia ke dalam!" ucap Arka.
Wanita itu pun terdiam.
"Kedatangan kami ke sini Ingin menjemput Tania karena permintaan nya, namun jika dia tidak mau bagi kami tidak masalah!"' ucap Arka.
"Tania adalah Cucu saya!" ucap wanita itu dan berjalan ke arah mobil berniat mau mengambil Tania.
Arka langsung menahan Alena saat wanita itu mau mengambil Tania.
"Ayo kita pergi sayang! kamu mau jumpa sama Mamah kan!" ucap wanita itu membujuk Tania.
"Enggak Nek! Tania mau ikut sama Tante dan O-om dulu, Mamah pasti lagi kerja dia gak akan mau ketemu Tania!" ucap Tania.
"Mamah ingin ketemu Tania, itu kah sebab nya Nenek bawa kamu ke sini!" ucap wanita itu tidak mau menyerah membujuk Tania.
Namun Tiara tidak mau dia turun langsung berlari ke arah Y.
Namun semua nya melihat ke arah mobil Tahanan yang datang memasuki halaman kantor polisi.
Dan benar saja ternyata tahanan yang sedang di pindahkan ke sel Kantor polisi itu.
"Mamah!" ucap Tania ketika melihat wanita yang kawal dan tangan di borgol ke depan.
Seketika Intan menoleh kearah Tania.
Dia tersenyum.
Namun tidak punya Waktu lama Pengawal langsung meminta nya untuk segera masuk mengikuti yang lain nya.
"Itu mamah kan nek? Kenapa mamah ada di sini? apa Mamah tidak di Kerja di rumah sakit, kenapa tangan mamah di pasang kan besi!" ucap Tania heboh.
Mereka semua terdiam tidak ada yang menjawab pertanyaan Tania.
Sementara Intan melihat Terus ke arah belakang.
dia sangat merindukan putri nya itu.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
Biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏***
__ADS_1